Ketika investor mencari suatu aset yang berpotensi namun tidak ditemukan di bursa utama, mereka sering harus beralih ke dunia investasi yang lebih besar—pasar over-the-counter (OTC). Pasar ini sebenarnya menyimpan peluang dan jebakan apa saja? Bagaimana melindungi diri dalam lingkungan tanpa pengawasan pusat? Artikel ini akan mengungkap secara menyeluruh logika operasi pasar OTC.
Esensi Pasar OTC: Jaringan Perdagangan yang Terdesentralisasi
Pasar OTC (Over The Counter) bukanlah perdagangan yang dilakukan di bursa resmi yang terpusat, melainkan dilakukan oleh investor melalui bank, broker, platform elektronik, atau kontak langsung, di titik-titik transaksi yang tersebar. Pasar ini juga dikenal sebagai “perdagangan di toko”, “perdagangan di meja broker”, atau “pasar over-the-counter”.
Berbeda dengan metode penetapan harga tunggal di pasar terpusat, harga di pasar OTC sepenuhnya dinegosiasikan oleh kedua belah pihak. Dalam pasar ini, identitas lawan transaksi sangat beragam—bisa berupa bank, broker, perusahaan sendiri, bahkan investor individu. Sifat yang tersebar ini memberi fleksibilitas unik pada pasar OTC, tetapi juga membawa tantangan dalam pengelolaan.
Siapa yang Bertransaksi di Pasar OTC?
Perusahaan yang tidak terdaftar di bursa atau belum mengajukan pendaftaran, terutama perusahaan kecil atau startup, sering menjadi peserta utama di pasar OTC. Tapi ini bukan aturan mutlak—beberapa perusahaan yang memenuhi syarat pendaftaran malah memilih pasar OTC untuk menghindari kewajiban pengungkapan informasi yang berlebihan dan tekanan kompetitif yang menyertainya.
Seiring perkembangan internet dan meningkatnya kebutuhan investor akan kemudahan transaksi, skala pasar OTC pun berkembang pesat. Ambang masuk yang longgar dan aturan transaksi yang fleksibel menjadikan pasar ini sebagai tujuan aliran dana yang besar. Namun, karena kurangnya kerangka pengawasan yang ketat dan kewajiban pengungkapan informasi, risiko pasar OTC pun meningkat—kedua belah pihak menghadapi risiko kredit lawan transaksi.
Kategori Aset yang Dapat Diperdagangkan di Pasar OTC
Pasar OTC tidak terbatas pada saham saja. Berikut adalah produk utama yang diperdagangkan:
Saham dan Obligasi: Selain saham yang terdaftar, pasar OTC menampung banyak saham perusahaan kecil yang tidak terdaftar atau tidak memenuhi syarat pendaftaran. Obligasi sangat umum di pasar OTC karena volume penerbitan besar, beragam jenis, tetapi frekuensi transaksi lebih rendah, sehingga fleksibilitas pasar OTC lebih cocok untuk aset ini.
Derivatif Keuangan dan Kontrak: Opsi, futures, kontrak selisih harga (CFD) dan produk terstruktur lainnya terutama diperdagangkan di pasar OTC, menawarkan investor lebih banyak alat lindung risiko dan leverage.
Valuta Asing dan Kripto: Perdagangan mata uang global hampir seluruhnya dilakukan di pasar OTC. Perdagangan Kripto menonjolkan keunggulan pasar OTC—investor dapat membeli sejumlah besar Kripto sekaligus, yang sering sulit dilakukan di bursa pusat.
Bagaimana Pasar OTC Beroperasi: Contoh Pasar Taiwan
Pasar OTC di Taiwan dioperasikan oleh Pusat Perdagangan di Meja Broker (disingkat sebagai Pusat OTC), mekanismenya hampir sama dengan pasar pendaftaran, hanya skala perusahaan dan regulasi pendaftarannya berbeda.
Proses Operasi meliputi tiga tahap: investor mengirim order ke broker → broker mengunggah order ke sistem pencocokan otomatis (ATS) Pusat OTC → ATS mencocokkan transaksi berdasarkan prinsip “prioritas harga, prioritas waktu”. Aturan teknis ini sinkron dengan pasar pendaftaran, tanpa perlu operasi tambahan atau fitur khusus.
