Palladium (Pd) adalah salah satu logam mulia yang paling volatil di pasar logam mulia, karena sifat industri unik dan ketatnya pasokan, semakin banyak trader yang memperhatikan.
Pada tahun 1803, ilmuwan Inggris William Wollaston menemukan unsur baru ini di dalam bijih platinum. Ia melarutkan bijih platinum alami dalam aqua regia, dan melalui serangkaian proses kimia memisahkan partikel logam yang berkilau—palladium. Nama unsur ini berasal dari dewi kebijaksanaan Yunani kuno, Athena (Pallas-Athena), sehingga mendapatkan nama ilmiah Palladium.
Dari segi aplikasi, 80%-85% permintaan palladium berasal dari industri otomotif, terutama digunakan dalam katalisator untuk mengurangi emisi mesin pembakaran dalam. Selain itu, palladium juga memiliki aplikasi penting di bidang elektronik, kedokteran gigi, dan paduan logam. Perhiasan berwarna putih di pasar, banyak yang terbuat dari paduan platinum dan palladium.
Karena penggunaan industri yang sangat terkonsentrasi ini, ditambah pasokan global yang terbatas (Rusia dan Afrika Selatan adalah produsen utama), harga palladium sangat sensitif terhadap geopolitik, kebijakan industri, dan fluktuasi pasokan, jauh lebih tinggi daripada emas dan perak, yang menjadi alasan mengapa ini menjadi fokus perdagangan jangka pendek yang penting.
Titik Balik Harga Palladium dalam Sepuluh Tahun Terakhir
Untuk memahami logika investasi palladium, penting untuk meninjau tren harga historisnya.
Era Keemasan 2017-2019: Periode ini menyaksikan kenaikan luar biasa palladium. Industri otomotif global menghadapi standar emisi yang semakin ketat (seperti “China 6”, “Euro 6”), sehingga permintaan katalisator meningkat tajam. Pada saat yang sama, Afrika Selatan mengalami gangguan produksi karena krisis listrik, dan kapasitas Rusia stagnan, memperburuk ketidakseimbangan pasokan dan permintaan. Harga palladium melonjak dari sekitar 730 USD/oz awal 2017 menjadi 1.900 USD/oz di akhir 2019, kenaikan lebih dari 160% dalam tiga tahun, jauh melampaui logam mulia lainnya.
Volatilitas Hebat 2020: Pandemi COVID-19 mengubah segalanya. Aktivitas ekonomi global melambat drastis, industri otomotif terpukul keras, dan permintaan palladium menurun tajam. Pada Maret 2020, harga sempat turun ke 1.460 USD/oz. Namun, kebijakan stimulus fiskal dan moneter besar-besaran dari berbagai negara dengan cepat membalikkan keadaan, industri otomotif pulih cepat, dan dengan terus adanya hambatan pasokan dari Afrika Selatan, harga palladium melonjak kembali dan mencapai rekor tertinggi 3.017 USD/oz pada Mei 2021.
Guncangan Geopolitik 2022: Setelah pecahnya perang Rusia-Ukraina, kekhawatiran gangguan pasokan dari Rusia mendorong harga palladium ke rekor tertinggi 4.440 USD/oz. Namun, harapan berkurangnya permintaan dari kendaraan konvensional karena meningkatnya adopsi kendaraan listrik dan kekhawatiran resesi global menyebabkan harga kembali turun secara signifikan.
Konsolidasi 2023-2025: Palladium memasuki kisaran fluktuasi lebar antara 1.500-2.200 USD/oz, mencerminkan pertarungan antara penurunan permintaan struktural dan ketidakpastian pasokan geopolitik.
