Hingga Oktober 2025, harga emas internasional telah menembus 4.300 dolar AS per ons, mencatat rekor tertinggi dalam sejarah. Bagi banyak investor, emas telah menjadi bagian yang tak terpisahkan dari alokasi aset. Baik melalui pembelian emas batangan secara tradisional untuk menjaga nilai, maupun melalui instrumen keuangan modern untuk bertransaksi, memahami berbagai jalur investasi emas dan karakteristiknya adalah langkah utama untuk memasuki pasar ini.
Enam Jalur Utama Investasi Emas
1. Emas fisik — Pilihan konservatif paling tradisional
Pembelian langsung emas fisik (batangan, koin, dll) adalah metode investasi tertua. Dijual di bank, toko emas, dan pawnshop, banyak investor yang sadar risiko cenderung memilih cara ini.
Keunggulan utama membeli emas batangan adalah sifatnya sebagai mata uang keras dan fungsi penyimpan nilai jangka panjang. Namun, tantangan bagi kalangan kecil adalah ambang pembelian yang cukup tinggi, serta biaya penyimpanan dan risiko keamanan yang tidak boleh diabaikan. Jika nanti ingin dijual, bank hanya menerima emas batangan dan koin, produk emas lain (seperti kalung emas) harus dijual melalui jalur lain, dan harganya biasanya akan didiskon.
Saat membeli, perhatikan merek, berat (kemurnian 99,99%), kualitas, sertifikat, dan reputasi penjual. Disarankan memilih emas batangan dan koin, hindari perhiasan emas dan koin peringatan.
Kelebihan: mata uang keras, menjaga nilai Kekurangan: tidak ada dividen, likuiditas rendah, biaya penyimpanan tinggi
2. Buku tabungan emas — Transaksi digital tingkat pemula
Buku tabungan emas (emas kertas) menggantikan emas fisik dengan pencatatan digital, harga terikat pada harga emas spot di pasar. Investor dapat membelinya di bank, lalu mengubah buku tabungan menjadi emas fisik. Sebagian besar bank di Taiwan menyediakan layanan ini, cukup bayar biaya pembukaan rekening, lalu bisa membeli dan menjual emas melalui bank tanpa khawatir soal penyimpanan.
Perlu diingat, buku tabungan emas tidak menghasilkan bunga, keuntungan hanya dari selisih harga beli dan jual, dan biaya transaksi relatif tinggi, kurang cocok untuk investasi jangka pendek.
Kelebihan: minimal transaksi mulai dari 1 gram, tanpa biaya pembukaan rekening Kekurangan: biaya transaksi tinggi, tidak ada bunga
3. ETF emas — Jembatan terbaik untuk investor pasar saham
ETF emas adalah dana terbuka yang terdaftar di bursa saham, sebagian besar dana diinvestasikan ke aset terkait emas. Di pasar AS, ada ETF emas terbesar dunia — SPDR Gold ETF (GLD.US), dan di Taiwan ada ETF seperti Yuanta S&P Gold反1 ETF (00674R.TW). Trader dapat bertransaksi secara real-time, membeli dan menebus secara bebas, biaya transaksi rendah, tetapi harus membayar biaya pengelolaan dana dan biaya transaksi.
Pada 2024, volume transaksi harian emas mencapai 227 miliar dolar AS, posisi kedua setelah indeks S&P 500, menunjukkan popularitasnya. ETF cocok untuk pemula dalam berinvestasi.
Kelebihan: ambang investasi rendah, biaya rendah, mudah dioperasikan Kekurangan: waktu transaksi terbatas, dikelola oleh manajer dana
4. Saham pertambangan emas — Partisipasi tidak langsung dalam industri emas
Investasi emas juga bisa dilakukan melalui saham perusahaan pertambangan emas, seperti Barrick Gold (ABX.US), Newmont Mining (NEM.US), Goldcorp (GG.US), dan lain-lain di pasar AS. Investor biasanya membuka rekening di broker saham untuk bertransaksi.
Kelebihan: ambang investasi rendah, transaksi mudah, biaya rendah Kekurangan: deviasi dari harga emas cukup besar, sangat dipengaruhi kondisi operasional perusahaan
5. Kontrak berjangka emas — Instrumen berisiko tinggi dengan leverage
Kontrak berjangka emas adalah jual beli kontrak berjangka emas, biasanya melalui bursa atau broker berjangka. Saat ini juga tersedia mini futures emas, dengan modal minimal beberapa ratus dolar AS. Perlu diperhatikan, kontrak memiliki batas waktu, harus menutup posisi atau melakukan rollover sebelum jatuh tempo, melibatkan operasi rollover yang kompleks.
