

Ripple Labs, pencipta token XRP, tercatat memiliki porsi terbesar dari pasokan token, yakni 46 miliar XRP. Selain itu, Chris Larsen, salah satu pendiri Ripple Labs, juga dikabarkan memegang 5 miliar token XRP. Bursa kripto utama pun menampung sejumlah besar XRP, di mana platform terdepan menguasai bagian signifikan dari total pasokan.
Dalam periode perdagangan terkini, XRP menunjukkan aktivitas pasar yang signifikan dengan volume perdagangan tinggi dan kapitalisasi pasar yang besar. Aset kripto ini mengalami pergerakan harga mencolok, menegaskan statusnya sebagai salah satu aset digital terpopuler di pasar. Memahami dinamika perdagangan dan kondisi pasar saat ini menjadi kunci bagi investor dalam menilai posisi mereka pada token ini.
Sifat anonim transaksi kripto di jaringan blockchain menyebabkan perhitungan jumlah pasti pemegang XRP nyaris tidak mungkin dilakukan. Namun, jumlah alamat dompet yang menyimpan token ini tetap dapat dilacak melalui ledger terdistribusi.
Berdasarkan data blockchain yang tersedia, sekitar 6 juta akun XRP aktif secara kolektif memegang hampir 100 miliar token XRP. Angka-angka ini memberikan gambaran distribusi token XRP, namun jumlah individu unik sebenarnya dapat berbeda jauh, mengingat banyak pengguna memiliki lebih dari satu dompet, dan beberapa alamat merupakan milik bursa kripto, bukan investor perorangan.
Konsentrasi token XRP di kalangan pemegang utama memberikan gambaran penting terkait distribusi token. Berdasarkan analisis data mutakhir, sekitar 41% dari total pasokan XRP berada di 10 dompet teratas. Dua puluh pemegang teratas menguasai sekitar 50% dari total pasokan, sedangkan 50 dan 100 pemegang teratas mengendalikan sekitar 64% dan 72% dari total pasokan berturut-turut.
Di antara bursa kripto terpusat, sejumlah platform besar memiliki posisi XRP yang signifikan. Bursa terdepan menyimpan cadangan XRP dalam jumlah besar, dengan kepemilikan mulai dari di bawah 1% hingga lebih dari 4% dari total pasokan. Kepemilikan bursa ini sangat penting bagi likuiditas pasar dan aktivitas perdagangan, tetapi juga meningkatkan konsentrasi token pada entitas institusional.
Pemantauan pola distribusi di antara pemegang XRP menyediakan wawasan berharga mengenai struktur pasar. Dompet dengan saldo antara 1 juta hingga 10 juta XRP mewakili sekitar 6,4% dari total pasokan. Pemegang menengah, yakni yang memiliki 100.000 sampai 1 juta XRP, menyumbang sekitar 11% dari pasokan. Pemegang ritel kecil dengan 1.000 hingga 100.000 XRP mencakup sekitar 7,5% dari total pasokan.
Pemegang dengan kurang dari 1.000 XRP hanya berkontribusi sebagian kecil dari total pasokan, menyoroti konsentrasi besar XRP pada akun besar dan institusi. Pola distribusi ini umum terjadi di berbagai proyek kripto, terutama yang masih dalam tahap awal pengembangan dan adopsi.
Didirikan pada 2012, Ripple Labs merupakan pengembang XRP yang berfokus pada solusi pembayaran real-time untuk institusi keuangan. Produk utamanya, RippleNet, menjadi platform teknologi yang digunakan institusi besar untuk pembayaran lintas negara dan penyelesaian transaksi.
Ripple Labs memegang kepemilikan individu terbesar atas token XRP dengan sekitar 46 miliar token. Namun, sebagian besar token tersebut dikunci dalam escrow dengan jadwal rilis terencana untuk mengelola pasokan dan mendukung pengembangan ekosistem. Mekanisme escrow ini mengurangi dampak pasar akibat rilis token besar secara tiba-tiba, sekaligus memungkinkan distribusi terkontrol guna mendukung pertumbuhan jaringan.
Kepemilikan besar Ripple Labs membantu pengembangan ekosistem dan menyediakan sumber daya untuk kemajuan proyek, namun juga menimbulkan kekhawatiran terkait sentralisasi. Konsentrasi token yang tinggi pada satu entitas bertentangan dengan prinsip desentralisasi blockchain, sehingga memunculkan ketegangan antara pengelolaan korporat dan tata kelola terdistribusi.
Konsentrasi XRP di tangan sejumlah kecil pemegang memiliki dampak besar pada prospek jangka panjang dan perilaku pasar token. Dengan 20 pemegang teratas menguasai sekitar separuh total pasokan, XRP menunjukkan tingkat konsentrasi yang perlu dicermati investor dan pelaku pasar.
Konsentrasi token lazim dijumpai pada kripto tahap awal, namun situasi ini menjadi tantangan bagi stabilitas harga jangka panjang dan dinamika pasar yang sehat. Jika pemegang utama melikuidasi posisi mereka dalam waktu singkat, harga XRP bisa sangat terdampak, dan reputasi maupun kepercayaan pasar terhadap proyek bisa terancam.
Investor yang mempertimbangkan XRP sebagai bagian portofolio harus melakukan riset mendalam. Memahami struktur distribusi, dinamika total pasokan, dan perilaku pemegang utama memberi wawasan penting untuk pengambilan keputusan investasi. Menilai faktor-faktor ini bersama pertimbangan fundamental dan teknikal lainnya membantu investor menakar risiko dan peluang dari aset kripto ini.
Chris Larsen, salah satu pendiri dan executive chairman Ripple, adalah pemegang XRP individu terbesar dengan lebih dari 25 miliar token, bernilai sekitar $70 miliar.
Ripple memiliki sekitar 8 miliar XRP, dengan nilai sekitar 120 miliar USD per Januari 2026. Jumlah ini dapat berubah tergantung kondisi pasar dan strategi operasional Ripple.
Kepemilikan XRP sangat terkonsentrasi pada beberapa pemegang, sehingga menimbulkan risiko sentralisasi. Hal ini bisa berpengaruh pada likuiditas pasar dan stabilitas harga, walaupun rilis token bertahap dari Ripple bertujuan memperbaiki distribusi secara perlahan.
Anda dapat menggunakan Rich-List.Info untuk melihat peringkat kepemilikan alamat XRP. Cukup masukkan alamat dompet atau jumlah XRP untuk mengetahui peringkat di XRPL. Alat ini menampilkan posisi alamat di antara pemegang terbesar dalam ekosistem XRP Ledger.
Konsentrasi tinggi XRP pada pemegang utama meningkatkan risiko volatilitas harga. Aktivitas transaksi pemegang besar dapat memicu perubahan harga signifikan. Konsentrasi kepemilikan memperbesar ketidakstabilan pasar karena pasokan yang besar dikuasai oleh segelintir entitas, sehingga rentan terhadap fluktuasi harga tajam dan risiko pasar yang meningkat.
Pemegang XRP utama mencakup SBI Remit, Santander, MoneyGram, serta institusi keuangan lain yang tergabung dalam RippleNet. Institusi ini memegang XRP untuk kebutuhan penyelesaian pembayaran lintas negara dan likuiditas.











