Jika Anda adalah investor pemula di pasar saham, Anda mungkin sering mendengar istilah “permintaan dan penawaran”. Kedua kata ini terlihat rumit, tetapi sebenarnya merupakan prinsip dasar yang menjelaskan bagaimana harga bergerak. Jika Anda memahaminya, Anda akan memiliki pandangan yang lebih jelas dalam pengambilan keputusan beli dan jual.
Permintaan dan Penawaran: Perbedaan Dasar
Sederhananya, permintaan (Demand) adalah keinginan untuk membeli, sedangkan penawaran (Supply) adalah keinginan untuk menjual. Keduanya bergerak dalam arah yang berlawanan.
Permintaan (Demand) adalah jumlah barang yang diinginkan pembeli pada berbagai tingkat harga. Ketika harga turun, konsumen ingin membeli lebih banyak. Mengapa? Karena uang Anda menjadi lebih berharga (Income Effect). Dan jika dibandingkan dengan barang lain, harga yang lebih murah (Substitution Effect). Sebaliknya, jika harga naik, keinginan untuk membeli akan berkurang. Ini disebut “hukum permintaan”.
Penawaran (Supply) adalah jumlah barang yang bersedia ditawarkan penjual pada berbagai tingkat harga. Penawaran bergerak searah dengan harga, yaitu jika harga naik, penjual akan memproduksi atau menawarkan lebih banyak karena berharap mendapatkan keuntungan lebih. Sebaliknya, jika harga turun, keinginan untuk menawarkan akan berkurang. Ini disebut “hukum penawaran”.
Perbedaan utama ini menunjukkan bahwa keinginan untuk membeli dan menjual bergerak berlawanan arah. Di titik di mana keduanya bertemu, kita menyebutnya “titik keseimbangan (Equilibrium)”.
Faktor yang Mendorong Permintaan dan Penawaran
Faktor yang Menggerakkan Permintaan
Keinginan untuk membeli tidak hanya bergantung pada harga saja, melainkan juga dipengaruhi oleh faktor lain seperti:
Suku bunga: Ketika bank sentral menurunkan suku bunga, pinjaman menjadi lebih murah, sehingga orang lebih mampu dan mau membeli, meningkatkan permintaan di pasar saham.
Pendapatan dan lapangan kerja: Jika ekonomi tumbuh dan orang mendapatkan pekerjaan, mereka memiliki lebih banyak uang untuk diinvestasikan.
Kepercayaan investor: Jika berita baik keluar dan orang percaya masa depan cerah, mereka akan lebih berani membeli.
Ekspektasi: Jika investor berpikir harga akan naik lagi, mereka akan segera membeli sekarang.
Permintaan pasar: Jika produk baru keluar atau perusahaan menjadi topik pembicaraan, permintaan akan meningkat.
Faktor yang Menggerakkan Penawaran
Jumlah barang yang ditawarkan tergantung pada:
Biaya produksi: Jika biaya produksi turun, produsen memiliki kondisi yang lebih baik untuk menawarkan lebih banyak.
Teknologi: Pengembangan teknologi baru memungkinkan produksi lebih efisien atau mengurangi biaya.
Kebijakan perusahaan: Buyback saham (Share Buyback) mengurangi jumlah saham di pasar, sementara peningkatan modal (Rights Offering) menambah jumlah.
Pencatatan di bursa (IPO): Perusahaan baru masuk dan menawarkan saham, menambah pasokan di pasar.
Peraturan pasar: Aturan dan batasan penjualan dapat membatasi jumlah saham yang diizinkan untuk ditawarkan.
Titik Keseimbangan: Tempat Pembeli dan Penjual Bertemu
Titik keseimbangan (Equilibrium Point) adalah titik di mana garis permintaan dan penawaran bertemu. Di sini, harga dan volume transaksi berhenti berubah, jika tidak ada faktor baru yang mempengaruhi.
Lalu apa yang terjadi jika harga berubah?
Jika harga naik dari titik keseimbangan:
Penjual akan ingin menawarkan lebih banyak (penawaran berlebih)
Pembeli akan mengurangi jumlah yang ingin dibeli
Stok barang tidak terjual, penjual harus menurunkan harga
Jika harga turun dari titik keseimbangan:
Permintaan akan meningkat (permintaan berlebih)
Penjual akan mengurangi jumlah yang ditawarkan
Barang menjadi langka, membuat pembeli bersedia membayar lebih tinggi
Sistem ini menyebabkan harga berfluktuasi kembali ke titik keseimbangan secara terus-menerus, termasuk di pasar saham.
Permintaan dan Penawaran dalam Pasar Saham
1. Perspektif Analisis Fundamental (Fundamental Analysis)
Saham adalah instrumen yang mewakili nilai perusahaan. Jika orang percaya bahwa perusahaan akan tumbuh dengan baik, permintaan (keinginan membeli) akan meningkat, sehingga harga saham naik. Sebaliknya, jika berita tidak baik (laba menurun, kapasitas produksi berkurang), penawaran (keinginan menjual) akan menekan harga turun.