Kontrak berjangka cocok untuk trading jangka pendek, leverage meningkatkan efisiensi modal, tetapi model kontrak yang kompleks, ambang masuk tinggi, dan tidak cocok untuk pemula.
Kelebihan: menyediakan leverage, efisiensi modal tinggi, transaksi T+0 24 jam, dua arah Kekurangan: harus melakukan pengiriman dan rollover, leverage adalah pedang bermata dua, membutuhkan kemampuan trading
6. CFD emas — Cara trading modern yang fleksibel dan praktis
Contract for Difference (CFD) adalah kontrak jual beli yang mengikuti harga spot emas, biasanya dibuka di platform forex, dengan instrumen XAUUSD. Karakteristik CFD emas seperti dibuat khusus untuk trading.
Keunggulannya adalah tidak memiliki fisik, bisa melakukan transaksi T+0 dua arah, aturan kontrak sederhana, biaya rendah, mulai dari 0,01 lot, cocok untuk trading jangka pendek. Biasanya tidak ada tanggal jatuh tempo, tidak perlu rollover. Fleksibilitas tinggi, satu akun bisa trading emas, forex, saham, indeks, dan pasar lain.
Perlu berhati-hati dengan leverage, perhatikan risiko leverage, dan gunakan alat seperti take profit, stop loss, trailing stop untuk mengendalikan risiko.
Kelebihan: ambang investasi rendah, bisa long/short, aturan kontrak sederhana, ramah dana kecil, tanpa batas waktu Kekurangan: leverage adalah pedang bermata dua
Perbandingan Kontrak Berjangka Emas vs. CFD Emas
Item
Kontrak Berjangka Emas
CFD Emas
Tanggal jatuh tempo
Ada tanggal jatuh tempo bulanan/kuartalan
Biasanya tidak ada batas waktu
Tempat transaksi
Bursa (CBOT, CME, NYMEX)
Platform forex
Kepemilikan fisik
Tidak
Tidak
Arah transaksi
Long dan short
Long dan short
Rasio leverage
Ditentukan bursa
Ditentukan broker, lebih fleksibel
Produk transaksi
Sedikit
Banyak produk
Spesifikasi kontrak
1 kontrak standar 100 ons
1 lot 100 ons, support 0,01 lot
Proses pembukaan rekening
Rumit
Mudah
Mengapa Berinvestasi Emas?
1. Aset lindung nilai dan melawan inflasi jangka panjang
Harga barang terus naik, sementara kenaikan gaji relatif lambat. Jika menyimpan uang tunai di bank dalam jangka panjang, daya beli bisa menurun. Karakteristik emas adalah mampu menjaga nilai dalam jangka panjang.
Setelah pandemi 2020, banyak negara mencetak uang dalam jumlah besar untuk merangsang ekonomi, sehingga inflasi diperkirakan meningkat. Harga emas dari sekitar 1.500 dolar AS di awal 2020 melonjak ke 4.000 dolar AS pada November 2025, kenaikan besar. Logika menjaga nilai dengan membeli emas adalah saat mata uang melemah, emas dapat mempertahankan daya beli relatifnya.
2. Alat perlindungan diversifikasi risiko
Membeli emas bukan hanya untuk meraih selisih harga, tetapi juga sebagai asuransi. Jika portofolio penuh saham atau kripto, saat pasar bergejolak, aset bisa menyusut besar. Secara historis, saat terjadi ketidakpastian politik atau ekonomi, orang cenderung membeli emas sebagai lindung nilai.
Setelah perang Rusia-Ukraina pecah tahun 2022, harga emas melonjak tajam dalam waktu singkat. Baru-baru ini, ketidakpastian akibat kebijakan tarif impor juga mendorong harga emas mencapai rekor baru. Banyak saran investasi menyarankan menaruh 5%-15% dari aset di emas, untuk melawan risiko tanpa mengorbankan pertumbuhan keseluruhan.
3. Kemudahan melalui berbagai instrumen investasi
Investasi emas tidak harus hanya membeli emas batangan, bisa melalui buku tabungan emas, ETF, CFD, atau platform digital. Kemunculan ETF emas memungkinkan investor bertransaksi seperti membeli saham. Sangat ramah untuk kalangan kecil.
