Kecerdasan buatan mengubah cara kita berbelanja. Saat ini, agen AI dapat memesan tiket pesawat, mengulang pesanan kebutuhan pokok, dan bahkan mengelola langganan secara otomatis. Tetapi ini menimbulkan pertanyaan utama: bagaimana kita tahu bahwa tindakan AI ini benar-benar mencerminkan niat pengguna? Untuk mengatasi hal ini, Mastercard, bekerja sama dengan Google, telah meluncurkan Verifiable Intent. Kerangka kepercayaan sumber terbuka ini menggunakan kriptografi untuk memverifikasi persetujuan pengguna terhadap pembelian yang didorong oleh AI. Tujuannya adalah mencegah transaksi tidak sah dan memberikan kepercayaan dalam perdagangan berbasis agen.
Inisiatif baru Mastercard ini menciptakan catatan yang tahan terhadap manipulasi dari setiap transaksi AI. Catatan tersebut menghubungkan identitas pengguna, niat, dan tindakan AI dalam rantai yang aman. Berbeda dengan pembayaran tradisional, ini memastikan bahwa setiap pembelian otomatis dapat diverifikasi. Dengan demikian, Mastercard bertujuan mengurangi penipuan dan sengketa dalam perdagangan berbasis AI. Kerangka ini dibangun berdasarkan program Agent Pay dari tahun 2024, meningkatkan keamanan sekaligus tetap kompatibel dengan sistem pembayaran yang ada.
Seiring agen AI mengambil lebih banyak tanggung jawab dalam berbelanja, kepercayaan menjadi sangat penting. Pengguna, bank, dan pedagang membutuhkan bukti yang jelas bahwa AI bertindak sesuai dengan izin. Verifiable Intent dari Mastercard mencapainya dengan menyediakan bukti kriptografi bahwa agen AI mengikuti instruksi pengguna dengan akurat.
Selain itu, dengan menyimpan catatan yang tidak dapat diubah, sistem ini memudahkan penyelesaian sengketa dan pencegahan penipuan. Sistem ini juga mengintegrasikan metode yang berfokus pada privasi, hanya mengungkapkan detail yang diperlukan untuk mengonfirmasi otorisasi sambil menjaga kerahasiaan pengguna dan mendukung adopsi yang lebih luas di berbagai platform dan industri.
Beberapa perusahaan, termasuk IBM, Fiserv, dan Checkout.com, telah menandatangani dukungan terhadap kerangka ini. Mastercard dan Google berharap bahwa standar sumber terbuka ini akan mendorong adopsi secara luas. Hal ini dapat membuat transaksi berbasis AI menjadi lebih aman dan andal di berbagai platform. Analis memperkirakan pasar perdagangan AI dapat mencapai $10 triliun pada tahun 2030. Dengan kerangka kepercayaan seperti Mastercard, pembelian otomatis mungkin segera menjadi bagian rutin dan aman dari kehidupan sehari-hari.