Waktu dan Aturan Perdagangan:
Pra-pembukaan: 08:30–09:00
Jam perdagangan normal: 09:00–13:30
Penetapan harga setelah jam: 13:40–14:30
Frekuensi pencocokan: setiap 5 detik dilakukan pencocokan kolektif
Pasar OTC berbagi mekanisme perdagangan yang sama dengan pasar pendaftaran—pencocokan kolektif, transaksi pencocokan, dan batas waktu perdagangan harian. Oleh karena itu, partisipasi di pasar OTC tidak memerlukan syarat yang tinggi bagi investor umum.
Sistem penyelesaian menggunakan T+2 (penyelesaian dua hari kerja setelah transaksi), sama persis dengan saham terdaftar. Perusahaan yang terdaftar harus mematuhi ketentuan pengungkapan informasi (laporan kuartalan, laporan tahunan, pengumuman berita penting), sehingga transparansi pasar OTC lebih tinggi dibanding pasar OTC terkelola, dan investor mendapatkan informasi yang cukup.
Indeks OTC yang disusun oleh Pusat OTC Taiwan (juga disebut Indeks Pusat OTC) mencerminkan kondisi keseluruhan pasar saham OTC, dan banyak investor menggunakannya sebagai indikator kinerja pasar saham kecil dan menengah.
Perbandingan Pasar OTC dan Pasar Internal: Tujuh Dimensi
Keberadaan bursa saham bertujuan untuk menetapkan “spesifikasi” transaksi, sehingga aturan lebih ketat. Sedangkan pasar OTC lebih mendekati hukum dasar permintaan dan penawaran ekonomi, keduanya memiliki perbedaan mendasar:
Dimensi
Pasar Internal (Bursa Terpusat)
Pasar OTC (Over-the-Counter)
Karakter Produk
Standar
Non-standar, beragam
Mode Transaksi
Kolektif (Auction)
Negosiasi (Negotiation)
Lokasi Transaksi
Di bursa terpusat
Tersebar di berbagai broker dan lembaga keuangan
Produk Utama
Sekuritas standar, obligasi, futures, dana
Derivatif, valuta asing, CFD, saham tidak terdaftar
Kekuatan Regulasi
Ketat oleh pemerintah dan regulator
Lebih longgar
Transparansi Harga
Harga dan volume transaksi terbuka
Tidak selalu terbuka
Likuiditas Transaksi
Besar, likuiditas tinggi
Kecil, likuiditas relatif kurang
Perbedaan Standarisasi Produk: Pasar internal seperti layanan bank yang standar, pasar OTC seperti toko gadai yang unik—produk yang diperdagangkan lebih beragam, tetapi tingkat standarisasi rendah.
Pertimbangan Mode Transaksi: Kolektif di pasar internal bersifat transparan dan terbuka, tetapi keuntungan dari margin terbatas. Negosiasi di pasar OTC memberi ruang lebih besar untuk negosiasi, tetapi keunggulan informasi menjadi kunci—peserta yang paham aturan pasar bisa memperoleh keuntungan berlebih, sedangkan investor kurang pengalaman berisiko merugi.
Regulasi dan Keamanan: Pasar internal diawasi dan disetujui pemerintah, semua peserta dilindungi. Pasar OTC dikelola oleh broker umum, pengawasan lebih longgar, sehingga ada risiko penipuan oleh pihak tidak bertanggung jawab yang mendirikan bursa virtual. Investor harus memastikan platform memiliki lisensi dan regulasi dari pemerintah.
Likuiditas: Pasar internal karena pengawasan dan menarik dana internasional, memiliki likuiditas jauh lebih baik daripada pasar OTC. Ini berarti investor OTC mungkin menghadapi kondisi “harga tapi tidak pasar”—kesulitan mencairkan posisi pada harga yang diinginkan.
Fleksibilitas Transaksi: Pasar internal dengan pengendalian risiko ketat, leverage dan short selling terbatas; pasar OTC lebih bebas, memungkinkan penggunaan leverage lebih tinggi untuk memperbesar keuntungan, tetapi juga meningkatkan risiko secara proporsional.
