Hal paling menakutkan saat berdagang dengan leverage adalah melihat dana akun menguap dalam sekejap. Skenario mengerikan ini—dipaksa menutup posisi, kehilangan semua modal, bahkan berhutang—disebut “blowup"atau"liquidasi”. Bagaimana liquidasi terjadi? Mengapa leverage tinggi sangat mudah menyebabkan kerugian? Bagaimana cara menggunakan alat manajemen risiko untuk rem darurat? Artikel ini akan menjelaskan semuanya dan mengajarkan Anda melindungi uang hasil kerja keras!
Apa itu Liquidasi? Mengapa Anda Bisa Terkena Jebakan Ini?
Liquidasi pada dasarnya terjadi ketika Anda salah prediksi arah, kerugian begitu besar hingga margin yang dijaminkan pun tidak cukup, dan broker memaksa menutup semua posisi Anda. Ketika ekuitas (nilai bersih) Anda jatuh di bawah margin pemeliharaan minimum yang disyaratkan oleh broker, sistem secara otomatis akan menutup semua posisi Anda dan menyelesaikan transaksi. Tidak ada kesempatan untuk balik modal.
Mengapa Terjadi Liquidasi? Ada dua alasan utama:
Penilaian arah perdagangan salah, berlawanan dengan tren pasar
Kerugian terlalu besar, mencapai titik di mana margin pemeliharaan terlampaui (ekuitas jatuh di bawah persyaratan margin pemeliharaan)
Singkatnya, liquidasi adalah “momen keputusasaan” yang paling ditakuti investor.
Lima Jebakan Terbesar Pemicu Liquidasi
1. Membuka Leverage Terlalu Tinggi
Ini adalah penyebab liquidasi paling umum. Leverage seperti pedang bermata dua—dapat memperbesar keuntungan sekaligus memperbesar kerugian.
Contoh: Menggunakan modal 100.000 dengan leverage 10x setara dengan mengelola posisi 1 juta. Dalam hal ini:
Jika harga bergerak berlawanan 1%, modal rugi 10%
Jika harga bergerak berlawanan 10%, modal hampir habis dan akan diminta tambahan margin
Banyak investor awalnya terlalu percaya diri, merasa bisa mengendalikan risiko sepenuhnya. Namun pergerakan pasar sering lebih cepat dari perkiraan. Penilaian hati-hati terhadap leverage adalah pertahanan pertama melawan liquidasi.
2. Berharap “Tunggu Sebentar Pasti Balik”
Ini adalah kesalahan klasik retail trader. Terpukau harapan palsu, tidak mau mengakui kerugian, kemudian pasar jatuh terputus-putus. Broker langsung menutup dengan harga pasar, kerugian jauh lebih besar dari perkiraan.
3. Mengabaikan Biaya Tersembunyi
Situasi umum meliputi:
Lupa menutup day trading, harus bayar margin tambahan untuk holding, keesokan harinya gap down langsung liquidasi
Mudah terkena saat trading instrumen yang tidak populer atau di sesi malam:
Spread bid-ask besar, stop loss dieksekusi di harga aneh
Misalnya target stop loss di 100, tapi hanya ada pembeli di 90
5. Peristiwa Black Swan
Seperti pandemi 2020 atau perang Rusia-Ukraina—kejadian mendadak menyebabkan limit down berturut-turut. Broker bahkan tidak bisa menutup posisi, margin habis dan terjadi kerugian melebihi modal (穿仓).
Berapa Besar Perbedaan Risiko Liquidasi di Berbagai Aset?
Liquidasi Cryptocurrency
Pasar cryptocurrency memiliki volatilitas terbesar, zona risiko tinggi liquidasi. Bitcoin pernah mengalami fluktuasi harian hingga 15%, menyebabkan banyak investor liquidasi. Khususnya dengan trading leverage cryptocurrency, tidak hanya margin yang hilang, tapi koin yang dibeli juga ikut lenyap.
