Analisis Pasar Bear: Pemahaman Kedalaman dan Strategi Respons

Ringkasan Poin Utama

Apa itu pasar beruang? Pasar beruang (медвежий рынок это) adalah keadaan pasar di mana harga aset turun dalam jangka panjang, biasanya berlangsung dari beberapa bulan hingga beberapa tahun, mencerminkan hilangnya kepercayaan investor dan tanda-tanda resesi ekonomi.

Penyebab Pasar Beruang Resesi ekonomi, krisis geopolitik, penyesuaian kebijakan, dan pecahnya gelembung pasar adalah faktor pemicu utama.

Strategi Menghadapi Strategi beragam seperti stop loss, mempertahankan posisi, investasi rutin, short selling hedging, dan peralihan ke aset berisiko rendah dapat membantu melewati masa sulit.

Pelajaran Sejarah Aset matang seperti Bitcoin telah mengalami beberapa pasar beruang, tetapi dalam jangka panjang semuanya mengalami pemulihan yang cukup.


Esensi Pasar Beruang

Dari perspektif dinamika pasar, pasar bearish adalah siklus penurunan harga yang berkelanjutan. Selama proses ini, valuasi aset terus disesuaikan karena memburuknya fundamental ekonomi, ekspektasi investor diturunkan, dan aset berisiko diabaikan.

Berbeda dengan koreksi jangka pendek, pasar beruang mencerminkan ketidakseimbangan ekonomi yang mendalam—angka pengangguran meningkat, laba perusahaan menurun, dan biaya pembiayaan meningkat. Dalam lingkungan seperti ini, saham, aset kripto, dan jenis investasi berisiko tinggi lainnya menjadi yang paling terpukul, sementara obligasi pemerintah dan stablecoin sebagai aset yang aman lebih diminati.

Ada pepatah pasar yang menggambarkan dengan tepat: “Naik lewat tangga, turun lewat lift”. Di balik fenomena yang tampak bertentangan ini adalah psikologi: Saat optimis, investor dengan hati-hati menyusun strategi, saat pesimis, mereka berebut untuk melarikan diri.

Ketika harga mulai turun, kepanikan, ketidakpastian, dan keraguan (FUD) menyebar dengan cepat. Pemegang posisi terburu-buru untuk memotong kerugian, para pelaku yang mendapatkan keuntungan terburu-buru untuk merealisasikan, dan tekanan jual baru terus masuk. Dalam lingkungan pasar dengan leverage tinggi, situasi ini lebih mudah memicu likuidasi berantai, yang menyebabkan harga jatuh secara drastis.


Faktor Pemicu Pasar Bear

tekanan ekonomi

Ketika laju pertumbuhan ekonomi melambat dan periode resesi tiba, kemampuan profitabilitas perusahaan terganggu, dan permintaan investor terhadap aset berisiko menurun. Secara historis, setiap resesi yang parah disertai dengan pasar bearish yang jelas.

Risiko geopolitik dan perubahan kebijakan

Konflik internasional dan gesekan perdagangan dapat memicu kepanikan pasar, mendorong aliran dana ke aset pelabuhan aman seperti obligasi pemerintah dan mata uang fiat. Pada saat yang sama, siklus kenaikan suku bunga bank sentral akan meningkatkan biaya pembiayaan dan menekan valuasi aset dengan pertumbuhan tinggi. Pasar bearish tahun 2022 lahir dari hal ini.

Koreksi diri dari gelembung aset

Ketika harga menyimpang terlalu jauh dari fundamental (seperti gelembung internet tahun 2000), pada akhirnya akan menghadapi penilaian ulang. Penyesuaian ini seringkali ganas dan cepat, dengan penarikan yang dapat mencapai 50%-80% atau bahkan lebih dalam.

