13 Maret, berita dari Komisi Sekuritas dan Bursa AS (SEC) menyebutkan bahwa anggota Hester Peirce mengatakan bahwa badan pengatur sedang menyusun mekanisme pengecualian inovatif untuk sekuritas tokenisasi, tetapi cakupannya akan jauh lebih kecil dibandingkan dengan skema pengecualian pengaturan “paket” yang dibahas sebelumnya. Pernyataan ini dibuat selama pertemuan Komite Konsultasi Investor SEC (IAC), dan memicu perhatian pasar terhadap arah kebijakan pengaturan sekuritas tokenisasi di Amerika Serikat.
Hester Peirce menunjukkan bahwa staf SEC saat ini sedang meneliti pengaturan pengecualian yang lebih terbatas, dengan tujuan menyediakan ruang perdagangan yang terkendali untuk sebagian sekuritas tokenisasi sambil melindungi hak investor. Skema ini tidak akan sepenuhnya melonggarkan pengawasan sekuritas yang ada, melainkan memungkinkan uji coba pasar terbatas di bawah kondisi ketat untuk mengumpulkan pengalaman dalam pengembangan aturan pengawasan di masa depan.
Sebelumnya, Subkomite Struktur Pasar dari Komite Konsultasi Investor SEC mengajukan pendapat kepada badan pengatur pada 26 Februari, secara tegas menentang penerapan pengecualian lengkap untuk sekuritas tokenisasi. Komite tersebut berpendapat bahwa jika aset digital sepenuhnya terlepas dari kerangka regulasi sekuritas yang ada, hal ini dapat melemahkan langkah perlindungan investor utama, seperti pengungkapan informasi kepemilikan, tanggung jawab lembaga pengawas, dan pengaturan transaksi yang mirip dengan pasar saham tradisional.
Komite tersebut menyarankan agar badan pengatur melakukan reformasi aturan secara bertahap dan melakukan konsultasi terbuka sebelum penerapan resmi. Dalam suratnya, komite menyatakan bahwa tokenisasi sekuritas ekuitas masih berada pada tahap awal dan melibatkan evolusi teknologi yang kompleks, sehingga saran regulasi berbasis prinsip lebih dapat diterapkan saat ini.
Meskipun diskusi pengaturan masih berlangsung, IAC juga mengakui bahwa sekuritas tokenisasi memiliki potensi keuntungan tertentu, seperti pencapaian “penyelesaian atom” melalui blockchain, yang dapat memperpendek siklus penyelesaian dan mengurangi risiko perantara. Selain itu, data real-time di blockchain juga dapat membantu perusahaan dan pemegang saham membangun mekanisme komunikasi informasi yang lebih transparan.
Ketua SEC, Paul Atkins, dalam pertemuan yang sama menyatakan bahwa badan pengatur memperkirakan akan meninjau skema pengecualian inovatif terkait dalam waktu dekat. Langkah ini kemungkinan akan berfungsi sebagai alat pengaturan transisi, memastikan perlindungan investor sekaligus menyediakan ruang uji coba untuk mengeksplorasi model perdagangan sekuritas digital di pasar AS, serta membangun kerangka pengaturan jangka panjang di masa depan.