Menteri Pertahanan AS: Serangan terhadap Iran memasuki tahap paling keras, hari ke-10 operasi meningkatkan serangan udara

ChainNewsAbmedia

Amerika Serikat terus meningkatkan aksi militer terhadap Iran. Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth mengatakan di Pentagon pada hari Selasa bahwa hari itu akan menjadi “salah satu hari serangan paling keras terhadap Iran,” menunjukkan bahwa Washington semakin memperkuat tekanan militer.

Saat Operasi Epic Fury memasuki hari ke-10, militer AS mengklaim bahwa kemampuan balasan Iran sedang melemah, sambil menegaskan tiga target utama militernya: menghancurkan kemampuan rudal Iran, melemahkan kekuatan angkatan laut, dan secara permanen mencegah Iran mendapatkan senjata nuklir.

Pentagon: Serangan Udara terhadap Iran Akan Mencapai Intensitas Baru

Dalam konferensi pers di Pentagon, Pete Hegseth bersama Ketua Staf Gabungan Jenderal Dan Caine menjelaskan situasi perang. Hegseth menekankan bahwa militer AS akan mengerahkan “jumlah pesawat tempur, pesawat pengebom, dan serangan terbanyak hari ini,” untuk memperluas serangan terhadap target di dalam Iran.

Dia mengatakan, “Hari ini akan kembali menjadi hari paling intens kita menyerang dalam negeri Iran.”

Hegseth menunjukkan bahwa operasi militer “Operation Epic Fury” telah memasuki hari ke-10, dan saat ini Iran berada dalam “keadaan terisolasi” di medan perang, serta posisi perang sedang tidak menguntungkan Iran. Dia menyatakan bahwa militer AS sedang melemahkan kemampuan militer Iran melalui serangan presisi berintensitas tinggi.

Jumlah Peluncuran Rudal Iran Menurun

Menurut penilaian Pentagon, dalam 24 jam terakhir jumlah peluncuran rudal Iran mengalami penurunan yang signifikan. Hegseth menyebut ini sebagai “jumlah peluncuran rudal terendah yang pernah ada,” menunjukkan bahwa serangan militer AS mungkin sedang melemahkan kemampuan operasi Iran.

Selain itu, dia juga mengkritik serangan Iran baru-baru ini terhadap negara-negara tetangga Teluk Persia. Hegseth mengatakan bahwa beberapa negara yang diserang sebelumnya pernah menjalin hubungan tertentu dengan Iran, dan serangan ini “tidak diprovokasi sama sekali.” Dia menggambarkan tindakan Iran sebagai peningkatan militer yang tidak bertanggung jawab dan menuduhnya merusak stabilitas regional.

Tiga Target Militer Utama AS Terungkap

Dalam konferensi pers, Hegseth secara tegas menyebutkan tiga target utama dari aksi militer AS ini.

Pertama, menghancurkan stok rudal Iran dan kemampuan pembuatannya untuk melemahkan kemampuan serangan jarak jauh Iran. Kedua, militer AS akan berusaha “menghancurkan angkatan laut Iran,” untuk melemahkan kekuatan militernya di Teluk Persia dan perairan sekitarnya.

Target terakhir dan paling penting adalah “secara permanen mencegah Iran mendapatkan senjata nuklir.”

Hegseth menegaskan bahwa militer AS saat ini terus menekan Iran melalui teknologi tinggi dan kekuatan militer yang dominan. Dia menyatakan, “Kami menghancurkan musuh dengan kemampuan teknologi dan militer yang luar biasa.”

Dia menambahkan bahwa AS tidak akan menghentikan aksi militer sampai musuh benar-benar dan secara pasti dikalahkan.

Pemerintah Trump Tegaskan Tidak Akan Melakukan “Rekonstruksi Negara”

Meskipun intensitas aksi militer terus meningkat, Hegseth juga menekankan bahwa pemerintahan Trump tidak berencana mengulangi kesalahan masa lalu AS di Timur Tengah.

Dia menunjukkan bahwa AS tidak akan terjebak dalam apa yang disebut “rekonstruksi negara,” seperti rencana rekonstruksi besar-besaran selama perang di Irak dan Afghanistan yang didukung oleh pemerintahan Bush dan Obama. Ini berarti bahwa aksi militer kali ini akan berfokus pada serangan militer, bukan intervensi politik atau pembangunan negara jangka panjang.

Trump Sudah Mengirim Sinyal Keras Sehari Sebelumnya

Pernyataan keras Hegseth juga sejalan dengan pernyataan Presiden Trump sehari sebelumnya.

Saat ditanya media di klub golf dekat Miami, Florida, Trump juga mengirim sinyal keras terhadap Iran, mengisyaratkan bahwa AS akan terus memperluas tekanan militer.

Dengan Operasi Epic Fury memasuki hari ke-10, serangan militer AS terhadap Iran jelas masih meningkat. Pasar dan komunitas internasional memantau dengan ketat apakah konflik ini akan semakin meluas, bahkan mempengaruhi stabilitas keamanan di Timur Tengah dan pasar energi global.

Artikel ini berjudul “Menteri Pertahanan AS: Serangan terhadap Iran Masuk Tahap Paling Intens, Hari ke-10 Meningkatkan Serangan Udara” pertama kali dipublikasikan di ABMedia.

Lihat Asli
Penafian: Informasi di halaman ini dapat berasal dari pihak ketiga dan tidak mewakili pandangan atau opini Gate. Konten yang ditampilkan hanya untuk tujuan referensi dan bukan merupakan nasihat keuangan, investasi, atau hukum. Gate tidak menjamin keakuratan maupun kelengkapan informasi dan tidak bertanggung jawab atas kerugian apa pun yang timbul akibat penggunaan informasi ini. Investasi aset virtual memiliki risiko tinggi dan rentan terhadap volatilitas harga yang signifikan. Anda dapat kehilangan seluruh modal yang diinvestasikan. Harap pahami sepenuhnya risiko yang terkait dan buat keputusan secara bijak berdasarkan kondisi keuangan serta toleransi risiko Anda sendiri. Untuk detail lebih lanjut, silakan merujuk ke Penafian.
Komentar
0/400
Tidak ada komentar