4. Rasa aman secara psikologis
Meskipun jarang dibahas, perasaan aman sangat penting. Bahkan jika tidak segera dijual, memegang emas atau ETF emas membuat hati lebih tenang. Terutama saat ketidakpastian finansial dan fluktuasi pasar saham tinggi, emas bisa membuat orang lebih tenang dan merasa aman.
Harga emas internasional dipengaruhi oleh sentimen, permintaan, pasokan, kondisi ekonomi, dan faktor lain, menyediakan peluang trading yang baik.
Apakah investasi emas benar-benar melindungi nilai? Perbedaan antara teori dan kenyataan
Mengenai perlindungan nilai emas, banyak orang pertama kali berpikir “kalau inflasi tinggi, beli emas, uang tidak akan terdepresiasi”. Secara teori benar, emas adalah aset fisik, logam mulia yang diakui secara global, tidak seperti uang kertas yang bisa terdepresiasi karena kebijakan atau risiko bank. Tapi dalam kenyataannya, kemampuan menjaga nilai tidak bersifat linier dan tidak menjamin keuntungan jangka pendek.
Warren Buffett berpendapat tidak perlu berinvestasi emas, karena nilai emas bergantung pada permintaan dan penawaran, emas sendiri tidak memiliki nilai, tidak menciptakan kekayaan, dan tidak membayar dividen atau bunga.
Meskipun hingga 2024, kenaikan harga emas lebih dari 104%, jika dilihat dalam jangka panjang, selama hampir lima puluh tahun, meskipun emas pernah mengalami kenaikan besar, hanya dua kali pasar mengalami bull market yang nyata, sisanya cenderung datar. Pada periode yang sama, pasar saham mengalami banyak crash, sementara harga emas tetap stabil.
Jika hanya percaya “beli emas pasti menjaga nilai”, bisa saja terkejut oleh fluktuasi jangka pendek. Bagi pemula, memahami karakteristik emas dan menggunakan strategi yang tepat adalah kunci trading yang sebenarnya.
Pola siklus pasar emas dan tips trading
Sejujurnya, jika hanya memantau harga emas setiap hari, sangat mudah terpengaruh suasana hati yang naik turun. Tren jangka panjang emas sebenarnya memiliki “ritme”. Dari pengamatan sejarah, emas biasanya mengalami bull market selama sekitar 10 tahun, diikuti periode koreksi beberapa tahun.
Ini terkait kondisi ekonomi, kekuatan dolar AS, tren suku bunga, dan sentimen risiko global. Saat pasar saham bergejolak, inflasi meningkat, atau kekhawatiran terhadap prospek ekonomi, emas cenderung dicari dan harganya naik; sebaliknya, jika ekonomi stabil dan pasar saham kuat, emas mungkin tidak terlalu menarik.
Ada juga yang menyebut tentang konsep “super cycle” yang lebih panjang, yaitu perubahan struktur ekonomi global (seperti pertumbuhan pesat pasar berkembang, meningkatnya permintaan sumber daya), yang bisa menyebabkan bull market emas selama lebih dari satu dekade. Ini mengajarkan kita bahwa, meskipun harga emas jangka pendek bisa berfluktuasi, tren jangka panjang tetap memiliki pola.
Bagi pemula, tidak perlu memantau harga emas setiap hari. Cukup perhatikan dolar AS, suku bunga, dan sentimen risiko sebagai indikator utama, dan Anda bisa memperkirakan apakah emas akan memasuki siklus kenaikan berikutnya.
Saran alokasi emas untuk berbagai tipe investor
Kalangan kecil tidak perlu khawatir, bisa berinvestasi melalui buku tabungan emas, ETF, atau platform online. Latihan dengan akun demo untuk mengurangi risiko dan menghindari mengikuti tren secara sembarangan.
Untuk investor trading jangka pendek yang suka fluktuasi, CFD emas adalah pilihan bagus karena biaya transaksi sangat rendah, bisa long/short, dan mendukung leverage. Cukup sekitar 10 dolar AS untuk membuka posisi, tetapi harus selalu menggunakan stop profit, stop loss, trailing stop untuk mengendalikan risiko.
Apapun jalurnya, leverage akan memperbesar keuntungan sekaligus kerugian, pemula harus berhati-hati, mulai dari modal kecil dan leverage rendah untuk latihan, serta menambah pengalaman trading.
