Perdagangan dengan leverage memungkinkan untuk mengontrol posisi yang lebih besar dengan modal yang lebih kecil, tetapi pada saat yang sama juga memperbesar risiko kerugian.
Di pasar cryptocurrency, leverage terutama digunakan dalam dua cara yaitu trading futures dan trading margin.
Bahkan jika harga hanya turun 10%, strategi leverage yang agresif dapat menyebabkan akun dipaksa likuidasi.
Untuk bertahan dalam perdagangan dengan leverage, manajemen risiko bukanlah pilihan tetapi suatu keharusan.
Wajah Sebenarnya dari Perdagangan Leverage
Menggunakan modal kecil untuk menggerakkan posisi besar terdengar menggoda, tetapi inilah tepatnya tempat paling berbahaya dari perdagangan dengan leverage.
Leverage memungkinkan trader untuk berpartisipasi di pasar dengan menggunakan dana pinjaman, bukan hanya uang mereka sendiri. Misalnya, jika Anda memiliki $100 di akun Anda dan ingin membuka posisi Bitcoin senilai $1000, leverage dapat membantu Anda mencapai tujuan ini. Dalam transaksi ini, $100 adalah “margin” (jaminan Anda), sedangkan sisa $900 berasal dari pinjaman.
Umumnya, bursa menggunakan kelipatan untuk menunjukkan ukuran leverage: 10 kali (10x) berarti Anda dapat meminjam dana yang setara dengan 10 kali modal, 20 kali (20x) berarti 20 kali. Di beberapa platform yang lebih agresif, bahkan bisa meminjam dana hingga 100 kali, tetapi leverage ekstrem seperti itu sering kali akan menghancurkan akun pada fluktuasi pasar berikutnya.
Dalam bidang cryptocurrency, perdagangan dengan leverage terutama tercermin dalam dua tempat: kontrak berjangka tanpa batas waktu dan perdagangan margin spot. Keduanya memungkinkan trader untuk memegang posisi yang lebih besar hanya dengan menginvestasikan sebagian dana.
Bagaimana Sistem Margin Bekerja
Sebelum melakukan perdagangan dengan leverage, Anda perlu memahami dua konsep: margin awal dan margin pemeliharaan.
Margin Awal adalah saldo minimum akun yang diperlukan saat membuka posisi. Uang ini berfungsi sebagai jaminan untuk pinjaman. Misalnya, jika Anda ingin mengambil posisi Ethereum senilai $5000 dengan leverage 5 kali, margin awal yang diperlukan adalah $1000. Jika memilih leverage 10 kali, margin awal turun menjadi $500. Semakin tinggi leverage, semakin sedikit margin yang dibutuhkan, tetapi risikonya juga meningkat secara eksponensial.
Margin Pemeliharaan adalah saldo minimum yang harus selalu Anda pertahankan di akun Anda untuk mempertahankan posisi tetap terbuka. Ketika pasar bergerak ke arah yang tidak menguntungkan, jika saldo akun Anda jatuh di bawah ambang margin pemeliharaan, bursa akan mengeluarkan pemberitahuan margin tambahan. Jika Anda masih tidak menambah dana, posisi Anda akan dipaksa untuk dilikuidasi.
Perbedaan inti antara kedua konsep ini adalah: margin awal digunakan untuk membuka posisi, sedangkan margin pemeliharaan digunakan untuk mempertahankan posisi. Trader perlu terus memantau keduanya, jika tidak, mereka akan terkejut saat terjadi fluktuasi pasar.
Memahami Laba Rugi Nyata di Bawah Berbagai Faktor Leverage
kasus risiko posisi long
Misalkan Anda optimis terhadap Bitcoin dan memutuskan untuk menggunakan $2000 sebagai modal dengan leverage 10x untuk membuka posisi beli sebesar $20000. Margin awal adalah $2000.
Jika harga Bitcoin naik 20%, nilai posisi Anda adalah $24000. Setelah dikurangi biaya pinjaman, Anda mendapatkan keuntungan $2000. Dibandingkan hanya menggunakan $2000 modal untuk long (hanya mendapatkan keuntungan $400), leverage memperbesar keuntungan Anda.