Faktor yang mempengaruhi permintaan di pasar saham:
Laba dan proyeksi laba kuartalan
Pertumbuhan ekonomi secara umum
Kebijakan suku bunga dan likuiditas sistem keuangan
Kepercayaan pasar secara umum
Faktor yang mempengaruhi penawaran di pasar saham:
Kebijakan perusahaan (buyback vs peningkatan modal)
Trader teknikal menggunakan berbagai alat untuk mengamati kekuatan beli dan jual:
Membaca candlestick (Candle Stick)
Candlestick hijau (penutupan lebih tinggi dari pembukaan): kekuatan beli dominan, permintaan kuat
Candlestick merah (penutupan lebih rendah dari pembukaan): kekuatan jual dominan, penawaran kuat
Doji (pembukaan dan penutupan berdekatan): kedua kekuatan seimbang, tidak ada arah yang jelas
Tren harga (Market Trend)
Jika harga terus membuat titik tertinggi baru: permintaan tetap kuat, momentum naik
Jika harga terus membuat titik terendah baru: penawaran kuat, harga melemah
Jika harga bergerak dalam kisaran: kedua kekuatan seimbang, menunggu faktor baru
Support & Resistance (Support & Resistance)
Support: titik di mana permintaan (pembeli menunggu untuk membeli), harga tidak akan turun di bawahnya
Resistance: titik di mana penawaran (penjual menunggu dengan tidak sabar harga tinggi), harga tidak bisa naik lagi
Teknik Demand Supply Zone: Mengaplikasikan Konsep dalam Trading
Trader banyak menggunakan teknik Demand Supply Zone untuk mencari peluang, dibagi menjadi 2 kasus:
Kasus 1: Trading Pembalikan (Reversal)
Demand Zone - Drop Base Rally (DBR) [Trading naik]
Harga turun cepat (Drop) karena penawaran tebal
Setelah itu, harga rebound dalam kerangka (Base) saat kekuatan jual mulai melemah dan kekuatan beli meningkat
Jika ada berita baik, harga menembus kerangka atas dan naik kembali (Rally)
Trader masuk beli saat tembus kerangka dengan stop loss di bawah kerangka
Supply Zone - Rally Base Drop (RBD) [Trading turun]
Harga naik cepat (Rally) karena permintaan kuat
Setelah itu, harga rebound dalam kerangka (Base) saat kekuatan beli mulai melemah dan kekuatan jual meningkat
Jika berita buruk keluar, harga menembus kerangka bawah dan turun (Drop)
Trader masuk jual saat tembus kerangka dengan stop loss di atas kerangka
Kasus 2: Trading mengikuti tren (Continuation)
Rally Base Rally (RBR) [harga naik berlanjut]
Harga naik kuat pertama (Rally 1), lalu rebound dalam kerangka (Base)
Kekuatan beli kembali kuat, harga naik lagi (Rally 2)
Trader menunggu beli di kerangka untuk mengikuti tren
Drop Base Drop (DBD) [harga turun berlanjut]
Harga turun kuat pertama (Drop 1), lalu rebound dalam kerangka (Base)
Kekuatan jual kembali kuat, harga turun lagi (Drop 2)
Trader menunggu jual di kerangka untuk mengikuti tren turun
Menggunakan Perbedaan Permintaan dan Penawaran untuk Keuntungan
Setelah Anda memahami perbedaan antara permintaan dan penawaran, Anda akan lebih mampu membaca pergerakan pasar:
Jika ada berita baik: permintaan meningkat, harga naik, Anda bisa Long (beli)
Jika ada berita buruk: penawaran meningkat, harga turun, sebaiknya hindari atau Short (jual)
Jika harga rebound dalam kerangka: harga berfluktuasi, tunggu faktor baru, perhatikan volume transaksi
Perhatikan volume (Volume): jika volume meningkat, menunjukkan adanya pertarungan yang intens, siap-siap untuk perubahan
Kesimpulan
Permintaan dan penawaran bukan hanya teori ekonomi di ruang kelas. Mereka adalah kekuatan nyata yang menggerakkan harga di pasar setiap hari. Memahami perbedaan dan hubungan keduanya akan membantu investor dan trader menilai harga, memprediksi pergerakan, dan membuat keputusan yang lebih baik.
Penting untuk belajar dan menerapkan secara langsung, bukan hanya membaca. Cobalah amati pergerakan harga nyata di pasar, perhatikan bagaimana kekuatan beli dan jual bergerak. Jika dilakukan secara konsisten, permintaan dan penawaran akan menjadi alat yang efektif untuk investasi Anda.
Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
Permintaan dan penawaran: dua kekuatan yang menggerakkan pasar keuangan dan perbedaan yang harus diketahui trader
Jika Anda adalah investor pemula di pasar saham, Anda mungkin sering mendengar istilah “permintaan dan penawaran”. Kedua kata ini terlihat rumit, tetapi sebenarnya merupakan prinsip dasar yang menjelaskan bagaimana harga bergerak. Jika Anda memahaminya, Anda akan memiliki pandangan yang lebih jelas dalam pengambilan keputusan beli dan jual.
