11 Maret, berita dari Komisi Perdagangan Berjangka Komoditas AS (CFTC), Ketua Mike Selig, menyatakan bahwa Amerika Serikat sedang mempercepat pembangunan kerangka pengawasan aset digital yang baru, dan memperkecil perbedaan regulasi melalui kerja sama dengan Komisi Sekuritas dan Bursa AS (SEC). Rencana pengawasan ini dimasukkan dalam “Project Crypto”, yang fokus pada beberapa bidang utama seperti pasar prediksi, perangkat lunak DeFi, kontrak berkelanjutan kripto, perdagangan margin spot, dan sistem perdagangan berbasis kecerdasan buatan.
Mike Selig menunjukkan bahwa sengketa kewenangan regulasi jangka panjang antara CFTC dan SEC sedang mereda. Ketua SEC, Paul Atkins, dan CFTC telah melakukan koordinasi yang lebih erat, mendorong kebijakan pengawasan bersama, dan mengurangi kebutuhan perusahaan untuk berulang kali berkomunikasi dengan berbagai lembaga pengawas. Paul Atkins menyatakan bahwa kedua lembaga sedang mempertimbangkan pembaruan nota kesepahaman dan berencana mengadakan pertemuan bersama tim peninjau untuk produk baru, guna memperkuat kerja sama dalam proses peninjauan dan penegakan hukum.
Dalam hal regulasi spesifik, pasar prediksi menjadi salah satu fokus utama saat ini. Mike Selig mengungkapkan bahwa CFTC akan menyusun panduan baru yang menjelaskan aturan pencatatan dan perdagangan kontrak berbasis peristiwa di bawah sistem pengawasan AS, serta merilis pemberitahuan awal tentang pembuatan aturan untuk mengumpulkan masukan dari pasar. Ia menegaskan bahwa CFTC memiliki pengalaman pengawasan jangka panjang terhadap pasar prediksi dan akan terus menjaga kewenangannya secara hukum.
Sementara itu, ekosistem keuangan terdesentralisasi (DeFi) juga memasuki tahap penilaian kebijakan. CFTC sedang meneliti apakah pengembang sistem perangkat lunak non-penyimpanan, seperti dompet kripto dan tim pengembang aplikasi DeFi, perlu memenuhi persyaratan pendaftaran perantara. Lembaga pengawas juga berencana membuat aturan yang lebih jelas untuk perdagangan spot kripto ritel yang melibatkan leverage atau pendanaan, guna membangun standar tunggal untuk perdagangan margin pasar.
Selain itu, kontrak berkelanjutan dalam produk derivatif kripto juga menjadi perhatian. Mike Selig menyatakan bahwa regulator sedang menilai bagaimana mendefinisikan “kontrak berkelanjutan kripto yang sesungguhnya”, karena produk ini memiliki posisi penting di pasar perdagangan aset digital global, namun masih ada kekosongan kebijakan dalam kerangka pengawasan AS.
Perlu dicatat bahwa sistem perdagangan berbasis kecerdasan buatan juga termasuk dalam diskusi kebijakan. Mike Selig menunjukkan bahwa otomatisasi perdagangan yang didukung AI sedang dengan cepat mengubah struktur pasar aset digital, dan sistem ini mampu mengeksekusi pesanan dengan kecepatan jauh di atas manusia, menimbulkan tantangan baru bagi pengawasan pasar.
Para analis berpendapat bahwa seiring dengan terbentuknya mekanisme koordinasi pengawasan antara CFTC dan SEC, kebijakan pengawasan aset digital di AS mungkin memasuki tahap baru. Kerangka regulasi yang lebih jelas tidak hanya membantu mengurangi ketidakpastian kepatuhan perusahaan, tetapi juga dapat mendorong lebih banyak inovasi kripto untuk berkembang di pasar AS.