Dalam pergerakan harga aset apa pun, selalu ada dua kekuatan tak terlihat: satu mendorong harga ke atas, yang lain menekan harga ke bawah. Inilah esensi dari support dan resistance.
Support adalah kekuatan yang menahan harga saat turun. Ketika harga aset jatuh ke suatu level tertentu, kekuatan pembeli akan muncul, menyebabkan harga berhenti turun bahkan rebound. Level ini disebut level support.
Resistance adalah kekuatan yang menjual saat harga naik. Ketika harga aset naik ke suatu level tertentu, penjual akan keluar secara besar-besaran, menyebabkan harga sulit untuk terus naik. Level ini disebut level resistance.
Trader biasanya menggunakan support dan resistance untuk memprediksi pergerakan selanjutnya, dan kemudian merancang strategi beli dan jual.
Bagaimana cara menemukan support dan resistance secara akurat?
Tampak sederhana, tetapi sebenarnya ada triknya.
Posisi support dan resistance tidak sembarangan. Dengan mengamati grafik lilin (K-line), kamu akan menemukan:
Support muncul di sekitar “lembah”—yaitu titik terendah dari harga.
Resistance muncul di sekitar “puncak”—yaitu titik tertinggi dari harga.
Cara yang benar menggambar garis support dan resistance
Menggambar garis support dan resistance sebenarnya sangat langsung:
Garis support: Temukan minimal dua titik terendah atau lebih, lalu hubungkan dengan satu garis lurus, itulah garis support.
Garis resistance: Temukan minimal dua titik tertinggi atau lebih, lalu hubungkan dengan satu garis lurus, itulah garis resistance.
Kuncinya adalah menemukan titik rendah dan tinggi yang cukup jelas. Hanya dengan begitu garis yang digambar akan benar-benar mencerminkan psikologi pasar, bukan sekadar noise.
Breakout support dan resistance serta pertukaran peran
Ini bagian yang paling menarik: support dan resistance akan saling berganti peran.
Bayangkan harga emas berada di support di @E5@ USD, tetapi tiba-tiba mengalami penurunan tajam dan menembus support tersebut. Maka, saat harga rebound ke sekitar @E5@ USD berikutnya, level support yang dulu menjadi batas bawah kini berubah menjadi resistance—yaitu kekuatan yang menghalangi kenaikan.
Sebaliknya, jika resistance ditembus, maka level tersebut akan menjadi support baru.
Bagaimana menentukan apakah benar-benar terjadi breakout?
Tidak semua sentuhan disebut breakout. Breakout yang sebenarnya harus memenuhi dua syarat:
Syarat satu: Penutupan harga menembus. Tidak cukup hanya menyentuh sementara dalam satu hari, harus penutupan harga benar-benar menembus, dan kenaikannya harus mencapai lebih dari 3%.
Syarat dua: Volume transaksi. Volume saat breakout harus meningkat secara signifikan, sebaiknya lebih dari 30% dari rata-rata volume 5 hari terakhir. Breakout tanpa volume adalah palsu, dan sangat mudah kembali ke posisi semula.
Bagaimana menggunakan support dan resistance dalam praktik?
Setelah tahu support dan resistance, tinggal bagaimana menggunakannya untuk meraih keuntungan.
Strategi untuk trader yang bullish (cenderung naik)
Trader yang ingin membeli harus fokus pada garis support:
Sinyal masuk: Saat harga turun kembali ke support, beli. Support adalah peluangmu.
Titik stop-loss: Jika harga menembus support ke bawah, keluar dan berhenti rugi. Support yang ditembus menunjukkan kekuatan bullish telah hilang.
Strategi untuk trader yang bearish (cenderung turun)
Trader yang ingin menjual harus fokus pada garis resistance:
Sinyal masuk: Saat harga naik kembali ke resistance, jual. Resistance adalah posisi yang baik untuk short.
Titik stop-loss: Jika harga menembus resistance ke atas, tutup posisi dan berhenti rugi. Resistance yang ditembus menunjukkan kekuatan bearish telah hilang.
Mari lihat bagaimana praktiknya di pasar nyata
Menggunakan tren emas sebagai contoh, kita akan lihat dua kasus klasik.
Kasus satu: Tren penurunan dari Maret hingga November 2022
Emas dari posisi tertinggi di @E5@ USD terus turun. Dalam proses ini, level @E5@, @E6@, @E7@, @E8@, dan @E9@ USD pernah menjadi resistance.
Setiap kali harga rebound menyentuh resistance ini, selalu mendapat tekanan jual dan kembali turun. Ini adalah contoh nyata dari resistance berfungsi.
Bagi trader yang membeli di posisi tinggi sebelumnya, setiap kali menyentuh resistance dan terjadi tekanan jual adalah sinyal untuk keluar. Jangan berharap bisa menembus, itu tidak realistis.
Kasus dua: Tren kenaikan dari November 2022 hingga Juni 2023
Emas turun ke @E10@ USD lalu mulai berbalik arah. Dalam kenaikan berikutnya, level @E10@, @E11@, dan @E12@ USD menjadi support penting.
Setiap kali harga kembali ke support ini, pembeli akan masuk, dan harga pun rebound. Support ini adalah titik beli emas yang baik untuk posisi long.
Selama support tidak ditembus, kamu bisa membeli saat harga turun dan terus menikmati keuntungan dari kenaikan.
Pengingat terakhir
Support dan resistance memang salah satu alat paling praktis dalam analisis teknikal. Tapi jangan percaya pada satu indikator saja.
