Gate News melaporkan bahwa pada tanggal 19 Maret, Chief Equity Strategist Bank of America, Michael Hartnett, mengatakan pada sebuah acara bahwa meskipun lonjakan harga minyak dapat memperburuk inflasi dan membebani ekonomi, saham konsumsi justru berpotensi menjadi peluang pembelian terbaik saat ini. Dia menunjukkan bahwa “saham konsumsi telah sepenuhnya menyerap ekspektasi stagflasi.” Hartnett memperingatkan bahwa kenaikan harga minyak dapat menunda pemotongan suku bunga oleh Federal Reserve, yang dalam jangka pendek dapat menekan pasar saham, dan bahwa indeks S&P 500 yang turun ke sekitar 6600 poin bisa menjadi titik masuk yang ideal. Dia menyebut para investor saat ini sebagai “generasi pelonggaran kuantitatif,” dan berpendapat bahwa para investor ini terbiasa dengan kebijakan bank sentral yang sering kali menyelamatkan pasar, dan bahwa ekspektasi ini perlu diubah agar pembuat kebijakan benar-benar bertindak. Dalam jangka panjang, dia optimis terhadap pasar internasional dan komoditas, menyebutnya sebagai “saham panjang sejati di era inflasi.” Selain itu, dia menolak spekulasi bahwa Federal Reserve mungkin akan menaikkan suku bunga dalam situasi yang tidak stabil, menyebutnya sebagai “omong kosong.”