“一阴一阳之谓道”, investasi pasar secara esensial adalah keseimbangan kekuatan bullish dan bearish. Ada yang melihat kenaikan harga, pasti ada yang melihat penurunan; ada yang meraih keuntungan dari kenaikan, pasti ada yang meraih dari penurunan. Pola transaksi yang tampaknya bertentangan ini sebenarnya membentuk kerangka dasar pasar keuangan modern. Lalu, bagaimana memahami dan menerapkan mekanisme keuntungan dalam tren penurunan secara sistematis?
Perdagangan Terbalik Bukan Judi, Melainkan Seni Manajemen Risiko
Perdagangan terbalik (umumnya disebut short selling) dapat dipahami sebagai berikut: Ketika memprediksi pasar akan turun, investor meminjam sekuritas dari broker, menjualnya pada harga saat ini, menunggu harga turun, lalu membeli kembali untuk mendapatkan selisih keuntungan.
Proses ini terlihat sederhana, tetapi logika di baliknya patut dipikirkan secara mendalam:
Pertama, prediksi penurunan adalah prasyarat. Logika membeli panjang adalah “beli murah jual mahal”, sedangkan perdagangan terbalik adalah “jual tinggi beli rendah” — cara berpikir keduanya benar-benar berlawanan. Pembeli panjang percaya harga akan naik di masa depan, sementara trader terbalik mengandalkan penurunan harga untuk meraih keuntungan.
Kedua, cakupan objek transaksi sangat luas. Baik itu saham, pasangan mata uang asing, obligasi, maupun derivatif seperti futures dan opsi, semuanya bisa dilakukan secara terbalik. Kuncinya adalah memilih instrumen yang paling sesuai dengan kemampuan risiko diri sendiri.
Ketiga, tidak perlu memiliki aset terkait sebelumnya. Ini adalah inovasi utama dari perdagangan terbalik. Investor tidak perlu memegang sekuritas, cukup menggunakan layanan pinjam sekuritas dari broker, lalu menjualnya. Dalam ilmu keuangan, ini disebut “securities lending”, bagian penting dari pasar sekuritas modern.
Mengapa pasar membutuhkan mekanisme perdagangan terbalik?
Jika pasar tidak memiliki perdagangan terbalik, apa yang akan terjadi? Jawabannya adalah: Pasar akan menjadi ekstrem dan tidak stabil.
Bayangkan pasar yang hanya bisa membeli panjang, tidak bisa melakukan short — saat suasana optimis, dana mengalir deras, harga saham melonjak tanpa alasan; saat suasana berbalik, akan terjadi kepanikan massal, harga langsung jatuh. Pasar seperti ini penuh gelembung dan risiko, merugikan semua partisipan.
Ketika perdagangan dua arah (long dan short) ada secara bersamaan, setiap langkah pergerakan harga melalui proses pertarungan rasional. Kekuatan bullish dan bearish saling menyeimbangkan, sehingga harga mencerminkan nilai secara lebih rasional, dan pasar berjalan lebih stabil dan tertib.
Tiga fungsi utama pasar dari perdagangan terbalik:
Mengurangi risiko investasi — Ketika investor memegang aset tertentu tetapi khawatir harga akan turun dalam waktu dekat, mereka bisa melakukan perdagangan terbalik untuk hedging risiko. Misalnya, memegang saham secara long, sekaligus menjual kontrak futures saham tersebut, sehingga saat harga turun, keuntungan dari posisi short bisa mengimbangi kerugian posisi long.
Memecah gelembung aset — Ketika sebuah saham atau aset tertentu terlalu tinggi nilainya, lembaga short selling akan masuk dan melakukan short, menyebabkan harga turun. Proses ini meskipun tampak “merusak”, sebenarnya memperbaiki penetapan harga pasar dan mendorong kembali ke rasionalitas. Banyak perusahaan yang kemudian terungkap melakukan kecurangan atau masalah manajemen setelah dilakukan short, melalui mekanisme ini.
Meningkatkan likuiditas pasar — Jika hanya bisa meraih keuntungan dari kenaikan, peluang profit investor sangat terbatas, sehingga partisipasi menurun. Dengan perdagangan terbalik, investor bisa meraih keuntungan baik saat pasar naik maupun turun, menarik lebih banyak dana masuk, dan meningkatkan likuiditas pasar.
Empat jalur realisasi perdagangan terbalik
Short selling dengan pinjam sekuritas: paling langsung tapi paling tinggi hambatannya
Ini adalah metode short selling yang paling tradisional. Investor meminjam saham dari broker, menjualnya pada harga saat ini, lalu membeli kembali saat harga turun untuk dikembalikan ke broker. Proses ini melibatkan sistem margin, dengan persyaratan berbeda-beda antar broker.
Misalnya, beberapa broker internasional mensyaratkan akun minimal memiliki uang tunai atau sekuritas setara $2000, dan menjaga rasio ekuitas bersih minimal 30% dari total nilai akun. Selain itu, ada biaya bunga bulanan, yang tingkatnya berkurang sesuai jumlah pinjaman.
Kelebihan metode ini adalah legal dan langsung, kekurangannya adalah hambatan tinggi, biaya tinggi, dan proses yang rumit.
Kontrak Perbedaan Harga (CFD): Pilihan leverage baru
CFD adalah derivatif keuangan yang memungkinkan investor meraih keuntungan dari perubahan harga tanpa harus memiliki aset secara fisik. Mirip futures, tetapi lebih fleksibel.
