Mendengar satu kalimat yang paling menyakitkan adalah: Kamu bukan tidak melakukan stop loss, kamu sama sekali tidak punya uang untuk bertahan sampai stop loss tersentuh.
Kalimat ini terdengar menyakitkan? Membantah, merasa tersinggung, ingin menjelaskan? Maka kamu adalah pembaca target dari artikel ini.
**Kebohongan termurah di dunia kripto disebut "Saya punya stop loss"**
Di bursa sering terdengar tiga kalimat: "Tenang, saya punya stop loss", "Risiko ini tidak besar", "Kerugian maksimal X%". Terlihat sangat profesional.
Tapi kenyataannya? Kebanyakan orang hanya menganggap stop loss sebagai penghibur psikologis di dalam kepala.
Masalah yang benar-benar menyakitkan bukanlah apakah ada stop loss, melainkan: Apakah kamu punya uang untuk bertahan sampai saat itu?
**Bursa hanya mengakui satu kebenaran**
Proses trading yang kamu pikirkan: Harga → ke stop loss → menyerah → tutup posisi
Proses trading nyata: Harga → margin tidak cukup → paksa tutup → keluar dari posisi (stop loss kamu? Itu cuma penghibur setelah kejadian)
Bursa sama sekali tidak peduli apa yang kamu pikirkan di dalam hati. Mereka hanya mengakui satu hal: Apakah margin kamu cukup untuk menahan harga sampai ke level stop loss?
**Ini adalah dua jenis stop loss yang berbeda**
Setiap transaksi sebenarnya menghadapi dua stop loss:
Satu adalah level stop loss yang kamu tetapkan sendiri — ini berapa banyak kerugian yang kamu mau.
Satu lagi adalah garis paksa tutup dari bursa — ini berapa banyak kerugian maksimal yang bisa kamu tanggung.
Kesalahan fatal 90% trader ritel adalah menganggap kedua hal ini sebagai satu hal.
Mereka berpikir: "Saya stop loss di sini, jadi kerugian maksimalnya segini."
Tapi jika margin kamu < kerugian yang sesuai dengan level stop loss? Hasilnya hanya satu: paksa tutup pasti datang lebih dulu daripada stop loss.
**Ini bukan masalah teknik, ini matematika dasar**
Ada yang mulai menyalahkan: "Apakah saya salah gambar stop loss?", "Slippage platform?", "Apakah saya terkena pin?"
Tidak sama sekali. Ini murni masalah matematika.
Satu kalimat: Uang yang kamu taruh tidak cukup untuk menutupi kerugian yang kamu rencanakan. Kamu bukan salah menentukan arah, tapi posisi kamu dari awal sudah mati secara struktur.
**"Margin terisolasi kan cuma rugi segini?" — lagi-lagi menipu diri sendiri**
Ini adalah salah satu penipuan diri klasik di dunia kripto. Banyak orang bilang: "Saya pakai margin terisolasi, kan kalau bangkrut cuma rugi segini?"
Benar, tapi masalahnya: Berapa banyak kerugian yang sebenarnya kamu rencanakan?
Kalau kamu berencana rugi maksimal 100, tapi margin terisolasi cuma 30, apa kenyataannya? Kamu bukan mengendalikan risiko, kamu malah dihentikan bursa lebih dulu. Kamu bukan menjalankan stop loss, kamu sedang bertaruh agar harga tidak menyentuh garis paksa tutup.
**Urutan trader profesional berlawanan dengan kamu**
Strategi trader ritel: Melihat peluang → memilih leverage → membuka posisi → berdoa stop loss berfungsi
Urutan trader profesional: Tentukan dulu kerugian maksimal → hitung posisi → baru putuskan apakah berani buka posisi
Intinya cuma satu: Margin ≥ risiko yang bisa ditanggung, baru bisa bicara soal stop loss. Kalau tidak, semua "stop loss ketat" hanyalah menipu diri sendiri.
**Cara cepat mengenali "Order pasti meledak"**
Jangan lihat indikator sebanyak itu, cukup perhatikan satu hal:
Apakah margin ÷ risiko ≥ 1?