Tapi bagaimana dengan sebaliknya? Jika Bitcoin turun 20%, nilai posisi menjadi $16000. Anda tidak hanya kehilangan seluruh modal $2000, tetapi juga berutang $4000 kepada bursa. Bahkan jika hanya turun 10%, posisi akan turun menjadi $18000, saldo akun juga akan turun menjadi 0 atau negatif, memicu likuidasi paksa. Harga likuidasi yang tepat bervariasi tergantung pada pengaturan manajemen risiko bursa, tetapi biasanya akan dilikuidasi paksa pada penurunan 10%-15%.
risiko simetris dari posisi short
Saat melakukan short selling, Anda meminjam aset (misalnya 0,5 Bitcoin), menjualnya dengan harga $20000, dengan harapan harga turun sehingga dapat membeli kembali dengan harga yang lebih rendah.
Jika Bitcoin turun 20% menjadi $16000, Anda dapat membeli kembali 0.5 Bitcoin seharga $8000, melunasi pinjaman, dan menyimpan profit $2000.
Tapi jika Bitcoin naik 20% menjadi $24000, membeli kembali 0,5 Bitcoin akan memerlukan $12000, ditambah tekanan margin tambahan, modal $2000 Anda akan cepat habis, bahkan dapat memicu likuidasi paksa.
Mengapa Trader Memilih Menggunakan Leverage
Meskipun risikonya jelas, trader masih secara luas menggunakan leverage, dan ada dua alasan utama untuk itu.
Pertama, Perbesar Keuntungan. Dalam perdagangan yang tepat, leverage dapat secara signifikan meningkatkan tingkat pengembalian. Bagi trader yang yakin akan arah harga, leverage adalah alat untuk mencapai pertumbuhan kekayaan yang lebih cepat.
Kedua, tingkatkan efisiensi modal. Jika tujuan Anda adalah untuk membuat posisi $10000 dengan leverage 5x, Anda memiliki dua pilihan: baik menyetor $10000 modal (tanpa leverage), atau menyetor $2000 modal (leverage 5x). Pilihan kedua memungkinkan Anda mengunci posisi yang sama dengan modal yang lebih sedikit, dan sisa $8000 dapat digunakan untuk investasi lainnya, berpartisipasi dalam penambangan likuiditas, atau strategi lainnya.
Namun, keuntungan ini harus dibayar dengan menanggung risiko yang sesuai.
Kebenaran Risiko Perdagangan Leveraged
Leverage yang tinggi membutuhkan margin yang lebih rendah, tetapi ini adalah pedang bermata dua. Setiap penurunan harga sebesar 1%, kerugian posisi dengan leverage tinggi adalah 10 kali atau 20 kali lipat dari yang tanpa leverage. Di pasar kripto yang sangat volatile, fluktuasi harian sebesar 1% cukup umum, bahkan dapat terjadi dalam hitungan menit.
Penutupan paksa adalah ancaman terbesar dalam perdagangan dengan leverage. Jika pasar berfluktuasi tajam (terutama dalam keadaan berita buruk mendadak atau penjualan teknis), posisi Anda mungkin ditutup sebelum Anda sempat bereaksi. Bahkan jika Anda berencana untuk hanya menanggung kerugian 10%, Anda mungkin kehilangan seluruh margin Anda karena lonjakan pasar yang tiba-tiba.
Selain itu, bursa biasanya mengenakan bunga atau biaya untuk perdagangan dengan leverage. Saat melakukan pembelian, perlu membayar tarif pembiayaan, begitu juga saat melakukan penjualan pendek. Biaya-biaya ini akan terakumulasi setiap hari, terutama saat Anda memegang posisi untuk jangka waktu yang lama.
Bagaimana Melindungi Diri Anda dalam Perdagangan Leveraged
Jika Anda memilih untuk menggunakan leverage, berikut adalah beberapa poin yang sangat penting.
Gunakan rasio leverage yang lebih rendah. Leverage 5x atau 10x sudah dapat secara signifikan memperbesar keuntungan, sementara leverage 100x hanya merupakan bunuh diri. Leverage yang rendah memberikan Anda ruang buffer yang lebih besar, sehingga bahkan jika pasar mengalami fluktuasi yang tidak terduga, Anda tidak langsung dilikuidasi.
