Banyak investor bertanya-tanya mengapa harga saham naik turun terus-menerus dan apakah ada cara untuk memprediksi pergerakannya. Jawabannya adalah demand adalah permintaan beli sedangkan supply adalah permintaan jual, dan kedua faktor ini yang mempengaruhi seluruh pergerakan harga di pasar.
Mengapa harus memahami Demand dan Supply?
Di pasar keuangan, harga aset tidak melayang-layang mengikuti angin saja, tetapi didorong oleh kekuatan dasar yaitu kekuatan beli (demand) dan kekuatan jual (supply) yang saling bertentangan terus-menerus.
Ketika pembeli lebih banyak daripada penjual, harga akan naik karena pembeli bersedia membayar harga tinggi untuk mendapatkan aset tersebut. Sebaliknya, ketika penjual lebih banyak daripada pembeli, harga akan turun karena penjual bersedia menurunkan harga untuk mendapatkan pembeli.
Ini adalah mekanisme yang telah berlangsung selama beberapa dekade di pasar keuangan, dan jika investor mampu membaca demand dan supply dengan baik, maka peluang untuk menangkap momen trading yang tepat akan semakin besar.
Apa itu Demand? Mengapa penting untuk investasi?
Demand adalah permintaan beli pada berbagai tingkat harga. Jika kita plot hubungan ini menjadi grafik, akan terbentuk Kurva Permintaan (Demand Curve) yang miring dari kiri atas ke kanan bawah.
Aturan dasar Demand
Hukum Demand menyatakan bahwa ketika harga turun, jumlah yang ingin dibeli oleh konsumen akan meningkat, dan ketika harga naik, jumlah yang ingin dibeli akan menurun. Ini disebabkan oleh dua alasan:
Efek Pendapatan (Income Effect): Ketika harga turun, nilai uang pembeli menjadi lebih besar atau lebih efisien. Baik saham maupun aset lain, orang akan mampu membeli lebih banyak.
Efek Substitusi (Substitution Effect): Ketika harga satu barang turun, orang cenderung berhenti membeli barang lain dan beralih ke barang yang lebih murah tersebut karena terlihat lebih murah dibandingkan yang lain.
Faktor yang mempengaruhi Demand di pasar
Harga - faktor utama yang langsung mempengaruhi
Pendapatan investor - semakin tinggi, semakin besar keinginan untuk berinvestasi
Harga aset lain yang terkait - jika crypto naik, beberapa orang mungkin beralih membeli saham sebagai alternatif
Ekspektasi pasar - jika orang berpikir harga akan naik, mereka bersedia membeli sekarang
Jumlah investor baru masuk pasar - semakin banyak orang baru, demand akan meningkat
Kepercayaan dan psikologi pasar - berita baik meningkatkan demand, berita buruk menurunkan demand
Supply adalah apa? Bagaimana kaitannya dengan harga?
Supply adalah jumlah aset yang ditawarkan oleh penjual pada berbagai tingkat harga. Jika dipetakan menjadi grafik, akan terbentuk Kurva Penawaran (Supply Curve) yang miring dari kiri bawah ke kanan atas (berlawanan dengan demand).
Hukum Supply
Hukum Supply menyatakan bahwa ketika harga naik, penjual akan lebih bersedia menawarkan lebih banyak karena ingin mendapatkan keuntungan lebih. Sebaliknya, ketika harga turun, penjual cenderung menahan asetnya dan tidak mau menjual.
Faktor yang mempengaruhi Supply di pasar
Biaya produksi atau biaya memperoleh aset - biaya tinggi, penjual tetap menawarkan untuk menjaga supply
Jumlah penjual - perusahaan baru masuk IPO = supply saham bertambah
Teknologi - teknologi yang lebih baik dapat menurunkan biaya dan meningkatkan supply
Kebijakan perusahaan - peningkatan modal atau buyback saham mengurangi supply
Ekspektasi harga di masa depan - jika diperkirakan harga akan naik, penjual mungkin menahan asetnya
Equilibrium (Keseimbangan) adalah apa?
