Sumber: CryptoNewsNet
Judul Asli: ED Serbu Beberapa Lokasi di India atas Dugaan Perusahaan Investasi Crypto Palsu
Tautan Asli:
Direktorat Penegakan Hukum (ED) menyergap beberapa lokasi di Chandigarh dan Haryana, India, terkait keterlibatan mereka dengan Crypto World Trading Company. Dirancang sebagai perusahaan investasi crypto palsu, perusahaan ini diduga telah menipu banyak investor yang sebagian besar berasal dari wilayah Haryana utara. Penyidikan oleh ED sedang berlangsung, tetapi rincian sejauh ini sangat mengerikan.
Lokasi Serbuan ED di Haryana dan Chandigarh
Sebanyak 9 lokasi diserbu oleh ED di seluruh Haryana dan Chandigarh, berdasarkan ketentuan Undang-Undang Pencegahan Pencucian Uang (PMLA), 2002. Operasi pencarian dilakukan secara khusus di Kurukshetra, Ambala, Chandigarh, dan Karnal, setelah keterlibatan perusahaan investasi crypto palsu dalam menipu investor untuk kerugian mencapai ratusan crore Rupees terungkap.
Pihak berwenang sejauh ini telah menyita berbagai bukti digital dan dokumen yang memberatkan. Pejabat juga membekukan 18 rekening bank, yang diduga memiliki hasil sebesar sekitar ₹22,38 lakh. Selain itu, ED menyita ₹4 lakh dalam bentuk tunai dan hampir ₹3 crore nilai properti tidak bergerak.
Laporan menekankan bahwa jumlah tersebut diambil dari korban secara tunai, yang kemudian diminta untuk berinvestasi dalam kelipatan ₹8.000.
Dasar Serbuan ED
ED bertindak berdasarkan FIR yang didaftarkan oleh polisi Haryana. FIR menyebutkan Vikas Kalra, Tarun Maneja, Kapil Kumar, dan Pawan Kumar, beserta cara mereka menarik investor untuk berinvestasi di Crypto World Trading Company. Banyak investor tertarik dan akhirnya mentransfer uang ke dompet crypto mereka di bursa tertentu.
Uang yang diterima kemudian dialirkan ke rekening bank anggota keluarga mereka, serta rekan-rekan. Tersangka dalam kasus ini, menurut laporan, memanfaatkan dana tersebut untuk membeli properti tidak bergerak atas nama anggota keluarga mereka.
Volatilitas di Pasar Crypto
Serbuan oleh ED datang saat pasar crypto sedang mengalami volatilitas sedang hingga tinggi. Token utama seperti BTC dan ETH berusaha pulih dari pencapaian milestone utama $90k dan $3k. Pasar crypto global berada di bawah tanda $3 triliun, dengan Indeks Altcoin dan FGI mencatat 20 dan 32 poin dalam peringkat mereka, sesuai urutan tersebut.
Insiden Crypto World Trading Company menyoroti pentingnya riset menyeluruh dan penilaian risiko sebelum berinvestasi dalam aset crypto.
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
ED Serbu Beberapa Lokasi di India atas Perusahaan Investasi Kripto Palsu
Sumber: CryptoNewsNet Judul Asli: ED Serbu Beberapa Lokasi di India atas Dugaan Perusahaan Investasi Crypto Palsu Tautan Asli: Direktorat Penegakan Hukum (ED) menyergap beberapa lokasi di Chandigarh dan Haryana, India, terkait keterlibatan mereka dengan Crypto World Trading Company. Dirancang sebagai perusahaan investasi crypto palsu, perusahaan ini diduga telah menipu banyak investor yang sebagian besar berasal dari wilayah Haryana utara. Penyidikan oleh ED sedang berlangsung, tetapi rincian sejauh ini sangat mengerikan.
Lokasi Serbuan ED di Haryana dan Chandigarh
Sebanyak 9 lokasi diserbu oleh ED di seluruh Haryana dan Chandigarh, berdasarkan ketentuan Undang-Undang Pencegahan Pencucian Uang (PMLA), 2002. Operasi pencarian dilakukan secara khusus di Kurukshetra, Ambala, Chandigarh, dan Karnal, setelah keterlibatan perusahaan investasi crypto palsu dalam menipu investor untuk kerugian mencapai ratusan crore Rupees terungkap.
Pihak berwenang sejauh ini telah menyita berbagai bukti digital dan dokumen yang memberatkan. Pejabat juga membekukan 18 rekening bank, yang diduga memiliki hasil sebesar sekitar ₹22,38 lakh. Selain itu, ED menyita ₹4 lakh dalam bentuk tunai dan hampir ₹3 crore nilai properti tidak bergerak.
Laporan menekankan bahwa jumlah tersebut diambil dari korban secara tunai, yang kemudian diminta untuk berinvestasi dalam kelipatan ₹8.000.
Dasar Serbuan ED
ED bertindak berdasarkan FIR yang didaftarkan oleh polisi Haryana. FIR menyebutkan Vikas Kalra, Tarun Maneja, Kapil Kumar, dan Pawan Kumar, beserta cara mereka menarik investor untuk berinvestasi di Crypto World Trading Company. Banyak investor tertarik dan akhirnya mentransfer uang ke dompet crypto mereka di bursa tertentu.
Uang yang diterima kemudian dialirkan ke rekening bank anggota keluarga mereka, serta rekan-rekan. Tersangka dalam kasus ini, menurut laporan, memanfaatkan dana tersebut untuk membeli properti tidak bergerak atas nama anggota keluarga mereka.
Volatilitas di Pasar Crypto
Serbuan oleh ED datang saat pasar crypto sedang mengalami volatilitas sedang hingga tinggi. Token utama seperti BTC dan ETH berusaha pulih dari pencapaian milestone utama $90k dan $3k. Pasar crypto global berada di bawah tanda $3 triliun, dengan Indeks Altcoin dan FGI mencatat 20 dan 32 poin dalam peringkat mereka, sesuai urutan tersebut.
Insiden Crypto World Trading Company menyoroti pentingnya riset menyeluruh dan penilaian risiko sebelum berinvestasi dalam aset crypto.