Pembelian emas batangan cocok untuk yang ingin menyimpan dalam jangka panjang, sementara yang ingin meraih keuntungan jangka pendek dari fluktuasi pasar bisa mempertimbangkan instrumen trading emas modern, asalkan memahami risiko dan mengelola dana dengan baik.
Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
Panduan Lengkap Investasi Emas 2025: Dari Membeli Batangan Emas untuk Melindungi Nilai hingga Perdagangan Digital
Hingga Oktober 2025, harga emas internasional telah menembus 4.300 dolar AS per ons, mencatat rekor tertinggi dalam sejarah. Bagi banyak investor, emas telah menjadi bagian yang tak terpisahkan dari alokasi aset. Baik melalui pembelian emas batangan secara tradisional untuk menjaga nilai, maupun melalui instrumen keuangan modern untuk bertransaksi, memahami berbagai jalur investasi emas dan karakteristiknya adalah langkah utama untuk memasuki pasar ini.
Enam Jalur Utama Investasi Emas
1. Emas fisik — Pilihan konservatif paling tradisional
Pembelian langsung emas fisik (batangan, koin, dll) adalah metode investasi tertua. Dijual di bank, toko emas, dan pawnshop, banyak investor yang sadar risiko cenderung memilih cara ini.
Keunggulan utama membeli emas batangan adalah sifatnya sebagai mata uang keras dan fungsi penyimpan nilai jangka panjang. Namun, tantangan bagi kalangan kecil adalah ambang pembelian yang cukup tinggi, serta biaya penyimpanan dan risiko keamanan yang tidak boleh diabaikan. Jika nanti ingin dijual, bank hanya menerima emas batangan dan koin, produk emas lain (seperti kalung emas) harus dijual melalui jalur lain, dan harganya biasanya akan didiskon.
Saat membeli, perhatikan merek, berat (kemurnian 99,99%), kualitas, sertifikat, dan reputasi penjual. Disarankan memilih emas batangan dan koin, hindari perhiasan emas dan koin peringatan.
Kelebihan: mata uang keras, menjaga nilai
Kekurangan: tidak ada dividen, likuiditas rendah, biaya penyimpanan tinggi
2. Buku tabungan emas — Transaksi digital tingkat pemula
Buku tabungan emas (emas kertas) menggantikan emas fisik dengan pencatatan digital, harga terikat pada harga emas spot di pasar. Investor dapat membelinya di bank, lalu mengubah buku tabungan menjadi emas fisik. Sebagian besar bank di Taiwan menyediakan layanan ini, cukup bayar biaya pembukaan rekening, lalu bisa membeli dan menjual emas melalui bank tanpa khawatir soal penyimpanan.
Perlu diingat, buku tabungan emas tidak menghasilkan bunga, keuntungan hanya dari selisih harga beli dan jual, dan biaya transaksi relatif tinggi, kurang cocok untuk investasi jangka pendek.
Kelebihan: minimal transaksi mulai dari 1 gram, tanpa biaya pembukaan rekening
Kekurangan: biaya transaksi tinggi, tidak ada bunga
3. ETF emas — Jembatan terbaik untuk investor pasar saham
ETF emas adalah dana terbuka yang terdaftar di bursa saham, sebagian besar dana diinvestasikan ke aset terkait emas. Di pasar AS, ada ETF emas terbesar dunia — SPDR Gold ETF (GLD.US), dan di Taiwan ada ETF seperti Yuanta S&P Gold反1 ETF (00674R.TW). Trader dapat bertransaksi secara real-time, membeli dan menebus secara bebas, biaya transaksi rendah, tetapi harus membayar biaya pengelolaan dana dan biaya transaksi.
Pada 2024, volume transaksi harian emas mencapai 227 miliar dolar AS, posisi kedua setelah indeks S&P 500, menunjukkan popularitasnya. ETF cocok untuk pemula dalam berinvestasi.
Kelebihan: ambang investasi rendah, biaya rendah, mudah dioperasikan
Kekurangan: waktu transaksi terbatas, dikelola oleh manajer dana
4. Saham pertambangan emas — Partisipasi tidak langsung dalam industri emas
Investasi emas juga bisa dilakukan melalui saham perusahaan pertambangan emas, seperti Barrick Gold (ABX.US), Newmont Mining (NEM.US), Goldcorp (GG.US), dan lain-lain di pasar AS. Investor biasanya membuka rekening di broker saham untuk bertransaksi.