Titik di mana Kurva Demand dan Kurva Supply bertemu disebut Equilibrium atau titik keseimbangan. Pada titik ini, jumlah yang ingin dibeli konsumen sama dengan jumlah yang ingin dijual penjual.
Harga di titik keseimbangan ini disebut Market Price - harga alami pasar berdasarkan kekuatan permintaan dan penawaran.
Mengapa Equilibrium penting?
Jika harga lebih tinggi dari Equilibrium: penjual berbondong-bondong menjual, sementara pembeli sedikit, menyebabkan stok menumpuk dan harga turun kembali ke titik keseimbangan.
Jika harga lebih rendah dari Equilibrium: banyak pembeli masuk, sementara penjual tidak cukup, menyebabkan kekurangan stok dan harga naik kembali ke titik keseimbangan.
Intinya, harga equilibrium cenderung stabil karena kekuatan pasar akan mendorong kembali ke titik keseimbangan tersebut.
Demand Supply di pasar keuangan - faktor yang menentukan harga aset
Faktor yang meningkatkan Demand di pasar saham
Ekonomi yang baik - pertumbuhan ekonomi meningkatkan laba perusahaan, investor ingin membeli saham lebih banyak
Suku bunga rendah - suku bunga deposito turun, investor beralih ke saham untuk hasil yang lebih tinggi
Likuiditas tinggi - banyak uang beredar, aliran dana ke pasar saham meningkat
Berita baik tentang perusahaan - laba meningkat, produk baru, kerjasama, semua meningkatkan demand
Kepercayaan pasar - pasar percaya diri, indeks VIX rendah, investor bersedia mengambil risiko dan masuk pasar
Faktor yang meningkatkan Supply di pasar saham
Perusahaan baru IPO - setiap perusahaan yang melakukan IPO menambah jumlah saham di pasar
Perusahaan melakukan penambahan modal - offering baru menambah jumlah saham yang beredar
Investor besar menjual saham - masa lockup berakhir, kepercayaan menurun, pemegang saham besar mulai jualan
Berita buruk tentang perusahaan - laba menurun, kondisi memburuk, orang ingin menjual sahamnya, supply meningkat
Investor takut - pasar penuh kekhawatiran, pemegang saham besar mulai jualan, supply melonjak
Bagaimana membaca kekuatan beli dan jual? Alat apa yang digunakan?
1. Price Action dan candlestick
Candlestick hijau (Close > Open) = kekuatan beli dominan hari itu, demand > supply
Candlestick merah (Close < Open) = kekuatan jual dominan hari itu, supply > demand
Candlestick Doji (Close ≈ Open) = kekuatan beli dan jual seimbang, harga dalam kondisi bingung
2. Support dan Resistance
Support = level harga di mana banyak pembeli menunggu, demand tebal, harga tidak turun lagi
Resistance = level harga di mana banyak penjual menunggu, supply tebal, harga tidak naik lagi
3. Trend
Uptrend (Kenaikan) = titik tertinggi baru terus-menerus = demand masih kuat
Downtrend (Penurunan) = titik terendah baru terus-menerus = supply masih kuat
Sideways (Datar) = demand ≈ supply, harga tidak pasti
Menggunakan Demand Supply untuk trading - Zone Demand Supply
Teknik yang populer adalah Zona Demand Supply yang bergantung pada membaca Price Action.
