Ketika harga Bitcoin bisa melonjak tajam atau jatuh secepat kilat, sebagian besar trader membeku. Tidak dengan trader opsi. Mereka tahu sebuah rahasia: Anda tidak selalu harus memprediksi arah pasar untuk menghasilkan uang. Di situlah strategi opsi strangle berperan—taruhan dua arah yang mendapatkan keuntungan dari pergerakan harga besar ke salah satu sisi.
Apa yang Membuat Opsi Strangle Berbeda?
Opsi strangle pada dasarnya adalah membeli (atau menjual) baik call maupun put pada aset yang sama dengan tanggal kedaluwarsa yang sama tetapi dengan harga strike berbeda. Kedua kontrak ini berada di luar uang (OTM), artinya mereka tidak memiliki nilai langsung. Itulah yang membuat mereka murah untuk dimiliki—dan itu keunggulan mereka.
Keajaibannya? Anda menang jika aset bergerak secara signifikan ke salah satu arah. Jika Bitcoin melonjak atau anjlok cukup keras, opsi OTM Anda berubah menjadi dalam uang dan keuntungan Anda meledak. Jika harga tetap datar, Anda kehilangan premi yang dibayar. Sesederhana itu.
Mengapa Trader Tertarik dengan Strategi Ini
Inilah daya tariknya: trader tradisional berdebat tanpa henti tentang ke mana pasar akan bergerak. Trader opsi yang menggunakan strangle menghindari argumen itu sama sekali. Anda tidak bertaruh pada arah—Anda bertaruh pada magnitude.
Ini menjadi menarik ketika:
Sebuah katalis besar sedang menunggu (seperti keputusan regulasi tentang persetujuan ETF Bitcoin spot)
Volatilitas tersirat (IV) sedang tinggi
Anda mengharapkan turbulensi tetapi tidak bisa memprediksi pemenangnya
Karena opsi OTM biayanya jauh lebih murah daripada kontrak (ITM), Anda dapat mengalokasikan modal dengan lebih efisien. Anda tidak membayar nilai intrinsik—hanya nilai waktu dan potensi volatilitas.
Contoh Dunia Nyata: Bitcoin di $87.12K
Misalnya Bitcoin diperdagangkan sekitar $87.12K dan Anda mengharapkan volatilitas besar dalam sebulan ke depan. Anda percaya keputusan ETF spot akan menyebabkan pergerakan tajam, tetapi Anda benar-benar tidak yakin apakah akan naik atau turun.
Pengaturan long strangle:
Beli sebuah $90K call BTC (sisi bullish)
Beli sebuah $83K put BTC (sisi bearish)
Total biaya: sekitar $2.400 dalam premi
Ini mencakup sekitar 7% pergerakan ke salah satu sisi. Jika Bitcoin melonjak ke $95K atau jatuh ke $78K sebelum kedaluwarsa, Anda berada di wilayah keuntungan. Jika tetap terjebak di antara $83K dan $90K? Anda kehilangan seluruh $2.400.
Dua Risiko yang Tidak Boleh Diabaikan
Decay Theta membunuh pelaku lambat. Karena Anda memegang opsi OTM, setiap hari yang berlalu tanpa pergerakan besar akan menggerogoti posisi Anda. Anda berlomba melawan waktu. Jika katalis Anda hilang atau salah waktu, decay theta bisa menghapus 80-90% dari premi Anda dalam semalam.
Waktu dan volatilitas adalah segalanya. Strangle hanya berkembang saat volatilitas tersirat tinggi. Beli saat IV sedang rendah dan mati, dan premi Anda tidak berharga. Anda harus memahami katalis pasar dan masuk tepat sebelum fireworks, bukan setelah volatilitas melonjak.
Risiko tak terbatas pada short strangle. Jika Anda menjual strategi ini (menjual call dan put), risiko Anda secara teori tidak terbatas. Bitcoin bisa melewati strike short Anda dan kerugian Anda terus bertambah. Hanya trader berpengalaman yang sebaiknya mempertimbangkan varian ini.
Long Strangle vs. Short Strangle: Mana Pilihan?
Long strangle: Anda membeli kedua kontrak. Risiko terbatas (hanya kehilangan premi), potensi keuntungan tak terbatas. Cocok untuk penggemar volatilitas dengan akun kecil.
Short strangle: Anda menjual kedua kontrak. Anda mengumpulkan premi di awal tetapi menghadapi kerugian besar jika aset melewati strike Anda. Lebih cocok untuk trader dengan dana besar dan toleransi risiko tinggi yang mengharapkan pasar tetap dalam rentang.
Strangle vs. Straddle: Ketahui Perbedaannya
Bingung dengan straddle? Mereka mirip tetapi berbeda. Straddle menggunakan strike yang sama untuk call dan put. Artinya:
Straddle: Opsi ATM lebih mahal tetapi membutuhkan pergerakan harga yang lebih kecil untuk profit
Strangle: Opsi OTM lebih murah tetapi membutuhkan pergerakan yang lebih besar untuk menghasilkan uang
Pilih berdasarkan modal dan toleransi risiko Anda. Budget terbatas + toleransi risiko tinggi? Strangle. Modal lebih banyak + ingin titik impas lebih rendah? Straddle.