Kelebihan: ambang investasi rendah, transaksi mudah, biaya rendah
Kekurangan: deviasi dari harga emas cukup besar, sangat dipengaruhi kondisi operasional perusahaan
5. Kontrak berjangka emas — Instrumen berisiko tinggi dengan leverage
Kontrak berjangka emas adalah jual beli kontrak berjangka emas, biasanya melalui bursa atau broker berjangka. Saat ini juga tersedia mini futures emas, dengan modal minimal beberapa ratus dolar AS. Perlu diperhatikan, kontrak memiliki batas waktu, harus menutup posisi atau melakukan rollover sebelum jatuh tempo, melibatkan operasi rollover yang kompleks.
Kontrak berjangka cocok untuk trading jangka pendek, leverage meningkatkan efisiensi modal, tetapi model kontrak yang kompleks, ambang masuk tinggi, dan tidak cocok untuk pemula.
Kelebihan: menyediakan leverage, efisiensi modal tinggi, transaksi T+0 24 jam, dua arah
Kekurangan: harus melakukan pengiriman dan rollover, leverage adalah pedang bermata dua, membutuhkan kemampuan trading
6. CFD emas — Cara trading modern yang fleksibel dan praktis
Contract for Difference (CFD) adalah kontrak jual beli yang mengikuti harga spot emas, biasanya dibuka di platform forex, dengan instrumen XAUUSD. Karakteristik CFD emas seperti dibuat khusus untuk trading.
Keunggulannya adalah tidak memiliki fisik, bisa melakukan transaksi T+0 dua arah, aturan kontrak sederhana, biaya rendah, mulai dari 0,01 lot, cocok untuk trading jangka pendek. Biasanya tidak ada tanggal jatuh tempo, tidak perlu rollover. Fleksibilitas tinggi, satu akun bisa trading emas, forex, saham, indeks, dan pasar lain.
Perlu berhati-hati dengan leverage, perhatikan risiko leverage, dan gunakan alat seperti take profit, stop loss, trailing stop untuk mengendalikan risiko.
Kelebihan: ambang investasi rendah, bisa long/short, aturan kontrak sederhana, ramah dana kecil, tanpa batas waktu
Kekurangan: leverage adalah pedang bermata dua
Perbandingan Kontrak Berjangka Emas vs. CFD Emas
Mengapa Berinvestasi Emas?
1. Aset lindung nilai dan melawan inflasi jangka panjang
Harga barang terus naik, sementara kenaikan gaji relatif lambat. Jika menyimpan uang tunai di bank dalam jangka panjang, daya beli bisa menurun. Karakteristik emas adalah mampu menjaga nilai dalam jangka panjang.
Setelah pandemi 2020, banyak negara mencetak uang dalam jumlah besar untuk merangsang ekonomi, sehingga inflasi diperkirakan meningkat. Harga emas dari sekitar 1.500 dolar AS di awal 2020 melonjak ke 4.000 dolar AS pada November 2025, kenaikan besar. Logika menjaga nilai dengan membeli emas adalah saat mata uang melemah, emas dapat mempertahankan daya beli relatifnya.
2. Alat perlindungan diversifikasi risiko
Membeli emas bukan hanya untuk meraih selisih harga, tetapi juga sebagai asuransi. Jika portofolio penuh saham atau kripto, saat pasar bergejolak, aset bisa menyusut besar. Secara historis, saat terjadi ketidakpastian politik atau ekonomi, orang cenderung membeli emas sebagai lindung nilai.
Setelah perang Rusia-Ukraina pecah tahun 2022, harga emas melonjak tajam dalam waktu singkat. Baru-baru ini, ketidakpastian akibat kebijakan tarif impor juga mendorong harga emas mencapai rekor baru. Banyak saran investasi menyarankan menaruh 5%-15% dari aset di emas, untuk melawan risiko tanpa mengorbankan pertumbuhan keseluruhan.
3. Kemudahan melalui berbagai instrumen investasi
Investasi emas tidak harus hanya membeli emas batangan, bisa melalui buku tabungan emas, ETF, CFD, atau platform digital. Kemunculan ETF emas memungkinkan investor bertransaksi seperti membeli saham. Sangat ramah untuk kalangan kecil.
4. Rasa aman secara psikologis
Meskipun jarang dibahas, perasaan aman sangat penting. Bahkan jika tidak segera dijual, memegang emas atau ETF emas membuat hati lebih tenang. Terutama saat ketidakpastian finansial dan fluktuasi pasar saham tinggi, emas bisa membuat orang lebih tenang dan merasa aman.
