Belakangan ini banyak trader mengeluhkan satu hal—meskipun mereka sudah memprediksi arah pasar dengan benar, posisi mereka bertahan selama empat atau lima hari, biaya dana saja sudah menghabiskan lebih dari 1000 rupiah, akhirnya terpaksa mengalami margin call, dan saat itu pasar justru melesat. Ini bukan masalah dalam penilaian pasar, melainkan jebakan aturan yang mereka langgar.
Banyak orang yang melakukan trading kontrak, tetapi sedikit yang benar-benar memahami aturan mainnya. Kebanyakan hanya memperhatikan kenaikan dan penurunan garis K, tanpa tahu struktur biaya di baliknya. Hari ini kita akan bahas tiga jebakan paling umum, agar bisa menghindari kerugian dan menjalani jalur kontrak dengan stabil.
**Jebakan satu: Biaya Dana adalah Vampir Diam-diam**
Ini adalah biaya yang dikenakan setiap 8 jam, terlihat sepele, tetapi sebenarnya bisa menggerogoti seluruh keuntunganmu. Saat tarifnya positif, trader long harus membayar trader short; saat tarifnya negatif, situasinya berbalik. Masalahnya apa? Banyak orang yang memegang posisi long penuh, arah pasar sebenarnya tidak salah, tetapi karena waktu memegang posisi terlalu lama, biaya dana memaksa mereka mengalami margin call, dan akhirnya mereka menyaksikan pasar melesat tanpa bisa berbuat apa-apa.
Bagaimana cara menghindarinya? Pertama, jauhi periode biaya tinggi yang melebihi 0.1% selama dua putaran berturut-turut. Kedua, usahakan tidak memegang posisi lebih dari 8 jam dalam satu kali transaksi. Ketiga, jika sudah yakin dengan arah pasar tetapi kondisi tarif tidak menguntungkan, alih-alih melanjutkan, berbalik menjadi pihak yang dikenai biaya pasif, tunggu sampai tarif berbalik sebelum menambah posisi.
**Jebakan dua: Salah Hitung Harga Margin Bisa Buntung**
Banyak orang hanya memperhitungkan leverage—mengira bahwa jika leverage 10x, baru akan margin call saat harga turun 10%. Tapi kenyataannya, margin call bisa terjadi saat harga turun hanya 5%. Kenapa? Karena saat margin call, exchange akan menambahkan biaya transaksi, sehingga garis margin call sebenarnya lebih dekat dari yang dihitung.
Solusinya sangat sederhana: jangan pernah memegang posisi penuh. Gunakan mode isolasi margin untuk memisahkan risiko setiap transaksi, kontrol leverage sekitar 3-5x, dan sisakan margin cadangan yang cukup. Dengan begitu, meskipun pasar berfluktuasi, posisi tidak akan langsung terkena margin call secara mendadak.
**Jebakan tiga: Leverage Tinggi adalah Pedang Pembunuh**
Leverage 100x terlihat menggoda, tetapi menyembunyikan biaya yang tidak terlihat. Biaya transaksi dan biaya dana dihitung berdasarkan jumlah pinjaman aktual—bahkan jika prediksimu benar dan menghasilkan ratusan rupiah, biaya tersebut bisa sepenuhnya menghapus keuntunganmu, bahkan menyebabkan kerugian.
Intinya sangat sederhana: leverage tinggi cocok untuk trading jangka pendek yang cepat masuk dan keluar, sedangkan leverage rendah adalah pilihan yang tepat untuk posisi jangka panjang. Jangan tergoda untuk meningkatkan leverage secara impulsif saat pasar sedang naik.
**Aturan adalah Ujian Sejati dalam Trading**
Banyak orang mengira kerugian mereka disebabkan karena salah prediksi pasar, padahal masalahnya bukan di situ. Bursa tidak takut kamu salah prediksi, tetapi mereka takut kamu tidak memahami aturan mainnya. Setelah kamu memahami dasar-dasar seperti biaya dana, mekanisme margin call, dan biaya transaksi, keuntungan akan lebih stabil. Daripada sibuk memantau pasar setiap hari dan bertaruh arah, lebih baik luangkan waktu untuk memahami pola-pola ini.
Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
9 Suka
Hadiah
9
6
Posting ulang
Bagikan
Komentar
0/400
AirdropHunterZhang
· 2025-12-18 03:55
Uang biaya dana sialan, bikin orang mati. Saya pernah mengalami ini, arah tidak salah, tarifnya terus digosok sampai habis
Lihat AsliBalas0
AirdropHunter420
· 2025-12-17 18:50
Biaya dana ini benar-benar luar biasa, saya juga pernah terjebak, melihat arah yang benar tetap saja dihancurkan. Vampir yang muncul setiap 8 jam, sulit untuk dicegah.
