

Tujuan utama skema pump and dump adalah secara sengaja meningkatkan harga suatu aset—dalam hal ini mata uang kripto—secara artifisial, lalu menjualnya setelah harga melonjak. Strategi ini membuat penyelenggara skema meraih keuntungan kilat dari lonjakan harga, sementara investor lain menanggung kerugian besar.
Pihak yang diuntungkan dari skema pump and dump hanyalah para penyelenggara. Skema ini biasanya dijalankan melalui aplikasi pesan instan seperti Telegram dan platform media sosial lainnya, di mana penyelenggara dapat dengan cepat berkoordinasi dan berkomunikasi dengan banyak calon korban.
Skema pump and dump pada mata uang kripto umumnya berlangsung singkat, sekitar lima hingga sepuluh menit, namun dapat menyebabkan dampak besar dalam jangka pendek pada harga dan volume perdagangan suatu koin. Studi menunjukkan bahwa saat skema berlangsung, harga koin naik rata-rata 25% dalam 70 detik pertama sebelum mulai turun. Penelitian lainnya menemukan bahwa harga mulai naik sekitar lima menit sebelum skema resmi dimulai, karena penyelenggara telah membeli koin sebelum mengumumkan namanya ke grup mereka, sehingga mereka mendapat keuntungan lebih awal.
Penyelenggara secara kolektif menentukan waktu untuk memompa harga koin dan kemudian mempromosikannya kepada trader lain, dengan iming-iming keuntungan instan untuk menarik minat. Beberapa grup Telegram bahkan menawarkan "keanggotaan premium" agar anggota bisa menerima sinyal pump lebih cepat dari anggota biasa, menciptakan sistem eksploitasi bertingkat.
Agar seorang individu dapat meraih keuntungan dari skema ini, ia harus melakukan order beli dan jual dengan sangat cepat. Namun, hal ini sangat menantang karena penyelenggara biasanya langsung melakukan dump setelah mengumumkan nama koin. Dalam satu contoh historis, sebuah grup pump and dump menaikkan harga koin SLS hingga 950%. Sebelum pump, harga koin di angka 0,0046 BTC, lalu setelah diumumkan, harga melonjak ke 0,0438 BTC. Ketika grup mulai melakukan dump, harga SLS anjlok ke 0,0059 BTC, sehingga peserta yang masuk terlambat mengalami kerugian besar.
Saat harga sebuah koin naik, emosi FOMO—ketakutan akan tertinggal—muncul dengan kuat. Penyelenggara pump and dump memanfaatkan kerentanan psikologis ini dengan meyakinkan trader bahwa mereka akan kehilangan hadiah jika tidak segera berinvestasi di koin tersebut. Semakin banyak orang membeli, harga semakin naik, menarik lebih banyak investor dalam siklus berulang. Namun, ketika penyelenggara mulai menjual, hype pun mereda dan harga jatuh drastis. Akibatnya, trader lain mengalami kerugian besar sementara penyelenggara meraih keuntungan.
Manipulasi psikologis ini adalah salah satu alat paling ampuh dalam skema pump and dump, karena mendorong perilaku investasi impulsif dengan menyingkirkan keputusan rasional.
Kurangnya regulasi pemerintah dan karakter pasar mata uang kripto yang global adalah dua faktor utama yang membuat skema ini sering terjadi tanpa hambatan. Di masa lalu, skema pump and dump dipromosikan melalui call center, di mana penyelenggara kerap menggunakan informasi palsu dan tidak lengkap untuk membujuk trader membeli saham.
Ruang kosong regulasi di pasar kripto memudahkan pelaku kejahatan beroperasi tanpa takut konsekuensi langsung, berbeda dengan pasar keuangan tradisional yang diawasi regulator.
Penyebaran misinformasi di internet kini jauh lebih mudah dan efektif. Akibatnya, platform seperti YouTube dan Telegram banyak digunakan untuk skema pump and dump, sehingga penyelenggara dapat menjangkau ribuan korban potensial secara instan.
Penipuan seperti ini jarang terjadi di pasar tradisional karena pelaku saham adalah broker terdaftar, yang bisa kehilangan izin dan menghadapi masalah hukum jika menyebarkan informasi palsu. Sementara itu, penyelenggara pump and dump di kripto tidak memiliki akuntabilitas semacam itu, sehingga mereka bebas menyebarkan FUD (Fear, Uncertainty, and Doubt) tanpa konsekuensi hukum atau profesional langsung.
Penipu juga sering menjalankan skema pump and dump melalui initial coin offerings. Penyelenggara biasanya memompa harga koin lewat ICO yang didukung figur ternama di dunia kripto, sehingga proyek tampak kredibel secara palsu. Ketika harga naik, tim di balik koin mulai melakukan dump, membuat investor merugi sementara penyelenggara meraup untung.
