Standar Pengukuran Volume Perdagangan: Mengenal “Lot” dalam Forex
Dalam pasar forex, “lot” adalah konsep dasar yang digunakan untuk mengukur ukuran transaksi. Singkatnya, berapa sih satu lot? Satu lot standar mewakili 100.000 unit mata uang dasar. Sebagai contoh nyata, jika Anda melakukan trading EUR/USD, kontrak sebesar 1 lot standar setara dengan 100.000 euro.
Mengapa perlu menggunakan satuan “lot”? Karena perubahan harga pasangan mata uang di pasar forex sangat kecil. Dengan satuan pengukuran pip, yang menunjukkan perubahan terkecil dalam harga pasangan mata uang, trader harus mengelola volume transaksi yang cukup besar agar bisa mendapatkan keuntungan dari fluktuasi harga yang kecil tersebut. Inilah alasan munculnya konsep “lot”—untuk membantu trader menghitung potensi keuntungan atau kerugian secara cepat.
Perubahan Keuntungan Berdasarkan Jumlah Lot yang Diperdagangkan
Jika Anda trading 1 lot standar (100.000 euro), dan kurs naik 1 pip, akun Anda akan bertambah sebesar 10 dolar. Secara spesifik:
Contoh EUR/USD
Ukuran Transaksi
Kurs Awal
Kurs Baru
Perubahan Harga
Hasil Keuntungan/Rugi
1 lot (100.000 euro)
1.38869
1.38879
Naik 1 pip
+10 dolar
Pada pasangan mata uang dan jumlah lot yang berbeda, nilai pip juga akan berbeda. Berikut adalah tabel nilai pip untuk pasangan mata uang utama dalam berbagai ukuran lot:
Tabel Nilai Pip Pasangan Mata Uang Utama
Pasangan Mata Uang
Harga Dasar
1 lot standar
1 mini lot
1 mikro lot
1 nano lot
EUR/USD
Arbitrer
$10
$1
$0.1
$0.01
USD/JPY
1 USD = 80 JPY
$12.5
$1.25
$0.125
$0.0125
Tingkatan Lot dalam Trading Forex
Karena pasar forex membutuhkan modal besar, banyak broker menawarkan skema lot bertingkat yang memungkinkan investor trading dengan modal lebih kecil. Oleh karena itu, Anda akan melihat:
Lot standar: 100.000 unit mata uang dasar
Mini lot: 10.000 unit mata uang dasar
Micro lot: 1.000 unit mata uang dasar
Nano lot: 100 unit mata uang dasar
Hubungan antaranya adalah: 1 micro lot = 0.1 mini lot = 0.01 lot standar
Banyak platform trading mendukung trading mulai dari 0.01 lot, yang sangat ramah untuk trader pemula dengan modal terbatas. Anda dapat memilih jumlah lot sesuai dengan toleransi risiko dan modal yang dimiliki.
Leverage: Menggandakan Trading dengan Modal Kecil
Anda mungkin bertanya-tanya, bagaimana trader retail biasa bisa ikut dalam trading forex sebesar ini? Jawabannya adalah leverage.
Bayangkan broker forex seperti sebuah bank. Misalnya, Anda menyetor 1.000 dolar di bank, dan bank setuju memberi leverage sehingga Anda bisa trading dengan posisi 10.000 dolar. Artinya, dengan modal 1.000 dolar, Anda bisa mengontrol posisi sebesar 100 kali lipat. Ini terlihat seperti peluang besar, tetapi sebenarnya ada mekanisme pengendalian risiko yang berlaku.
Fungsi Margin
Broker akan meminta Anda menyetor sejumlah uang sebagai “margin”—bada bukan biaya, melainkan deposit atau jaminan risiko. Jika leverage adalah 100:1 (yang berarti margin requirement 1%), untuk trading 100.000 dolar, Anda perlu menyetor margin sebesar 1.000 dolar.
Jika kerugian Anda melebihi margin yang disetorkan, broker akan otomatis menutup posisi untuk mencegah kerugian lebih besar. Inilah mengapa margin sangat penting—karena memberi peluang memperbesar keuntungan sekaligus membatasi kerugian yang berpotensi besar.
Rasio Leverage dan Pemilihan Broker
Berbagai broker menawarkan rasio leverage berbeda, biasanya dari 50:1 hingga 200:1. Semakin tinggi leverage, semakin kecil modal yang diperlukan untuk mengontrol posisi besar, tetapi risikonya juga semakin tinggi. Trader pemula disarankan memulai dari leverage yang lebih rendah, dan secara bertahap meningkatkan setelah memahami pasar.