Peristiwa angsa hitam yang tiba-tiba

Wabah COVID-19 pada tahun 2020 menyebabkan pasar saham global dan pasar kripto mengalami penurunan lebih dari 70% dalam beberapa minggu, yang merupakan kasus klasik. Guncangan kebijakan dan peristiwa risiko keuangan juga dapat memicu pasar bearish yang cepat.

Risiko Leverage dan Kredit

Leverage yang berlebihan memperburuk volatilitas. Begitu garis stop loss terpicu, penutupan posisi pasif dalam jumlah besar memperparah penurunan, menciptakan siklus yang merugikan. Krisis keuangan 2008 adalah hasil dari gelembung properti + leverage yang berlebihan + putusnya rantai kredit.


Perbandingan Sejarah: Beberapa Pasar Bear Mendalam BTC

Periode 2018-2019

Bitcoin mencapai hampir $20.000 pada akhir 2017, kemudian terjebak dalam penyesuaian yang dalam. Sepanjang tahun 2018 dan paruh pertama tahun 2019, BTC mengalami penurunan lebih dari 84%, menciptakan rekor pasar beruang terpanjang pada saat itu. Banyak altcoin mengalami penurunan lebih dari 90%.

Dampak pandemi 2020

Saat pandemi melanda, BTC turun lebih dari 70% dalam beberapa minggu, pernah jatuh di bawah $5,000. Ini adalah kali terakhir Bitcoin mencapai tingkat harga ini dalam sejarahnya. Pemulihan cepat setelah itu menunjukkan bahwa institusi dan pemegang jangka panjang melakukan posisi terbalik selama krisis.

Pasar Beruang Struktural 2022

Bermula dari titik terendah hampir $4,000 pada tahun 2020, Bitcoin naik menjadi sekitar $69,000 pada puncaknya di tahun 2021, dengan kenaikan lebih dari 1670%. Namun, dengan kenaikan suku bunga agresif oleh Federal Reserve, pada paruh kedua tahun 2022 BTC jatuh di bawah $15,600, dengan penurunan mencapai 77%. Pasar beruang kali ini mencerminkan kenyataan sensitivitas seluruh pasar kripto terhadap suku bunga.


Bear Market dan Bull Market: Dua Sisi Pasar

Bull market adalah ketika harga naik secara stabil, sedangkan bear market adalah ketika harga turun secara terus-menerus—perbedaan yang tampak sederhana ini menyimpan psikologi pasar yang kompleks di baliknya.

Dalam pasar bearish, fase “pola konsolidasi” sering terjadi—harga berfluktuasi berulang kali dalam suatu rentang, dengan volatilitas yang jelas lebih rendah dibandingkan dengan periode penurunan. Pada saat ini, volume transaksi menyusut, partisipasi menurun, dan pasar memasuki fase menunggu. Fenomena stagflasi ini lebih sering terjadi di pasar bearish.

Dari sudut pandang sikap investasi, pasar bearish berarti sebagian besar orang mengalami kerugian atau hanya mengamati, tingkat partisipasi dan aktivitas jauh lebih rendah dibandingkan pasar bullish. Ini merupakan ujian yang terutama bagi kualitas mental trader pemula.


Lima Strategi Bertahan di Pasar Bear

1. Manajemen risiko dan pengurangan leverage aktif

Cara paling langsung untuk menyelamatkan diri adalah dengan menghentikan kerugian pada sebagian posisi, dan mengubahnya menjadi stablecoin atau fiat. Jika kualitas tidur Anda menurun secara signifikan di pasar bearish, itu menunjukkan bahwa ukuran posisi sudah melebihi kapasitas psikologis Anda. Ukuran posisi selalu menjadi garis pertahanan pertama dalam manajemen risiko.

2. Mengamati Perubahan (strategi HODL)

Data historis menunjukkan bahwa aset matang seperti Bitcoin dan S&P 500 meskipun telah mengalami masa bearish, akhirnya pulih sepenuhnya bahkan mencapai rekor tertinggi. Jika periode investasi berkisar antara 5-10 tahun atau lebih lama, pasar bearish seharusnya tidak menjadi sinyal untuk menjual dengan panik.

