Kecerdasan buatan akhirnya dapat menggantikan penulis manusia, namun perusahaan teknologi besar secara sengaja tetap menggunakan konten yang dibuat manusia daripada alternatif yang dihasilkan AI. Ini mengungkapkan kesenjangan menarik antara hype AI dan adopsi di dunia nyata. Perusahaan teknologi memahami bahwa suara manusia yang otentik masih memiliki bobot—baik untuk membangun kepercayaan, menjaga suara merek, maupun sekadar menciptakan konten yang berbeda resonansinya dibandingkan teks yang dihasilkan mesin. Seiring kemampuan AI berkembang di seluruh infrastruktur kripto, pengembangan kontrak pintar, dan analisis blockchain, kita melihat pola serupa: otomatisasi menangani pemrosesan data dan pekerjaan teknis, tetapi manusia tetap penting untuk strategi, narasi, dan keterlibatan komunitas. Tren ini menegaskan sebuah kebenaran mendasar—AI adalah alat yang meningkatkan daripada menggantikan, terutama di ruang di mana keaslian dan kredibilitas sangat penting.
Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
20 Suka
Hadiah
20
11
Posting ulang
Bagikan
Komentar
0/400
MrRightClick
· 2025-12-21 00:53
Singkatnya, AI sekeren apa pun juga harus didukung oleh manusia, kalau tidak, semuanya hanya sekumpulan data yang dingin...
Lihat AsliBalas0
Rugpull幸存者
· 2025-12-20 23:15
Haha, baiklah, perusahaan besar tetap harus mengandalkan manusia asli untuk menjaga citra, hal yang ditulis oleh AI memang tidak memiliki jiwa
Lihat AsliBalas0
ApeWithAPlan
· 2025-12-19 13:32
Dengarkan, ini adalah kata-kata tulus dari perusahaan besar, mereka bilang AI sangat keren, tapi pada kenyataannya mereka tetap harus menggunakan konten manusia agar bisa terjual. Singkatnya, rahasia lalu lintas tetap bergantung pada sedikit kejujuran manusia.
Lihat AsliBalas0
GateUser-dcf816a6
· 2025-12-18 12:16
DYOR 🤓
Balas0
AirdropHarvester
· 2025-12-18 11:56
AI benar-benar tidak sekuat yang dibayangkan, jujur saja tetap harus mengandalkan manusia untuk merangkai cerita.
Lihat AsliBalas0
SybilAttackVictim
· 2025-12-18 11:55
Singkatnya, AI sekeren apa pun tidak bisa menggantikan kehangatan manusia, dan para raksasa teknologi sudah menyadari hal ini sejak lama.
Lihat AsliBalas0
LightningPacketLoss
· 2025-12-18 11:55
Haha, sebenarnya ini soal uang, konten asli bisa memanen keuntungan dari orang yang tertipu
Lihat AsliBalas0
MemeTokenGenius
· 2025-12-18 11:53
Singkatnya, AI sekuat apa pun juga harus didukung oleh manusia, kepercayaan ini tidak bisa dihasilkan oleh mesin
Lihat AsliBalas0
MetadataExplorer
· 2025-12-18 11:41
Singkatnya, AI sekeren apa pun juga harus dikemas oleh manusia, orang nggak percaya sama hal yang nggak berjiwa.
Lihat AsliBalas0
LonelyAnchorman
· 2025-12-18 11:39
Sederhananya, perusahaan besar semua paham, bahwa hal yang dihasilkan AI itu kurang rasa manusia
Hanya karya manusia yang bisa membangun kepercayaan, pengendalian ini sudah tepat
Web3 juga sama, otomatisasi data bisa dilakukan, tapi narasi komunitas tetap harus dilakukan oleh manusia
AI hanyalah alat bantu, jangan dengarkan ucapan-ucapan yang mempromosikan penggantian sepenuhnya
Lucunya, semakin banyak promosi bahwa AI bisa melakukan segalanya, semakin enggan menggunakan AI untuk pengambilan keputusan...
Kesenjangan ini benar-benar sangat ironis, ya
Kecerdasan buatan akhirnya dapat menggantikan penulis manusia, namun perusahaan teknologi besar secara sengaja tetap menggunakan konten yang dibuat manusia daripada alternatif yang dihasilkan AI. Ini mengungkapkan kesenjangan menarik antara hype AI dan adopsi di dunia nyata. Perusahaan teknologi memahami bahwa suara manusia yang otentik masih memiliki bobot—baik untuk membangun kepercayaan, menjaga suara merek, maupun sekadar menciptakan konten yang berbeda resonansinya dibandingkan teks yang dihasilkan mesin. Seiring kemampuan AI berkembang di seluruh infrastruktur kripto, pengembangan kontrak pintar, dan analisis blockchain, kita melihat pola serupa: otomatisasi menangani pemrosesan data dan pekerjaan teknis, tetapi manusia tetap penting untuk strategi, narasi, dan keterlibatan komunitas. Tren ini menegaskan sebuah kebenaran mendasar—AI adalah alat yang meningkatkan daripada menggantikan, terutama di ruang di mana keaslian dan kredibilitas sangat penting.