Liquidasi Forex
Trading margin forex adalah permainan uang kecil bermain dengan jumlah besar. Kontrak ada tiga ukuran:
Standar Lot: 1 lot
Mini Lot: 0.1 lot
Micro Lot: 0.01 lot (paling cocok untuk pemula latihan)
Formula kalkulasi margin sangat sederhana:
Margin = (Ukuran Kontrak × Jumlah Lot) ÷ Leverage
Contoh: Menggunakan leverage 20x untuk 0.1 lot pasangan mata uang (nilai 10.000 dolar)
➤ Margin yang diperlukan = 10.000 ÷ 20 = 500 dolar
Ketika rasio dana akun turun ke level minimum yang ditetapkan platform (biasanya 30%), broker dengan paksa menutup posisi, disebut “diskontinyu”. Misalnya akun tersisa 500 dolar tapi rugi 450 dolar, hanya 50 dolar tersisa, sistem otomatis menutup pesanan.
Liquidasi Saham
Trading saham cash paling aman: Membeli saham dengan 100% dana sendiri, bahkan jika harga jatuh ke nol pun hanya rugi modal, tidak akan berhutang ke broker.
Tapi margin dan day trading punya risiko liquidasi:
Pembelian dengan margin (买空): Rasio pemeliharaan di bawah 130% akan menerima pemberitahuan margin call, tidak menambah dana akan diskontinyu (misalnya modal 600.000 beli saham 1 juta dengan margin, harga turun 20% sudah kena margin call)
Day trading gagal: Tidak ditutup berubah jadi holding, keesokan pagi gap down tidak bisa jual, broker langsung liquidasi
Bagaimana Pemula Memulai?
Tiga rekomendasi untuk pemula super:
1️⃣ Mulai dari “pembelian saham tunai”—gunakan uang luang beli saham, setidaknya tidak akan diskontinyu saat tidur
2️⃣ Hindari “produk leverage”—futures, trading kontrak biarkan untuk trader berpengalaman
3️⃣ Strategi harus stabil—investasi rutin lebih aman 100 kali dari all-in
Jika Anda benar-benar ingin trading kontrak:
1️⃣ Mulai dari micro lot—buka 0.01 lot pelan-pelan kenal pasar
2️⃣ Jangan buka leverage penuh—pemula sarankan 10x ke bawah
3️⃣ Harus set stop loss—jangan keras kepala melawan pasar
Gunakan Alat Manajemen Risiko untuk Mencegah Liquidasi
Alat manajemen risiko seperti asuransi perdagangan, membantu Anda mengontrol titik exit lebih efektif.
Stop Loss dan Take Profit adalah Pertahanan Dasar
Stop Loss (SL) adalah set harga “jual otomatis”, ketika harga turun ke level yang ditentukan, sistem otomatis menjual untuk Anda, mencegah kerugian semakin besar.
Take Profit (TP) adalah set harga “ambil untung otomatis”, ketika naik ke target, otomatis claim keuntungan.
Dua fitur ini sangat penting, membantu Anda disiplin mengontrol risiko, tidak akan sekali rugi habis.
Risk-Reward Ratio Menentukan Worth atau Tidaknya Perdagangan Ini
Singkatnya adalah “keuntungan harus lebih besar dari kerugian baru layak”. Semakin rendah rasionya semakin layak, seperti risiko 1 untuk untung 3.
Risk-Reward Ratio = (Harga Masuk - Harga Stop Loss) ÷ (Harga Take Profit - Harga Masuk)
Bagaimana Menentukan Level Stop Loss dan Take Profit?
Trader berpengalaman melihat garis support-resistance, rata-rata bergerak (MA) dan indikator teknis lainnya. Jika baru memulai, Anda bisa gunakan metode “persentase sederhana”—set 5% di atas dan bawah harga pembelian, tidak perlu stres melihat chart, tinggal biarkan stop loss dan take profit bekerja.
Mekanisme Perlindungan Saldo Negatif adalah Pertahanan Wajib
Di bawah regulasi, semua exchange harus menyediakan perlindungan saldo negatif. Artinya paling banter akun Anda rugi sampai habis, tidak akan berhutang ke broker. Jika benar-benar rugi semuanya, broker yang tanggung kerugiannya.
Beberapa broker untuk menghindari kerugian besar dari leverage tinggi, akan secara proaktif menurunkan kelipatan leverage sebelum pasar besar bergerak. Mekanisme perlindungan ini terutama untuk pemula, memberi ruang untuk belajar dari kesalahan.
