说到什么叫做空,很多散户还是一脸懵。其实 sederhana memahami adalah operasi terbalik——ketika Anda memprediksi pasar akan turun, jual terlebih dahulu aset yang belum Anda miliki, tunggu harga benar-benar turun lalu beli kembali, dan dapatkan selisihnya. Ini terdengar seperti cerita dongeng, tetapi memang diakui sebagai cara legal untuk menghasilkan uang di pasar investasi.
Di pasar ada yang melakukan posisi long (menguntungkan saat naik), tentu saja ada yang melakukan posisi short (menguntungkan saat turun). Keseimbangan antara long dan short ini yang menjaga pasar tetap rasional, tidak terlalu liar saat naik atau jatuh tanpa batas. Investor yang benar-benar cerdas tidak hanya bertaruh satu arah, tetapi fleksibel mengubah strategi sesuai kondisi pasar.
Apa itu short? Penjelasan inti dalam satu kalimat
Esensi dari “short” adalah “jual tinggi beli rendah”.
Anda saat ini tidak memiliki saham atau mata uang tersebut, tetapi meminjam dari broker, lalu langsung menjualnya dengan harga saat ini. Setelah pasar turun, Anda beli kembali dengan harga yang lebih rendah dan kembalikan ke broker, selisihnya adalah keuntungan Anda.
Contoh: misalnya harga saham Tesla saat ini $1200, Anda prediksi akan turun. Pinjam 1 saham Tesla dari broker, langsung jual seharga $1200. Dua minggu kemudian, harga saham turun ke $980, Anda beli kembali 1 saham dan kembalikan ke broker. Setelah dikurangi biaya-biaya, Anda bersih mendapatkan keuntungan sekitar $200. Itulah short.
Mengapa short sangat berbahaya? Risiko harus dijelaskan terlebih dahulu
Banyak orang tertarik saat mendengar “short”, tapi tidak sadar ini adalah pedang bermata dua. Yang paling menakutkan dari short adalah kerugian tak terbatas.
Kalau posisi long, kerugian maksimal adalah seluruh modal (saham turun ke 0). Tapi kalau short? Jika Anda short suatu saham, dan ternyata saham itu terus naik, dari 10 menjadi 100, lalu 1000, kerugian Anda bisa tak terbatas. Secara teori, saham bisa naik tanpa batas, risiko Anda juga tak terbatas. Jika margin tidak cukup menutup kerugian, broker akan paksa menutup posisi Anda, dan Anda bisa keluar dari pasar saat kondisi terburuk.
Ini sebabnya short harus didukung strategi stop-loss yang ketat. Tanpa disiplin, short bisa lebih cepat dan lebih parah kerugiannya daripada posisi long.
Apa itu short? Cara praktis menggunakan berbagai instrumen
Setelah memahami apa itu short dan risiko yang menyertainya, selanjutnya adalah tahu bagaimana melakukan short. Ada 4 instrumen utama untuk short di pasar:
Short dengan margin saham
Cara paling langsung adalah meminjam saham dari broker lalu menjualnya. Anda harus membuka akun margin, biasanya membutuhkan aset tertentu di akun (misalnya di atas $2000). Kekurangannya adalah ambang yang tinggi, bunga pinjaman mahal, tidak cocok untuk trader kecil.
CFD (Contract for Difference) untuk short
Ini adalah instrumen paling populer saat ini. CFD sendiri memiliki leverage, Anda hanya perlu margin 5-10% untuk mengontrol posisi 10-20 kali lipat. Misalnya short saham Google GOOG, dengan 5 saham, margin sekitar $4300, tapi CFD hanya membutuhkan sekitar $400-an dan tidak perlu bayar bunga overnight.
Proses trading CFD juga sangat simpel—langsung klik jual untuk short, klik beli untuk tutup posisi. Tidak perlu proses pinjam-meminjam saham yang ribet. Selain itu, CFD menawarkan berbagai instrumen—saham, forex, indeks, komoditas—dalam satu akun, sangat fleksibel.
