Intel menunjukkan momentum nyata di Grup Komputasi Klien-nya. Pendapatan Q3 mencapai $8,53 miliar, melonjak dari $8,16 miliar setahun lalu—mengalahkan ekspektasi analis. Lonjakan 8% dari kuartal ke kuartal ini menandakan sesuatu yang penting: pasar PC tidak hanya pulih, tetapi sedang bergeser.
Dua kekuatan utama mendorong pertumbuhan ini. Pertama, perusahaan-perusahaan sedang berlomba-lomba untuk meningkatkan ke Windows 11, menganggapnya lebih dari sekadar pembaruan perangkat lunak tetapi sebagai kebutuhan untuk alur kerja modern. Kedua, PC AI sedang mendapatkan perhatian besar. Universitas seperti Arizona State sudah mengerahkan armada PC AI berbasis Intel untuk meningkatkan operasi. Intel memperkirakan akan mengirimkan lebih dari 100 juta unit pada tahun 2025, menandakan kepercayaan diri dalam trajektori ini.
Kemitraan dengan Microsoft menambahkan lapisan lain ke strategi Intel. Dengan mengintegrasikan manajemen vPro dengan Microsoft Intune, Intel menyelesaikan masalah nyata: bisnis kini dapat mengelola armada PC yang terhubung cloud melalui platform yang familiar, menjembatani kesenjangan antara perangkat keras fisik dan infrastruktur cloud. Bagi tim TI yang mengelola tenaga kerja yang tersebar, ini sangat penting.
Peluncuran prosesor yang akan datang—Lunar Lake, Arrow Lake, dan Panther Lake—ditempatkan untuk memperpanjang momentum ini selama beberapa kuartal ke depan.
Kompetisi Tidak Diam
AMD mencatat pendapatan $4 miliar di kuartal ketiga, naik 73% dari tahun ke tahun, didukung oleh permintaan prosesor Ryzen yang kuat dan penjualan GPU Radeon. Sementara itu, prosesor berbasis ARM Qualcomm, Snapdragon X Elite, semakin mendapatkan perhatian di ruang PC AI, yang berpotensi menjadi ancaman bagi dominasi PC Intel. Segmen QCT Qualcomm melaporkan pendapatan kuartalan sebesar $8,99 miliar, naik dari $8,07 miliar.
Mengapa Prediksi Saham Intel Penting Saat Ini
Saham Intel naik 55,6% selama setahun terakhir dibandingkan 30,7% untuk industri semikonduktor secara keseluruhan. Diperdagangkan pada 1,38x nilai buku—jauh di bawah rata-rata sektor sebesar 31,73x—menunjukkan pasar masih melihat potensi kenaikan. Namun, estimasi laba untuk 2025 telah meningkat sementara proyeksi untuk 2026 melunak, menandakan adanya kehati-hatian tentang pertumbuhan berkelanjutan setelah tahun depan.
Pertanyaan sebenarnya: akankah momentum CCG Intel bertahan sambil melawan alternatif berbasis ARM? Dua kuartal berikutnya akan menjadi penentu.
Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
Lonjakan Komputasi Klien Intel: Apakah Momentum Ini Berkelanjutan?
Intel menunjukkan momentum nyata di Grup Komputasi Klien-nya. Pendapatan Q3 mencapai $8,53 miliar, melonjak dari $8,16 miliar setahun lalu—mengalahkan ekspektasi analis. Lonjakan 8% dari kuartal ke kuartal ini menandakan sesuatu yang penting: pasar PC tidak hanya pulih, tetapi sedang bergeser.
Dua kekuatan utama mendorong pertumbuhan ini. Pertama, perusahaan-perusahaan sedang berlomba-lomba untuk meningkatkan ke Windows 11, menganggapnya lebih dari sekadar pembaruan perangkat lunak tetapi sebagai kebutuhan untuk alur kerja modern. Kedua, PC AI sedang mendapatkan perhatian besar. Universitas seperti Arizona State sudah mengerahkan armada PC AI berbasis Intel untuk meningkatkan operasi. Intel memperkirakan akan mengirimkan lebih dari 100 juta unit pada tahun 2025, menandakan kepercayaan diri dalam trajektori ini.
Kemitraan dengan Microsoft menambahkan lapisan lain ke strategi Intel. Dengan mengintegrasikan manajemen vPro dengan Microsoft Intune, Intel menyelesaikan masalah nyata: bisnis kini dapat mengelola armada PC yang terhubung cloud melalui platform yang familiar, menjembatani kesenjangan antara perangkat keras fisik dan infrastruktur cloud. Bagi tim TI yang mengelola tenaga kerja yang tersebar, ini sangat penting.
Peluncuran prosesor yang akan datang—Lunar Lake, Arrow Lake, dan Panther Lake—ditempatkan untuk memperpanjang momentum ini selama beberapa kuartal ke depan.
Kompetisi Tidak Diam
AMD mencatat pendapatan $4 miliar di kuartal ketiga, naik 73% dari tahun ke tahun, didukung oleh permintaan prosesor Ryzen yang kuat dan penjualan GPU Radeon. Sementara itu, prosesor berbasis ARM Qualcomm, Snapdragon X Elite, semakin mendapatkan perhatian di ruang PC AI, yang berpotensi menjadi ancaman bagi dominasi PC Intel. Segmen QCT Qualcomm melaporkan pendapatan kuartalan sebesar $8,99 miliar, naik dari $8,07 miliar.
Mengapa Prediksi Saham Intel Penting Saat Ini
Saham Intel naik 55,6% selama setahun terakhir dibandingkan 30,7% untuk industri semikonduktor secara keseluruhan. Diperdagangkan pada 1,38x nilai buku—jauh di bawah rata-rata sektor sebesar 31,73x—menunjukkan pasar masih melihat potensi kenaikan. Namun, estimasi laba untuk 2025 telah meningkat sementara proyeksi untuk 2026 melunak, menandakan adanya kehati-hatian tentang pertumbuhan berkelanjutan setelah tahun depan.
Pertanyaan sebenarnya: akankah momentum CCG Intel bertahan sambil melawan alternatif berbasis ARM? Dua kuartal berikutnya akan menjadi penentu.