Dana likuiditas kripto sedang berkembang pesat saat investor institusional semakin tertarik pada aset digital dan strategi DeFi. Namun, banyak pengelola dana masih harus mengandalkan alat operasional yang tidak efisien seperti spreadsheet, skrip buatan sendiri, dan rekonsiliasi manual untuk melacak portofolio yang tersebar di berbagai bursa, blockchain, dan protokol DeFi. Sementara perdagangan di bursa terpusat dapat dikelola dengan sistem yang ada, DeFi jauh lebih kompleks.
Posisi seperti menyediakan likuiditas, staking, atau restaking terkait dengan aset dinamis, biaya akumulasi, dan banyak lapisan risiko yang tidak dapat dianalisis secara akurat oleh sistem pengelolaan portofolio tradisional. Oleh karena itu, bahkan dana dengan strategi DeFi yang kompleks pun mengalami kesulitan dalam menghitung NAV, tingkat alokasi aset, atau kinerja portofolio. Pada saat yang sama, investor LP semakin menuntut laporan transparan dan analisis data yang sesuai standar organisasi. Dalam konteks DeFi yang berubah cepat, solusi AI yang otomatis mengklasifikasikan protokol dan menganalisis portofolio menjadi alat yang semakin penting.