Paruh Pertama 2025: Struktur Permintaan Sedang Berubah
Per Juni 2025, harga palladium secara umum menunjukkan tren turun dan berfluktuasi. Dimulai dari 1.140 USD di awal tahun, sempat naik singkat ke 1.260 USD pada Maret, lalu menurun karena fundamental yang melemah. Pada Mei, turun ke kisaran 1.030-1.080 USD, dan meskipun pada Juni rebound ke 1.110 USD karena short covering dan pelemahan dolar, secara keseluruhan tahun ini mengalami penurunan lebih dari 10%.
Alasan utama penurunan ini adalah perubahan struktur permintaan:
Adopsi kendaraan listrik global telah mencapai 22%-25%, dan menurut IEA, angka ini akan terus meningkat. Kendaraan listrik tidak memerlukan katalisator tradisional, sehingga secara langsung menekan permintaan palladium. Di sisi lain, pertumbuhan pasar otomotif utama di Eropa dan China melambat, memperlemah permintaan industri.
Dari sisi pasokan, meskipun Rusia menghadapi sanksi internasional, mereka tetap mengekspor melalui pasar netral. Afrika Selatan juga memperbaiki pasokan listriknya, sehingga kapasitas produksi secara bertahap pulih, dan pasokan menjadi lebih stabil.
Secara sentimen pasar, dana investasi lebih banyak mengalir ke emas dan perak sebagai aset safe haven, didukung oleh ketegangan di Timur Tengah dan tren pembelian emas oleh bank sentral global. Sebaliknya, palladium, karena sifat industrinya, menghadapi tekanan dari penurunan posisi ETF dan posisi net long futures yang terus menurun.
Prospek Paruh Kedua 2025: Siapa yang Mengendalikan Arah Palladium?
Berdasarkan prediksi standar WPIC dan riset komoditas Citi (pasokan stabil + pertumbuhan GDP global 2,5%-3%), harga rata-rata palladium akan berfluktuasi di kisaran 1.050-1.150 USD. Dari segi teknikal, jika harga menyentuh support jangka panjang di 900 USD, kemungkinan akan memicu rebound teknikal, memberikan peluang beli jangka pendek.
Faktor utama yang akan mempengaruhi ke depan meliputi:
Scenario Bullish: Jika ekspor Rusia terganggu, terjadi kecelakaan tambang di Afrika Selatan, atau terobosan teknologi energi hidrogen yang meningkatkan permintaan palladium, harga bisa naik ke atas, menantang kisaran 1.300-1.400 USD/oz.
Scenario Bearish: Jika pasar otomotif China dan Eropa melambat lebih dalam, atau dolar AS tetap kuat, harga palladium bisa menembus di bawah 1.000 USD, menguji support di 900-950 USD/oz.
Keunggulan Investasi Palladium
Dibandingkan emas dan perak, palladium memiliki karakteristik perdagangan yang unik:
Volatilitas besar, peluang jangka pendek lebih banyak. Palladium lebih sensitif terhadap perubahan supply-demand, dengan fluktuasi harga yang besar dan tingkat sensitivitas teknikal tinggi, cocok untuk trading jangka menengah-pendek.
Kualitas lindung nilai terhadap inflasi. Karena dihargai dalam dolar, saat dolar melemah, palladium cenderung menguat, memberikan alat perlindungan terhadap inflasi.
Keterbatasan pasokan secara struktural. Tambang utama di seluruh dunia menghadapi kendala karena mogok kerja atau investasi yang kurang, sehingga pasokan sulit meningkat cepat, sementara permintaan bisa tiba-tiba melonjak karena faktor geopolitik atau kebijakan, menciptakan peluang trading.
Dukungan permintaan industri yang kuat. Lebih dari 80% palladium digunakan dalam katalisator kendaraan, dan meskipun kendaraan listrik berkembang, kendaraan konvensional masih membutuhkan palladium selama bertahun-tahun, memberikan dasar fundamental yang solid.
Strategi Praktis Trading Palladium
Bagi investor umum, membeli langsung kontrak futures atau fisik palladium memiliki hambatan tinggi. Futures membutuhkan modal besar dan memiliki tanggal jatuh tempo, harus ditutup posisi atau dipindah saat jatuh tempo; pembelian fisik melibatkan biaya penyimpanan dan likuiditas.