Lihat AsliBalas0
PaperHandsCriminal
· 2025-12-17 12:57
Melihat arah yang benar tetap rugi, ini benar-benar gila
Biaya dana benar-benar pembunuh tersembunyi, saya pernah mengalami kerugian besar sebelumnya
Leverage tinggi adalah mesin penarikan dana dari bursa, tidak bisa dihindari
Tunggu dulu, aturan lebih penting daripada pasar? Pendapat ini ada benarnya
Memegang posisi penuh adalah seperti bermain api, saya sudah belajar itu
Lihat AsliBalas0
Degentleman
· 2025-12-17 12:57
Biaya dana, vampir ini benar-benar luar biasa, jika salah arah malah dihancurkan, saya juga pernah melakukan hal bodoh ini
Lihat AsliBalas0
CryptoHistoryClass
· 2025-12-17 12:49
Secara statistik, pendarahan tingkat pendanaan ini persis seperti bagaimana rangkaian likuidasi leverage 2017-2018 dimulai... *memeriksa data historis* ...pedagang berpikir mereka awal, ternyata mereka hanya awal di kuburan.
Lihat AsliBalas0
CryptoGoldmine
· 2025-12-17 12:41
Kerugian ROI dari biaya dana memang sangat diremehkan, jika dihitung berdasarkan bunga 8 jam, tarif 0,1% per bulan dapat mengurangi 15% dari modal pokok, data ini banyak orang belum hitung.
Belakangan ini banyak trader mengeluhkan satu hal—meskipun mereka sudah memprediksi arah pasar dengan benar, posisi mereka bertahan selama empat atau lima hari, biaya dana saja sudah menghabiskan lebih dari 1000 rupiah, akhirnya terpaksa mengalami margin call, dan saat itu pasar justru melesat. Ini bukan masalah dalam penilaian pasar, melainkan jebakan aturan yang mereka langgar.
Banyak orang yang melakukan trading kontrak, tetapi sedikit yang benar-benar memahami aturan mainnya. Kebanyakan hanya memperhatikan kenaikan dan penurunan garis K, tanpa tahu struktur biaya di baliknya. Hari ini kita akan bahas tiga jebakan paling umum, agar bisa menghindari kerugian dan menjalani jalur kontrak dengan stabil.
**Jebakan satu: Biaya Dana adalah Vampir Diam-diam**
Ini adalah biaya yang dikenakan setiap 8 jam, terlihat sepele, tetapi sebenarnya bisa menggerogoti seluruh keuntunganmu. Saat tarifnya positif, trader long harus membayar trader short; saat tarifnya negatif, situasinya berbalik. Masalahnya apa? Banyak orang yang memegang posisi long penuh, arah pasar sebenarnya tidak salah, tetapi karena waktu memegang posisi terlalu lama, biaya dana memaksa mereka mengalami margin call, dan akhirnya mereka menyaksikan pasar melesat tanpa bisa berbuat apa-apa.
Bagaimana cara menghindarinya? Pertama, jauhi periode biaya tinggi yang melebihi 0.1% selama dua putaran berturut-turut. Kedua, usahakan tidak memegang posisi lebih dari 8 jam dalam satu kali transaksi. Ketiga, jika sudah yakin dengan arah pasar tetapi kondisi tarif tidak menguntungkan, alih-alih melanjutkan, berbalik menjadi pihak yang dikenai biaya pasif, tunggu sampai tarif berbalik sebelum menambah posisi.
**Jebakan dua: Salah Hitung Harga Margin Bisa Buntung**
Banyak orang hanya memperhitungkan leverage—mengira bahwa jika leverage 10x, baru akan margin call saat harga turun 10%. Tapi kenyataannya, margin call bisa terjadi saat harga turun hanya 5%. Kenapa? Karena saat margin call, exchange akan menambahkan biaya transaksi, sehingga garis margin call sebenarnya lebih dekat dari yang dihitung.
Solusinya sangat sederhana: jangan pernah memegang posisi penuh. Gunakan mode isolasi margin untuk memisahkan risiko setiap transaksi, kontrol leverage sekitar 3-5x, dan sisakan margin cadangan yang cukup. Dengan begitu, meskipun pasar berfluktuasi, posisi tidak akan langsung terkena margin call secara mendadak.
**Jebakan tiga: Leverage Tinggi adalah Pedang Pembunuh**
Leverage 100x terlihat menggoda, tetapi menyembunyikan biaya yang tidak terlihat. Biaya transaksi dan biaya dana dihitung berdasarkan jumlah pinjaman aktual—bahkan jika prediksimu benar dan menghasilkan ratusan rupiah, biaya tersebut bisa sepenuhnya menghapus keuntunganmu, bahkan menyebabkan kerugian.
Intinya sangat sederhana: leverage tinggi cocok untuk trading jangka pendek yang cepat masuk dan keluar, sedangkan leverage rendah adalah pilihan yang tepat untuk posisi jangka panjang. Jangan tergoda untuk meningkatkan leverage secara impulsif saat pasar sedang naik.
**Aturan adalah Ujian Sejati dalam Trading**
Banyak orang mengira kerugian mereka disebabkan karena salah prediksi pasar, padahal masalahnya bukan di situ. Bursa tidak takut kamu salah prediksi, tetapi mereka takut kamu tidak memahami aturan mainnya. Setelah kamu memahami dasar-dasar seperti biaya dana, mekanisme margin call, dan biaya transaksi, keuntungan akan lebih stabil. Daripada sibuk memantau pasar setiap hari dan bertaruh arah, lebih baik luangkan waktu untuk memahami pola-pola ini.