Short dengan futures
Futures secara teori juga bisa short, tapi ambang lebih tinggi. Margin futures lebih besar, trading lebih kompleks, dan ada tenggat waktu pengiriman. Untuk trader retail, short futures kurang cocok, lebih banyak digunakan oleh institusi profesional atau trader berpengalaman.
Short dengan ETF terbalik (inverse ETF)
Kalau merasa cara di atas terlalu rumit, ada pilihan “malas” lain—beli ETF terbalik yang dirancang untuk short indeks. Prinsipnya, manajer dana yang melakukan short indeks, Anda tinggal beli seperti membeli ETF biasa. Kekurangannya adalah biaya lebih tinggi karena melibatkan biaya rollover derivatif.
Perbedaan short forex dan short saham
Pasar forex secara alami adalah pasar dua arah, melakukan short mata uang adalah operasi biasa. Jika Anda yakin Poundsterling akan melemah (terhadap dolar), jual Pound dan beli dolar. Saat Pound benar-benar melemah, tutup posisi dan dapatkan keuntungan.
Tapi pasar forex jauh lebih kompleks dari saham. Fluktuasi nilai tukar dipengaruhi oleh suku bunga, neraca perdagangan, inflasi, kebijakan bank sentral, dan banyak faktor lainnya. Short forex membutuhkan pemahaman ekonomi makro yang mendalam, dan manajemen risiko yang lebih ketat.
Contoh nyata: di grafik 5 menit, trader menggunakan margin $590 dengan leverage 200 kali untuk short 1 lot GBP/USD, harga entry 1.18039, saat nilai tukar turun 21 poin ke 1.17796, keuntungan sekitar $219, dengan ROI 37%. Ini kekuatan leverage—modal kecil bisa menghasilkan keuntungan besar, tapi risikonya juga sepadan.
Keuntungan utama dari short
Mengapa pasar membutuhkan short? Karena short memiliki tiga manfaat nyata:
Mencegah pasar menjadi gila: Tanpa mekanisme short, pasar hanya bisa naik. Akibatnya, saat naik tanpa batas, gelembung terbentuk, dan saat jatuh, langsung crash. Dengan adanya short, saat gelembung, trader yang melakukan short bisa menahan kenaikan berlebihan dan memberi rem.
Meningkatkan likuiditas pasar: Kalau cuma posisi long yang menguntungkan, partisipasi pasar rendah. Dengan bisa short dan long, ada peluang untung di kedua arah, partisipan lebih banyak, transaksi lebih aktif, dan likuiditas pun tinggi.
Hedging risiko investasi: Kalau Anda yakin jangka panjang akan untung dari Tesla, tapi khawatir ada peristiwa tak terduga (seperti pandemi yang menyebabkan penurunan besar), Anda bisa melakukan short kontrak CFD Tesla untuk melindungi posisi. Saat pasar jatuh, keuntungan dari posisi short bisa mengimbangi kerugian posisi long.
Kenapa CFD short lebih menguntungkan daripada margin tradisional
Perbandingan antara CFD dan margin saham untuk short:
Modal awal: CFD hanya butuh margin 5-10%, sedangkan margin saham sekitar 50%. Untuk posisi yang sama, CFD menghemat 90% modal.
Biaya overnight: CFD tidak dikenai bunga overnight saat trading harian, sedangkan margin saham harus bayar bunga sesuai proporsi.
Return: Kalau keuntungan $150, ROI CFD adalah 34.6%, sedangkan margin hanya 3.4%. Leverage membuat perbedaan besar.
Kemudahan transaksi: CFD cukup klik jual lalu beli, sedangkan margin harus melalui proses pinjam, jual, beli, kembalikan, yang lebih rumit.
Keuntungan pajak: CFD tidak dikenai pajak capital gain, sedangkan margin saham harus bayar pajak.
Tentu saja, leverage adalah pedang bermata dua. Keuntungan bisa berlipat, kerugian juga bisa berlipat. CFD bukan mesin uang, melainkan instrumen berisiko tinggi dan berpotensi tinggi.