Jenis 1: Drop-Base-Rally (DBR) - titik balik positif
Harga turun tajam (Drop) yang didukung supply berlebih → kemudian berbalik di area (Base) → saat demand kembali kuat, harga menembus ke atas (Rally)
Cara trading: masuk beli saat harga menembus di atas zona, pasang Stop Loss di bawah titik Base
Jenis 2: Rally-Base-Drop (RBD) - titik balik negatif
Harga naik tajam (Rally) yang didukung demand berlebih → kemudian berbalik di area (Base) → saat supply kembali kuat, harga menembus ke bawah (Drop)
Cara trading: masuk jual saat harga menembus di bawah zona, pasang Stop Loss di atas titik Base
Jenis 3: Rally-Base-Rally (RBR) - continuation positif
Harga naik tajam (Rally) → kemudian berbalik di area (Base) → demand kembali kuat, harga terus naik (Rally 2)
Cara trading: masuk beli saat menembus di atas zona sesuai tren naik
Jenis 4: Drop-Base-Drop (DBD) - continuation negatif
Harga turun tajam (Drop) → kemudian berbalik di area (Base) → supply kembali kuat, harga terus turun (Drop 2)
Cara trading: masuk jual saat menembus di bawah zona sesuai tren turun
Tips trader profesional
Latihan dengan chart nyata terlebih dahulu - lihat grafik 6 bulan terakhir, Anda akan melihat Support Resistance sering bergerak seperti ini
Jangan buru-buru reversal - tunggu harga menembus zona dulu baru masuk, jangan masuk saat belum yakin
Pasang Stop Loss setiap kali - demand supply bisa berubah cepat, harus selalu lindungi diri
Perhatikan volume (Volume) - breakout dengan volume tinggi lebih terpercaya
Gabungkan dengan indikator lain - jangan cuma mengandalkan Demand Supply, gunakan MA, RSI, MACD untuk konfirmasi
Terima kasih - Ringkasan singkat
Demand adalah keinginan membeli, dan Supply adalah keinginan menjual. Keduanya bekerja bersama menentukan harga. Ketika permintaan > penawaran, harga naik. Ketika penawaran > permintaan, harga turun.
Investor yang paham demand supply dengan baik akan lebih mampu menangkap momen trading yang tepat dan menghindari titik jebakan pasar. Berikutnya saat Anda melihat candlestick besar di dalam zona, coba pikirkan apakah itu sedang membangun Zone Demand Supply untuk pembalikan atau kelanjutan tren.
Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
Mengapa harga saham bergerak? Memahami Demand dan Supply di pasar keuangan
Banyak investor bertanya-tanya mengapa harga saham naik turun terus-menerus dan apakah ada cara untuk memprediksi pergerakannya. Jawabannya adalah demand adalah permintaan beli sedangkan supply adalah permintaan jual, dan kedua faktor ini yang mempengaruhi seluruh pergerakan harga di pasar.
Mengapa harus memahami Demand dan Supply?
Di pasar keuangan, harga aset tidak melayang-layang mengikuti angin saja, tetapi didorong oleh kekuatan dasar yaitu kekuatan beli (demand) dan kekuatan jual (supply) yang saling bertentangan terus-menerus.
Ketika pembeli lebih banyak daripada penjual, harga akan naik karena pembeli bersedia membayar harga tinggi untuk mendapatkan aset tersebut. Sebaliknya, ketika penjual lebih banyak daripada pembeli, harga akan turun karena penjual bersedia menurunkan harga untuk mendapatkan pembeli.
Ini adalah mekanisme yang telah berlangsung selama beberapa dekade di pasar keuangan, dan jika investor mampu membaca demand dan supply dengan baik, maka peluang untuk menangkap momen trading yang tepat akan semakin besar.
Apa itu Demand? Mengapa penting untuk investasi?
Demand adalah permintaan beli pada berbagai tingkat harga. Jika kita plot hubungan ini menjadi grafik, akan terbentuk Kurva Permintaan (Demand Curve) yang miring dari kiri atas ke kanan bawah.
Aturan dasar Demand
Hukum Demand menyatakan bahwa ketika harga turun, jumlah yang ingin dibeli oleh konsumen akan meningkat, dan ketika harga naik, jumlah yang ingin dibeli akan menurun. Ini disebabkan oleh dua alasan:
Efek Pendapatan (Income Effect): Ketika harga turun, nilai uang pembeli menjadi lebih besar atau lebih efisien. Baik saham maupun aset lain, orang akan mampu membeli lebih banyak.
Efek Substitusi (Substitution Effect): Ketika harga satu barang turun, orang cenderung berhenti membeli barang lain dan beralih ke barang yang lebih murah tersebut karena terlihat lebih murah dibandingkan yang lain.
Faktor yang mempengaruhi Demand di pasar
Supply adalah apa? Bagaimana kaitannya dengan harga?