Skema pump and dump umumnya menargetkan altcoin baru dengan volume perdagangan rendah. Hal ini krusial, karena menaikkan harga koin besar seperti Bitcoin atau Ethereum membutuhkan dana sangat besar, sehingga penipu menghindari aset kripto mapan dan lebih memilih aset kecil yang kurang likuid, di mana modal sederhana bisa memicu lonjakan harga signifikan.
Deteksi skema pump and dump sangat penting agar Anda tidak kehilangan uang. Meski kadang sulit mengenali penipuan, ada beberapa tanda peringatan yang perlu diwaspadai:
Kenaikan Harga Mendadak Tanpa Berita: Indikator utama skema pump and dump adalah koin yang tiba-tiba naik tanpa berita atau peristiwa yang relevan. Kenaikan harga yang sah biasanya didorong pengumuman fundamental, kemitraan, peningkatan teknologi, atau pemicu konkret.
Aktivitas Promosi Terkoordinasi: Jika harga koin naik bersamaan dengan promosi oleh individu atau kelompok tertentu, kemungkinan besar itu skema pump and dump. Koordinasi semacam ini jarang kebetulan dan sering menunjukkan manipulasi terstruktur.
Aktivitas Media Sosial Mencurigakan: Di YouTube, Reddit, dan Telegram, Anda dapat menemukan komentar palsu, pesan, serta promosi terkait koin yang menjanjikan pelipatgandaan uang dalam waktu singkat. Biasanya ini iklan palsu dari pelaku skema pump and dump untuk menciptakan euforia dan urgensi buatan.
Visibilitas Mendadak Koin Berkapitalisasi Kecil: Jika koin berkapitalisasi kecil tiba-tiba muncul di Facebook, Twitter, dan YouTube, kemungkinan besar sedang dipompa oleh penipu. Proyek sah akan membangun eksposur secara bertahap melalui pertumbuhan komunitas dan adopsi nyata, bukan lewat promosi mendadak yang terkoordinasi.
Hal terpenting agar tidak menjadi korban pump and dump adalah menghindari FOMO. Jika seseorang mengatakan Anda akan kehilangan peluang besar jika tidak segera investasi, pastikan keputusan Anda didasarkan pada riset, bukan emosi. Selalu lakukan due diligence daripada mengikuti dorongan impulsif karena rasa takut atau keserakahan.
Investor juga perlu mengikuti berita kripto untuk mengetahui koin dan grup yang harus dihindari. Jika mendengar koin sedang dipompa, langkah pertama adalah memahami alasan di baliknya. Apakah ada berita sah yang memicu kenaikan harga, atau hanya hype dari grup Telegram? Jika hanya hype, itu penipuan.
Hindari investasi di altcoin berkapitalisasi kecil jika belum melakukan riset dan tidak yakin sepenuhnya pada kegunaan koin tersebut. Tinjau eksposur media secara cermat. Proyek yang kredibel akan hadir di platform seperti YouTube, GitHub, dan berbagai media sosial, dengan komunikasi profesional dan pembaruan pengembangan yang transparan.
Mengingat mudahnya membuat koin baru dan memompa harganya, pastikan ada tim pengembang yang nyata di belakang koin. Investor yang baik memahami bahwa tim sama pentingnya dengan koin, jadi lakukan riset mendalam. Cari anggota tim dengan identitas yang dapat diverifikasi, pengalaman relevan, dan rekam jejak positif.
Pada 2017 dan 2018, John McAfee mempromosikan koin baru setiap hari di Twitter kepada pengikutnya, tanpa mengungkapkan bahwa ia telah membeli koin sebelum men-tweet. Ia mempromosikan koin seperti Dogecoin, Reddcoin, dan Verge, sehingga terjadi pergerakan harga signifikan yang menguntungkan posisinya.
Tindakan McAfee berujung pada sanksi dari Commodity Futures Trading Commission atas penipuan komoditas dan sekuritas, wire fraud, serta pencucian uang. Kasus ini merupakan pertama kalinya CFTC memberikan sanksi kepada pelaku skema pump and dump aset kripto, sehingga menjadi preseden penting.
Pada 2018, harga saham Tesla naik 6% setelah tweet Elon Musk tentang Tesla, yang berujung pada kesepakatan dengan SEC untuk membayar $40 juta demi menyelesaikan kasus. Namun, saat Musk dituduh oleh CEO Sygnia Magda Wierzycka pada awal 2021 melakukan pump and dump terhadap Bitcoin, ia tidak dimintai pertanggungjawaban. Musk membantah tuduhan tersebut dan tidak ada tindakan regulator yang diambil.
