Indeks Ketakutan dan Keserakahan Cryptocurrency (Crypto Fear and Greed Index) – salah satu ukuran paling populer untuk menilai psikologi investor cryptocurrency – telah kembali ke tingkat “ketakutan ekstrem” setelah menunjukkan pemulihan ringan pada hari Rabu lalu.
Menurut data dari CoinMarketCap, indeks ini saat ini berada di angka 18 pada saat penulisan, turun dari angka 20 yang tercatat pada hari Jumat. Meskipun angka 20 mencerminkan keadaan “takut” dan menunjukkan kehati-hatian dari para investor, ini tetap dianggap sebagai perbaikan dibandingkan psikologi pasar pada saat terburuk. Sebelumnya, pada hari Rabu, indeks ini sempat melonjak ke angka 25, namun dengan cepat menurun lagi saat ketegangan geopolitik antara AS, Israel, dan Iran terus meningkat, mengikis selera risiko dan menambah ketidakpastian ekonomi makro di pasar.
Indeks Ketakutan dan Keserakahan di pasar cryptocurrency mencapai 18, menandakan “ketakutan ekstrem” di kalangan investor | Sumber: CoinMarketCap
Yang menarik, indeks ini pernah mencapai level terendah tahun ini yaitu 5 pada bulan Februari, saat pasar cryptocurrency menghadapi berbagai tantangan. Faktor-faktor seperti ketegangan geopolitik, kekhawatiran terhadap kebijakan suku bunga, likuiditas yang menurun, dan beban utang publik yang meningkat di AS telah memberikan tekanan besar pada pasar.
Pasar cryptocurrency telah memasuki fase “musim dingin crypto” sejak kejatuhan pada Oktober 2025. Peristiwa ini menyebabkan harga Bitcoin (BTC) turun lebih dari 50% dari puncak sejarahnya, sebelum mengalami pemulihan ringan. Namun, penurunan ini telah menguangkan ratusan miliar dolar dari pasar altcoin, mendorong banyak mata uang digital ke kondisi resesi yang parah.
Menurut analis Darkfost dari CryptoQuant, sekitar 38% dari altcoin saat ini diperdagangkan mendekati harga terendah sepanjang masa. Hal ini bahkan lebih parah dibandingkan dengan periode setelah keruntuhan bursa FTX. Darkfost berbagi dengan Cointelegraph bahwa penurunan nilai ini disertai dengan penurunan volume perdagangan cryptocurrency hingga 50%.
38% altcoin berada di level harga terendah sepanjang masa atau mendekati | Sumber: CryptoQuant
“Altcoin biasanya merupakan segmen terakhir dalam pasar cryptocurrency yang mendapatkan likuiditas. Jadi, kondisi saat ini tidak mengherankan, terutama mengingat ketidakpastian geopolitik dan ekonomi makro yang telah berlangsung selama beberapa bulan,” katanya.
Selain itu, data dari platform analisis psikologi pasar cryptocurrency, Santiment, menunjukkan bahwa jumlah penyebutan altcoin di media sosial telah menurun ke level terendah dalam dua tahun terakhir. Bersamaan dengan itu, menurut Google Trends, pencarian global untuk frasa “Bitcoin akan ke 0” pada bulan Februari 2026 juga mencapai tingkat tertinggi sejak tahun 2022. Sinyal-sinyal ini semakin memperkuat kenyataan bahwa kepercayaan investor terhadap pasar sedang sangat rendah, sesuai dengan indikator psikologi lainnya.