Atur Stop Loss dan Take Profit. Stop loss dapat menutup posisi secara otomatis ketika kerugian mencapai jumlah yang Anda tetapkan, sehingga membatasi kerugian maksimum. Take profit akan menutup posisi secara otomatis ketika keuntungan mencapai target, mengunci keuntungan. Kedua alat ini adalah penyelamat dalam perdagangan dengan leverage.
Selalu pantau margin pemeliharaan. Jangan menganggap bahwa bursa akan memberi tahu Anda. Periksa akun Anda secara aktif untuk memastikan saldo margin cukup, terutama saat terjadi volatilitas pasar.
Hanya gunakan dana yang dapat Anda tanggung untuk diperdagangkan. Ini adalah saran yang paling mendasar tetapi paling diabaikan. Jangan pernah melakukan trading dengan uang yang tidak dapat Anda rugikan. Bahkan trader berpengalaman pun dapat mengalami likuidasi akibat peristiwa black swan di pasar.
Belajar secara bertahap dan bukan secara agresif langsung. Pemula sebaiknya memulai dengan rasio leverage yang sangat rendah, dan setelah mengumpulkan pengalaman, baru kemudian meningkatkannya secara bertahap. Biaya pendidikan di pasar adalah yang termahal, jangan membayar terlalu awal.
Ringkasan
Leverage adalah alat yang kuat, tetapi ia secara indiscriminatif memperbesar keuntungan dan kerugian. Di pasar cryptocurrency yang sangat volatile, perdagangan leverage yang tidak hati-hati dapat dengan cepat menghancurkan akun. Memahami margin, mekanisme likuidasi paksa, dan logika inti manajemen risiko adalah dasar untuk bertahan di bidang ini.
Jika Anda tertarik pada topik seperti apa itu kontrak berjangka, bagaimana cara melakukan perdagangan margin, dan bagaimana cara mengatur pesanan stop loss dan take profit, disarankan untuk belajar lebih dalam. Perdagangan dengan leverage bukanlah zona terlarang untuk investasi, tetapi memerlukan sikap profesional dan disiplin yang ketat dalam pelaksanaannya.
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
Mengapa risiko perdagangan margin begitu besar? Memahami lebih dalam mekanisme margin dalam perdagangan aset kripto.
Memahami Poin-Poin Kunci dengan Cepat
Wajah Sebenarnya dari Perdagangan Leverage
Menggunakan modal kecil untuk menggerakkan posisi besar terdengar menggoda, tetapi inilah tepatnya tempat paling berbahaya dari perdagangan dengan leverage.
Leverage memungkinkan trader untuk berpartisipasi di pasar dengan menggunakan dana pinjaman, bukan hanya uang mereka sendiri. Misalnya, jika Anda memiliki $100 di akun Anda dan ingin membuka posisi Bitcoin senilai $1000, leverage dapat membantu Anda mencapai tujuan ini. Dalam transaksi ini, $100 adalah “margin” (jaminan Anda), sedangkan sisa $900 berasal dari pinjaman.
Umumnya, bursa menggunakan kelipatan untuk menunjukkan ukuran leverage: 10 kali (10x) berarti Anda dapat meminjam dana yang setara dengan 10 kali modal, 20 kali (20x) berarti 20 kali. Di beberapa platform yang lebih agresif, bahkan bisa meminjam dana hingga 100 kali, tetapi leverage ekstrem seperti itu sering kali akan menghancurkan akun pada fluktuasi pasar berikutnya.
Dalam bidang cryptocurrency, perdagangan dengan leverage terutama tercermin dalam dua tempat: kontrak berjangka tanpa batas waktu dan perdagangan margin spot. Keduanya memungkinkan trader untuk memegang posisi yang lebih besar hanya dengan menginvestasikan sebagian dana.
Bagaimana Sistem Margin Bekerja
Sebelum melakukan perdagangan dengan leverage, Anda perlu memahami dua konsep: margin awal dan margin pemeliharaan.
