Pada 12 Maret, dilaporkan bahwa hingga 11 Maret 2026, harga XRP sekitar 1,38 dolar AS, dengan kapitalisasi pasar sekitar 84 miliar dolar AS. Dibandingkan dengan puncak tertinggi sejarah sebesar 3,66 dolar AS yang dicapai pada Juli 2025, harga saat ini masih turun sekitar 61%. Volatilitas pasar akhir-akhir ini relatif kecil, dan harga telah berfluktuasi selama beberapa minggu berturut-turut dalam kisaran 1,34 hingga 1,48 dolar AS, sehingga arah tren jangka pendek belum sepenuhnya jelas.
Namun, data on-chain menunjukkan tanda-tanda akumulasi yang jelas. Statistik menunjukkan bahwa alamat whale yang memegang antara 100.000 hingga 100 juta XRP dalam satu bulan saja, yaitu pada Maret 2026, menambah sekitar 110 juta token, yang jika dihitung dengan harga saat ini bernilai sekitar 152 juta dolar AS. Sementara itu, cadangan XRP di platform perdagangan turun menjadi 12,9 miliar token, yang merupakan level terendah sejak Mei 2021. Data juga menunjukkan bahwa pada 6 Maret, tercatat lebih dari 14.000 transaksi penarikan XRP dalam satu hari di platform, dan aliran dana ke dompet pribadi biasanya dianggap sebagai sinyal peningkatan niat kepemilikan jangka panjang pasar.
Meskipun tanda-tanda akumulasi di on-chain cukup jelas, kerjasama institusional belum secara langsung mendorong kenaikan harga. Pada Februari 2026, perusahaan blockchain Ripple mengumumkan kerjasama dengan beberapa lembaga keuangan, termasuk Deutsche Bank, Aviva Investors, Zand Bank, Figment, dan SG-FORGE. Namun, kerjasama ini sebagian besar didasarkan pada perangkat lunak pembayaran tingkat perusahaan Ripple, bukan penggunaan langsung XRP untuk penyelesaian transaksi, sehingga dampak jangka pendek terhadap permintaan token terbatas.
Di sisi lain, pengembangan infrastruktur stablecoin berpotensi membawa aplikasi baru ke ekosistem XRP. Otoritas pengatur di Australia, Australian Securities and Investments Commission (ASIC), telah mengeluarkan lisensi kepada AUDC Pty Ltd, yang memungkinkan stablecoin dolar Australia, AUDD, beroperasi di atas XRP Ledger sebagai alat pembayaran yang diawasi. Penambahan jaringan stablecoin ini akan menyediakan lebih banyak jalur pembayaran lintas negara melalui sistem likuiditas on-demand Ripple, menjadikan XRP sebagai aset jembatan antara mata uang fiat.
Saat ini, platform aset digital di Amerika Latin, Bitso, telah menggunakan teknologi ODL dalam penyelesaian lintas batas, melakukan transfer dana secara real-time antara AS dan Amerika Latin melalui XRP dan stablecoin RLUSD.
Dari segi indikator teknikal, MACD tiga hari XRP telah menunjukkan sinyal bullish, dan indeks kekuatan relatif (RSI) juga mulai meningkat seiring masuknya dana whale pada Maret. Lembaga riset Bitrue Research memperkirakan bahwa kisaran harga dasar XRP pada 2026 kemungkinan berada di antara 1,40 hingga 3,00 dolar AS, dan dalam skenario pasar yang lebih optimis, harga berpotensi mencapai 2,50 hingga 4,00 dolar AS.
Selain itu, data on-chain juga menunjukkan bahwa hingga 11 Maret 2026, volume aset nyata yang ter-tokenisasi di atas ledger XRP telah mencapai 461 juta dolar AS, tren ini dipandang oleh beberapa analis sebagai faktor penting dalam mendorong pertumbuhan ekosistem XRPL.