Banyak trader pemula merasa pusing saat melihat garis moving average, sebenarnya Pengaturan garis SMA tidak serumit yang dibayangkan. Asalkan memahami prinsip dasarnya, dan mengatur parameter dengan benar, Simple Moving Average (SMA) bisa menjadi asisten yang sangat membantu dalam pengambilan keputusan trading.
Apa itu Simple Moving Average?
Simple Moving Average adalah indikator dasar dalam analisis teknikal, disingkat SMA (Simple Moving Average). Logika utamanya sangat sederhana: jumlah harga penutupan dalam suatu periode lalu dibagi jumlah hari, menghasilkan satu data poin. Data poin ini kemudian digabungkan membentuk sebuah garis tren.
Contohnya, menghitung SMA 10 hari:
Titik data pertama = (jumlah harga penutupan hari 1-10) ÷ 10
Titik data kedua = (jumlah harga penutupan hari 2-11) ÷ 10
Dan seterusnya……
Apa manfaat dari cara ini? Ini dapat menyaring noise dari fluktuasi harga, sehingga Anda dapat melihat tren kenaikan atau penurunan aset yang sebenarnya dengan lebih jelas. Ketika SMA menanjak ke atas, artinya harga sedang naik; jika menurun, berarti tren turun.
Namun, perlu diketahui satu kekurangan: SMA mencerminkan pergerakan harga masa lalu dan memiliki lag. Saat sinyal muncul, tren mungkin sudah berjalan cukup jauh. Jadi, dalam pasar yang berombak, harga sering kali menembus garis SMA, mudah menghasilkan sinyal beli/jual palsu yang banyak.
Bagaimana cara mengatur garis SMA? Tiga langkah cepat
Ingin menggunakan SMA dalam trading, langkah pertama adalah belajar mengatur. Prosesnya sebenarnya cukup standar:
Langkah 1: Buka panel indikator teknikal
Di platform charting Anda, cari tombol indikator teknikal, lalu masuk ke perpustakaan indikator.
Langkah 2: Tambahkan indikator moving average
Cari atau temukan opsi “Moving Average”, klik untuk menambahkannya. Pada grafik akan muncul sebuah garis.
Langkah 3: Sesuaikan parameter
Klik kanan garis tersebut, pilih “Pengaturan”. Sesuaikan periode sesuai dengan periode trading Anda (misalnya untuk SMA 20 hari isi 20), dan Anda juga bisa mengubah warna dan ketebalan di bagian “Gaya”.
Saran lanjutan: Disarankan untuk mengatur beberapa garis SMA sekaligus (misalnya 20 hari, 50 hari, 200 hari), gunakan warna berbeda agar lebih mudah mengamati interaksi tren jangka pendek, menengah, dan panjang.
Dua strategi utama trading dengan SMA
Strategi 1: Harga dan garis SMA bersilangan
Ketika candlestick menembus SMA dari bawah ke atas, dianggap sinyal beli
Ketika candlestick menembus SMA dari atas ke bawah, dianggap sinyal jual
Metode ini paling intuitif dan cocok untuk pemula yang ingin cepat mulai.
Strategi 2: Golden Cross dan Death Cross SMA
Golden Cross: SMA jangka pendek (misalnya 20 hari) menembus ke atas SMA jangka panjang (misalnya 50 atau 200 hari), menandakan sinyal kenaikan
Death Cross: SMA jangka pendek menembus ke bawah SMA jangka panjang, menandakan sinyal penurunan
Strategi ini lebih cocok untuk trading jangka menengah, sinyalnya relatif lebih andal. Misalnya, saat SMA 20 menembus SMA 50 dari bawah, menunjukkan kekuatan jangka pendek mulai mengungguli tren jangka panjang, menandakan pasar berpotensi berbalik ke atas. Sebaliknya, jika sebaliknya, tren kemungkinan akan berbalik ke bawah.
Penggunaan SMA dengan periode berbeda
Sesuaikan periode SMA dengan kerangka waktu trading Anda:
Jangka pendek (10 atau 20 hari): cocok untuk trading harian atau beberapa hari
Jangka menengah (50 hari): cocok untuk posisi selama 2-3 minggu
Jangka panjang (200 hari): mencerminkan tren besar selama beberapa bulan, sering digunakan untuk menilai pasar bullish atau bearish
Pesan terakhir
Meskipun pengaturan SMA sangat sederhana, jangan jadikan ini satu-satunya alat trading. Tidak ada indikator tunggal yang 100% akurat memprediksi pasar. Cara terbaik adalah menggabungkan indikator lain seperti RSI, MACD, dan sebagainya, agar dapat menyaring sinyal palsu dan meningkatkan peluang keberhasilan trading.