Kontrak Perbedaan Harga (CFD) menawarkan solusi yang lebih fleksibel. Melalui CFD, investor dapat mengikuti pergerakan harga palladium dengan biaya lebih rendah tanpa harus memiliki fisik atau kontrak futures.
Keunggulan utama trading CFD:
Modal awal rendah, mulai dari 0.1 lot
Perdagangan 24 jam, tidak terbatas jam bursa
Tidak ada tanggal jatuh tempo tetap, posisi bisa dipertahankan sesuai keinginan
Mendukung posisi long dan short serta leverage
Dilengkapi alat manajemen risiko seperti stop loss dan take profit
Saat trading palladium CFD, disarankan menggunakan analisis teknikal, seperti Moving Average (MACD), Relative Strength Index (RSI), dan indikator lain untuk menilai tren dan kondisi overbought/oversold.
Logika utama investasi palladium terletak pada posisinya yang unik—tidak seperti emas yang berfungsi sebagai safe haven, maupun perak yang banyak digunakan secara luas, palladium adalah komoditas yang sangat bergantung pada kebutuhan industri tertentu.
Secara jangka pendek, peningkatan adopsi kendaraan listrik memang menekan permintaan palladium tradisional, tetapi ketidakpastian pasokan dari Rusia, hambatan kapasitas Afrika Selatan, dan risiko geopolitik tetap memberi dukungan kenaikan harga. Dalam kisaran 1.050-1.150 USD, peluang trading jangka menengah tetap ada.
Bagi trader yang bersedia menanggung volatilitas dan mampu mengelola risiko, palladium bisa menjadi bagian dari portofolio logam mulia, mencari peluang profit dari selisih harga jangka pendek. Namun, pengambilan keputusan harus didasarkan pada analisis fundamental yang mendalam dan disiplin dalam stop loss, bukan sekadar mengikuti tren.
Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
Pemikiran Baru Investasi Palladium: Analisis Peluang Perdagangan di Bawah Ketidakseimbangan Penawaran dan Permintaan
Apa itu Palladium? Mengapa Perlu Diperhatikan?
Palladium (Pd) adalah salah satu logam mulia yang paling volatil di pasar logam mulia, karena sifat industri unik dan ketatnya pasokan, semakin banyak trader yang memperhatikan.
Pada tahun 1803, ilmuwan Inggris William Wollaston menemukan unsur baru ini di dalam bijih platinum. Ia melarutkan bijih platinum alami dalam aqua regia, dan melalui serangkaian proses kimia memisahkan partikel logam yang berkilau—palladium. Nama unsur ini berasal dari dewi kebijaksanaan Yunani kuno, Athena (Pallas-Athena), sehingga mendapatkan nama ilmiah Palladium.
Dari segi aplikasi, 80%-85% permintaan palladium berasal dari industri otomotif, terutama digunakan dalam katalisator untuk mengurangi emisi mesin pembakaran dalam. Selain itu, palladium juga memiliki aplikasi penting di bidang elektronik, kedokteran gigi, dan paduan logam. Perhiasan berwarna putih di pasar, banyak yang terbuat dari paduan platinum dan palladium.
Karena penggunaan industri yang sangat terkonsentrasi ini, ditambah pasokan global yang terbatas (Rusia dan Afrika Selatan adalah produsen utama), harga palladium sangat sensitif terhadap geopolitik, kebijakan industri, dan fluktuasi pasokan, jauh lebih tinggi daripada emas dan perak, yang menjadi alasan mengapa ini menjadi fokus perdagangan jangka pendek yang penting.
Titik Balik Harga Palladium dalam Sepuluh Tahun Terakhir
Untuk memahami logika investasi palladium, penting untuk meninjau tren harga historisnya.
