Kisah penguatan Yuan Renminbi baru-baru ini menarik perhatian pasar. Berdasarkan data terbaru dari Bank Rencana Internasional, sejak survei terakhir pada 2022, volume perdagangan harian USD terhadap Yuan Renminbi meningkat hampir 60%, mencapai 781 miliar dolar AS, yang telah mewakili lebih dari 8% dari total volume perdagangan valuta asing harian global. Di balik angka ini, tercermin peningkatan posisi internasional Yuan yang jelas.
Jejak Penguatan di Bawah Panduan Kebijakan
Dalam beberapa bulan terakhir, penguatan Yuan bukanlah fenomena pasar yang muncul secara alami, melainkan hasil kebijakan yang dapat dilacak. Bank Rakyat China melalui penetapan nilai tengah harian memandu pergerakan nilai tukar, sementara bank-bank milik negara secara aktif membeli dolar AS untuk menstabilkan volatilitas pasar, sehingga nilai tukar dapat meningkat secara stabil. Hingga 26 November, USD terhadap Yuan onshore (USD/CNY) turun ke 7.0824, dan USD terhadap Yuan offshore (USD/CNH) turun ke 7.0779, keduanya mencatat level terendah dalam lebih dari satu tahun. Yang lebih menarik perhatian adalah indeks nilai tukar Yuan CFETS pada 21 November naik ke 98.22, menyegarkan rekor tertinggi sejak April tahun ini.
Dari Respon Krisis ke Strategi Proaktif
Kelvin Lam, ekonom senior di Pantheon Macroeconomics, menunjukkan bahwa dari sudut pandang strategis, China tampaknya berkeinginan untuk membangun kepercayaan internasional dengan menunjukkan citra Yuan yang stabil. Langkah ini mengingatkan pada periode krisis keuangan Asia 1998, ketika Yuan menolak mengikuti gelombang depresiasi kompetitif, dan dengan demikian menegaskan posisinya sebagai mata uang jangkar regional. Langkah saat ini, dalam tingkat tertentu, merupakan kelanjutan dari keberhasilan kebijakan masa lalu.
Kiyong Seong, kepala strategi makro Asia di Société Générale, berpendapat: “Menunjukkan kekuatan dan stabilitas Yuan di tengah pasar yang bergejolak secara tepat mendukung upaya internasionalisasi Yuan.”
Besaran Penguatan dan Ekspektasi Masa Depan
Memahami makna penguatan ini menjadi lebih jelas jika dilihat dari latar belakang sejarah. Pada 2018, akibat perang dagang AS, Yuan sempat melemah sekitar 5%; sementara pada 2025, Yuan malah menguat hampir 3%, menunjukkan kontras yang mencolok. Penurunan suku bunga secara bertahap oleh Federal Reserve juga membuka ruang bagi penguatan Yuan.
Analis Goldman Sachs memprediksi berdasarkan tren ini bahwa nilai tukar akhir tahun berpotensi mencapai 1 USD = 7 Yuan, dan satu tahun kemudian akan terus menguat ke 6.85 Yuan. Institusi ini berpendapat bahwa internasionalisasi Yuan telah menjadi fokus kebijakan pemerintah China, dan dalam beberapa tahun ke depan, proses ini diperkirakan akan meningkat secara signifikan.
Dari segi transaksi, penguatan Yuan memiliki makna pasar yang mendalam. Nilai tukar yang terus menguat tidak hanya mencerminkan fundamental ekonomi, tetapi juga menunjukkan rencana jangka panjang kebijakan terhadap posisi Yuan.
Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
Percepatan internasionalisasi Renminbi menjadi kenyataan? Goldman Sachs memprediksi apresiasi hingga 6.85, para ahli menafsirkan strategi di baliknya
Kisah penguatan Yuan Renminbi baru-baru ini menarik perhatian pasar. Berdasarkan data terbaru dari Bank Rencana Internasional, sejak survei terakhir pada 2022, volume perdagangan harian USD terhadap Yuan Renminbi meningkat hampir 60%, mencapai 781 miliar dolar AS, yang telah mewakili lebih dari 8% dari total volume perdagangan valuta asing harian global. Di balik angka ini, tercermin peningkatan posisi internasional Yuan yang jelas.
Jejak Penguatan di Bawah Panduan Kebijakan
Dalam beberapa bulan terakhir, penguatan Yuan bukanlah fenomena pasar yang muncul secara alami, melainkan hasil kebijakan yang dapat dilacak. Bank Rakyat China melalui penetapan nilai tengah harian memandu pergerakan nilai tukar, sementara bank-bank milik negara secara aktif membeli dolar AS untuk menstabilkan volatilitas pasar, sehingga nilai tukar dapat meningkat secara stabil. Hingga 26 November, USD terhadap Yuan onshore (USD/CNY) turun ke 7.0824, dan USD terhadap Yuan offshore (USD/CNH) turun ke 7.0779, keduanya mencatat level terendah dalam lebih dari satu tahun. Yang lebih menarik perhatian adalah indeks nilai tukar Yuan CFETS pada 21 November naik ke 98.22, menyegarkan rekor tertinggi sejak April tahun ini.
Dari Respon Krisis ke Strategi Proaktif
Kelvin Lam, ekonom senior di Pantheon Macroeconomics, menunjukkan bahwa dari sudut pandang strategis, China tampaknya berkeinginan untuk membangun kepercayaan internasional dengan menunjukkan citra Yuan yang stabil. Langkah ini mengingatkan pada periode krisis keuangan Asia 1998, ketika Yuan menolak mengikuti gelombang depresiasi kompetitif, dan dengan demikian menegaskan posisinya sebagai mata uang jangkar regional. Langkah saat ini, dalam tingkat tertentu, merupakan kelanjutan dari keberhasilan kebijakan masa lalu.
Kiyong Seong, kepala strategi makro Asia di Société Générale, berpendapat: “Menunjukkan kekuatan dan stabilitas Yuan di tengah pasar yang bergejolak secara tepat mendukung upaya internasionalisasi Yuan.”
Besaran Penguatan dan Ekspektasi Masa Depan
Memahami makna penguatan ini menjadi lebih jelas jika dilihat dari latar belakang sejarah. Pada 2018, akibat perang dagang AS, Yuan sempat melemah sekitar 5%; sementara pada 2025, Yuan malah menguat hampir 3%, menunjukkan kontras yang mencolok. Penurunan suku bunga secara bertahap oleh Federal Reserve juga membuka ruang bagi penguatan Yuan.
Analis Goldman Sachs memprediksi berdasarkan tren ini bahwa nilai tukar akhir tahun berpotensi mencapai 1 USD = 7 Yuan, dan satu tahun kemudian akan terus menguat ke 6.85 Yuan. Institusi ini berpendapat bahwa internasionalisasi Yuan telah menjadi fokus kebijakan pemerintah China, dan dalam beberapa tahun ke depan, proses ini diperkirakan akan meningkat secara signifikan.
Dari segi transaksi, penguatan Yuan memiliki makna pasar yang mendalam. Nilai tukar yang terus menguat tidak hanya mencerminkan fundamental ekonomi, tetapi juga menunjukkan rencana jangka panjang kebijakan terhadap posisi Yuan.