Pergerakan pasar sering dipengaruhi oleh banyak faktor. Cara paling bijak adalah menggabungkan 2 sampai 3 indikator teknikal untuk saling menguatkan, sehingga keputusan tradingmu lebih kokoh. Support dan resistance hanyalah salah satu alat di kotak peralatan, belajar menggunakannya secara fleksibel adalah kunci menjadi trader yang handal.
Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
Menguasai dukungan dan tekanan, buat perdagangan Anda tidak lagi buta.
Apa sebenarnya support dan resistance?
Dalam pergerakan harga aset apa pun, selalu ada dua kekuatan tak terlihat: satu mendorong harga ke atas, yang lain menekan harga ke bawah. Inilah esensi dari support dan resistance.
Support adalah kekuatan yang menahan harga saat turun. Ketika harga aset jatuh ke suatu level tertentu, kekuatan pembeli akan muncul, menyebabkan harga berhenti turun bahkan rebound. Level ini disebut level support.
Resistance adalah kekuatan yang menjual saat harga naik. Ketika harga aset naik ke suatu level tertentu, penjual akan keluar secara besar-besaran, menyebabkan harga sulit untuk terus naik. Level ini disebut level resistance.
Trader biasanya menggunakan support dan resistance untuk memprediksi pergerakan selanjutnya, dan kemudian merancang strategi beli dan jual.
Bagaimana cara menemukan support dan resistance secara akurat?
Tampak sederhana, tetapi sebenarnya ada triknya.
Posisi support dan resistance tidak sembarangan. Dengan mengamati grafik lilin (K-line), kamu akan menemukan:
Cara yang benar menggambar garis support dan resistance
Menggambar garis support dan resistance sebenarnya sangat langsung:
Garis support: Temukan minimal dua titik terendah atau lebih, lalu hubungkan dengan satu garis lurus, itulah garis support.
Garis resistance: Temukan minimal dua titik tertinggi atau lebih, lalu hubungkan dengan satu garis lurus, itulah garis resistance.
Kuncinya adalah menemukan titik rendah dan tinggi yang cukup jelas. Hanya dengan begitu garis yang digambar akan benar-benar mencerminkan psikologi pasar, bukan sekadar noise.
Breakout support dan resistance serta pertukaran peran
Ini bagian yang paling menarik: support dan resistance akan saling berganti peran.
Bayangkan harga emas berada di support di @E5@ USD, tetapi tiba-tiba mengalami penurunan tajam dan menembus support tersebut. Maka, saat harga rebound ke sekitar @E5@ USD berikutnya, level support yang dulu menjadi batas bawah kini berubah menjadi resistance—yaitu kekuatan yang menghalangi kenaikan.
Sebaliknya, jika resistance ditembus, maka level tersebut akan menjadi support baru.
Bagaimana menentukan apakah benar-benar terjadi breakout?
Tidak semua sentuhan disebut breakout. Breakout yang sebenarnya harus memenuhi dua syarat:
Syarat satu: Penutupan harga menembus. Tidak cukup hanya menyentuh sementara dalam satu hari, harus penutupan harga benar-benar menembus, dan kenaikannya harus mencapai lebih dari 3%.
Syarat dua: Volume transaksi. Volume saat breakout harus meningkat secara signifikan, sebaiknya lebih dari 30% dari rata-rata volume 5 hari terakhir. Breakout tanpa volume adalah palsu, dan sangat mudah kembali ke posisi semula.
Bagaimana menggunakan support dan resistance dalam praktik?
Setelah tahu support dan resistance, tinggal bagaimana menggunakannya untuk meraih keuntungan.
Strategi untuk trader yang bullish (cenderung naik)
Trader yang ingin membeli harus fokus pada garis support:
Strategi untuk trader yang bearish (cenderung turun)
Trader yang ingin menjual harus fokus pada garis resistance:
Mari lihat bagaimana praktiknya di pasar nyata
Menggunakan tren emas sebagai contoh, kita akan lihat dua kasus klasik.
Kasus satu: Tren penurunan dari Maret hingga November 2022
Emas dari posisi tertinggi di @E5@ USD terus turun. Dalam proses ini, level @E5@, @E6@, @E7@, @E8@, dan @E9@ USD pernah menjadi resistance.
Setiap kali harga rebound menyentuh resistance ini, selalu mendapat tekanan jual dan kembali turun. Ini adalah contoh nyata dari resistance berfungsi.
Bagi trader yang membeli di posisi tinggi sebelumnya, setiap kali menyentuh resistance dan terjadi tekanan jual adalah sinyal untuk keluar. Jangan berharap bisa menembus, itu tidak realistis.
Kasus dua: Tren kenaikan dari November 2022 hingga Juni 2023
Emas turun ke @E10@ USD lalu mulai berbalik arah. Dalam kenaikan berikutnya, level @E10@, @E11@, dan @E12@ USD menjadi support penting.
Setiap kali harga kembali ke support ini, pembeli akan masuk, dan harga pun rebound. Support ini adalah titik beli emas yang baik untuk posisi long.
Selama support tidak ditembus, kamu bisa membeli saat harga turun dan terus menikmati keuntungan dari kenaikan.
Pengingat terakhir
Support dan resistance memang salah satu alat paling praktis dalam analisis teknikal. Tapi jangan percaya pada satu indikator saja.
Pergerakan pasar sering dipengaruhi oleh banyak faktor. Cara paling bijak adalah menggabungkan 2 sampai 3 indikator teknikal untuk saling menguatkan, sehingga keputusan tradingmu lebih kokoh. Support dan resistance hanyalah salah satu alat di kotak peralatan, belajar menggunakannya secara fleksibel adalah kunci menjadi trader yang handal.