Margin Awal adalah saldo minimum akun yang diperlukan saat membuka posisi. Uang ini berfungsi sebagai jaminan untuk pinjaman. Misalnya, jika Anda ingin mengambil posisi Ethereum senilai $5000 dengan leverage 5 kali, margin awal yang diperlukan adalah $1000. Jika memilih leverage 10 kali, margin awal turun menjadi $500. Semakin tinggi leverage, semakin sedikit margin yang dibutuhkan, tetapi risikonya juga meningkat secara eksponensial.
Margin Pemeliharaan adalah saldo minimum yang harus selalu Anda pertahankan di akun Anda untuk mempertahankan posisi tetap terbuka. Ketika pasar bergerak ke arah yang tidak menguntungkan, jika saldo akun Anda jatuh di bawah ambang margin pemeliharaan, bursa akan mengeluarkan pemberitahuan margin tambahan. Jika Anda masih tidak menambah dana, posisi Anda akan dipaksa untuk dilikuidasi.
Perbedaan inti antara kedua konsep ini adalah: margin awal digunakan untuk membuka posisi, sedangkan margin pemeliharaan digunakan untuk mempertahankan posisi. Trader perlu terus memantau keduanya, jika tidak, mereka akan terkejut saat terjadi fluktuasi pasar.
Memahami Laba Rugi Nyata di Bawah Berbagai Faktor Leverage
kasus risiko posisi long
Misalkan Anda optimis terhadap Bitcoin dan memutuskan untuk menggunakan $2000 sebagai modal dengan leverage 10x untuk membuka posisi beli sebesar $20000. Margin awal adalah $2000.
Jika harga Bitcoin naik 20%, nilai posisi Anda adalah $24000. Setelah dikurangi biaya pinjaman, Anda mendapatkan keuntungan $2000. Dibandingkan hanya menggunakan $2000 modal untuk long (hanya mendapatkan keuntungan $400), leverage memperbesar keuntungan Anda.
Tapi bagaimana dengan sebaliknya? Jika Bitcoin turun 20%, nilai posisi menjadi $16000. Anda tidak hanya kehilangan seluruh modal $2000, tetapi juga berutang $4000 kepada bursa. Bahkan jika hanya turun 10%, posisi akan turun menjadi $18000, saldo akun juga akan turun menjadi 0 atau negatif, memicu likuidasi paksa. Harga likuidasi yang tepat bervariasi tergantung pada pengaturan manajemen risiko bursa, tetapi biasanya akan dilikuidasi paksa pada penurunan 10%-15%.
risiko simetris dari posisi short
Saat melakukan short selling, Anda meminjam aset (misalnya 0,5 Bitcoin), menjualnya dengan harga $20000, dengan harapan harga turun sehingga dapat membeli kembali dengan harga yang lebih rendah.
Jika Bitcoin turun 20% menjadi $16000, Anda dapat membeli kembali 0.5 Bitcoin seharga $8000, melunasi pinjaman, dan menyimpan profit $2000.
Tapi jika Bitcoin naik 20% menjadi $24000, membeli kembali 0,5 Bitcoin akan memerlukan $12000, ditambah tekanan margin tambahan, modal $2000 Anda akan cepat habis, bahkan dapat memicu likuidasi paksa.
Mengapa Trader Memilih Menggunakan Leverage
Meskipun risikonya jelas, trader masih secara luas menggunakan leverage, dan ada dua alasan utama untuk itu.
Pertama, Perbesar Keuntungan. Dalam perdagangan yang tepat, leverage dapat secara signifikan meningkatkan tingkat pengembalian. Bagi trader yang yakin akan arah harga, leverage adalah alat untuk mencapai pertumbuhan kekayaan yang lebih cepat.
Kedua, tingkatkan efisiensi modal. Jika tujuan Anda adalah untuk membuat posisi $10000 dengan leverage 5x, Anda memiliki dua pilihan: baik menyetor $10000 modal (tanpa leverage), atau menyetor $2000 modal (leverage 5x). Pilihan kedua memungkinkan Anda mengunci posisi yang sama dengan modal yang lebih sedikit, dan sisa $8000 dapat digunakan untuk investasi lainnya, berpartisipasi dalam penambangan likuiditas, atau strategi lainnya.