Tiga Keunggulan Pasar OTC
Pilihan Investasi Multi-Dimensi: Pasar OTC membuka akses ke derivatif, opsi biner, perdagangan valuta asing dan pasar tingkat lanjut lainnya, memperluas ruang portofolio dibanding pasar terpusat.
Fleksibilitas Operasi Transaksi: Metode dan spesifikasi produk dapat disesuaikan dengan tujuan investasi, tidak terikat produk standar.
Ruang Leverage: Leverage di pasar tradisional terbatas dan diatur, sedangkan pasar OTC menawarkan berbagai pilihan leverage, memungkinkan investor memperbesar efisiensi modal dan potensi keuntungan.
Dalam kerangka regulasi yang semakin membaik, banyak broker telah mendapatkan lisensi dari lembaga keuangan terkenal dan diawasi, sehingga keamanan pasar OTC meningkat secara signifikan dan mendekati pasar pusat.
Risiko dan Bahaya Pasar OTC
Kurangnya Regulasi dan Risiko Penipuan: Pasar OTC tidak memiliki aturan yang seragam dan transparansi yang cukup, sehingga rentan terhadap broker penipuan. Berbeda dengan perusahaan yang terdaftar di bursa dan harus mematuhi regulasi ketat, risiko pengendalian risiko mereka lebih baik. Banyak perusahaan yang tidak memenuhi syarat bursa hanya bisa bertransaksi OTC, kualitasnya beragam.
Kurangnya Likuiditas: Sekuritas OTC jauh lebih kurang likuid dibanding pasar pusat, trader mungkin tidak bisa mendapatkan harga yang diinginkan, bahkan mengalami kesulitan menjual posisi.
Risiko Volatilitas Pasar: Seperti pasar saham, transaksi OTC juga dipengaruhi fluktuasi pasar. Berbeda dengan bursa utama, investor OTC seringkali tidak mendapatkan informasi pasar yang terbuka dan transparan, adanya kesenjangan informasi menciptakan keunggulan tidak simetris bagi beberapa peserta.
Risiko Lawan Transaksi: Negosiasi harga berarti penjual bisa menawarkan harga berbeda kepada pembeli berbeda. Selain itu, ada kasus penipuan dengan informasi palsu yang menipu investor. Beberapa produk sangat volatil dan likuiditas kecil, memperbesar risiko ini.
Apakah Pasar OTC Aman? Bagaimana Investor Menilai
Keamanan pasar OTC bukanlah penilaian mutlak—dibandingkan dengan pasar internal, memang memiliki risiko tertentu. Tapi risiko tersebut bisa dikelola secara efektif.
Standar utama penilaian adalah kredensial broker. Broker yang aman harus diawasi oleh berbagai tingkat dan memiliki kemampuan pengendalian risiko yang kuat. Investor harus memastikan platform memiliki lisensi dari pemerintah, seperti ASIC Australia, CIMA Cayman, FSC Mauritius, dan lain-lain.
Selanjutnya pilih produk yang matang dan likuid. Pasar valuta asing adalah contoh pasar OTC yang matang, investor harus memahami spread, kondisi likuiditas, kemudahan deposit dan penarikan.
Langkah ketiga adalah memeriksa langkah perlindungan investor. Platform resmi harus memiliki mekanisme penilaian risiko, identifikasi pelanggan (KYC), sistem pengaduan, dan perlindungan lain untuk mengurangi risiko transaksi.
Pasar OTC dan Ekosistem Pasar Taiwan
Pasar saham Taiwan terbagi menjadi dua pilar utama: “Bursa Saham” dan “Pusat Perdagangan di Meja Broker”. Struktur ini dirancang untuk memastikan perusahaan yang terdaftar memenuhi standar tertentu, sekaligus menghindari regulasi yang terlalu ketat yang menghambat perkembangan perusahaan baru. Banyak startup yang memiliki potensi inovatif, tetapi karena keterbatasan dana, sulit untuk memulai, sehingga sulit mengubah teori menjadi produk nyata.
