#永续合约与杠杆交易 Melihat volume perdagangan kontrak perpetual mencapai rekor tertinggi pada tahun 2025 (nilai transaksi mingguan sebesar 340 miliar dolar AS), reaksi pertama saya bukanlah kegembiraan, melainkan kekhawatiran.
Apa yang tersembunyi di balik angka ini? Apakah ini benar-benar kebutuhan lindung nilai risiko yang nyata, atau hanya gelombang kegilaan permainan leverage? Saya telah melihat banyak contoh yang berdarah—sebuah akun kecil yang karena operasi tidak bijak dengan leverage 0.5x, dalam tiga hingga lima hari langsung hilang. Kontrak perpetual seperti sebuah pisau yang diasah dengan baik, di tangan orang yang tahu rasa hormat padanya adalah alat, tetapi di tangan yang penuh harapan kosong bisa menjadi senjata mematikan.
Yang paling membuat saya waspada adalah, banyak orang terbuai oleh ilusi "volume transaksi tinggi = peluang keuntungan tinggi". Volume besar tidak selalu cocok untuk partisipasi Anda. Sebaliknya, saya menyarankan untuk bertanya pada diri sendiri tiga pertanyaan: Pertama, apakah Anda memiliki aturan pengelolaan posisi yang jelas? Kedua, apakah Anda benar-benar memahami tingkat ancaman leverage terhadap modal pokok? Ketiga, apakah kemampuan risiko Anda sesuai dengan ukuran akun Anda?
Daripada mengikuti tren kontrak perpetual, lebih baik kuasai strategi yang relatif lebih lembut seperti spot + opsi. Menjual opsi call atau put untuk mendapatkan arus kas, modal terkunci tetapi bisa langsung menerima premi opsi—cara ini membuat saya tidur lebih nyenyak. Dalam jangka panjang, alokasi aset yang stabil selalu lebih berharga daripada keuntungan besar sesaat.
Tahun 2026 akan menguji lebih keras fundamental dan pengambilan keputusan yang rasional. Mereka yang mampu bertahan, biasanya bukan yang mendapatkan keuntungan terbesar, tetapi yang bertahan paling lama.
Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
#永续合约与杠杆交易 Melihat volume perdagangan kontrak perpetual mencapai rekor tertinggi pada tahun 2025 (nilai transaksi mingguan sebesar 340 miliar dolar AS), reaksi pertama saya bukanlah kegembiraan, melainkan kekhawatiran.
Apa yang tersembunyi di balik angka ini? Apakah ini benar-benar kebutuhan lindung nilai risiko yang nyata, atau hanya gelombang kegilaan permainan leverage? Saya telah melihat banyak contoh yang berdarah—sebuah akun kecil yang karena operasi tidak bijak dengan leverage 0.5x, dalam tiga hingga lima hari langsung hilang. Kontrak perpetual seperti sebuah pisau yang diasah dengan baik, di tangan orang yang tahu rasa hormat padanya adalah alat, tetapi di tangan yang penuh harapan kosong bisa menjadi senjata mematikan.
Yang paling membuat saya waspada adalah, banyak orang terbuai oleh ilusi "volume transaksi tinggi = peluang keuntungan tinggi". Volume besar tidak selalu cocok untuk partisipasi Anda. Sebaliknya, saya menyarankan untuk bertanya pada diri sendiri tiga pertanyaan: Pertama, apakah Anda memiliki aturan pengelolaan posisi yang jelas? Kedua, apakah Anda benar-benar memahami tingkat ancaman leverage terhadap modal pokok? Ketiga, apakah kemampuan risiko Anda sesuai dengan ukuran akun Anda?
Daripada mengikuti tren kontrak perpetual, lebih baik kuasai strategi yang relatif lebih lembut seperti spot + opsi. Menjual opsi call atau put untuk mendapatkan arus kas, modal terkunci tetapi bisa langsung menerima premi opsi—cara ini membuat saya tidur lebih nyenyak. Dalam jangka panjang, alokasi aset yang stabil selalu lebih berharga daripada keuntungan besar sesaat.
Tahun 2026 akan menguji lebih keras fundamental dan pengambilan keputusan yang rasional. Mereka yang mampu bertahan, biasanya bukan yang mendapatkan keuntungan terbesar, tetapi yang bertahan paling lama.