Memahami “berapa lot” dan mekanisme leverage adalah langkah awal masuk ke pasar forex. Penggunaan alat ini secara bijak sangat penting untuk mengoptimalkan strategi trading Anda.
Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
Apa sebenarnya yang dimaksud dengan "lot" dalam perdagangan valuta asing? Berapa banyak unit mata uang dalam satu lot?
Standar Pengukuran Volume Perdagangan: Mengenal “Lot” dalam Forex
Dalam pasar forex, “lot” adalah konsep dasar yang digunakan untuk mengukur ukuran transaksi. Singkatnya, berapa sih satu lot? Satu lot standar mewakili 100.000 unit mata uang dasar. Sebagai contoh nyata, jika Anda melakukan trading EUR/USD, kontrak sebesar 1 lot standar setara dengan 100.000 euro.
Mengapa perlu menggunakan satuan “lot”? Karena perubahan harga pasangan mata uang di pasar forex sangat kecil. Dengan satuan pengukuran pip, yang menunjukkan perubahan terkecil dalam harga pasangan mata uang, trader harus mengelola volume transaksi yang cukup besar agar bisa mendapatkan keuntungan dari fluktuasi harga yang kecil tersebut. Inilah alasan munculnya konsep “lot”—untuk membantu trader menghitung potensi keuntungan atau kerugian secara cepat.
Perubahan Keuntungan Berdasarkan Jumlah Lot yang Diperdagangkan
Jika Anda trading 1 lot standar (100.000 euro), dan kurs naik 1 pip, akun Anda akan bertambah sebesar 10 dolar. Secara spesifik:
Contoh EUR/USD
Pada pasangan mata uang dan jumlah lot yang berbeda, nilai pip juga akan berbeda. Berikut adalah tabel nilai pip untuk pasangan mata uang utama dalam berbagai ukuran lot:
Tabel Nilai Pip Pasangan Mata Uang Utama
Tingkatan Lot dalam Trading Forex
Karena pasar forex membutuhkan modal besar, banyak broker menawarkan skema lot bertingkat yang memungkinkan investor trading dengan modal lebih kecil. Oleh karena itu, Anda akan melihat:
Hubungan antaranya adalah: 1 micro lot = 0.1 mini lot = 0.01 lot standar
Banyak platform trading mendukung trading mulai dari 0.01 lot, yang sangat ramah untuk trader pemula dengan modal terbatas. Anda dapat memilih jumlah lot sesuai dengan toleransi risiko dan modal yang dimiliki.
Leverage: Menggandakan Trading dengan Modal Kecil
Anda mungkin bertanya-tanya, bagaimana trader retail biasa bisa ikut dalam trading forex sebesar ini? Jawabannya adalah leverage.
Bayangkan broker forex seperti sebuah bank. Misalnya, Anda menyetor 1.000 dolar di bank, dan bank setuju memberi leverage sehingga Anda bisa trading dengan posisi 10.000 dolar. Artinya, dengan modal 1.000 dolar, Anda bisa mengontrol posisi sebesar 100 kali lipat. Ini terlihat seperti peluang besar, tetapi sebenarnya ada mekanisme pengendalian risiko yang berlaku.
Fungsi Margin
Broker akan meminta Anda menyetor sejumlah uang sebagai “margin”—bada bukan biaya, melainkan deposit atau jaminan risiko. Jika leverage adalah 100:1 (yang berarti margin requirement 1%), untuk trading 100.000 dolar, Anda perlu menyetor margin sebesar 1.000 dolar.
Jika kerugian Anda melebihi margin yang disetorkan, broker akan otomatis menutup posisi untuk mencegah kerugian lebih besar. Inilah mengapa margin sangat penting—karena memberi peluang memperbesar keuntungan sekaligus membatasi kerugian yang berpotensi besar.
Rasio Leverage dan Pemilihan Broker
Berbagai broker menawarkan rasio leverage berbeda, biasanya dari 50:1 hingga 200:1. Semakin tinggi leverage, semakin kecil modal yang diperlukan untuk mengontrol posisi besar, tetapi risikonya juga semakin tinggi. Trader pemula disarankan memulai dari leverage yang lebih rendah, dan secara bertahap meningkatkan setelah memahami pasar.
Memahami “berapa lot” dan mekanisme leverage adalah langkah awal masuk ke pasar forex. Penggunaan alat ini secara bijak sangat penting untuk mengoptimalkan strategi trading Anda.