Amina Bank telah mengambil langkah baru di industri aset digital Eropa setelah bergabung dengan platform 21X. Bank kripto Swiss ini kini menjadi bank yang sepenuhnya diatur pertama yang berpartisipasi dalam platform tersebut. Langkah ini menghubungkan layanan perbankan tradisional dengan sistem perdagangan blockchain yang diatur. Sebagai hasilnya, kemitraan ini menyoroti bagaimana bank perlahan-lahan memasuki pasar sekuritas yang ditokenisasi di Eropa. Ini juga mencerminkan minat yang semakin besar dari lembaga keuangan yang ingin menjelajahi blockchain sambil tetap berada dalam aturan regulasi yang jelas.
Amina Bank telah bergabung dengan 21X sebagai peserta perbankan yang diatur pertama di platform tersebut. Perusahaan akan membantu mendukung perdagangan dan penyelesaian untuk sekuritas yang ditokenisasi.
21X beroperasi sebagai platform pertama di Eropa yang diatur yang memungkinkan sekuritas diperdagangkan di teknologi buku besar terdistribusi (DLT). Secara sederhana, ini berarti aset seperti saham atau obligasi dapat ada sebagai token digital di blockchain.
Karena sistem ini, transaksi dapat diselesaikan lebih cepat dan catatan tetap transparan. Selain itu, platform ini mengikuti aturan Eropa, yang membantu menarik investor institusional.
Dengan bergabung lebih awal, Amina Bank bertujuan memainkan peran penting dalam infrastruktur keuangan baru ini.
Amina Bank memulai operasinya pada tahun 2018 dan mendapatkan lisensi dari Otoritas Pengawas Pasar Keuangan Swiss pada tahun 2019. Sejak saat itu, bank ini fokus pada layanan seperti kustodi kripto, perdagangan, dan pengelolaan aset digital.
Seiring waktu, Amina Bank juga memperluas kehadirannya di seluruh Eropa. Bank ini terus mencari kemitraan yang mendukung keuangan berbasis blockchain.
Misalnya, pada Desember 2025, Amina Bank memperluas jaringan kolaborasi Web3-nya. Kemitraan dengan 21X kini memperkuat upaya tersebut. Ini juga mendukung rencana bank untuk beroperasi sesuai aturan aset digital baru di Eropa.
Kemitraan antara Amina Bank dan 21X menunjukkan pergeseran yang lebih luas di pasar keuangan. Lebih banyak lembaga kini menjelajahi aset yang ditokenisasi dan infrastruktur blockchain.
Pertama, bank yang diatur memberikan kepercayaan dan layanan keuangan. Sementara itu, platform seperti 21X menawarkan teknologi blockchain yang diperlukan untuk memperdagangkan sekuritas yang ditokenisasi.
Bersama-sama, mereka dapat membantu meningkatkan likuiditas dan akses pasar. Selain itu, platform yang diatur mungkin menarik investor yang lebih memilih lingkungan yang lebih aman.
Waktu juga sangat penting. Eropa memperkenalkan aturan yang lebih jelas melalui kerangka Regulasi Pasar dalam Aset Kripto (MiCA).
Karena aturan ini, lebih banyak bank dan lembaga keuangan mungkin akan memasuki sektor blockchain. Akibatnya, kemitraan seperti ini dapat membantu membangun jembatan yang lebih kuat antara keuangan tradisional dan aset digital dalam beberapa tahun mendatang.