Starcloud Menargetkan Penambangan Bitcoin di Orbit dengan Satelit Baru

BTC4,03%

Starcloud, sebuah startup pusat data orbit yang didukung oleh ekosistem startup Nvidia, mengumumkan rencana untuk mulai menambang Bitcoin dari luar angkasa pada akhir tahun ini

Perusahaan mengatakan inisiatif ini akan dimulai setelah peluncuran pesawat luar angkasa keduanya, yang berpotensi menjadikan Starcloud perusahaan pertama yang menambang Bitcoin di luar atmosfer Bumi.

Proyek ini merupakan bagian dari ambisi lebih besar Starcloud untuk membangun infrastruktur komputasi berbasis luar angkasa yang didukung terutama oleh energi matahari

Dengan menempatkan perangkat keras pusat data di orbit, perusahaan bertujuan memanfaatkan energi matahari secara terus-menerus dan lingkungan dingin alami luar angkasa untuk mendukung tugas komputasi yang membutuhkan energi besar, seperti pemrosesan kecerdasan buatan dan penambangan cryptocurrency.

Menurut perusahaan, pesawat luar angkasa kedua akan membawa perangkat keras penambangan Bitcoin khusus yang dirancang untuk beroperasi dalam kondisi unik orbit rendah Bumi

Satellit ini diperkirakan akan mengandalkan panel surya untuk menghasilkan listrik, menghilangkan kebutuhan akan jaringan energi tradisional yang biasanya digunakan untuk operasi penambangan di darat.

Jika berhasil, misi ini bisa menjadi tonggak teknologi penting bagi industri luar angkasa dan sektor cryptocurrency

Penambangan Bitcoin biasanya membutuhkan jumlah listrik dan infrastruktur pendinginan yang besar, menjadikan biaya energi salah satu pengeluaran terbesar bagi perusahaan penambangan. Beroperasi di luar angkasa berpotensi mengurangi kebutuhan pendinginan sekaligus memanfaatkan energi matahari yang tidak terputus.

Starcloud sebelumnya telah bereksperimen dengan teknologi komputasi orbit melalui misi uji coba yang bertujuan mengevaluasi kelayakan menjalankan sistem komputasi berkinerja tinggi di luar angkasa. Uji coba ini fokus pada menilai keandalan perangkat keras dan kemampuan transmisi data antara satelit dan stasiun bumi.

Perusahaan percaya bahwa pusat data berbasis luar angkasa akhirnya dapat mendukung berbagai aplikasi selain penambangan kripto, termasuk beban kerja AI, simulasi ilmiah, dan jaringan pemrosesan data global.

Meskipun memiliki visi yang ambisius, para ahli mencatat bahwa konsep ini masih menghadapi tantangan besar. Biaya peluncuran, keandalan satelit, dan transmisi data yang aman tetap menjadi faktor penting yang dapat mempengaruhi keberlanjutan jangka panjang sistem komputasi orbit.

Namun, misi mendatang Starcloud mencerminkan meningkatnya minat dalam memperluas infrastruktur komputasi di luar Bumi, saat perusahaan menjajaki cara baru untuk mengatasi meningkatnya permintaan energi dan keterbatasan teknologi di darat.

Your web3 identity + services + payments in one single link. Get your pay3.so link today.

Lihat Asli
Penafian: Informasi di halaman ini dapat berasal dari pihak ketiga dan tidak mewakili pandangan atau opini Gate. Konten yang ditampilkan hanya untuk tujuan referensi dan bukan merupakan nasihat keuangan, investasi, atau hukum. Gate tidak menjamin keakuratan maupun kelengkapan informasi dan tidak bertanggung jawab atas kerugian apa pun yang timbul akibat penggunaan informasi ini. Investasi aset virtual memiliki risiko tinggi dan rentan terhadap volatilitas harga yang signifikan. Anda dapat kehilangan seluruh modal yang diinvestasikan. Harap pahami sepenuhnya risiko yang terkait dan buat keputusan secara bijak berdasarkan kondisi keuangan serta toleransi risiko Anda sendiri. Untuk detail lebih lanjut, silakan merujuk ke Penafian.
Komentar
0/400
Tidak ada komentar