STABLE (StableChain) merupakan blockchain Layer-1 yang dirancang untuk mengoptimalkan pembayaran stablecoin, menekan biaya transaksi, dan meningkatkan efisiensi penyelesaian on-chain. Proyek ini mengintegrasikan infrastruktur stablecoin dan berambisi menjadi rantai publik utama untuk sirkulasi nilai stabil, dengan fokus pada peningkatan penyelesaian on-chain bagi merchant dan institusi keuangan. Publikasi media terbaru terkait peluncuran mainnet dan roadmap proyek menandakan StableChain memasuki fase pengembangan ekosistem yang lebih terbuka.
Grafik: https://www.gate.com/trade/STABLE_USDT
Per Desember 2025, STABLE diperdagangkan pada kisaran $0,01–0,014. Volume perdagangan 24 jam menunjukkan likuiditas yang kuat, dengan kapitalisasi pasar token mencapai ratusan juta dolar.
StableChain menempatkan stablecoin (seperti USDT dan USDC) sebagai inti dari penyelesaian on-chain, mengatasi hambatan antara mata uang fiat dan aset blockchain—khususnya untuk pembayaran merchant, penyelesaian lintas negara, dan kliring cepat. Sejak 2025, infrastruktur stablecoin semakin diminati oleh perusahaan dan bank, dengan semakin banyak solusi pembayaran yang mengadopsi stablecoin untuk penyelesaian harian. Tren ini membuka peluang nyata bagi rantai publik yang berfokus pada utilitas stablecoin.
Total suplai dan suplai beredar STABLE diinformasikan secara transparan oleh berbagai sumber, dengan suplai beredar mencapai miliaran. Token ini mengalami volatilitas tinggi dan mencatat rekor harga tertinggi sepanjang sejarah pada tahun 2025, di mana beberapa situs pasar mencatat puncak harga sekitar November. Volatilitas tersebut dipengaruhi oleh pencapaian proyek, diperkuat sentimen pasar, dan fluktuasi pasar kripto secara umum. Investor disarankan untuk memantau jadwal unlock token, vesting tim atau pendukung, serta aktivitas pemegang utama.
V. Sorotan Investasi dan Risiko Umum
Sorotan:
1. Bila StableChain mampu menghadirkan use case nyata untuk pembayaran merchant dan penyelesaian lintas rantai, potensi pertumbuhan transaksi on-chain dan peningkatan permintaan token sangat terbuka.
2. Perkembangan regulasi pembayaran stablecoin serta kemitraan dengan institusi keuangan dapat memperluas prospek jangka panjang proyek.
Risiko:
1. Ketidakpastian regulasi, mengingat banyak negara memperketat aturan stablecoin.
2. Volatilitas harga tinggi dan disparitas likuiditas/kedalaman di berbagai bursa.
3. Kemampuan proyek menghasilkan permintaan berkelanjutan untuk biaya transaksi atau gas masih harus dibuktikan. Selalu utamakan manajemen posisi dan strategi lindung nilai risiko.
Trader jangka pendek perlu fokus pada volume, kedalaman, level support dan resistance utama, serta menetapkan stop-loss untuk menghindari mengejar lonjakan harga. Investor menengah dan panjang perlu memantau perkembangan ekosistem mainnet (merchant, node, jembatan lintas rantai), kemajuan regulasi, jadwal unlock token, dan perubahan posisi pemegang utama. Apapun strategi yang dipilih, gunakan hanya modal yang siap untuk rugi dan lakukan review posisi secara berkala.
STABLE adalah proyek Layer-1 yang erat kaitannya dengan use case pembayaran stablecoin. Harga token sangat responsif terhadap sentimen pasar dalam jangka pendek, namun jika ekosistem berkembang dan terjalin sinergi dengan kanal pembayaran serta perbankan, nilai jangka panjangnya berpotensi untuk dinilai ulang. Selalu gunakan data pasar real-time dan pengumuman resmi, serta kelola risiko dan ukuran posisi dengan cermat.