Analisis teknikal pada akhirnya adalah permainan probabilitas, SMA hanyalah alat untuk meningkatkan peluang menang Anda. Disiplin trading dan manajemen risiko yang baik adalah kunci untuk meraih keuntungan yang stabil dalam jangka panjang.
Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
Pengaturan garis SMA sebenarnya sangat sederhana? Kuasai 3 langkah ini untuk cepat memulai perdagangan rata-rata bergerak
Banyak trader pemula merasa pusing saat melihat garis moving average, sebenarnya Pengaturan garis SMA tidak serumit yang dibayangkan. Asalkan memahami prinsip dasarnya, dan mengatur parameter dengan benar, Simple Moving Average (SMA) bisa menjadi asisten yang sangat membantu dalam pengambilan keputusan trading.
Apa itu Simple Moving Average?
Simple Moving Average adalah indikator dasar dalam analisis teknikal, disingkat SMA (Simple Moving Average). Logika utamanya sangat sederhana: jumlah harga penutupan dalam suatu periode lalu dibagi jumlah hari, menghasilkan satu data poin. Data poin ini kemudian digabungkan membentuk sebuah garis tren.
Contohnya, menghitung SMA 10 hari:
Apa manfaat dari cara ini? Ini dapat menyaring noise dari fluktuasi harga, sehingga Anda dapat melihat tren kenaikan atau penurunan aset yang sebenarnya dengan lebih jelas. Ketika SMA menanjak ke atas, artinya harga sedang naik; jika menurun, berarti tren turun.
Namun, perlu diketahui satu kekurangan: SMA mencerminkan pergerakan harga masa lalu dan memiliki lag. Saat sinyal muncul, tren mungkin sudah berjalan cukup jauh. Jadi, dalam pasar yang berombak, harga sering kali menembus garis SMA, mudah menghasilkan sinyal beli/jual palsu yang banyak.
Bagaimana cara mengatur garis SMA? Tiga langkah cepat
Ingin menggunakan SMA dalam trading, langkah pertama adalah belajar mengatur. Prosesnya sebenarnya cukup standar:
Langkah 1: Buka panel indikator teknikal
Di platform charting Anda, cari tombol indikator teknikal, lalu masuk ke perpustakaan indikator.
Langkah 2: Tambahkan indikator moving average
Cari atau temukan opsi “Moving Average”, klik untuk menambahkannya. Pada grafik akan muncul sebuah garis.
Langkah 3: Sesuaikan parameter
Klik kanan garis tersebut, pilih “Pengaturan”. Sesuaikan periode sesuai dengan periode trading Anda (misalnya untuk SMA 20 hari isi 20), dan Anda juga bisa mengubah warna dan ketebalan di bagian “Gaya”.
Saran lanjutan: Disarankan untuk mengatur beberapa garis SMA sekaligus (misalnya 20 hari, 50 hari, 200 hari), gunakan warna berbeda agar lebih mudah mengamati interaksi tren jangka pendek, menengah, dan panjang.
Dua strategi utama trading dengan SMA
Strategi 1: Harga dan garis SMA bersilangan
Metode ini paling intuitif dan cocok untuk pemula yang ingin cepat mulai.
Strategi 2: Golden Cross dan Death Cross SMA
Strategi ini lebih cocok untuk trading jangka menengah, sinyalnya relatif lebih andal. Misalnya, saat SMA 20 menembus SMA 50 dari bawah, menunjukkan kekuatan jangka pendek mulai mengungguli tren jangka panjang, menandakan pasar berpotensi berbalik ke atas. Sebaliknya, jika sebaliknya, tren kemungkinan akan berbalik ke bawah.
Penggunaan SMA dengan periode berbeda
Sesuaikan periode SMA dengan kerangka waktu trading Anda:
Pesan terakhir
Meskipun pengaturan SMA sangat sederhana, jangan jadikan ini satu-satunya alat trading. Tidak ada indikator tunggal yang 100% akurat memprediksi pasar. Cara terbaik adalah menggabungkan indikator lain seperti RSI, MACD, dan sebagainya, agar dapat menyaring sinyal palsu dan meningkatkan peluang keberhasilan trading.
Analisis teknikal pada akhirnya adalah permainan probabilitas, SMA hanyalah alat untuk meningkatkan peluang menang Anda. Disiplin trading dan manajemen risiko yang baik adalah kunci untuk meraih keuntungan yang stabil dalam jangka panjang.