

Gareth Soloway, trader Wall Street dengan pengalaman 27 tahun di dunia trading, memproyeksikan kemungkinan penurunan harga Bitcoin ke kisaran US$73.000–US$75.000. Prediksi ini didasari oleh beberapa faktor utama, termasuk penurunan volatilitas serta berkurangnya minat investasi institusional di pasar cryptocurrency. Analisis Soloway juga menyoroti bahwa penilaian berlebih pada saham AI telah menjadi pendorong utama kenaikan indeks S&P 500. Inflasi buatan tersebut berpotensi memicu koreksi pasar yang lebih luas, dengan penyesuaian 10%–15% di pasar keuangan tradisional. Keterkaitan antara pasar tradisional dan harga cryptocurrency menunjukkan Bitcoin tidak akan sepenuhnya terlindungi dari tekanan ekonomi yang lebih besar.
Mengenai Ethereum, Soloway tetap bersikap hati-hati dan memproyeksikan bahwa aset kripto terbesar kedua berdasarkan kapitalisasi pasar kemungkinan akan turun ke kisaran US$2.800–US$2.700 dalam waktu dekat. Outlook bearish jangka pendek tersebut mencerminkan kekhawatiran atas menurunnya aktivitas jaringan dan antusiasme investor yang lebih rendah dibandingkan siklus pasar sebelumnya. Prediksi pergerakan harga Ethereum selaras dengan skenario koreksi pasar secara menyeluruh, sehingga altcoin lain kemungkinan menghadapi tantangan sejenis seperti Bitcoin di masa penyesuaian pasar ini. Namun, Soloway menekankan bahwa tantangan jangka pendek sebaiknya dilihat dalam kerangka dinamika pasar jangka panjang.
Meski tantangan jangka pendek diperkirakan terjadi, Soloway tetap optimistis terhadap potensi jangka panjang Bitcoin sebagai "emas digital" yang dinilai mampu mengungguli pasar tradisional. Pandangan bullish jangka panjang ini berakar pada karakteristik fundamental Bitcoin: pasokan tetap, sifat terdesentralisasi, serta adopsi yang semakin luas sebagai penyimpan nilai. Perbandingan dengan emas mempertegas peran Bitcoin sebagai instrumen lindung nilai terhadap inflasi dan ketidakpastian ekonomi. Dengan berkembangnya infrastruktur institusional dan kejelasan regulasi di berbagai yurisdiksi, posisi Bitcoin sebagai kelas aset yang sah kian kokoh. Perspektif ganda—berhati-hati dalam jangka pendek dan optimis di jangka panjang—mencerminkan pemahaman mendalam tentang siklus pasar dan proses pematangan cryptocurrency sebagai kelas aset.
Analisis pasar Soloway juga mencakup logam mulia, dengan prediksi awal harga emas turun ke US$3.500 akibat dampak kebijakan moneter Federal Reserve. Namun, ia memperkirakan rebound signifikan, dengan emas berpotensi mencapai US$5.000 pada tahun 2026. Proyeksi tersebut merefleksikan ekspektasi ekspansi moneter berkelanjutan dan ketidakpastian ekonomi yang biasanya mendorong investor ke aset safe haven. Soloway menekankan pentingnya manajemen risiko dan menyarankan investor untuk siap menghadapi volatilitas di semua kelas aset. Ia merekomendasikan portofolio yang terdiversifikasi, penetapan level stop-loss yang tepat, serta menghindari posisi overleverage selama periode ketidakpastian pasar. Dengan menggabungkan analisis teknikal dan wawasan makroekonomi, investor dapat lebih siap menghadapi tantangan dan peluang di pasar saat ini.
Koreksi pasar adalah penurunan harga 10%–20% dari puncak terbaru, merupakan proses penyesuaian alami. Trader veteran memperkirakan Bitcoin turun ke US$73.000 karena kondisi overbought, aksi ambil untung, dan potensi resistance saat konsolidasi pasar.
Prediksi harga Bitcoin didasari indikator teknikal seperti RSI dan MACD, volume perdagangan, keterbatasan pasokan akibat halving, tren makroekonomi, serta tingkat adopsi institusi.
Kurangi posisi eksposur, gunakan stop-loss order, lakukan diversifikasi portofolio, dan perkuat analisis fundamental. Pertimbangkan dollar-cost averaging selama koreksi serta siapkan cadangan untuk peluang selanjutnya.
Ya, Bitcoin sudah beberapa kali mengalami koreksi harga di masa lalu. Masa pemulihan biasanya berlangsung beberapa tahun, dengan data historis menunjukkan sekitar 750 hari dari titik terendah hingga all-time high berikutnya.
Bitcoin bisa turun ke US$73.000 karena likuiditas pasar yang kurang, infrastruktur ekosistem lemah, dan permintaan yang tidak stabil. Perubahan kebijakan regulasi serta pergeseran sentimen pasar juga dapat memicu koreksi harga di masa penyesuaian ini.
Tahan Bitcoin selama koreksi. Data historis menunjukkan penurunan pasar membuka peluang beli sebelum terjadi rebound. Prospek jangka panjang Bitcoin tetap bullish meski volatilitas jangka pendek. Diversifikasi portofolio jika toleransi risiko mengharuskannya, namun sering kali melewatkan fase pemulihan lebih merugikan daripada kerugian sementara.