Di pasar saham, U.S. Securities and Exchange Commission menegaskan bahwa pump and dump adalah skema ilegal dengan konsekuensi hukum. Namun, SEC belum mengeluarkan pernyataan pasti terkait pump and dump di mata uang kripto. Karena kebanyakan pelaku skema ini menggunakan ID anonim di Telegram—aplikasi pesan terenkripsi—identifikasi pelaku menjadi sulit.
Seperti dijelaskan sebelumnya, aset kripto diperdagangkan secara global tanpa regulasi pemerintah. Kondisi ini membuat sanksi hukum terhadap pelaku pump and dump semakin sulit, karena masalah yurisdiksi dan penegakan hukum.
Pada 2017, SEC memperingatkan masyarakat agar tidak terlibat dalam skema pump and dump, namun dunia kripto tetap berjalan tanpa regulasi dan skema ini masih marak. Skema pump and dump pada aset kripto belum dianggap ilegal di banyak yurisdiksi, sehingga tercipta area abu-abu regulasi yang terus dimanfaatkan pelaku kejahatan.
Kurangnya regulasi di dunia kripto memudahkan penipu menjalankan skema pump and dump tanpa sanksi. Manipulasi harga altcoin sangat mudah dilakukan karena tidak membutuhkan perputaran dana besar seperti mata uang kripto mapan.
Meski ada peringatan dari SEC, penyelenggara pump and dump tetap menipu trader dan investor baru yang minim pengalaman. Satu-satunya cara menghindari kerugian dari skema pump and dump adalah melakukan riset pasar, memantau media sosial koin, dan mengecek aktivitas tim pengembang. Due diligence yang menyeluruh adalah perlindungan terbaik investor dari skema predator ini.
Sampai ada regulasi khusus dari negara, skema pump and dump akan terus berlangsung dan pelaku tidak berhenti memanfaatkan trader baru. Jika tidak ada tindakan, skema ini akan semakin sering dan canggih. Untuk menghindari risiko, pastikan Anda melakukan riset mendalam sebelum berinvestasi, verifikasi keabsahan proyek dan tim, dan jangan biarkan FOMO mengalahkan pertimbangan rasional Anda.
Pump and Dump adalah skema penipuan manipulasi pasar. Operator secara sengaja menaikkan harga aset melalui pembelian dan promosi terkoordinasi, lalu dengan cepat menjual di harga tertinggi untuk mengambil keuntungan. Investor awal biasanya menderita kerugian ketika harga jatuh setelah fase dump.
Perhatikan lonjakan harga tiba-tiba tanpa penjelasan, hype berlebihan di media sosial, rendahnya utilitas proyek, serta keberadaan kelompok promosi terorganisir. Tanda bahaya meliputi reli berbasis FOMO, dorongan influencer dengan janji keuntungan instan, dan token tanpa kasus penggunaan nyata. Lakukan riset menyeluruh sebelum berinvestasi agar terhindar dari penipuan.
Berpartisipasi dalam Pump and Dump dapat berakibat konsekuensi hukum serius, termasuk tuntutan pidana, denda besar, dan kurungan. Aktivitas ini melanggar undang-undang sekuritas dan regulasi, sehingga pelaku bisa terkena sanksi perdata maupun pidana dari otoritas regulator.
Lakukan riset menyeluruh sebelum berinvestasi, hindari janji keuntungan instan, diversifikasi portofolio pada berbagai aset, dan gunakan platform yang terpercaya. Pantau volume perdagangan dan pergerakan harga untuk pola mencurigakan, serta laporkan aktivitas penipuan demi keamanan komunitas.
Pump and dump adalah skema manipulasi yang disengaja dengan pembelian terkoordinasi untuk menaikkan harga, lalu penjualan cepat. Fluktuasi pasar normal adalah pergerakan harga alami yang didorong oleh penawaran, permintaan, dan faktor ekonomi tanpa niat manipulasi terkoordinasi.
Ciri umum pump and dump meliputi peniruan figur berpengaruh yang mempromosikan koin murah, mendorong pembelian massal lalu penjualan cepat, menciptakan lonjakan harga palsu, dan menggunakan hype media sosial terkoordinasi untuk memanipulasi nilai token sebelum keluar.
Kasus terkenal antara lain dugaan manipulasi Dogecoin dan aset kripto lain oleh John McAfee, serta penipuan token SaveTheKids yang melibatkan influencer YouTube. Skema ini sengaja menaikkan harga sebelum melakukan dump, sehingga investor berakhir dengan aset yang tidak bernilai.











