Pada 10 Maret, di tengah volatilitas yang terus berlangsung di pasar kripto, pergerakan Bitcoin selanjutnya kembali menjadi fokus perhatian para trader. Analis kripto Chetan Gurjar baru-baru ini meninjau sebuah kerangka analisis yang pernah berhasil mengidentifikasi dasar pasar bearish 2022, dan menunjukkan bahwa model tersebut saat ini mungkin kembali memberikan referensi penting terhadap struktur harga Bitcoin.
Gurjar menyatakan bahwa selama siklus pasar bearish sebelumnya, dia menggunakan level Fibonacci jangka panjang untuk menilai area dasar pasar. Saat itu, harga Bitcoin berkali-kali berfluktuasi di dekat zona teknis kunci, dan akhirnya hampir secara tepat menyelesaikan pembentukan dasar di sekitar level tersebut, kemudian memulai tren rebound. Metode ini tidak bergantung pada indikator teknis jangka pendek, melainkan lebih fokus pada pengamatan reaksi harga Bitcoin dalam siklus jangka panjang.
Inti logika dari model ini adalah pengulangan struktur pasar. Ketika harga dalam beberapa siklus terus berosilasi di sekitar level kunci yang sama, area tersebut sering kali menjadi titik struktur yang sangat signifikan. Dalam siklus sebelumnya, Bitcoin beberapa kali menghadapi resistansi kuat di dekat zona harga ini, membentuk plafon teknis yang jelas.
Namun, perubahan utama dalam struktur pasar biasanya terjadi setelah resistansi tersebut ditembus. Gurjar menunjukkan bahwa ketika harga Bitcoin berhasil menembus level resistansi jangka panjang dan terus beroperasi di atasnya dalam kerangka waktu yang lebih tinggi, area tersebut biasanya bertransformasi dari resistansi menjadi support baru. Perubahan struktur dari resistansi menjadi support ini sering dilihat oleh analis teknikal sebagai sinyal penting untuk kelanjutan tren.
Pada akhir siklus pasar bearish 2022, perubahan ini membantu mengonfirmasi terbentuknya dasar pasar. Kini, harga Bitcoin kembali beroperasi di atas zona struktur jangka panjang yang serupa, membuat sebagian trader mulai menilai ulang siklus pasar saat ini.
Para analis berpendapat bahwa jika struktur jangka panjang ini tetap valid, Bitcoin berpotensi membentuk dasar siklus baru di dekat support utama tersebut. Sementara itu, faktor seperti aliran dana makro, alokasi institusi, dan sentimen pasar juga akan mempengaruhi pergerakan harga secara bersama-sama.
Meskipun model teknikal tidak dapat menjamin bahwa harga di masa depan akan sepenuhnya mengulang sejarah, banyak trader tetap menganggap struktur Fibonacci jangka panjang sebagai alat penting dalam menilai siklus pasar Bitcoin. Seiring pasar memasuki fase volatilitas baru, keberhasilan zona support utama dalam bertahan juga menjadi sinyal penting untuk mengamati arah pergerakan berikutnya.