Kesimpulan: Kuasai Waktumu
Strategi opsi strangle bukan untuk pemula atau trader yang panik jual. Anda harus:
Memahami volatilitas tersirat dan cara mengenali lingkungan IV tinggi
Mengatur waktu katalis utama dengan tepat
Menerima bahwa Anda akan melewatkan beberapa peluang—itu tidak apa-apa
Mengelola decay theta secara ketat
Ketika dieksekusi dengan benar—membeli strangle sebelum pengumuman besar, menjual saat IV melonjak—pendekatan opsi strangle ini bisa mengubah ketidakpastian pasar menjadi keuntungan yang konsisten. Trader yang menguasai strategi berbasis volatilitas ini tidak membuang energi memprediksi arah. Mereka mendapatkan keuntungan dari gagalnya prediksi itu sendiri.
Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
Cara Melaksanakan Strategi Opsi Strangle: Bermain Volatilitas Tanpa Memilih Arah
Ketika harga Bitcoin bisa melonjak tajam atau jatuh secepat kilat, sebagian besar trader membeku. Tidak dengan trader opsi. Mereka tahu sebuah rahasia: Anda tidak selalu harus memprediksi arah pasar untuk menghasilkan uang. Di situlah strategi opsi strangle berperan—taruhan dua arah yang mendapatkan keuntungan dari pergerakan harga besar ke salah satu sisi.
Apa yang Membuat Opsi Strangle Berbeda?
Opsi strangle pada dasarnya adalah membeli (atau menjual) baik call maupun put pada aset yang sama dengan tanggal kedaluwarsa yang sama tetapi dengan harga strike berbeda. Kedua kontrak ini berada di luar uang (OTM), artinya mereka tidak memiliki nilai langsung. Itulah yang membuat mereka murah untuk dimiliki—dan itu keunggulan mereka.
Keajaibannya? Anda menang jika aset bergerak secara signifikan ke salah satu arah. Jika Bitcoin melonjak atau anjlok cukup keras, opsi OTM Anda berubah menjadi dalam uang dan keuntungan Anda meledak. Jika harga tetap datar, Anda kehilangan premi yang dibayar. Sesederhana itu.
Mengapa Trader Tertarik dengan Strategi Ini
Inilah daya tariknya: trader tradisional berdebat tanpa henti tentang ke mana pasar akan bergerak. Trader opsi yang menggunakan strangle menghindari argumen itu sama sekali. Anda tidak bertaruh pada arah—Anda bertaruh pada magnitude.
Ini menjadi menarik ketika:
Karena opsi OTM biayanya jauh lebih murah daripada kontrak (ITM), Anda dapat mengalokasikan modal dengan lebih efisien. Anda tidak membayar nilai intrinsik—hanya nilai waktu dan potensi volatilitas.
Contoh Dunia Nyata: Bitcoin di $87.12K
Misalnya Bitcoin diperdagangkan sekitar $87.12K dan Anda mengharapkan volatilitas besar dalam sebulan ke depan. Anda percaya keputusan ETF spot akan menyebabkan pergerakan tajam, tetapi Anda benar-benar tidak yakin apakah akan naik atau turun.
Pengaturan long strangle:
Ini mencakup sekitar 7% pergerakan ke salah satu sisi. Jika Bitcoin melonjak ke $95K atau jatuh ke $78K sebelum kedaluwarsa, Anda berada di wilayah keuntungan. Jika tetap terjebak di antara $83K dan $90K? Anda kehilangan seluruh $2.400.
Dua Risiko yang Tidak Boleh Diabaikan
Decay Theta membunuh pelaku lambat. Karena Anda memegang opsi OTM, setiap hari yang berlalu tanpa pergerakan besar akan menggerogoti posisi Anda. Anda berlomba melawan waktu. Jika katalis Anda hilang atau salah waktu, decay theta bisa menghapus 80-90% dari premi Anda dalam semalam.
Waktu dan volatilitas adalah segalanya. Strangle hanya berkembang saat volatilitas tersirat tinggi. Beli saat IV sedang rendah dan mati, dan premi Anda tidak berharga. Anda harus memahami katalis pasar dan masuk tepat sebelum fireworks, bukan setelah volatilitas melonjak.
Risiko tak terbatas pada short strangle. Jika Anda menjual strategi ini (menjual call dan put), risiko Anda secara teori tidak terbatas. Bitcoin bisa melewati strike short Anda dan kerugian Anda terus bertambah. Hanya trader berpengalaman yang sebaiknya mempertimbangkan varian ini.
Long Strangle vs. Short Strangle: Mana Pilihan?
Long strangle: Anda membeli kedua kontrak. Risiko terbatas (hanya kehilangan premi), potensi keuntungan tak terbatas. Cocok untuk penggemar volatilitas dengan akun kecil.
Short strangle: Anda menjual kedua kontrak. Anda mengumpulkan premi di awal tetapi menghadapi kerugian besar jika aset melewati strike Anda. Lebih cocok untuk trader dengan dana besar dan toleransi risiko tinggi yang mengharapkan pasar tetap dalam rentang.
Strangle vs. Straddle: Ketahui Perbedaannya
Bingung dengan straddle? Mereka mirip tetapi berbeda. Straddle menggunakan strike yang sama untuk call dan put. Artinya:
Pilih berdasarkan modal dan toleransi risiko Anda. Budget terbatas + toleransi risiko tinggi? Strangle. Modal lebih banyak + ingin titik impas lebih rendah? Straddle.
Kesimpulan: Kuasai Waktumu
Strategi opsi strangle bukan untuk pemula atau trader yang panik jual. Anda harus:
Ketika dieksekusi dengan benar—membeli strangle sebelum pengumuman besar, menjual saat IV melonjak—pendekatan opsi strangle ini bisa mengubah ketidakpastian pasar menjadi keuntungan yang konsisten. Trader yang menguasai strategi berbasis volatilitas ini tidak membuang energi memprediksi arah. Mereka mendapatkan keuntungan dari gagalnya prediksi itu sendiri.