Era Keemasan 2017-2019: Periode ini menyaksikan kenaikan luar biasa palladium. Industri otomotif global menghadapi standar emisi yang semakin ketat (seperti “China 6”, “Euro 6”), sehingga permintaan katalisator meningkat tajam. Pada saat yang sama, Afrika Selatan mengalami gangguan produksi karena krisis listrik, dan kapasitas Rusia stagnan, memperburuk ketidakseimbangan pasokan dan permintaan. Harga palladium melonjak dari sekitar 730 USD/oz awal 2017 menjadi 1.900 USD/oz di akhir 2019, kenaikan lebih dari 160% dalam tiga tahun, jauh melampaui logam mulia lainnya.
Volatilitas Hebat 2020: Pandemi COVID-19 mengubah segalanya. Aktivitas ekonomi global melambat drastis, industri otomotif terpukul keras, dan permintaan palladium menurun tajam. Pada Maret 2020, harga sempat turun ke 1.460 USD/oz. Namun, kebijakan stimulus fiskal dan moneter besar-besaran dari berbagai negara dengan cepat membalikkan keadaan, industri otomotif pulih cepat, dan dengan terus adanya hambatan pasokan dari Afrika Selatan, harga palladium melonjak kembali dan mencapai rekor tertinggi 3.017 USD/oz pada Mei 2021.
Guncangan Geopolitik 2022: Setelah pecahnya perang Rusia-Ukraina, kekhawatiran gangguan pasokan dari Rusia mendorong harga palladium ke rekor tertinggi 4.440 USD/oz. Namun, harapan berkurangnya permintaan dari kendaraan konvensional karena meningkatnya adopsi kendaraan listrik dan kekhawatiran resesi global menyebabkan harga kembali turun secara signifikan.
Konsolidasi 2023-2025: Palladium memasuki kisaran fluktuasi lebar antara 1.500-2.200 USD/oz, mencerminkan pertarungan antara penurunan permintaan struktural dan ketidakpastian pasokan geopolitik.
Paruh Pertama 2025: Struktur Permintaan Sedang Berubah
Per Juni 2025, harga palladium secara umum menunjukkan tren turun dan berfluktuasi. Dimulai dari 1.140 USD di awal tahun, sempat naik singkat ke 1.260 USD pada Maret, lalu menurun karena fundamental yang melemah. Pada Mei, turun ke kisaran 1.030-1.080 USD, dan meskipun pada Juni rebound ke 1.110 USD karena short covering dan pelemahan dolar, secara keseluruhan tahun ini mengalami penurunan lebih dari 10%.
Alasan utama penurunan ini adalah perubahan struktur permintaan:
Adopsi kendaraan listrik global telah mencapai 22%-25%, dan menurut IEA, angka ini akan terus meningkat. Kendaraan listrik tidak memerlukan katalisator tradisional, sehingga secara langsung menekan permintaan palladium. Di sisi lain, pertumbuhan pasar otomotif utama di Eropa dan China melambat, memperlemah permintaan industri.
Dari sisi pasokan, meskipun Rusia menghadapi sanksi internasional, mereka tetap mengekspor melalui pasar netral. Afrika Selatan juga memperbaiki pasokan listriknya, sehingga kapasitas produksi secara bertahap pulih, dan pasokan menjadi lebih stabil.
Secara sentimen pasar, dana investasi lebih banyak mengalir ke emas dan perak sebagai aset safe haven, didukung oleh ketegangan di Timur Tengah dan tren pembelian emas oleh bank sentral global. Sebaliknya, palladium, karena sifat industrinya, menghadapi tekanan dari penurunan posisi ETF dan posisi net long futures yang terus menurun.
Prospek Paruh Kedua 2025: Siapa yang Mengendalikan Arah Palladium?
Berdasarkan prediksi standar WPIC dan riset komoditas Citi (pasokan stabil + pertumbuhan GDP global 2,5%-3%), harga rata-rata palladium akan berfluktuasi di kisaran 1.050-1.150 USD. Dari segi teknikal, jika harga menyentuh support jangka panjang di 900 USD, kemungkinan akan memicu rebound teknikal, memberikan peluang beli jangka pendek.
