
Pendiri OpenClaw, Peter Steinberger, baru-baru ini secara terbuka mengkritik di platform X bahwa platform AI baru yang diluncurkan oleh Tencent, SkillHub, secara sistematis mengambil semua data skill dari ClawHub dan langsung mengintegrasikannya ke platform mereka, tanpa pernah memberikan dukungan dalam bentuk apapun kepada proyek asli tersebut. Steinberger menunjukkan bahwa perilaku pengambilan data secara frekuent ini telah menyebabkan biaya server mereka melonjak hingga angka lima digit dolar AS.
(Sumber: SnowShadow)
Awal dari kontroversi ini bermula dari pengakuan terbuka pengguna platform X, SnowShadow, yang menyatakan bahwa platform SkillHub yang baru diluncurkan Tencent telah mengambil seluruh data skill dari ClawHub dan menggabungkannya ke platform mereka sendiri. ClawHub adalah pasar skill resmi komunitas OpenClaw, yang berisi banyak skill yang dikontribusikan oleh pengembang dari komunitas tersebut.
Dalam menanggapi umpan balik dari komunitas, Steinberger mengungkapkan sebuah detail penting: dia pernah menerima keluhan mengenai pembatasan kecepatan pengambilan data (Rate Limiting) yang “mengpengaruhi kecepatan pengambilan data”, yang secara tersirat menunjukkan bahwa pihak pengambil data merasa tidak puas dengan batasan kecepatan yang diterapkan oleh OpenClaw, dan menganggap bahwa pengambilan data tidak cukup cepat. Detail ini menunjukkan bahwa mereka melakukan pengambilan data secara besar-besaran dan sistematis, bukan sekadar crawler acak.
Posisi terbuka Steinberger dalam insiden ini dapat dirangkum dalam beberapa poin berikut:
Dituduh sebagai pencurian dan pemindahan data: Ia menggunakan istilah “peniruan/pemindahan” (Copying/Porting) untuk menggambarkan tindakan Tencent, yang mengisyaratkan adanya kompetisi tidak sehat secara tidak langsung.
Masalah biaya yang dialihkan: Pengambilan data secara frekuent menyebabkan biaya server ClawHub melonjak hingga angka lima digit dolar AS, dan biaya ini sepenuhnya ditanggung oleh proyek OpenClaw.
Hubungan pemanfaatan yang tidak seimbang: Tencent menikmati konten dari ClawHub tanpa pernah memberikan balasan atau dukungan apapun kepada proyek asli tersebut.
Seruan langsung untuk bantuan: Ia secara terbuka di platform X meminta akun resmi Tencent untuk merespons: “Jangan biarkan biaya server saya melonjak hingga angka lima digit!”
Seiring waktu, OpenClaw juga menghadapi tekanan regulasi di pasar China. Menurut sumber yang mengetahui, baru-baru ini sejumlah lembaga pemerintah dan perusahaan milik negara, termasuk bank besar, menerima pemberitahuan internal yang melarang pemasangan perangkat lunak OpenClaw di perangkat kantor karena alasan keamanan; beberapa institusi bahkan meminta karyawan melaporkan aplikasi terkait yang sudah terpasang agar dapat dilakukan pemeriksaan keamanan.
Di sisi lain, Tencent Cloud juga merespons kontroversi terkait biaya OpenClaw. Sebuah tangkapan layar yang beredar luas di media sosial menunjukkan bahwa seorang pengguna dikenai biaya hingga 200 RMB setelah mengikuti kegiatan instalasi amal Tencent. Tencent Cloud menjelaskan bahwa instalasi OpenClaw sendiri gratis, tetapi saat menggunakan model bahasa besar (LLM), akan dikenai biaya token berdasarkan volume penggunaan, yang merupakan praktik umum saat ini untuk hampir semua alat AI Agent.
Apa itu ClawHub dan SkillHub?
ClawHub adalah pasar skill resmi komunitas OpenClaw, yang berisi berbagai skill yang dikontribusikan pengembang. SkillHub adalah platform AI skill baru yang diluncurkan Tencent. Kontroversi utama adalah bahwa SkillHub dituduh secara sistematis mengambil seluruh data skill dari ClawHub dan mengintegrasikannya ke platform mereka sendiri tanpa dukungan kepada proyek asli.
Bagaimana masalah biaya server yang dituduhkan oleh pendiri OpenClaw terjadi?
Steinberger menjelaskan bahwa perilaku pengambilan data secara frekuent dan massal dari Tencent menyebabkan beban permintaan besar ke server ClawHub, sehingga biaya server melonjak hingga lima digit dolar AS. Biaya ini sepenuhnya ditanggung oleh proyek OpenClaw dan tidak dibagi oleh Tencent yang menggunakan data tersebut. Inilah alasan utama mengapa dia secara terbuka meminta Tencent untuk merespons.
Mengapa lembaga pemerintah di China melarang penggunaan OpenClaw di komputer kantor?
Menurut sumber, pemberitahuan internal dari lembaga pemerintah dan perusahaan milik negara menyatakan bahwa demi alasan keamanan, pemasangan OpenClaw dilarang. Beberapa bahkan diminta melaporkan dan mungkin menghapus aplikasi yang sudah terpasang. Kekhawatiran keamanan meliputi hak akses sistem yang luas dari OpenClaw, konfigurasi keamanan default yang rentan, dan potensi data yang mengalir keluar ke luar negeri.