Akankah Emas Melampaui $5.000 di tahun 2026? Apa Kata Raksasa Hedge Fund Ray Dalio tentang Portofolio Anda

Mengapa Emas Memiliki Momentnya

Logam kuning ini melonjak 67% di tahun 2025—jauh melampaui rata-rata pengembalian tahunan historis sebesar 7,96% selama tiga dekade. Rally eksplosif ini mencerminkan apa yang terjadi di ekonomi nyata: investor berlomba ke emas sebagai lindung nilai terhadap inflasi, ketegangan geopolitik, dan ketidakstabilan fiskal.

Tidak sulit untuk melihat mengapa. Sepanjang sejarah, emas tetap mempertahankan statusnya sebagai penyimpan nilai utama di seluruh pemerintahan, bank sentral, dan portofolio institusional di seluruh dunia. Alasannya sederhana: kelangkaan. Hanya 216.265 ton emas yang telah diekstraksi dalam sejarah manusia, dibandingkan dengan miliaran ton komoditas lain. Setelah hilang, tidak bisa dibuat lagi.

Ketidakberubahan itu adalah alasan mengapa emas penting di era pasokan uang yang meledak. Sebelum 1971, AS beroperasi di bawah standar emas, yang mengaitkan dolar dengan cadangan logam fisik dan membatasi jumlah mata uang yang bisa dicetak. Sejak meninggalkan sistem itu, AS menyaksikan pasokan uang berkembang secara dramatis—mengakibatkan pengikisan daya beli dolar AS sebesar 90%.

Latar Belakang Fiskal yang Mendorong Harga Emas Naik

Angka-angka menunjukkan cerita yang keras. Utang nasional AS baru saja mencapai $38,5 triliun, dengan defisit anggaran sebesar $1,8 triliun selama tahun fiskal 2025 saja. Menghadapi kewajiban yang meningkat dan tampaknya kurangnya niat politik untuk mengurangi pengeluaran, pembuat kebijakan tampaknya hanya memiliki satu tuas tersisa: menurunkan nilai mata uang dengan mencetak lebih banyak uang.

Di situlah emas masuk ke dalam gambar. Investor tahu bahwa pencetakan uang yang meluas secara historis memicu inflasi, yang mengikis daya beli—dan emas adalah antidot klasiknya. Korelasi ini tak terbantahkan: seiring pasokan uang berkembang selama beberapa dekade terakhir, harga emas naik, bahkan saat dolar melemah.

Panggilan Alokasi Tidak Konvensional Ray Dalio

Kebijaksanaan konvensional menyarankan membatasi emas sekitar 5% dari portofolio, mengingat bahwa biasanya emas berkinerja lebih buruk dibandingkan aset penghasil pendapatan seperti saham. Tapi Ray Dalio, pendiri Bridgewater Associates dan pengamat pola historis yang terkenal, memiliki pandangan berbeda. Berbicara di Greenwich Economic Forum, Dalio merekomendasikan meningkatkan alokasi emas hingga sebanyak 15%—sebuah ambang batas yang secara signifikan lebih tinggi dibandingkan saran standar.

Alasannya berasal dari sejarah. Dalio telah lama memperingatkan tentang konsekuensi dari kebijakan fiskal yang ceroboh, dan dia melihat paralel dengan tahun 1970-an—era ketika inflasi yang melambung, pengeluaran pemerintah, dan utang yang meningkat menghancurkan kepercayaan terhadap mata uang kertas. Mengingat kondisi serupa saat ini, saran dia layak dipertimbangkan secara serius.

Target $5.000 dan Apa Artinya bagi Investor

Emas saat ini diperdagangkan di $4.400 per ons, sudah mencapai level tertinggi sepanjang masa. Jika logam ini melanjutkan momentum dan menembus $5.000 selama 2026, investor yang mengakumulasi posisi sekarang bisa meraih keuntungan hampir 14%.

Hasil seperti itu tidaklah tidak masuk akal. Indeks Harga Konsumen tetap tinggi, dan dengan defisit triliunan dolar yang diproyeksikan akan terus berlanjut, lingkungan makroekonomi tetap mendukung logam mulia. Kondisi yang mendorong rally luar biasa emas sebesar 67% di 2025 tidak menunjukkan tanda-tanda akan berbalik.

Mendapatkan Eksposur: Jalan Praktis

Meskipun membeli emas fisik menawarkan kepemilikan langsung, hal ini menimbulkan komplikasi: biaya penyimpanan, biaya asuransi, dan tantangan likuiditas saat Anda perlu menjual dengan cepat. Di sinilah exchange-traded funds (ETFs) bersinar.

SPDR Gold Trust (GLD) adalah salah satu yang terbesar, mengelola $146 miliar dalam aset yang sepenuhnya didukung emas. Ini menawarkan likuiditas instan—beli atau jual dengan satu klik mouse—tanpa repot menyimpan logam batangan. Rasio biaya tahunan sebesar 0,4% setara dengan hanya $40 per tahun untuk investasi $10.000, yang biasanya lebih murah dibandingkan mengasuransikan dan menyimpan logam fisik dalam jangka panjang.

Bagi investor rata-rata, GLD adalah cara paling mudah untuk mendapatkan eksposur emas dan memanfaatkan potensi kenaikan saat logam ini menuju ambang $5.000 di 2026.

Kesimpulan

Saran Ray Dalio untuk secara signifikan meningkatkan bobot emas mungkin terlihat agresif dibandingkan alokasi tradisional 5%, tetapi dalam lingkungan yang ditandai oleh kelebihan fiskal dan ekspansi moneter, hal ini layak dipertimbangkan secara serius. Jika emas menembus $5.000 tahun depan seperti yang diproyeksikan saat ini, titik masuk hari ini bisa menjadi sangat menarik.

Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
  • Hadiah
  • Komentar
  • Posting ulang
  • Bagikan
Komentar
0/400
Tidak ada komentar
  • Sematkan

Perdagangkan Kripto Di Mana Saja Kapan Saja
qrCode
Pindai untuk mengunduh aplikasi Gate
Komunitas
Bahasa Indonesia
  • 简体中文
  • English
  • Tiếng Việt
  • 繁體中文
  • Español
  • Русский
  • Français (Afrique)
  • Português (Portugal)
  • Bahasa Indonesia
  • 日本語
  • بالعربية
  • Українська
  • Português (Brasil)