Mengapa aset Rusia yang dibekukan di Eropa tetap tidak tersentuh: Melihat lebih dekat keragu-raguan
Eropa menghadapi dilema kompleks tentang apakah akan membuka aset Rusia yang dibekukan untuk bantuan Ukraina. Di permukaan, tampaknya sederhana, tetapi berbagai hambatan membuat negara anggota terbagi.
Penghalang pertama adalah aspek hukum. Menyita aset kedaulatan menetapkan preseden berbahaya dalam keuangan internasional. Jika UE bertindak sepihak, risiko memicu gugatan hukum dan menantang kerangka hukum keuangan yang sudah mapan yang melindungi aset semua negara di luar negeri.
Kemudian ada stabilitas keuangan. Likuidasi aset besar-besaran dapat mengganggu pasar dan sistem kredit. Pembuat kebijakan khawatir tentang efek berantai di seluruh jaringan perbankan Eropa dan ekonomi eurozone yang lebih luas—sebuah kekhawatiran nyata mengingat pasar keuangan yang saling terhubung.
Di luar ekonomi, ada pertanyaan strategis: pengaruh Eropa dalam keuangan global sebagian bergantung pada kepercayaan terhadap euro sebagai mata uang cadangan. Menggunakan aset yang dibekukan, bahkan untuk tujuan yang adil, dapat mengikis kepercayaan di antara negara-negara non-aliansi dan melemahkan posisi euro dalam transaksi internasional.
Akhirnya, risiko balasan juga besar. Rusia bisa merespons dengan menyita aset Eropa, memperburuk perang keuangan dan merugikan perusahaan serta institusi Eropa yang beroperasi di zona yang dikenai sanksi.
Ketegangan ini menjelaskan mengapa blok tetap berhati-hati, menyeimbangkan tujuan kemanusiaan dengan risiko keuangan sistemik.
Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
23 Suka
Hadiah
23
4
Posting ulang
Bagikan
Komentar
0/400
governance_ghost
· 2025-12-21 17:58
Intinya adalah Eropa menyerah, hanya menggunakan keadilan sebagai tameng.
Lihat AsliBalas0
HashRateHustler
· 2025-12-20 15:53
Singkatnya, Eropa sedang bermain api, membekukan aset terlihat menyenangkan tetapi jika benar-benar bertindak, semuanya akan berakhir.
Lihat AsliBalas0
PonziWhisperer
· 2025-12-19 00:49
Singkatnya, Eropa sedang berpura-pura, hanya menggunakan hukum sebagai tameng.
Lihat AsliBalas0
fork_in_the_road
· 2025-12-19 00:26
Sejujurnya, langkah ini di Eropa adalah contoh klasik dari "ingin tapi tidak bisa"... Kenapa harus bingung di sana?
Mengapa aset Rusia yang dibekukan di Eropa tetap tidak tersentuh: Melihat lebih dekat keragu-raguan
Eropa menghadapi dilema kompleks tentang apakah akan membuka aset Rusia yang dibekukan untuk bantuan Ukraina. Di permukaan, tampaknya sederhana, tetapi berbagai hambatan membuat negara anggota terbagi.
Penghalang pertama adalah aspek hukum. Menyita aset kedaulatan menetapkan preseden berbahaya dalam keuangan internasional. Jika UE bertindak sepihak, risiko memicu gugatan hukum dan menantang kerangka hukum keuangan yang sudah mapan yang melindungi aset semua negara di luar negeri.
Kemudian ada stabilitas keuangan. Likuidasi aset besar-besaran dapat mengganggu pasar dan sistem kredit. Pembuat kebijakan khawatir tentang efek berantai di seluruh jaringan perbankan Eropa dan ekonomi eurozone yang lebih luas—sebuah kekhawatiran nyata mengingat pasar keuangan yang saling terhubung.
Di luar ekonomi, ada pertanyaan strategis: pengaruh Eropa dalam keuangan global sebagian bergantung pada kepercayaan terhadap euro sebagai mata uang cadangan. Menggunakan aset yang dibekukan, bahkan untuk tujuan yang adil, dapat mengikis kepercayaan di antara negara-negara non-aliansi dan melemahkan posisi euro dalam transaksi internasional.
Akhirnya, risiko balasan juga besar. Rusia bisa merespons dengan menyita aset Eropa, memperburuk perang keuangan dan merugikan perusahaan serta institusi Eropa yang beroperasi di zona yang dikenai sanksi.
Ketegangan ini menjelaskan mengapa blok tetap berhati-hati, menyeimbangkan tujuan kemanusiaan dengan risiko keuangan sistemik.