Dasar
Spot
Perdagangkan kripto dengan bebas
Perdagangan Margin
Perbesar keuntungan Anda dengan leverage
Konversi & Investasi Otomatis
0 Fees
Perdagangkan dalam ukuran berapa pun tanpa biaya dan tanpa slippage
ETF
Dapatkan eksposur ke posisi leverage dengan mudah
Perdagangan Pre-Market
Perdagangkan token baru sebelum listing
Futures
Akses ribuan kontrak perpetual
TradFi
Emas
Satu platform aset tradisional global
Opsi
Hot
Perdagangkan Opsi Vanilla ala Eropa
Akun Terpadu
Memaksimalkan efisiensi modal Anda
Perdagangan Demo
Futures Kickoff
Bersiap untuk perdagangan futures Anda
Acara Futures
Gabung acara & dapatkan hadiah
Perdagangan Demo
Gunakan dana virtual untuk merasakan perdagangan bebas risiko
Peluncuran
CandyDrop
Koleksi permen untuk mendapatkan airdrop
Launchpool
Staking cepat, dapatkan token baru yang potensial
HODLer Airdrop
Pegang GT dan dapatkan airdrop besar secara gratis
Launchpad
Jadi yang pertama untuk proyek token besar berikutnya
Poin Alpha
Perdagangkan aset on-chain, raih airdrop
Poin Futures
Dapatkan poin futures dan klaim hadiah airdrop
Investasi
Simple Earn
Dapatkan bunga dengan token yang menganggur
Investasi Otomatis
Investasi otomatis secara teratur
Investasi Ganda
Keuntungan dari volatilitas pasar
Soft Staking
Dapatkan hadiah dengan staking fleksibel
Pinjaman Kripto
0 Fees
Menjaminkan satu kripto untuk meminjam kripto lainnya
Pusat Peminjaman
Hub Peminjaman Terpadu
Dulu, di Kanada, ada sebuah bursa kripto bernama QuadrigaCX. Di zamannya, ini kayak toko serba ada untuk kripto — mau beli Bitcoin? ada. Mau jual Ethereum? gampang. Pendirinya, Gerald Cotten, ini sosok yang kalau di Instagram cocok jadi travel blogger: senyum manis, jalan-jalan ke luar negeri, hidup terlihat indah tanpa beban.
Awalnya semua mulus. Orang Kanada masukin duit, beli kripto, trading, cuan. Tapi lama-lama mulai ada tanda-tanda aneh: withdraw duit jadi lama, alasan selalu “masalah teknis.” Anehnya, masalah teknis ini nggak pernah selesai, tapi foto liburan CEO tetap rajin diunggah.
Lalu datanglah Desember 2018, plot twist yang membuat drama ini layak masuk Netflix. Cotten katanya meninggal di India karena penyakit Crohn. Umurnya baru 30. Kabar ini bikin heboh, tapi yang bikin lebih heboh: ternyata dia satu-satunya orang yang tahu password cold wallet tempat simpan semua aset Quadriga. Dan cold wallet itu katanya berisi kripto senilai 190 juta dolar Kanada.
Investor mulai panik. “Kita nggak bisa ambil duit?!” Jawabannya: nggak bisa. Passwordnya ikut “pergi” bersama Cotten ke alam baka. Tapi saat diperiksa lebih jauh, ternyata cold wallet itu kosong sejak berbulan-bulan sebelum kematiannya. Duitnya sudah raib entah ke mana — sebagian dipakai untuk trading sendiri, sebagian lagi untuk beli properti dan gaya hidup yang, ya… nggak bisa dibilang sederhana.
Di sinilah spekulasi liar dimulai. Ada yang percaya Cotten benar-benar meninggal. Ada juga yang yakin dia cuma memalsukan kematiannya, kabur dengan identitas baru, mungkin sedang menyeruput koktail di pantai tropis sambil cek harga Bitcoin dari HP. Mayatnya bahkan belum pernah diuji DNA, walau banyak korban minta dibongkar. Pemerintah Kanada sih sempat investigasi, tapi hasilnya jelas: QuadrigaCX sudah bubar, duit nggak kembali, dan pelakunya? kalaupun dia masih hidup, kemungkinan sudah jauh dari jangkauan.
Di kripto, kalau semua kendali ada di tangan satu orang, itu bukan perusahaan, tapi lotere. Dan kalau CEO bursa terlalu sering posting liburan mewah sambil bilang “jangan khawatir,” itu biasanya kode untuk… ya, khawatir saja mulai sekarang.