Namun, keuntungan ini harus dibayar dengan menanggung risiko yang sesuai.
Kebenaran Risiko Perdagangan Leveraged
Leverage yang tinggi membutuhkan margin yang lebih rendah, tetapi ini adalah pedang bermata dua. Setiap penurunan harga sebesar 1%, kerugian posisi dengan leverage tinggi adalah 10 kali atau 20 kali lipat dari yang tanpa leverage. Di pasar kripto yang sangat volatile, fluktuasi harian sebesar 1% cukup umum, bahkan dapat terjadi dalam hitungan menit.
Penutupan paksa adalah ancaman terbesar dalam perdagangan dengan leverage. Jika pasar berfluktuasi tajam (terutama dalam keadaan berita buruk mendadak atau penjualan teknis), posisi Anda mungkin ditutup sebelum Anda sempat bereaksi. Bahkan jika Anda berencana untuk hanya menanggung kerugian 10%, Anda mungkin kehilangan seluruh margin Anda karena lonjakan pasar yang tiba-tiba.
Selain itu, bursa biasanya mengenakan bunga atau biaya untuk perdagangan dengan leverage. Saat melakukan pembelian, perlu membayar tarif pembiayaan, begitu juga saat melakukan penjualan pendek. Biaya-biaya ini akan terakumulasi setiap hari, terutama saat Anda memegang posisi untuk jangka waktu yang lama.
Bagaimana Melindungi Diri Anda dalam Perdagangan Leveraged
Jika Anda memilih untuk menggunakan leverage, berikut adalah beberapa poin yang sangat penting.
Gunakan rasio leverage yang lebih rendah. Leverage 5x atau 10x sudah dapat secara signifikan memperbesar keuntungan, sementara leverage 100x hanya merupakan bunuh diri. Leverage yang rendah memberikan Anda ruang buffer yang lebih besar, sehingga bahkan jika pasar mengalami fluktuasi yang tidak terduga, Anda tidak langsung dilikuidasi.
Atur Stop Loss dan Take Profit. Stop loss dapat menutup posisi secara otomatis ketika kerugian mencapai jumlah yang Anda tetapkan, sehingga membatasi kerugian maksimum. Take profit akan menutup posisi secara otomatis ketika keuntungan mencapai target, mengunci keuntungan. Kedua alat ini adalah penyelamat dalam perdagangan dengan leverage.
Selalu pantau margin pemeliharaan. Jangan menganggap bahwa bursa akan memberi tahu Anda. Periksa akun Anda secara aktif untuk memastikan saldo margin cukup, terutama saat terjadi volatilitas pasar.
Hanya gunakan dana yang dapat Anda tanggung untuk diperdagangkan. Ini adalah saran yang paling mendasar tetapi paling diabaikan. Jangan pernah melakukan trading dengan uang yang tidak dapat Anda rugikan. Bahkan trader berpengalaman pun dapat mengalami likuidasi akibat peristiwa black swan di pasar.
Belajar secara bertahap dan bukan secara agresif langsung. Pemula sebaiknya memulai dengan rasio leverage yang sangat rendah, dan setelah mengumpulkan pengalaman, baru kemudian meningkatkannya secara bertahap. Biaya pendidikan di pasar adalah yang termahal, jangan membayar terlalu awal.
Ringkasan
Leverage adalah alat yang kuat, tetapi ia secara indiscriminatif memperbesar keuntungan dan kerugian. Di pasar cryptocurrency yang sangat volatile, perdagangan leverage yang tidak hati-hati dapat dengan cepat menghancurkan akun. Memahami margin, mekanisme likuidasi paksa, dan logika inti manajemen risiko adalah dasar untuk bertahan di bidang ini.
Jika Anda tertarik pada topik seperti apa itu kontrak berjangka, bagaimana cara melakukan perdagangan margin, dan bagaimana cara mengatur pesanan stop loss dan take profit, disarankan untuk belajar lebih dalam. Perdagangan dengan leverage bukanlah zona terlarang untuk investasi, tetapi memerlukan sikap profesional dan disiplin yang ketat dalam pelaksanaannya.