Aturan penting saat melakukan short
Pertama, short tidak cocok untuk posisi jangka panjang. Potensi keuntungan terbatas (maksimal 100%), kerugian tak terbatas. Jadi, short harus cepat keluar saat sudah profit, dan jangan terlalu lama bertahan. Kalau pasar tidak sesuai prediksi, segera tutup posisi dan akui kerugian.
Kedua, kontrol posisi. Short bisa digunakan untuk hedging posisi long besar, tapi tidak seharusnya jadi strategi utama. Disarankan posisi short tidak lebih dari 30% dari total modal.
Ketiga, jangan serakah menambah posisi. Banyak trader yang mulai short dan untung, lalu menambah posisi. Akibatnya, saat pasar berbalik, kerugian membengkak. Short harus fleksibel, ambil profit saat target tercapai, dan stop loss saat kerugian. Tidak ada posisi short yang tak terkalahkan.
Keempat, pahami dengan baik sebelum beraksi. Short membutuhkan pemahaman pasar dan manajemen risiko yang tinggi. Jangan short saat tidak yakin, karena itu seperti judi.
Kesimpulan
Apa itu short? Singkatnya, bertaruh pasar akan turun dan mendapatkan selisihnya. Ini legal dan penting, tapi juga yang paling menguji disiplin investor.
Ada berbagai instrumen short—margin saham, CFD, futures, ETF terbalik—masing-masing punya kelebihan dan kekurangan. Untuk trader retail, CFD adalah pilihan paling praktis, dengan modal kecil, efisien, dan fleksibel.
Tapi short bukan jalan pintas cepat kaya. Hanya jika Anda punya prediksi pasar yang matang, pengelolaan risiko yang jelas, dan disiplin tinggi, baru layak melakukan short. Kalau tidak, lebih baik fokus ke posisi long, investasi jangka panjang, dan rutin melakukan compounding.
Ingat: pasar selalu ada, peluang selalu ada. Jangan terburu-buru ambil posisi, itu tanda investor yang berpengalaman.
Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
Apa itu short selling? Mengungkap rahasia para ahli yang menggunakan strategi short untuk meraup keuntungan di pasar yang sedang turun
说到什么叫做空,很多散户还是一脸懵。其实 sederhana memahami adalah operasi terbalik——ketika Anda memprediksi pasar akan turun, jual terlebih dahulu aset yang belum Anda miliki, tunggu harga benar-benar turun lalu beli kembali, dan dapatkan selisihnya. Ini terdengar seperti cerita dongeng, tetapi memang diakui sebagai cara legal untuk menghasilkan uang di pasar investasi.
Di pasar ada yang melakukan posisi long (menguntungkan saat naik), tentu saja ada yang melakukan posisi short (menguntungkan saat turun). Keseimbangan antara long dan short ini yang menjaga pasar tetap rasional, tidak terlalu liar saat naik atau jatuh tanpa batas. Investor yang benar-benar cerdas tidak hanya bertaruh satu arah, tetapi fleksibel mengubah strategi sesuai kondisi pasar.
Apa itu short? Penjelasan inti dalam satu kalimat
Esensi dari “short” adalah “jual tinggi beli rendah”.
Anda saat ini tidak memiliki saham atau mata uang tersebut, tetapi meminjam dari broker, lalu langsung menjualnya dengan harga saat ini. Setelah pasar turun, Anda beli kembali dengan harga yang lebih rendah dan kembalikan ke broker, selisihnya adalah keuntungan Anda.
Contoh: misalnya harga saham Tesla saat ini $1200, Anda prediksi akan turun. Pinjam 1 saham Tesla dari broker, langsung jual seharga $1200. Dua minggu kemudian, harga saham turun ke $980, Anda beli kembali 1 saham dan kembalikan ke broker. Setelah dikurangi biaya-biaya, Anda bersih mendapatkan keuntungan sekitar $200. Itulah short.
Mengapa short sangat berbahaya? Risiko harus dijelaskan terlebih dahulu
Banyak orang tertarik saat mendengar “short”, tapi tidak sadar ini adalah pedang bermata dua. Yang paling menakutkan dari short adalah kerugian tak terbatas.