Supply adalah jumlah aset yang ditawarkan oleh penjual pada berbagai tingkat harga. Jika dipetakan menjadi grafik, akan terbentuk Kurva Penawaran (Supply Curve) yang miring dari kiri bawah ke kanan atas (berlawanan dengan demand).
Hukum Supply
Hukum Supply menyatakan bahwa ketika harga naik, penjual akan lebih bersedia menawarkan lebih banyak karena ingin mendapatkan keuntungan lebih. Sebaliknya, ketika harga turun, penjual cenderung menahan asetnya dan tidak mau menjual.
Faktor yang mempengaruhi Supply di pasar
Equilibrium (Keseimbangan) adalah apa?
Titik di mana Kurva Demand dan Kurva Supply bertemu disebut Equilibrium atau titik keseimbangan. Pada titik ini, jumlah yang ingin dibeli konsumen sama dengan jumlah yang ingin dijual penjual.
Harga di titik keseimbangan ini disebut Market Price - harga alami pasar berdasarkan kekuatan permintaan dan penawaran.
Mengapa Equilibrium penting?
Intinya, harga equilibrium cenderung stabil karena kekuatan pasar akan mendorong kembali ke titik keseimbangan tersebut.
Demand Supply di pasar keuangan - faktor yang menentukan harga aset
Faktor yang meningkatkan Demand di pasar saham
Faktor yang meningkatkan Supply di pasar saham
Bagaimana membaca kekuatan beli dan jual? Alat apa yang digunakan?
1. Price Action dan candlestick
Candlestick hijau (Close > Open) = kekuatan beli dominan hari itu, demand > supply
Candlestick merah (Close < Open) = kekuatan jual dominan hari itu, supply > demand
Candlestick Doji (Close ≈ Open) = kekuatan beli dan jual seimbang, harga dalam kondisi bingung
2. Support dan Resistance
Support = level harga di mana banyak pembeli menunggu, demand tebal, harga tidak turun lagi
Resistance = level harga di mana banyak penjual menunggu, supply tebal, harga tidak naik lagi
3. Trend
Menggunakan Demand Supply untuk trading - Zone Demand Supply
Teknik yang populer adalah Zona Demand Supply yang bergantung pada membaca Price Action.
Jenis 1: Drop-Base-Rally (DBR) - titik balik positif
Harga turun tajam (Drop) yang didukung supply berlebih → kemudian berbalik di area (Base) → saat demand kembali kuat, harga menembus ke atas (Rally)
Cara trading: masuk beli saat harga menembus di atas zona, pasang Stop Loss di bawah titik Base
Jenis 2: Rally-Base-Drop (RBD) - titik balik negatif
Harga naik tajam (Rally) yang didukung demand berlebih → kemudian berbalik di area (Base) → saat supply kembali kuat, harga menembus ke bawah (Drop)
Cara trading: masuk jual saat harga menembus di bawah zona, pasang Stop Loss di atas titik Base
Jenis 3: Rally-Base-Rally (RBR) - continuation positif
Harga naik tajam (Rally) → kemudian berbalik di area (Base) → demand kembali kuat, harga terus naik (Rally 2)
Cara trading: masuk beli saat menembus di atas zona sesuai tren naik
Jenis 4: Drop-Base-Drop (DBD) - continuation negatif
Harga turun tajam (Drop) → kemudian berbalik di area (Base) → supply kembali kuat, harga terus turun (Drop 2)
Cara trading: masuk jual saat menembus di bawah zona sesuai tren turun
Tips trader profesional
Terima kasih - Ringkasan singkat
Demand adalah keinginan membeli, dan Supply adalah keinginan menjual. Keduanya bekerja bersama menentukan harga. Ketika permintaan > penawaran, harga naik. Ketika penawaran > permintaan, harga turun.
Investor yang paham demand supply dengan baik akan lebih mampu menangkap momen trading yang tepat dan menghindari titik jebakan pasar. Berikutnya saat Anda melihat candlestick besar di dalam zona, coba pikirkan apakah itu sedang membangun Zone Demand Supply untuk pembalikan atau kelanjutan tren.