Peringatan Akhir
Investasi ada untung ada rugi, trading dengan leverage harus lebih hati-hati, jangan sampai akun jadi nol. Sebelum melakukan perdagangan apa pun, pelajari pengetahuan trading dengan baik, gunakan alat manajemen risiko set stop loss dan take profit, barulah bisa membangun fondasi rencana investasi jangka panjang yang kokoh. Ingat: melindungi modal adalah prioritas utama.
Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
Panduan lengkap risiko likuidasi paksa: Kenali bahaya, kuasai pertahanan, investasi dengan tenang
Hal paling menakutkan saat berdagang dengan leverage adalah melihat dana akun menguap dalam sekejap. Skenario mengerikan ini—dipaksa menutup posisi, kehilangan semua modal, bahkan berhutang—disebut “blowup"atau"liquidasi”. Bagaimana liquidasi terjadi? Mengapa leverage tinggi sangat mudah menyebabkan kerugian? Bagaimana cara menggunakan alat manajemen risiko untuk rem darurat? Artikel ini akan menjelaskan semuanya dan mengajarkan Anda melindungi uang hasil kerja keras!
Apa itu Liquidasi? Mengapa Anda Bisa Terkena Jebakan Ini?
Liquidasi pada dasarnya terjadi ketika Anda salah prediksi arah, kerugian begitu besar hingga margin yang dijaminkan pun tidak cukup, dan broker memaksa menutup semua posisi Anda. Ketika ekuitas (nilai bersih) Anda jatuh di bawah margin pemeliharaan minimum yang disyaratkan oleh broker, sistem secara otomatis akan menutup semua posisi Anda dan menyelesaikan transaksi. Tidak ada kesempatan untuk balik modal.
Mengapa Terjadi Liquidasi? Ada dua alasan utama:
Singkatnya, liquidasi adalah “momen keputusasaan” yang paling ditakuti investor.
Lima Jebakan Terbesar Pemicu Liquidasi
1. Membuka Leverage Terlalu Tinggi
Ini adalah penyebab liquidasi paling umum. Leverage seperti pedang bermata dua—dapat memperbesar keuntungan sekaligus memperbesar kerugian.
Contoh: Menggunakan modal 100.000 dengan leverage 10x setara dengan mengelola posisi 1 juta. Dalam hal ini:
Banyak investor awalnya terlalu percaya diri, merasa bisa mengendalikan risiko sepenuhnya. Namun pergerakan pasar sering lebih cepat dari perkiraan. Penilaian hati-hati terhadap leverage adalah pertahanan pertama melawan liquidasi.
2. Berharap “Tunggu Sebentar Pasti Balik”
Ini adalah kesalahan klasik retail trader. Terpukau harapan palsu, tidak mau mengakui kerugian, kemudian pasar jatuh terputus-putus. Broker langsung menutup dengan harga pasar, kerugian jauh lebih besar dari perkiraan.
3. Mengabaikan Biaya Tersembunyi
Situasi umum meliputi:
4. Jebakan Likuiditas
Mudah terkena saat trading instrumen yang tidak populer atau di sesi malam:
5. Peristiwa Black Swan
Seperti pandemi 2020 atau perang Rusia-Ukraina—kejadian mendadak menyebabkan limit down berturut-turut. Broker bahkan tidak bisa menutup posisi, margin habis dan terjadi kerugian melebihi modal (穿仓).
Berapa Besar Perbedaan Risiko Liquidasi di Berbagai Aset?
Liquidasi Cryptocurrency
Pasar cryptocurrency memiliki volatilitas terbesar, zona risiko tinggi liquidasi. Bitcoin pernah mengalami fluktuasi harian hingga 15%, menyebabkan banyak investor liquidasi. Khususnya dengan trading leverage cryptocurrency, tidak hanya margin yang hilang, tapi koin yang dibeli juga ikut lenyap.