Kalau posisi long, kerugian maksimal adalah seluruh modal (saham turun ke 0). Tapi kalau short? Jika Anda short suatu saham, dan ternyata saham itu terus naik, dari 10 menjadi 100, lalu 1000, kerugian Anda bisa tak terbatas. Secara teori, saham bisa naik tanpa batas, risiko Anda juga tak terbatas. Jika margin tidak cukup menutup kerugian, broker akan paksa menutup posisi Anda, dan Anda bisa keluar dari pasar saat kondisi terburuk.
Ini sebabnya short harus didukung strategi stop-loss yang ketat. Tanpa disiplin, short bisa lebih cepat dan lebih parah kerugiannya daripada posisi long.
Apa itu short? Cara praktis menggunakan berbagai instrumen
Setelah memahami apa itu short dan risiko yang menyertainya, selanjutnya adalah tahu bagaimana melakukan short. Ada 4 instrumen utama untuk short di pasar:
Short dengan margin saham
Cara paling langsung adalah meminjam saham dari broker lalu menjualnya. Anda harus membuka akun margin, biasanya membutuhkan aset tertentu di akun (misalnya di atas $2000). Kekurangannya adalah ambang yang tinggi, bunga pinjaman mahal, tidak cocok untuk trader kecil.
CFD (Contract for Difference) untuk short
Ini adalah instrumen paling populer saat ini. CFD sendiri memiliki leverage, Anda hanya perlu margin 5-10% untuk mengontrol posisi 10-20 kali lipat. Misalnya short saham Google GOOG, dengan 5 saham, margin sekitar $4300, tapi CFD hanya membutuhkan sekitar $400-an dan tidak perlu bayar bunga overnight.
Proses trading CFD juga sangat simpel—langsung klik jual untuk short, klik beli untuk tutup posisi. Tidak perlu proses pinjam-meminjam saham yang ribet. Selain itu, CFD menawarkan berbagai instrumen—saham, forex, indeks, komoditas—dalam satu akun, sangat fleksibel.
Short dengan futures
Futures secara teori juga bisa short, tapi ambang lebih tinggi. Margin futures lebih besar, trading lebih kompleks, dan ada tenggat waktu pengiriman. Untuk trader retail, short futures kurang cocok, lebih banyak digunakan oleh institusi profesional atau trader berpengalaman.
Short dengan ETF terbalik (inverse ETF)
Kalau merasa cara di atas terlalu rumit, ada pilihan “malas” lain—beli ETF terbalik yang dirancang untuk short indeks. Prinsipnya, manajer dana yang melakukan short indeks, Anda tinggal beli seperti membeli ETF biasa. Kekurangannya adalah biaya lebih tinggi karena melibatkan biaya rollover derivatif.
Perbedaan short forex dan short saham
Pasar forex secara alami adalah pasar dua arah, melakukan short mata uang adalah operasi biasa. Jika Anda yakin Poundsterling akan melemah (terhadap dolar), jual Pound dan beli dolar. Saat Pound benar-benar melemah, tutup posisi dan dapatkan keuntungan.
Tapi pasar forex jauh lebih kompleks dari saham. Fluktuasi nilai tukar dipengaruhi oleh suku bunga, neraca perdagangan, inflasi, kebijakan bank sentral, dan banyak faktor lainnya. Short forex membutuhkan pemahaman ekonomi makro yang mendalam, dan manajemen risiko yang lebih ketat.
Contoh nyata: di grafik 5 menit, trader menggunakan margin $590 dengan leverage 200 kali untuk short 1 lot GBP/USD, harga entry 1.18039, saat nilai tukar turun 21 poin ke 1.17796, keuntungan sekitar $219, dengan ROI 37%. Ini kekuatan leverage—modal kecil bisa menghasilkan keuntungan besar, tapi risikonya juga sepadan.
