
Perkembangan hukum besar terjadi setelah harian Korea Chosun melaporkan bahwa mantan pemimpin tim pengembangan Terra memberikan kesaksian melawan pendiri Terra, Do Kwon. Langkah ini menjadi titik krusial dalam penyelidikan terkait keruntuhan ekosistem Terra yang masih berlangsung.
Media melaporkan bahwa Divisi Kriminal ke-14 Pengadilan Distrik Selatan Seoul menggelar pemeriksaan saksi pertama dalam perkara yang melibatkan Do Kwon. Saksi yang diidentifikasi sebagai "Lee" menyampaikan kesaksian penting terhadap Do Kwon dan co-founder Terraform Labs, Shin Hyun-seung.
Dalam persidangan, Lee mengonfirmasi bahwa ia mendapat informasi mengenai masalah hukum Terra. Ia menuturkan bahwa percakapan langsung dengan Do Kwon membuatnya memahami adanya hambatan regulasi. Hal ini menunjukkan bahwa manajemen puncak Terraform Labs sepenuhnya mengetahui potensi risiko hukum proyek tersebut.
Lee juga memaparkan secara rinci struktur operasional Terra, dengan menyoroti tujuan menjadikan LUNA sebagai mata uang fungsional melalui sistem pembayaran "ChaiPay". Model yang diusung menunjukkan profitabilitas bergantung pada kenaikan nilai token LUNA. Namun, tim pembela Shin membantah pernyataan Lee, menolak klaim bahwa Kwon dan Shin mengetahui ketidaklayakan pembayaran Terra, serta menyoroti inkonsistensi antara pernyataan Lee dan fakta yang disampaikan.
Saat ini, Shin, Do Kwon, anggota tim Terra lain, dan kolega mereka menghadapi tuduhan promosi ilegal proyek dari Juli 2018 hingga Mei 2022, yang diduga untuk mendapatkan keuntungan melalui tindakan penipuan. Delapan individu terkait Terra, termasuk Shin, kini diselidiki atas potensi pelanggaran terhadap Undang-Undang Pasar Modal Korea Selatan.
Terraform Labs, entitas induk di balik stablecoin TerraUSD dan mata uang kripto LUNA, mengalami kejatuhan kedua aset tersebut pada Mei 2022. Peristiwa besar ini menghapus hampir 45 miliar dolar AS dari kapitalisasi pasar hanya dalam waktu satu minggu. Dampaknya bukan hanya dirasakan investor Terra, tetapi juga mengguncang seluruh pasar kripto dan menyebabkan kerugian ratusan miliar dolar di industri secara keseluruhan.
Keruntuhan Terra memicu gelombang penyelidikan hukum secara global. Terraform Labs memulai proses perlindungan kebangkrutan dalam upaya banding terhadap Securities and Exchange Commission (SEC) Amerika Serikat. Langkah ini menyusul putusan pengadilan AS yang menyatakan bahwa Terraform Labs dan Do Kwon melanggar hukum AS karena gagal mendaftarkan dua mata uang kripto—LUNA dan MIR—yang dikategorikan sebagai sekuritas oleh SEC. Akibatnya, Do Kwon menghadapi dakwaan penipuan bernilai miliaran dolar di AS.
Reuters melaporkan bahwa Han Chang-joon, mantan CFO Terraform Labs, diekstradisi ke Korea Selatan setelah ditahan di Montenegro sejak Maret 2023. Dalam pernyataan resmi, Kementerian Kehakiman Montenegro mengumumkan, "Hari ini, negara Montenegro memenuhi permintaan Korea Selatan dan, berdasarkan keputusan Kementerian Kehakiman, memindahkan Han Chang Joon ke otoritas negara asalnya." Ekstradisi ini menjadi langkah besar bagi otoritas Korea Selatan untuk mengadili pihak yang bertanggung jawab atas keruntuhan Terra.
Do Kwon adalah co-founder dan mantan CEO Terraform Labs, pengembang blockchain Terra dan stablecoin algoritmik TerraUSD. Ia berperan penting dalam pengembangan proyek tersebut.
Terra gagal setelah stablecoin UST kehilangan nilainya, yang kemudian memicu penurunan tajam harga LUNA dan menghancurkan ekosistem pada Mei 2022.
Mantan pemimpin pengembangan Terra bersaksi melawan Do Kwon setelah menyadari tantangan hukum yang dihadapi Terra. Ia mengutip diskusi dengan Do Kwon sebagai sumber pemahamannya tentang hambatan regulasi. Kesaksian ini juga menyoroti struktur operasional Terra.
Do Kwon menghadapi tuduhan penipuan terkait keruntuhan Terra. Saat ini ia masih dalam penyelidikan atas perannya dalam insiden tersebut, dan proses hukum masih berjalan.
Keruntuhan Terra membuat pasar kripto terjun tajam dan menghapus ratusan miliar dolar dari aset. Baik investor ritel maupun institusi mengalami kerugian besar, serta kepercayaan terhadap DeFi dan stablecoin algoritmik pun goyah.
Saat ini belum ada pembaruan terkait kasus ini. Untuk informasi terbaru, silakan kunjungi situs resmi pengadilan atau sumber berita web3 tepercaya.
Do Kwon melarikan diri dari Singapura ke Dubai, lalu ke Serbia, dan akhirnya ditangkap di Montenegro. Ia dijatuhi hukuman penjara empat bulan karena menggunakan paspor Kosta Rika palsu.