Untuk mengatasi kontradiksi ini, pemerintah mendirikan Pusat OTC dan melonggarkan syarat pendaftaran OTC—perusahaan cukup mendapatkan rekomendasi dari minimal 2 broker pendamping untuk masuk, dan jika dalam 6 bulan mencapai profitabilitas atau perbaikan kondisi, dapat mengajukan transisi ke pendaftaran resmi.
Namun, pelonggaran syarat ini juga membawa kekacauan pasar. Selain perusahaan yang benar-benar berpotensi tetapi kekurangan dana, perusahaan abal-abal juga memanfaatkan peluang ini. Beberapa penipu bahkan menyamar sebagai broker nakal, merekomendasikan aset berisiko tinggi dan melakukan manipulasi harga untuk mengumpulkan dana investor ritel—ini adalah modus penipuan “pink sheet”.
Oleh karena itu, investor yang ingin berinvestasi di pasar OTC harus memiliki dua kemampuan: kemampuan memilih aset berkualitas dan kemampuan menilai broker yang terpercaya.
Panduan Pengambilan Keputusan Investasi di Pasar OTC
Sebelum berpartisipasi di pasar OTC, investor harus melakukan penilaian sistematis:
Pemilihan Platform: Utamakan broker yang diawasi oleh banyak lembaga, memiliki reputasi baik, dan lengkap dengan alat pengelolaan risiko.
Pemilihan Produk: Mulai dari aset matang dan likuid (seperti valuta asing, kripto terkenal), secara bertahap eksplorasi derivatif dan produk kompleks lainnya.
Manajemen Risiko: Tetapkan titik stop-loss dan target keuntungan secara jelas, gunakan leverage dengan hati-hati, hindari leverage berlebihan yang dapat menyebabkan margin call.
Pengumpulan Informasi: Pelajari analisis teknikal, fundamental, dan psikologi pasar untuk mengurangi kerugian akibat ketidakseimbangan informasi.
Pengelolaan Dana: Anggap dana OTC sebagai modal risiko, alokasikan proporsi yang rendah dari portofolio agar tidak terpengaruh secara besar jika pasar gagal.
Pasar OTC adalah frontier investasi yang penuh peluang sekaligus jebakan risiko. Kunci keberhasilannya terletak pada pengetahuan, kesadaran risiko, dan disiplin diri investor. Penggunaan yang tepat terhadap fleksibilitas dan keberagaman pasar OTC dapat menghasilkan keuntungan di atas ekspektasi; sebaliknya, tindakan sembrono bisa menyebabkan kerugian modal. Peluang dan risiko berjalan beriringan, kebijaksanaan dan kehati-hatian harus berjalan bersama.
Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
Panduan Kedalaman Perdagangan Over-the-Counter: Menyelami Wajah Sebenarnya Pasar OTC
Ketika investor mencari suatu aset yang berpotensi namun tidak ditemukan di bursa utama, mereka sering harus beralih ke dunia investasi yang lebih besar—pasar over-the-counter (OTC). Pasar ini sebenarnya menyimpan peluang dan jebakan apa saja? Bagaimana melindungi diri dalam lingkungan tanpa pengawasan pusat? Artikel ini akan mengungkap secara menyeluruh logika operasi pasar OTC.
Esensi Pasar OTC: Jaringan Perdagangan yang Terdesentralisasi
Pasar OTC (Over The Counter) bukanlah perdagangan yang dilakukan di bursa resmi yang terpusat, melainkan dilakukan oleh investor melalui bank, broker, platform elektronik, atau kontak langsung, di titik-titik transaksi yang tersebar. Pasar ini juga dikenal sebagai “perdagangan di toko”, “perdagangan di meja broker”, atau “pasar over-the-counter”.
Berbeda dengan metode penetapan harga tunggal di pasar terpusat, harga di pasar OTC sepenuhnya dinegosiasikan oleh kedua belah pihak. Dalam pasar ini, identitas lawan transaksi sangat beragam—bisa berupa bank, broker, perusahaan sendiri, bahkan investor individu. Sifat yang tersebar ini memberi fleksibilitas unik pada pasar OTC, tetapi juga membawa tantangan dalam pengelolaan.
Siapa yang Bertransaksi di Pasar OTC?
Perusahaan yang tidak terdaftar di bursa atau belum mengajukan pendaftaran, terutama perusahaan kecil atau startup, sering menjadi peserta utama di pasar OTC. Tapi ini bukan aturan mutlak—beberapa perusahaan yang memenuhi syarat pendaftaran malah memilih pasar OTC untuk menghindari kewajiban pengungkapan informasi yang berlebihan dan tekanan kompetitif yang menyertainya.
Seiring perkembangan internet dan meningkatnya kebutuhan investor akan kemudahan transaksi, skala pasar OTC pun berkembang pesat. Ambang masuk yang longgar dan aturan transaksi yang fleksibel menjadikan pasar ini sebagai tujuan aliran dana yang besar. Namun, karena kurangnya kerangka pengawasan yang ketat dan kewajiban pengungkapan informasi, risiko pasar OTC pun meningkat—kedua belah pihak menghadapi risiko kredit lawan transaksi.
Kategori Aset yang Dapat Diperdagangkan di Pasar OTC
Pasar OTC tidak terbatas pada saham saja. Berikut adalah produk utama yang diperdagangkan:
Saham dan Obligasi: Selain saham yang terdaftar, pasar OTC menampung banyak saham perusahaan kecil yang tidak terdaftar atau tidak memenuhi syarat pendaftaran. Obligasi sangat umum di pasar OTC karena volume penerbitan besar, beragam jenis, tetapi frekuensi transaksi lebih rendah, sehingga fleksibilitas pasar OTC lebih cocok untuk aset ini.
Derivatif Keuangan dan Kontrak: Opsi, futures, kontrak selisih harga (CFD) dan produk terstruktur lainnya terutama diperdagangkan di pasar OTC, menawarkan investor lebih banyak alat lindung risiko dan leverage.
Valuta Asing dan Kripto: Perdagangan mata uang global hampir seluruhnya dilakukan di pasar OTC. Perdagangan Kripto menonjolkan keunggulan pasar OTC—investor dapat membeli sejumlah besar Kripto sekaligus, yang sering sulit dilakukan di bursa pusat.
Bagaimana Pasar OTC Beroperasi: Contoh Pasar Taiwan
Pasar OTC di Taiwan dioperasikan oleh Pusat Perdagangan di Meja Broker (disingkat sebagai Pusat OTC), mekanismenya hampir sama dengan pasar pendaftaran, hanya skala perusahaan dan regulasi pendaftarannya berbeda.
Proses Operasi meliputi tiga tahap: investor mengirim order ke broker → broker mengunggah order ke sistem pencocokan otomatis (ATS) Pusat OTC → ATS mencocokkan transaksi berdasarkan prinsip “prioritas harga, prioritas waktu”. Aturan teknis ini sinkron dengan pasar pendaftaran, tanpa perlu operasi tambahan atau fitur khusus.
Waktu dan Aturan Perdagangan:
Pasar OTC berbagi mekanisme perdagangan yang sama dengan pasar pendaftaran—pencocokan kolektif, transaksi pencocokan, dan batas waktu perdagangan harian. Oleh karena itu, partisipasi di pasar OTC tidak memerlukan syarat yang tinggi bagi investor umum.
Sistem penyelesaian menggunakan T+2 (penyelesaian dua hari kerja setelah transaksi), sama persis dengan saham terdaftar. Perusahaan yang terdaftar harus mematuhi ketentuan pengungkapan informasi (laporan kuartalan, laporan tahunan, pengumuman berita penting), sehingga transparansi pasar OTC lebih tinggi dibanding pasar OTC terkelola, dan investor mendapatkan informasi yang cukup.
Indeks OTC yang disusun oleh Pusat OTC Taiwan (juga disebut Indeks Pusat OTC) mencerminkan kondisi keseluruhan pasar saham OTC, dan banyak investor menggunakannya sebagai indikator kinerja pasar saham kecil dan menengah.
Perbandingan Pasar OTC dan Pasar Internal: Tujuh Dimensi
Keberadaan bursa saham bertujuan untuk menetapkan “spesifikasi” transaksi, sehingga aturan lebih ketat. Sedangkan pasar OTC lebih mendekati hukum dasar permintaan dan penawaran ekonomi, keduanya memiliki perbedaan mendasar:
Perbedaan Standarisasi Produk: Pasar internal seperti layanan bank yang standar, pasar OTC seperti toko gadai yang unik—produk yang diperdagangkan lebih beragam, tetapi tingkat standarisasi rendah.
Pertimbangan Mode Transaksi: Kolektif di pasar internal bersifat transparan dan terbuka, tetapi keuntungan dari margin terbatas. Negosiasi di pasar OTC memberi ruang lebih besar untuk negosiasi, tetapi keunggulan informasi menjadi kunci—peserta yang paham aturan pasar bisa memperoleh keuntungan berlebih, sedangkan investor kurang pengalaman berisiko merugi.
Regulasi dan Keamanan: Pasar internal diawasi dan disetujui pemerintah, semua peserta dilindungi. Pasar OTC dikelola oleh broker umum, pengawasan lebih longgar, sehingga ada risiko penipuan oleh pihak tidak bertanggung jawab yang mendirikan bursa virtual. Investor harus memastikan platform memiliki lisensi dan regulasi dari pemerintah.
Likuiditas: Pasar internal karena pengawasan dan menarik dana internasional, memiliki likuiditas jauh lebih baik daripada pasar OTC. Ini berarti investor OTC mungkin menghadapi kondisi “harga tapi tidak pasar”—kesulitan mencairkan posisi pada harga yang diinginkan.
Fleksibilitas Transaksi: Pasar internal dengan pengendalian risiko ketat, leverage dan short selling terbatas; pasar OTC lebih bebas, memungkinkan penggunaan leverage lebih tinggi untuk memperbesar keuntungan, tetapi juga meningkatkan risiko secara proporsional.
Tiga Keunggulan Pasar OTC
Pilihan Investasi Multi-Dimensi: Pasar OTC membuka akses ke derivatif, opsi biner, perdagangan valuta asing dan pasar tingkat lanjut lainnya, memperluas ruang portofolio dibanding pasar terpusat.
Fleksibilitas Operasi Transaksi: Metode dan spesifikasi produk dapat disesuaikan dengan tujuan investasi, tidak terikat produk standar.
Ruang Leverage: Leverage di pasar tradisional terbatas dan diatur, sedangkan pasar OTC menawarkan berbagai pilihan leverage, memungkinkan investor memperbesar efisiensi modal dan potensi keuntungan.
Dalam kerangka regulasi yang semakin membaik, banyak broker telah mendapatkan lisensi dari lembaga keuangan terkenal dan diawasi, sehingga keamanan pasar OTC meningkat secara signifikan dan mendekati pasar pusat.
Risiko dan Bahaya Pasar OTC
Kurangnya Regulasi dan Risiko Penipuan: Pasar OTC tidak memiliki aturan yang seragam dan transparansi yang cukup, sehingga rentan terhadap broker penipuan. Berbeda dengan perusahaan yang terdaftar di bursa dan harus mematuhi regulasi ketat, risiko pengendalian risiko mereka lebih baik. Banyak perusahaan yang tidak memenuhi syarat bursa hanya bisa bertransaksi OTC, kualitasnya beragam.
Kurangnya Likuiditas: Sekuritas OTC jauh lebih kurang likuid dibanding pasar pusat, trader mungkin tidak bisa mendapatkan harga yang diinginkan, bahkan mengalami kesulitan menjual posisi.
Risiko Volatilitas Pasar: Seperti pasar saham, transaksi OTC juga dipengaruhi fluktuasi pasar. Berbeda dengan bursa utama, investor OTC seringkali tidak mendapatkan informasi pasar yang terbuka dan transparan, adanya kesenjangan informasi menciptakan keunggulan tidak simetris bagi beberapa peserta.
Risiko Lawan Transaksi: Negosiasi harga berarti penjual bisa menawarkan harga berbeda kepada pembeli berbeda. Selain itu, ada kasus penipuan dengan informasi palsu yang menipu investor. Beberapa produk sangat volatil dan likuiditas kecil, memperbesar risiko ini.
Apakah Pasar OTC Aman? Bagaimana Investor Menilai
Keamanan pasar OTC bukanlah penilaian mutlak—dibandingkan dengan pasar internal, memang memiliki risiko tertentu. Tapi risiko tersebut bisa dikelola secara efektif.
Standar utama penilaian adalah kredensial broker. Broker yang aman harus diawasi oleh berbagai tingkat dan memiliki kemampuan pengendalian risiko yang kuat. Investor harus memastikan platform memiliki lisensi dari pemerintah, seperti ASIC Australia, CIMA Cayman, FSC Mauritius, dan lain-lain.
Selanjutnya pilih produk yang matang dan likuid. Pasar valuta asing adalah contoh pasar OTC yang matang, investor harus memahami spread, kondisi likuiditas, kemudahan deposit dan penarikan.
Langkah ketiga adalah memeriksa langkah perlindungan investor. Platform resmi harus memiliki mekanisme penilaian risiko, identifikasi pelanggan (KYC), sistem pengaduan, dan perlindungan lain untuk mengurangi risiko transaksi.
Pasar OTC dan Ekosistem Pasar Taiwan
Pasar saham Taiwan terbagi menjadi dua pilar utama: “Bursa Saham” dan “Pusat Perdagangan di Meja Broker”. Struktur ini dirancang untuk memastikan perusahaan yang terdaftar memenuhi standar tertentu, sekaligus menghindari regulasi yang terlalu ketat yang menghambat perkembangan perusahaan baru. Banyak startup yang memiliki potensi inovatif, tetapi karena keterbatasan dana, sulit untuk memulai, sehingga sulit mengubah teori menjadi produk nyata.
Untuk mengatasi kontradiksi ini, pemerintah mendirikan Pusat OTC dan melonggarkan syarat pendaftaran OTC—perusahaan cukup mendapatkan rekomendasi dari minimal 2 broker pendamping untuk masuk, dan jika dalam 6 bulan mencapai profitabilitas atau perbaikan kondisi, dapat mengajukan transisi ke pendaftaran resmi.
Namun, pelonggaran syarat ini juga membawa kekacauan pasar. Selain perusahaan yang benar-benar berpotensi tetapi kekurangan dana, perusahaan abal-abal juga memanfaatkan peluang ini. Beberapa penipu bahkan menyamar sebagai broker nakal, merekomendasikan aset berisiko tinggi dan melakukan manipulasi harga untuk mengumpulkan dana investor ritel—ini adalah modus penipuan “pink sheet”.
Oleh karena itu, investor yang ingin berinvestasi di pasar OTC harus memiliki dua kemampuan: kemampuan memilih aset berkualitas dan kemampuan menilai broker yang terpercaya.
Panduan Pengambilan Keputusan Investasi di Pasar OTC
Sebelum berpartisipasi di pasar OTC, investor harus melakukan penilaian sistematis:
Pemilihan Platform: Utamakan broker yang diawasi oleh banyak lembaga, memiliki reputasi baik, dan lengkap dengan alat pengelolaan risiko.
Pemilihan Produk: Mulai dari aset matang dan likuid (seperti valuta asing, kripto terkenal), secara bertahap eksplorasi derivatif dan produk kompleks lainnya.
Manajemen Risiko: Tetapkan titik stop-loss dan target keuntungan secara jelas, gunakan leverage dengan hati-hati, hindari leverage berlebihan yang dapat menyebabkan margin call.
Pengumpulan Informasi: Pelajari analisis teknikal, fundamental, dan psikologi pasar untuk mengurangi kerugian akibat ketidakseimbangan informasi.
Pengelolaan Dana: Anggap dana OTC sebagai modal risiko, alokasikan proporsi yang rendah dari portofolio agar tidak terpengaruh secara besar jika pasar gagal.
Pasar OTC adalah frontier investasi yang penuh peluang sekaligus jebakan risiko. Kunci keberhasilannya terletak pada pengetahuan, kesadaran risiko, dan disiplin diri investor. Penggunaan yang tepat terhadap fleksibilitas dan keberagaman pasar OTC dapat menghasilkan keuntungan di atas ekspektasi; sebaliknya, tindakan sembrono bisa menyebabkan kerugian modal. Peluang dan risiko berjalan beriringan, kebijaksanaan dan kehati-hatian harus berjalan bersama.