Ingin meningkatkan tingkat keberhasilan dalam perdagangan saham atau aset kripto? Menguasai penggunaan indikator KDJ adalah pelajaran wajib bagi banyak trader ritel. Alat teknikal yang dikenal sebagai “Tiga Harta Karun” ini, apa yang membuatnya mampu membantu trader menangkap titik balik pasar selama fluktuasi pasar? Artikel ini akan menjelaskan secara sistematis prinsip inti indikator KDJ, aplikasi praktis, dan jebakan umum.
Esensi Indikator KDJ: Rahasia Tiga Garis
Indikator Acak KDJ terdiri dari tiga garis: nilai K (garis cepat), nilai D (garis lambat), dan nilai J (garis arah). Mereka melalui perbandingan antara harga tertinggi, terendah, dan penutupan selama periode tertentu, untuk menilai apakah pasar saat ini overbought atau oversold.
Secara sederhana:
Nilai K dan D: mencerminkan tingkat overbought/oversold (di atas 80 adalah overbought, di bawah 20 adalah oversold)
Nilai J: mengukur divergensi antara K dan D, sensitivitasnya lebih tinggi
Persilangan dan divergensi dari ketiga garis ini adalah sumber sinyal beli/jual paling penting dalam penggunaan indikator KDJ.
Dasar Matematika Penggunaan Indikator KDJ
Untuk benar-benar menguasai penggunaan indikator KDJ, perlu memahami logika perhitungannya (meskipun perangkat lunak grafik sudah menghitung secara otomatis):
Langkah pertama: Menghitung nilai acak yang belum matang
Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
Panduan lengkap penggunaan indikator KDJ: dari pemula hingga mahir dalam praktik trading
Ingin meningkatkan tingkat keberhasilan dalam perdagangan saham atau aset kripto? Menguasai penggunaan indikator KDJ adalah pelajaran wajib bagi banyak trader ritel. Alat teknikal yang dikenal sebagai “Tiga Harta Karun” ini, apa yang membuatnya mampu membantu trader menangkap titik balik pasar selama fluktuasi pasar? Artikel ini akan menjelaskan secara sistematis prinsip inti indikator KDJ, aplikasi praktis, dan jebakan umum.
Esensi Indikator KDJ: Rahasia Tiga Garis
Indikator Acak KDJ terdiri dari tiga garis: nilai K (garis cepat), nilai D (garis lambat), dan nilai J (garis arah). Mereka melalui perbandingan antara harga tertinggi, terendah, dan penutupan selama periode tertentu, untuk menilai apakah pasar saat ini overbought atau oversold.
Secara sederhana:
Persilangan dan divergensi dari ketiga garis ini adalah sumber sinyal beli/jual paling penting dalam penggunaan indikator KDJ.
Dasar Matematika Penggunaan Indikator KDJ
Untuk benar-benar menguasai penggunaan indikator KDJ, perlu memahami logika perhitungannya (meskipun perangkat lunak grafik sudah menghitung secara otomatis):
Langkah pertama: Menghitung nilai acak yang belum matang