≥ 1 → Kamu berhak menunggu stop loss tersentuh
< 1 → Jangan buka, dari sudut matematika posisi ini seharusnya tidak ada
Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
8 Suka
Hadiah
8
5
Posting ulang
Bagikan
Komentar
0/400
LiquidationTherapist
· 01-08 02:50
Sial, ini menyentuh titik sakit, aku sebelumnya juga pernah dipaksa likuidasi seperti ini
---
Ucapan terlalu keras, tapi memang kebanyakan orang sama sekali tidak menghitung hal ini
---
Jangan main-main jika margin tidak cukup, ini pelajaran yang aku pelajari setelah beberapa kali rugi
---
Begitu garis likuidasi muncul, aku tahu aku sudah selesai, saat itu stop loss sudah tidak berguna lagi
---
Logika pemain profesional dan kita justru berlawanan, makanya mereka bisa bertahan lama
---
Margin 30 dolar dan ingin stop loss kerugian 100, bukankah ini menipu diri sendiri
---
Setiap kali aku bilang aku punya stop loss, tapi saat dipaksa likuidasi, semuanya tidak bisa diselamatkan
---
Inilah sebabnya aku sekarang selalu hitung posisi sebelum order, kalau tidak, ya mati sendiri
---
Sakit memang menyakitkan, tapi memang kenyataannya, sebagian besar trader ritel pernah mengalami ini
---
Tidak punya uang untuk bertahan sampai stop loss, terdengar menyakitkan tapi inilah kenyataan di dunia kripto
Lihat AsliBalas0
GhostAddressHunter
· 01-08 00:49
Sial, itu aku, tidak punya uang masih berani buka leverage ya itu cari mati
Lihat AsliBalas0
SnapshotLaborer
· 01-05 04:56
Melihatnya langsung membuat saya merasa down... Operasi saya selama beberapa bulan ini benar-benar seperti bertaruh di garis likuidasi paksa
Lihat AsliBalas0
RugpullAlertOfficer
· 01-05 04:53
Astaga, kata-kata ini terlalu menyakitimu, aku merasa ini seperti sedang berbicara tentang aku sendiri
Lihat AsliBalas0
Ramen_Until_Rich
· 01-05 04:37
Satu pukulan mengenai dada, tidak salah apa yang dikatakan, saya harus merenung dan introspeksi diri
Mendengar satu kalimat yang paling menyakitkan adalah: Kamu bukan tidak melakukan stop loss, kamu sama sekali tidak punya uang untuk bertahan sampai stop loss tersentuh.
Kalimat ini terdengar menyakitkan? Membantah, merasa tersinggung, ingin menjelaskan? Maka kamu adalah pembaca target dari artikel ini.
**Kebohongan termurah di dunia kripto disebut "Saya punya stop loss"**
Di bursa sering terdengar tiga kalimat: "Tenang, saya punya stop loss", "Risiko ini tidak besar", "Kerugian maksimal X%". Terlihat sangat profesional.
Tapi kenyataannya? Kebanyakan orang hanya menganggap stop loss sebagai penghibur psikologis di dalam kepala.
Masalah yang benar-benar menyakitkan bukanlah apakah ada stop loss, melainkan: Apakah kamu punya uang untuk bertahan sampai saat itu?
**Bursa hanya mengakui satu kebenaran**
Proses trading yang kamu pikirkan: Harga → ke stop loss → menyerah → tutup posisi
Proses trading nyata: Harga → margin tidak cukup → paksa tutup → keluar dari posisi (stop loss kamu? Itu cuma penghibur setelah kejadian)
Bursa sama sekali tidak peduli apa yang kamu pikirkan di dalam hati. Mereka hanya mengakui satu hal: Apakah margin kamu cukup untuk menahan harga sampai ke level stop loss?
**Ini adalah dua jenis stop loss yang berbeda**
Setiap transaksi sebenarnya menghadapi dua stop loss:
Satu adalah level stop loss yang kamu tetapkan sendiri — ini berapa banyak kerugian yang kamu mau.
Satu lagi adalah garis paksa tutup dari bursa — ini berapa banyak kerugian maksimal yang bisa kamu tanggung.
Kesalahan fatal 90% trader ritel adalah menganggap kedua hal ini sebagai satu hal.
Mereka berpikir: "Saya stop loss di sini, jadi kerugian maksimalnya segini."
Tapi jika margin kamu < kerugian yang sesuai dengan level stop loss? Hasilnya hanya satu: paksa tutup pasti datang lebih dulu daripada stop loss.
**Ini bukan masalah teknik, ini matematika dasar**
Ada yang mulai menyalahkan: "Apakah saya salah gambar stop loss?", "Slippage platform?", "Apakah saya terkena pin?"
Tidak sama sekali. Ini murni masalah matematika.
Satu kalimat: Uang yang kamu taruh tidak cukup untuk menutupi kerugian yang kamu rencanakan. Kamu bukan salah menentukan arah, tapi posisi kamu dari awal sudah mati secara struktur.
**"Margin terisolasi kan cuma rugi segini?" — lagi-lagi menipu diri sendiri**
Ini adalah salah satu penipuan diri klasik di dunia kripto. Banyak orang bilang: "Saya pakai margin terisolasi, kan kalau bangkrut cuma rugi segini?"
Benar, tapi masalahnya: Berapa banyak kerugian yang sebenarnya kamu rencanakan?
Kalau kamu berencana rugi maksimal 100, tapi margin terisolasi cuma 30, apa kenyataannya? Kamu bukan mengendalikan risiko, kamu malah dihentikan bursa lebih dulu. Kamu bukan menjalankan stop loss, kamu sedang bertaruh agar harga tidak menyentuh garis paksa tutup.
**Urutan trader profesional berlawanan dengan kamu**
Strategi trader ritel: Melihat peluang → memilih leverage → membuka posisi → berdoa stop loss berfungsi
Urutan trader profesional: Tentukan dulu kerugian maksimal → hitung posisi → baru putuskan apakah berani buka posisi
Intinya cuma satu: Margin ≥ risiko yang bisa ditanggung, baru bisa bicara soal stop loss. Kalau tidak, semua "stop loss ketat" hanyalah menipu diri sendiri.
**Cara cepat mengenali "Order pasti meledak"**
Jangan lihat indikator sebanyak itu, cukup perhatikan satu hal:
Apakah margin ÷ risiko ≥ 1?
≥ 1 → Kamu berhak menunggu stop loss tersentuh
< 1 → Jangan buka, dari sudut matematika posisi ini seharusnya tidak ada