Permintaan dan Penawaran: Perbedaan Dasar
Sederhananya, permintaan (Demand) adalah keinginan untuk membeli, sedangkan penawaran (Supply) adalah keinginan untuk menjual. Keduanya bergerak dalam arah yang berlawanan.
Permintaan (Demand) adalah jumlah barang yang diinginkan pembeli pada berbagai tingkat harga. Ketika harga turun, konsumen ingin membeli lebih banyak. Mengapa? Karena uang Anda menjadi lebih berharga (Income Effect). Dan jika dibandingkan dengan barang lain, harga yang lebih murah (Substitution Effect). Sebaliknya, jika harga naik, keinginan untuk membeli akan berkurang. Ini disebut “hukum permintaan”.
Penawaran (Supply) adalah jumlah barang yang bersedia ditawarkan penjual pada berbagai tingkat harga. Penawaran bergerak searah dengan harga, yaitu jika harga naik, penjual akan memproduksi atau menawarkan lebih banyak karena berharap mendapatkan keuntungan lebih. Sebaliknya, jika harga turun, keinginan untuk menawarkan akan berkurang. Ini disebut “hukum penawaran”.
Perbedaan utama ini menunjukkan bahwa keinginan untuk membeli dan menjual bergerak berlawanan arah. Di titik di mana keduanya bertemu, kita menyebutnya “titik keseimbangan (Equilibrium)”.
Faktor yang Mendorong Permintaan dan Penawaran
Faktor yang Menggerakkan Permintaan
Keinginan untuk membeli tidak hanya bergantung pada harga saja, melainkan juga dipengaruhi oleh faktor lain seperti:
Faktor yang Menggerakkan Penawaran
Jumlah barang yang ditawarkan tergantung pada:
Titik Keseimbangan: Tempat Pembeli dan Penjual Bertemu
Titik keseimbangan (Equilibrium Point) adalah titik di mana garis permintaan dan penawaran bertemu. Di sini, harga dan volume transaksi berhenti berubah, jika tidak ada faktor baru yang mempengaruhi.
Lalu apa yang terjadi jika harga berubah?
Jika harga naik dari titik keseimbangan:
Jika harga turun dari titik keseimbangan:
Sistem ini menyebabkan harga berfluktuasi kembali ke titik keseimbangan secara terus-menerus, termasuk di pasar saham.
Permintaan dan Penawaran dalam Pasar Saham
1. Perspektif Analisis Fundamental (Fundamental Analysis)
Saham adalah instrumen yang mewakili nilai perusahaan. Jika orang percaya bahwa perusahaan akan tumbuh dengan baik, permintaan (keinginan membeli) akan meningkat, sehingga harga saham naik. Sebaliknya, jika berita tidak baik (laba menurun, kapasitas produksi berkurang), penawaran (keinginan menjual) akan menekan harga turun.
Faktor yang mempengaruhi permintaan di pasar saham:
Faktor yang mempengaruhi penawaran di pasar saham:
2. Perspektif Analisis Teknikal (Technical Analysis)
Trader teknikal menggunakan berbagai alat untuk mengamati kekuatan beli dan jual:
Membaca candlestick (Candle Stick)
Tren harga (Market Trend)
Support & Resistance (Support & Resistance)
Teknik Demand Supply Zone: Mengaplikasikan Konsep dalam Trading
Trader banyak menggunakan teknik Demand Supply Zone untuk mencari peluang, dibagi menjadi 2 kasus:
Kasus 1: Trading Pembalikan (Reversal)
Demand Zone - Drop Base Rally (DBR) [Trading naik]
Supply Zone - Rally Base Drop (RBD) [Trading turun]
Kasus 2: Trading mengikuti tren (Continuation)
Rally Base Rally (RBR) [harga naik berlanjut]
Drop Base Drop (DBD) [harga turun berlanjut]
Menggunakan Perbedaan Permintaan dan Penawaran untuk Keuntungan
Setelah Anda memahami perbedaan antara permintaan dan penawaran, Anda akan lebih mampu membaca pergerakan pasar:
Kesimpulan
Permintaan dan penawaran bukan hanya teori ekonomi di ruang kelas. Mereka adalah kekuatan nyata yang menggerakkan harga di pasar setiap hari. Memahami perbedaan dan hubungan keduanya akan membantu investor dan trader menilai harga, memprediksi pergerakan, dan membuat keputusan yang lebih baik.
Penting untuk belajar dan menerapkan secara langsung, bukan hanya membaca. Cobalah amati pergerakan harga nyata di pasar, perhatikan bagaimana kekuatan beli dan jual bergerak. Jika dilakukan secara konsisten, permintaan dan penawaran akan menjadi alat yang efektif untuk investasi Anda.