Jensen Huang berpendapat bahwa kecerdasan buatan tidak akan menyebabkan gelombang PHK besar-besaran seperti yang banyak orang khawatirkan, karena teknologi ini membutuhkan tenaga kerja yang sangat besar untuk membangun dan mengoperasikan infrastruktur. Dalam artikel yang dipublikasikan pada 11/3, dia menggambarkan AI sebagai “infrastruktur penting seperti listrik dan internet”, sekaligus menekankan bahwa pembangunan pusat data dan sistem AI bisa menjadi proyek pembangunan infrastruktur terbesar dalam sejarah manusia.
Menurut Huang, dunia baru saja menginvestasikan beberapa ratus miliar dolar AS di bidang ini, sementara ribuan miliar dolar AS infrastruktur masih harus dibangun. Pusat data AI membutuhkan banyak posisi seperti tukang listrik, tukang pipa, pekerja baja, dan teknisi jaringan — pekerjaan yang membutuhkan keahlian tinggi dan saat ini kekurangan tenaga kerja.
Nvidia saat ini adalah salah satu pihak yang paling diuntungkan dari gelombang AI, dengan permintaan chip yang meningkat pesat sejak OpenAI meluncurkan ChatGPT. Namun demikian, beberapa perusahaan tetap mengurangi tenaga kerja karena AI, seperti Block, Inc., Pinterest, dan Dow.