3. Rata-rata biaya investasi (DCA)

Membeli secara reguler dalam jumlah tetap di pasar bearish (misalnya, investasi tetap setiap bulan) dapat menurunkan biaya rata-rata posisi. Misalnya, jika membeli 1 BTC pertama kali pada $100,000 dan kemudian membeli 1 BTC lagi pada $80,000, biaya rata-rata turun menjadi $90,000. Para investor yang terus berinvestasi secara teratur sering kali mendapatkan keuntungan yang signifikan pada putaran bull market berikutnya.

4. Hedging dan Trading Jangka Pendek

Trader berpengalaman akan melakukan short untuk mengimbangi risiko spot. Memegang 2 BTC spot sambil melakukan short 2 kontrak BTC di pasar derivatif dapat secara efektif mengunci risiko. Selain itu, perdagangan harian dan perdagangan ayunan juga dapat menghasilkan keuntungan dalam tren, tetapi memerlukan disiplin stop-loss yang ketat.

5. Jual pada saat rebound (operasi berisiko tinggi)

Dalam pasar beruang, terkadang terjadi rebound, fenomena “rebound kucing mati” ini menarik bagi para pemburu harga tinggi. Namun, ini adalah strategi berisiko tinggi—rebound seringkali tidak berkelanjutan, dan jika gagal, dapat terjebak pada titik yang lebih rendah. Bahkan trader profesional pun mudah mengalami kerugian besar pada tahap ini.


Mengapa disebut “Bear Market”

Istilah ini berasal dari citra beruang—posisi beruang yang mengayunkan cakarnya ke bawah melambangkan jalur penurunan harga. Sebaliknya, pasar bull diwakili oleh citra banteng yang menyerang ke atas.

Salah satu penjelasan akademis berpendapat bahwa konsep “beruang” mungkin berasal dari pedagang bulu abad pertengahan, yang akan menjual sebelum mendapatkan kulit beruang — ini sangat mirip dengan logika short selling modern.


Peningkatan Kognitif dan Kesimpulan

Bear market adalah bagian yang tak terhindarkan dari siklus pasar, yang terbentuk dari berbagai faktor seperti ekonomi, kebijakan, dan psikologi. Meskipun mengalami bear market memang tidak nyaman, disiplin dan perencanaan yang tepat dapat membantu investor mengubah risiko menjadi peluang.

Menurut data terbaru, harga BTC saat ini adalah $88.13K, masih ada ruang yang signifikan dibandingkan dengan titik tertinggi historis $126.08K, yang mencerminkan kemungkinan adanya penyesuaian struktural di pasar.

Strategi optimal berbeda untuk setiap investor: Investor konservatif cenderung memegang uang tunai atau mengalokasikan obligasi, stablecoin; pemegang jangka panjang berpegang pada investasi berkala; trader ulung memperoleh keuntungan melalui short selling dan operasi swing. Kunci utamanya adalah memahami preferensi risiko sendiri, merumuskan, dan menjalankan rencana dengan ketat.

Bear market akan berlalu, sejarah membuktikan bahwa aset yang matang pada akhirnya akan mencapai puncak baru. Namun sebelum itu, mengatasi ketakutan psikologis dan mempertahankan disiplin rencana adalah inti dari pembelajaran.

BTC1,02%
Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
  • Hadiah
  • Komentar
  • Posting ulang
  • Bagikan
Komentar
0/400
Tidak ada komentar
  • Sematkan

Perdagangkan Kripto Di Mana Saja Kapan Saja
qrCode
Pindai untuk mengunduh aplikasi Gate
Komunitas
Bahasa Indonesia
  • 简体中文
  • English
  • Tiếng Việt
  • 繁體中文
  • Español
  • Русский
  • Français (Afrique)
  • Português (Portugal)
  • Bahasa Indonesia
  • 日本語
  • بالعربية
  • Українська
  • Português (Brasil)