Faktor utama yang akan mempengaruhi ke depan meliputi:
Scenario Bullish: Jika ekspor Rusia terganggu, terjadi kecelakaan tambang di Afrika Selatan, atau terobosan teknologi energi hidrogen yang meningkatkan permintaan palladium, harga bisa naik ke atas, menantang kisaran 1.300-1.400 USD/oz.
Scenario Bearish: Jika pasar otomotif China dan Eropa melambat lebih dalam, atau dolar AS tetap kuat, harga palladium bisa menembus di bawah 1.000 USD, menguji support di 900-950 USD/oz.
Keunggulan Investasi Palladium
Dibandingkan emas dan perak, palladium memiliki karakteristik perdagangan yang unik:
Volatilitas besar, peluang jangka pendek lebih banyak. Palladium lebih sensitif terhadap perubahan supply-demand, dengan fluktuasi harga yang besar dan tingkat sensitivitas teknikal tinggi, cocok untuk trading jangka menengah-pendek.
Kualitas lindung nilai terhadap inflasi. Karena dihargai dalam dolar, saat dolar melemah, palladium cenderung menguat, memberikan alat perlindungan terhadap inflasi.
Keterbatasan pasokan secara struktural. Tambang utama di seluruh dunia menghadapi kendala karena mogok kerja atau investasi yang kurang, sehingga pasokan sulit meningkat cepat, sementara permintaan bisa tiba-tiba melonjak karena faktor geopolitik atau kebijakan, menciptakan peluang trading.
Dukungan permintaan industri yang kuat. Lebih dari 80% palladium digunakan dalam katalisator kendaraan, dan meskipun kendaraan listrik berkembang, kendaraan konvensional masih membutuhkan palladium selama bertahun-tahun, memberikan dasar fundamental yang solid.
Strategi Praktis Trading Palladium
Bagi investor umum, membeli langsung kontrak futures atau fisik palladium memiliki hambatan tinggi. Futures membutuhkan modal besar dan memiliki tanggal jatuh tempo, harus ditutup posisi atau dipindah saat jatuh tempo; pembelian fisik melibatkan biaya penyimpanan dan likuiditas.
Kontrak Perbedaan Harga (CFD) menawarkan solusi yang lebih fleksibel. Melalui CFD, investor dapat mengikuti pergerakan harga palladium dengan biaya lebih rendah tanpa harus memiliki fisik atau kontrak futures.
Keunggulan utama trading CFD:
Saat trading palladium CFD, disarankan menggunakan analisis teknikal, seperti Moving Average (MACD), Relative Strength Index (RSI), dan indikator lain untuk menilai tren dan kondisi overbought/oversold.
Kesimpulan: Apakah Palladium Layak Diinvestasikan?
Logika utama investasi palladium terletak pada posisinya yang unik—tidak seperti emas yang berfungsi sebagai safe haven, maupun perak yang banyak digunakan secara luas, palladium adalah komoditas yang sangat bergantung pada kebutuhan industri tertentu.
Secara jangka pendek, peningkatan adopsi kendaraan listrik memang menekan permintaan palladium tradisional, tetapi ketidakpastian pasokan dari Rusia, hambatan kapasitas Afrika Selatan, dan risiko geopolitik tetap memberi dukungan kenaikan harga. Dalam kisaran 1.050-1.150 USD, peluang trading jangka menengah tetap ada.
Bagi trader yang bersedia menanggung volatilitas dan mampu mengelola risiko, palladium bisa menjadi bagian dari portofolio logam mulia, mencari peluang profit dari selisih harga jangka pendek. Namun, pengambilan keputusan harus didasarkan pada analisis fundamental yang mendalam dan disiplin dalam stop loss, bukan sekadar mengikuti tren.