Harga emas internasional dipengaruhi oleh sentimen, permintaan, pasokan, kondisi ekonomi, dan faktor lain, menyediakan peluang trading yang baik.
Apakah investasi emas benar-benar melindungi nilai? Perbedaan antara teori dan kenyataan
Mengenai perlindungan nilai emas, banyak orang pertama kali berpikir “kalau inflasi tinggi, beli emas, uang tidak akan terdepresiasi”. Secara teori benar, emas adalah aset fisik, logam mulia yang diakui secara global, tidak seperti uang kertas yang bisa terdepresiasi karena kebijakan atau risiko bank. Tapi dalam kenyataannya, kemampuan menjaga nilai tidak bersifat linier dan tidak menjamin keuntungan jangka pendek.
Warren Buffett berpendapat tidak perlu berinvestasi emas, karena nilai emas bergantung pada permintaan dan penawaran, emas sendiri tidak memiliki nilai, tidak menciptakan kekayaan, dan tidak membayar dividen atau bunga.
Meskipun hingga 2024, kenaikan harga emas lebih dari 104%, jika dilihat dalam jangka panjang, selama hampir lima puluh tahun, meskipun emas pernah mengalami kenaikan besar, hanya dua kali pasar mengalami bull market yang nyata, sisanya cenderung datar. Pada periode yang sama, pasar saham mengalami banyak crash, sementara harga emas tetap stabil.
Jika hanya percaya “beli emas pasti menjaga nilai”, bisa saja terkejut oleh fluktuasi jangka pendek. Bagi pemula, memahami karakteristik emas dan menggunakan strategi yang tepat adalah kunci trading yang sebenarnya.
Pola siklus pasar emas dan tips trading
Sejujurnya, jika hanya memantau harga emas setiap hari, sangat mudah terpengaruh suasana hati yang naik turun. Tren jangka panjang emas sebenarnya memiliki “ritme”. Dari pengamatan sejarah, emas biasanya mengalami bull market selama sekitar 10 tahun, diikuti periode koreksi beberapa tahun.
Ini terkait kondisi ekonomi, kekuatan dolar AS, tren suku bunga, dan sentimen risiko global. Saat pasar saham bergejolak, inflasi meningkat, atau kekhawatiran terhadap prospek ekonomi, emas cenderung dicari dan harganya naik; sebaliknya, jika ekonomi stabil dan pasar saham kuat, emas mungkin tidak terlalu menarik.
Ada juga yang menyebut tentang konsep “super cycle” yang lebih panjang, yaitu perubahan struktur ekonomi global (seperti pertumbuhan pesat pasar berkembang, meningkatnya permintaan sumber daya), yang bisa menyebabkan bull market emas selama lebih dari satu dekade. Ini mengajarkan kita bahwa, meskipun harga emas jangka pendek bisa berfluktuasi, tren jangka panjang tetap memiliki pola.
Bagi pemula, tidak perlu memantau harga emas setiap hari. Cukup perhatikan dolar AS, suku bunga, dan sentimen risiko sebagai indikator utama, dan Anda bisa memperkirakan apakah emas akan memasuki siklus kenaikan berikutnya.
Saran alokasi emas untuk berbagai tipe investor
Kalangan kecil tidak perlu khawatir, bisa berinvestasi melalui buku tabungan emas, ETF, atau platform online. Latihan dengan akun demo untuk mengurangi risiko dan menghindari mengikuti tren secara sembarangan.
Untuk investor trading jangka pendek yang suka fluktuasi, CFD emas adalah pilihan bagus karena biaya transaksi sangat rendah, bisa long/short, dan mendukung leverage. Cukup sekitar 10 dolar AS untuk membuka posisi, tetapi harus selalu menggunakan stop profit, stop loss, trailing stop untuk mengendalikan risiko.
Apapun jalurnya, leverage akan memperbesar keuntungan sekaligus kerugian, pemula harus berhati-hati, mulai dari modal kecil dan leverage rendah untuk latihan, serta menambah pengalaman trading.
Pembelian emas batangan cocok untuk yang ingin menyimpan dalam jangka panjang, sementara yang ingin meraih keuntungan jangka pendek dari fluktuasi pasar bisa mempertimbangkan instrumen trading emas modern, asalkan memahami risiko dan mengelola dana dengan baik.