Liquidasi Forex
Trading margin forex adalah permainan uang kecil bermain dengan jumlah besar. Kontrak ada tiga ukuran:
Formula kalkulasi margin sangat sederhana: Margin = (Ukuran Kontrak × Jumlah Lot) ÷ Leverage
Contoh: Menggunakan leverage 20x untuk 0.1 lot pasangan mata uang (nilai 10.000 dolar) ➤ Margin yang diperlukan = 10.000 ÷ 20 = 500 dolar
Ketika rasio dana akun turun ke level minimum yang ditetapkan platform (biasanya 30%), broker dengan paksa menutup posisi, disebut “diskontinyu”. Misalnya akun tersisa 500 dolar tapi rugi 450 dolar, hanya 50 dolar tersisa, sistem otomatis menutup pesanan.
Liquidasi Saham
Trading saham cash paling aman: Membeli saham dengan 100% dana sendiri, bahkan jika harga jatuh ke nol pun hanya rugi modal, tidak akan berhutang ke broker.
Tapi margin dan day trading punya risiko liquidasi:
Bagaimana Pemula Memulai?
Tiga rekomendasi untuk pemula super: 1️⃣ Mulai dari “pembelian saham tunai”—gunakan uang luang beli saham, setidaknya tidak akan diskontinyu saat tidur 2️⃣ Hindari “produk leverage”—futures, trading kontrak biarkan untuk trader berpengalaman 3️⃣ Strategi harus stabil—investasi rutin lebih aman 100 kali dari all-in
Jika Anda benar-benar ingin trading kontrak: 1️⃣ Mulai dari micro lot—buka 0.01 lot pelan-pelan kenal pasar 2️⃣ Jangan buka leverage penuh—pemula sarankan 10x ke bawah 3️⃣ Harus set stop loss—jangan keras kepala melawan pasar
Gunakan Alat Manajemen Risiko untuk Mencegah Liquidasi
Alat manajemen risiko seperti asuransi perdagangan, membantu Anda mengontrol titik exit lebih efektif.
Stop Loss dan Take Profit adalah Pertahanan Dasar
Stop Loss (SL) adalah set harga “jual otomatis”, ketika harga turun ke level yang ditentukan, sistem otomatis menjual untuk Anda, mencegah kerugian semakin besar.
Take Profit (TP) adalah set harga “ambil untung otomatis”, ketika naik ke target, otomatis claim keuntungan.
Dua fitur ini sangat penting, membantu Anda disiplin mengontrol risiko, tidak akan sekali rugi habis.
Risk-Reward Ratio Menentukan Worth atau Tidaknya Perdagangan Ini
Singkatnya adalah “keuntungan harus lebih besar dari kerugian baru layak”. Semakin rendah rasionya semakin layak, seperti risiko 1 untuk untung 3.
Risk-Reward Ratio = (Harga Masuk - Harga Stop Loss) ÷ (Harga Take Profit - Harga Masuk)
Bagaimana Menentukan Level Stop Loss dan Take Profit?
Trader berpengalaman melihat garis support-resistance, rata-rata bergerak (MA) dan indikator teknis lainnya. Jika baru memulai, Anda bisa gunakan metode “persentase sederhana”—set 5% di atas dan bawah harga pembelian, tidak perlu stres melihat chart, tinggal biarkan stop loss dan take profit bekerja.
Mekanisme Perlindungan Saldo Negatif adalah Pertahanan Wajib
Di bawah regulasi, semua exchange harus menyediakan perlindungan saldo negatif. Artinya paling banter akun Anda rugi sampai habis, tidak akan berhutang ke broker. Jika benar-benar rugi semuanya, broker yang tanggung kerugiannya.
Beberapa broker untuk menghindari kerugian besar dari leverage tinggi, akan secara proaktif menurunkan kelipatan leverage sebelum pasar besar bergerak. Mekanisme perlindungan ini terutama untuk pemula, memberi ruang untuk belajar dari kesalahan.
Peringatan Akhir
Investasi ada untung ada rugi, trading dengan leverage harus lebih hati-hati, jangan sampai akun jadi nol. Sebelum melakukan perdagangan apa pun, pelajari pengetahuan trading dengan baik, gunakan alat manajemen risiko set stop loss dan take profit, barulah bisa membangun fondasi rencana investasi jangka panjang yang kokoh. Ingat: melindungi modal adalah prioritas utama.