
"Diamond hand" mengacu pada pemegang yang tidak takut akan fluktuasi harga dan tetap bertahan pada aset mereka, dan merupakan salah satu kata kunci yang populer di pasar kripto. Analisis on-chain memanfaatkan cadangan BTC yang tidak terpakai (seperti koin UTXO lama) untuk mengukur perilaku pemegang jangka panjang, memberikan perspektif penting untuk memahami pergerakan pemegang besar.
Studi terbaru menunjukkan bahwa pada tahun 2024 dan 2025, jumlah koin Bitcoin yang tidak terpakai dalam jangka panjang yang kembali ke pasar meningkat secara signifikan, mencapai titik tertinggi dalam sejarah. Tren ini tercermin secara kumulatif dalam pola perilaku pemegang jangka panjang. Perlu dicatat, bahwa penjualan ini terjadi di tengah fluktuasi pasar secara keseluruhan yang relatif stabil dan tidak disertai dengan sentimen spekulatif yang ekstrem.
Analisis menunjukkan bahwa pemegang jangka panjang mulai secara bertahap mengurangi posisi mereka sejak $40.000, bukan pada puncak bull run tradisional.
Pada tahun 2017, harga Bitcoin melambung beberapa kali sepanjang tahun, mencapai hampir $20,000 pada satu titik, di mana spekulasi pasar sangat tinggi. FOMO investor ritel dan laporan berita mendorong harga naik dengan cepat, sementara volatilitas sangat intens.
Bull Market pada tahun 2021 juga menunjukkan momentum naik yang kuat, dengan harga menembus dari beberapa puluh ribu hingga mencapai puncak sekitar 68.000 USD. Namun, penurunan tajam berikutnya menunjukkan akumulasi risiko pasar yang signifikan.
Sebaliknya, rentang harga saat ini sedang berfluktuasi. Meskipun ada pemegang jangka panjang yang menjual, belum ada pertumbuhan ekstrem mirip gelembung yang diikuti oleh keruntuhan cepat.
Dari berbagai dimensi, perilaku dump saat ini sangat berbeda dari bull run historis:
Perbedaan ini menunjukkan bahwa pasar saat ini sedang mengalami perubahan struktural, bukan sekadar mereplikasi dinamika kritis dari bull run sebelumnya.
Seiring dengan meningkatnya kedewasaan pasar cryptocurrency dan masuknya dana institusional secara bertahap, para investor semakin memperhatikan risiko dan alokasi aset. Perubahan ini telah membuat pemegang jangka panjang tidak lagi mematuhi strategi "menunggu titik tertinggi sepanjang masa," melainkan lebih memilih untuk mengamankan keuntungan pada tahap-tahap tertentu. Ini mencerminkan pergeseran pola pikir para peserta pasar dari yang didorong spekulasi menjadi manajemen aset yang rasional.
Bagi investor biasa, sangat penting untuk memahami perbedaan antara sinyal on-chain dan pola historis. Meskipun pembuangan tangan berlian layak diperhatikan, itu tidak setara dengan sinyal pecahnya gelembung. Disarankan agar investor:











