Global economic downturn, 40 practical advice for ordinary people (those who are not ordinary can ignore)
1. Berhati-hati membeli rumah, utamakan membersihkan properti berlebih di kota tingkat kedua dan di bawahnya, kurangi risiko likuiditas aset.
2. Sebarkan dana di empat bank besar, satu bank tidak lebih dari 50 juta, keamanan lebih diutamakan daripada keuntungan.
3. Dalam satu keluarga, sebaiknya mempertahankan satu kartu keluarga desa, ini adalah sumber perlindungan jangka panjang.
4. Usahakan tidak meminjam uang, meminjam mudah, membayar kembali paling sulit.
5. Pola makan sehari-hari didasarkan pada kesegaran, beli apa yang murah di pasar.
6. Lebih baik hidup rendah hati, daripada terobsesi untuk tampil di sorotan.
7. Mencari pekerjaan semakin sulit, jangan mudah mengundurkan diri, apalagi berganti bidang secara sembarangan, ganti bidang biasanya memakan waktu bertahun-tahun.
8. Selain hal yang langsung terkait dengan penghasilan dan bertahan hidup, kurangilah perhatian dan keterlibatan.
9. Uang tunai adalah raja, hilangkan belanja online dan impuls konsumsi yang tidak perlu.
10. Jangan mudah memperluas bisnis, jika tidak melihat harapan, segera hentikan kerugian.
11. Periksa kesehatan sejak dini jika merasa tidak enak badan, penyakit kecil yang dibiarkan bisa menjadi besar, biayanya lebih tinggi.
12. Harus memiliki kesadaran risiko, tabungan minimal cukup untuk menutupi kebutuhan hidup dasar selama 3 tahun.
13. Lebih baik mendapatkan 6000 di tempat kerja yang stabil daripada 10000 di perusahaan swasta yang tidak pasti.
14. Semakin biasa-biasa saja kondisinya, semakin penting membayar asuransi sosial selama 15 tahun, pensiun harus bergantung pada sistem, bukan anak.
15. Jika bisa, jangan membeli rumah dan mobil, jika harus beli, bayar tunai sebisa mungkin, hindari utang jangka panjang.
16. Baik online maupun telepon, selama melibatkan transfer uang, tolak semua.
17. Jangan berharap orang lain, di dunia ini tidak ada yang berkewajiban baik padamu selain orang tua.
18. Luangkan waktu luang untuk membaca dan belajar, tingkatkan keunggulan diri yang tidak tergantikan.
19. Untuk anak-anak, mengembangkan kemampuan bertahan hidup mandiri lebih penting daripada meninggalkan kekayaan.
20. Kurangi begadang, berhenti merokok dan minum alkohol. Sakit satu hari sering menghambat tiga hari kerja, kesehatan adalah tabungan tak kasat mata.
21. Jangan ikut acara kumpul yang tidak bermakna, jangan pamer murah hati, jangan sering mengundang orang.
22. Jangan meminjam uang kepada siapa pun, termasuk kerabat dan teman.
23. Jangan ikut urusan yang tidak penting, jangan memaksakan pendapat jika tidak cocok, hindari konsumsi yang tidak perlu.
24. Jauhkan dari perusahaan yang hanya pandai berjanji besar, uang yang didapat dan kemampuan yang benar-benar dipelajari yang paling penting.
25. Sesuaikan kegiatan dengan jumlah uang di kantong, hindari cicilan dan kartu kredit jika bisa.
26. Belajar menahan diri dan berhemat, terlalu murah hati hanya akan menarik orang yang ingin mengambil keuntungan.
27. Usahakan tidak bepergian ke luar negeri sendirian, utamakan berangkat bersama.
28. Berhati-hatilah dalam berbicara dan bertindak, timbang dulu manfaat dan kerugiannya sebelum bicara dan bertindak.
29. Jika bisa beli barang konsumsi secara grosir, hindari belanja satuan, rencanakan sebelumnya agar hemat.
30. Setelah dipikir matang, langsung lakukan, menunggu dan bergantung hanya akan membuat gagal, aksi yang nyata yang akan memberi hasil.
31. Jangan pamer kebahagiaan, keberhasilan, kekayaan, rendah hati adalah rasa aman jangka panjang.
32. Kurangi interaksi sosial yang tidak efektif, banyak orang membawa masalah. Tempat spiritual bisa alam, musik, atau hobi, bukan orang.
33. Kurangi pergi ke daerah pantai yang berisiko tinggi, hindari makan seafood yang tidak pasti.
34. Jika memungkinkan, tanam sendiri sayur-sayuran, setidaknya bisa memenuhi kebutuhan sayur dasar.
35. Coba pekerjaan sampingan atau paruh waktu, seperti mengemudi, les privat, menerima artikel, hargai setiap penghasilan.
36. Belajar mengendalikan emosi, hindari suka marah dan berubah-ubah, emosi yang tidak terkendali sering merusak diri sendiri.
37. Jalani setiap hari dengan serius, waktu akan memberi jawaban perlahan-lahan.
38. Jangan berinvestasi dalam hal yang tidak kamu mengerti, manusia tidak akan pernah mendapatkan uang di luar pengetahuan.
39. Jangan terlalu percaya pada pepatah "uang didapat dari kerja keras, bukan dari penghematan", bertahan hidup dulu lebih penting.
40. Menghasilkan uang seperti menusuk air dengan jarum, menggunakan uang seperti menyiram pasir, berhemat dan mengelola keuangan secara cermat adalah cara menjaga kestabilan hidup.
Dalam beberapa tahun terakhir, yang paling penting bagi kita orang biasa bukanlah mengubah nasib secara luar biasa, tetapi menjaga kehidupan, menjaga garis bawah, dan hidup lebih lama.
Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
Global economic downturn, 40 practical advice for ordinary people (those who are not ordinary can ignore)
1. Berhati-hati membeli rumah, utamakan membersihkan properti berlebih di kota tingkat kedua dan di bawahnya, kurangi risiko likuiditas aset.
2. Sebarkan dana di empat bank besar, satu bank tidak lebih dari 50 juta, keamanan lebih diutamakan daripada keuntungan.
3. Dalam satu keluarga, sebaiknya mempertahankan satu kartu keluarga desa, ini adalah sumber perlindungan jangka panjang.
4. Usahakan tidak meminjam uang, meminjam mudah, membayar kembali paling sulit.
5. Pola makan sehari-hari didasarkan pada kesegaran, beli apa yang murah di pasar.
6. Lebih baik hidup rendah hati, daripada terobsesi untuk tampil di sorotan.
7. Mencari pekerjaan semakin sulit, jangan mudah mengundurkan diri, apalagi berganti bidang secara sembarangan, ganti bidang biasanya memakan waktu bertahun-tahun.
8. Selain hal yang langsung terkait dengan penghasilan dan bertahan hidup, kurangilah perhatian dan keterlibatan.
9. Uang tunai adalah raja, hilangkan belanja online dan impuls konsumsi yang tidak perlu.
10. Jangan mudah memperluas bisnis, jika tidak melihat harapan, segera hentikan kerugian.
11. Periksa kesehatan sejak dini jika merasa tidak enak badan, penyakit kecil yang dibiarkan bisa menjadi besar, biayanya lebih tinggi.
12. Harus memiliki kesadaran risiko, tabungan minimal cukup untuk menutupi kebutuhan hidup dasar selama 3 tahun.
13. Lebih baik mendapatkan 6000 di tempat kerja yang stabil daripada 10000 di perusahaan swasta yang tidak pasti.
14. Semakin biasa-biasa saja kondisinya, semakin penting membayar asuransi sosial selama 15 tahun, pensiun harus bergantung pada sistem, bukan anak.
15. Jika bisa, jangan membeli rumah dan mobil, jika harus beli, bayar tunai sebisa mungkin, hindari utang jangka panjang.
16. Baik online maupun telepon, selama melibatkan transfer uang, tolak semua.
17. Jangan berharap orang lain, di dunia ini tidak ada yang berkewajiban baik padamu selain orang tua.
18. Luangkan waktu luang untuk membaca dan belajar, tingkatkan keunggulan diri yang tidak tergantikan.
19. Untuk anak-anak, mengembangkan kemampuan bertahan hidup mandiri lebih penting daripada meninggalkan kekayaan.
20. Kurangi begadang, berhenti merokok dan minum alkohol. Sakit satu hari sering menghambat tiga hari kerja, kesehatan adalah tabungan tak kasat mata.
21. Jangan ikut acara kumpul yang tidak bermakna, jangan pamer murah hati, jangan sering mengundang orang.
22. Jangan meminjam uang kepada siapa pun, termasuk kerabat dan teman.
23. Jangan ikut urusan yang tidak penting, jangan memaksakan pendapat jika tidak cocok, hindari konsumsi yang tidak perlu.
24. Jauhkan dari perusahaan yang hanya pandai berjanji besar, uang yang didapat dan kemampuan yang benar-benar dipelajari yang paling penting.
25. Sesuaikan kegiatan dengan jumlah uang di kantong, hindari cicilan dan kartu kredit jika bisa.
26. Belajar menahan diri dan berhemat, terlalu murah hati hanya akan menarik orang yang ingin mengambil keuntungan.
27. Usahakan tidak bepergian ke luar negeri sendirian, utamakan berangkat bersama.
28. Berhati-hatilah dalam berbicara dan bertindak, timbang dulu manfaat dan kerugiannya sebelum bicara dan bertindak.
29. Jika bisa beli barang konsumsi secara grosir, hindari belanja satuan, rencanakan sebelumnya agar hemat.
30. Setelah dipikir matang, langsung lakukan, menunggu dan bergantung hanya akan membuat gagal, aksi yang nyata yang akan memberi hasil.
31. Jangan pamer kebahagiaan, keberhasilan, kekayaan, rendah hati adalah rasa aman jangka panjang.
32. Kurangi interaksi sosial yang tidak efektif, banyak orang membawa masalah. Tempat spiritual bisa alam, musik, atau hobi, bukan orang.
33. Kurangi pergi ke daerah pantai yang berisiko tinggi, hindari makan seafood yang tidak pasti.
34. Jika memungkinkan, tanam sendiri sayur-sayuran, setidaknya bisa memenuhi kebutuhan sayur dasar.
35. Coba pekerjaan sampingan atau paruh waktu, seperti mengemudi, les privat, menerima artikel, hargai setiap penghasilan.
36. Belajar mengendalikan emosi, hindari suka marah dan berubah-ubah, emosi yang tidak terkendali sering merusak diri sendiri.
37. Jalani setiap hari dengan serius, waktu akan memberi jawaban perlahan-lahan.
38. Jangan berinvestasi dalam hal yang tidak kamu mengerti, manusia tidak akan pernah mendapatkan uang di luar pengetahuan.
39. Jangan terlalu percaya pada pepatah "uang didapat dari kerja keras, bukan dari penghematan", bertahan hidup dulu lebih penting.
40. Menghasilkan uang seperti menusuk air dengan jarum, menggunakan uang seperti menyiram pasir, berhemat dan mengelola keuangan secara cermat adalah cara menjaga kestabilan hidup.
Dalam beberapa tahun terakhir, yang paling penting bagi kita orang biasa bukanlah mengubah nasib secara luar biasa, tetapi menjaga kehidupan, menjaga garis bawah, dan hidup lebih lama.