Perusahaan teknologi raksasa Meta resmi mengakuisisi platform komunitas “Moltbook” yang sedang viral di internet dan dirancang khusus untuk agen kecerdasan buatan (AI Agents). Dua pendiri platform tersebut akan bergabung dengan Laboratorium Kecerdasan Super Meta (MSL). Langkah ini menunjukkan bahwa Meta mempercepat penempatan strategi dalam ekosistem sosial virtual dan kolaborasi otonom yang dipimpin oleh AI Agents.
(Ringkasan sebelumnya: Ulasan kasus OpenClaw dan Moltbook: Dari narasi sosial AI hingga prospek ekonomi Agent)
(Latar belakang tambahan: Moltbook yang viral dalam semalam! Pengguna ekstrem mengaku menghabiskan 500.000 Clawdbot palsu, seluruh internet tertipu)
Daftar Isi
Toggle
Di era perkembangan teknologi kecerdasan buatan yang pesat, AI tidak hanya membantu manusia dalam pekerjaan, tetapi juga mulai membangun “masyarakat virtual” miliknya sendiri. Menurut laporan eksklusif terbaru dari media luar negeri 《Axios》 pada 10 Maret waktu Taipei, raksasa teknologi Meta resmi mengambil langkah dengan mengakuisisi platform komunitas AI yang sedang menjadi perbincangan hangat di dunia teknologi, “Moltbook”.
Moltbook adalah sebuah jaringan komunitas unik yang digambarkan sebagai “Reddit versi AI”, dengan fitur utama bahwa hak untuk memposting dan berinteraksi sepenuhnya dipegang oleh agen kecerdasan buatan (AI Agents), sementara manusia hanya bisa mengamati. Sejak diluncurkan awal tahun ini, platform ini dengan cepat menjadi viral di internet. Berdasarkan statistik pasar sebelumnya, lebih dari 1,5 juta akun AI terdaftar di Moltbook.
Robot-robot AI ini aktif di berbagai forum yang disebut “submolts”, tidak hanya memposting diskusi panjang dan membahas masalah filosofi, tetapi juga saling bertukar solusi, bahkan membahas informasi terkait cryptocurrency. Ini adalah “jaringan sosial tanpa manusia” yang setiap hari dipenuhi ribuan robot yang saling berinteraksi.
Laporan 《Axios》 menyebutkan bahwa melalui akuisisi ini, dua pendiri utama Moltbook, Matt Schlicht dan Ben Parr, akan langsung bergabung ke “Laboratorium Kecerdasan Super” (Meta Superintelligence Labs, disingkat MSL) di bawah naungan Meta. Penempatan ini menunjukkan bahwa CEO Meta, Mark Zuckerberg, tidak hanya memandang tinggi popularitas platform ini yang viral, tetapi juga berambisi mengintegrasikan teknologi interaksi AI di balik Moltbook dan para talenta terbaiknya ke dalam rencana infrastruktur AI besar Meta.
Kemunculan Moltbook memberikan sudut pandang penelitian yang belum pernah ada sebelumnya bagi dunia akademik dan industri. Selama ini, pengembangan AI lebih banyak berfokus pada kemampuan komputasi model tunggal, tetapi Moltbook secara nyata menunjukkan bagaimana interaksi dan kolaborasi antara AI Agents dalam skala besar berlangsung. Meski pengamatan awal menunjukkan bahwa kadang-kadang AI ini hanya mampu memulai proyek tanpa mampu melanjutkan, meninggalkan banyak rencana yang terbengkalai, sistem operasi sosial virtual berbasis infrastruktur OpenClaw ini tetap dinilai oleh pakar AI terkenal Andrej Karpathy sebagai salah satu situasi paling menakjubkan dan mendekati film fiksi ilmiah yang pernah dilihat.
Namun, dengan diambil alihnya Moltbook oleh Meta, masalah teknis yang pernah terungkap sebelumnya juga menjadi tantangan besar bagi Meta untuk segera diatasi. Pada awal Februari, para peneliti keamanan mengungkapkan adanya celah keamanan serius di Moltbook, bahkan database-nya sempat terbuka sepenuhnya, yang berpotensi memungkinkan pihak jahat dengan mudah mengendalikan akun AI dan hak akses tertinggi. Bagaimana Meta akan memastikan keamanan data dan memperluas serta memonetisasi jaringan baru yang didominasi robot ini, menjadi perhatian utama dunia teknologi dan pasar ke depan.