Keuntungan utama dari short
Mengapa pasar membutuhkan short? Karena short memiliki tiga manfaat nyata:
Mencegah pasar menjadi gila: Tanpa mekanisme short, pasar hanya bisa naik. Akibatnya, saat naik tanpa batas, gelembung terbentuk, dan saat jatuh, langsung crash. Dengan adanya short, saat gelembung, trader yang melakukan short bisa menahan kenaikan berlebihan dan memberi rem.
Meningkatkan likuiditas pasar: Kalau cuma posisi long yang menguntungkan, partisipasi pasar rendah. Dengan bisa short dan long, ada peluang untung di kedua arah, partisipan lebih banyak, transaksi lebih aktif, dan likuiditas pun tinggi.
Hedging risiko investasi: Kalau Anda yakin jangka panjang akan untung dari Tesla, tapi khawatir ada peristiwa tak terduga (seperti pandemi yang menyebabkan penurunan besar), Anda bisa melakukan short kontrak CFD Tesla untuk melindungi posisi. Saat pasar jatuh, keuntungan dari posisi short bisa mengimbangi kerugian posisi long.
Kenapa CFD short lebih menguntungkan daripada margin tradisional
Perbandingan antara CFD dan margin saham untuk short:
Modal awal: CFD hanya butuh margin 5-10%, sedangkan margin saham sekitar 50%. Untuk posisi yang sama, CFD menghemat 90% modal.
Biaya overnight: CFD tidak dikenai bunga overnight saat trading harian, sedangkan margin saham harus bayar bunga sesuai proporsi.
Return: Kalau keuntungan $150, ROI CFD adalah 34.6%, sedangkan margin hanya 3.4%. Leverage membuat perbedaan besar.
Kemudahan transaksi: CFD cukup klik jual lalu beli, sedangkan margin harus melalui proses pinjam, jual, beli, kembalikan, yang lebih rumit.
Keuntungan pajak: CFD tidak dikenai pajak capital gain, sedangkan margin saham harus bayar pajak.
Tentu saja, leverage adalah pedang bermata dua. Keuntungan bisa berlipat, kerugian juga bisa berlipat. CFD bukan mesin uang, melainkan instrumen berisiko tinggi dan berpotensi tinggi.
Aturan penting saat melakukan short
Pertama, short tidak cocok untuk posisi jangka panjang. Potensi keuntungan terbatas (maksimal 100%), kerugian tak terbatas. Jadi, short harus cepat keluar saat sudah profit, dan jangan terlalu lama bertahan. Kalau pasar tidak sesuai prediksi, segera tutup posisi dan akui kerugian.
Kedua, kontrol posisi. Short bisa digunakan untuk hedging posisi long besar, tapi tidak seharusnya jadi strategi utama. Disarankan posisi short tidak lebih dari 30% dari total modal.
Ketiga, jangan serakah menambah posisi. Banyak trader yang mulai short dan untung, lalu menambah posisi. Akibatnya, saat pasar berbalik, kerugian membengkak. Short harus fleksibel, ambil profit saat target tercapai, dan stop loss saat kerugian. Tidak ada posisi short yang tak terkalahkan.
Keempat, pahami dengan baik sebelum beraksi. Short membutuhkan pemahaman pasar dan manajemen risiko yang tinggi. Jangan short saat tidak yakin, karena itu seperti judi.
Kesimpulan
Apa itu short? Singkatnya, bertaruh pasar akan turun dan mendapatkan selisihnya. Ini legal dan penting, tapi juga yang paling menguji disiplin investor.
Ada berbagai instrumen short—margin saham, CFD, futures, ETF terbalik—masing-masing punya kelebihan dan kekurangan. Untuk trader retail, CFD adalah pilihan paling praktis, dengan modal kecil, efisien, dan fleksibel.
Tapi short bukan jalan pintas cepat kaya. Hanya jika Anda punya prediksi pasar yang matang, pengelolaan risiko yang jelas, dan disiplin tinggi, baru layak melakukan short. Kalau tidak, lebih baik fokus ke posisi long, investasi jangka panjang, dan rutin melakukan compounding.
Ingat: pasar selalu ada, peluang selalu ada. Jangan terburu-buru ambil posisi, itu tanda investor yang berpengalaman.