Keunggulan utama CFD dibandingkan perdagangan saham tradisional adalah:
Penggunaan modal lebih efisien: Dengan leverage, investor hanya perlu menyetor margin sekitar 5%-10% dari nilai transaksi, tetapi bisa mengontrol posisi setara 10-20 kali lipat dari modal tersebut.
Beragam instrumen: Satu akun bisa digunakan untuk trading saham, forex, indeks, emas, minyak, bahkan aset kripto, tanpa perlu membuka banyak akun.
Tanpa beban pajak capital gain: Saat meraih keuntungan, tidak perlu membayar pajak capital gain seperti saham konvensional.
Proses operasional sederhana: Cukup “jual-beli” dua langkah, tanpa perlu proses pinjam sekuritas dan pengembalian.
Namun, CFD juga memiliki kekurangan — biaya overnight, dan leverage yang memperbesar kerugian juga berlaku dua arah, sehingga kerugian bisa berlipat ganda.
Perdagangan futures terbalik: kompleks tapi efisien
Futures adalah kontrak standar berdasarkan komoditas atau aset keuangan tertentu. Prinsip short selling futures mirip dengan CFD, yaitu meraih keuntungan dari selisih harga. Tapi, futures memiliki hambatan lebih tinggi dan membutuhkan pengetahuan lebih mendalam.
Karakteristik futures adalah harus menyelesaikan transaksi pada waktu dan harga tertentu, tidak sefleksibel CFD. Jika margin tidak cukup, posisi akan dipaksa dilikuidasi, dan kontrak yang belum ditutup bisa berujung pada pengiriman fisik. Instrumen ini lebih cocok untuk institusi atau trader profesional, tidak disarankan untuk retail.
ETF indeks terbalik: solusi pasif yang praktis
Jika tidak ingin menilai pasar sendiri dan tidak familiar dengan instrumen kompleks di atas, bisa memilih ETF terbalik. ETF ini dirancang untuk melakukan short indeks saham, seperti ETF yang short Dow Jones, Nasdaq, dan lain-lain.
Keuntungannya adalah dikelola profesional, risiko relatif terkendali, dan tidak perlu operasi manual rumit. Kekurangannya adalah biaya lebih tinggi karena melibatkan proses rolling dan pengelolaan.
Contoh nyata: bagaimana menerapkan perdagangan terbalik di saham dan forex
Contoh perdagangan terbalik saham:
Misalnya, sebuah saham mencapai puncak tertinggi sepanjang masa pada November 2021, lalu mulai koreksi. Analisis teknikal menunjukkan bahwa rebound berikutnya sulit menembus level tertinggi sebelumnya. Investor melakukan short saat gagal breakout kedua pada Januari 2022, langkahnya:
Langkah pertama: meminjam 1 saham dari broker, langsung menjualnya, mendapatkan sekitar ➢$1200➢
Langkah kedua: setelah seminggu harga turun ke sekitar ➢$980➢, membeli kembali 1 saham dan mengembalikannya ke broker
Langkah ketiga: tanpa memperhitungkan bunga dan biaya transaksi, keuntungan sekitar ➢$220➢
Contoh ini menunjukkan logika dasar perdagangan terbalik — jual tinggi, beli rendah.
Contoh perdagangan terbalik forex:
Pasar forex secara alami bersifat dua arah, bisa melihat kenaikan atau penurunan mata uang. Misalnya, prediksi bahwa pasangan mata uang akan turun, membuka posisi jual di harga 1.18, dan saat nilai turun 21 pip ke 1.17, dengan margin $590 (dengan leverage 200x), meraih keuntungan $219, yaitu return 37%.
Perlu diingat, fluktuasi forex dipengaruhi banyak faktor: suku bunga, neraca pembayaran, cadangan devisa, inflasi, kebijakan makro, ekspektasi pasar, dan lain-lain. Jadi, trading forex terbalik membutuhkan analisis komprehensif dan pengalaman.
Perbandingan alat: perdagangan terbalik vs trading saham tradisional
Contoh perbandingan short selling dengan CFD dan short selling saham konvensional:
Indikator
CFD Short Selling
Saham Konvensional Short Selling
Modal awal
$434 (margin 5%, leverage 20x)
$4343 (margin 50%, leverage 2x)
Total order
$8687
$8687
Keuntungan
$150
$150
Biaya transaksi
$0
$2.29
Return
34.60%
3.40%
Dari tabel terlihat, CFD dengan modal lebih kecil bisa meraih profit yang sama, dan return-nya 10 kali lipat, itulah kekuatan leverage.
Mengapa perdagangan terbalik menarik minat investor
➢ Efek leverage modal — hanya perlu 5%-10% dari modal transaksi untuk mengontrol posisi 10-20 kali lipat. Sangat menarik untuk investor dengan modal kecil.
➢ Hedging risiko yang fleksibel — bisa memegang posisi long sekaligus melakukan short untuk melindungi risiko pasar, seperti asuransi.
➢ Hambatan masuk rendah — dibandingkan pinjam sekuritas tradisional yang membutuhkan ribuan dolar, instrumen derivatif tertentu cukup dengan puluhan dolar.
➢ Proses transaksi sederhana — dibandingkan proses pinjam, jual, beli, kembalikan yang rumit, CFD cukup dua langkah.
➢ Keuntungan pajak — di beberapa wilayah, produk perdagangan terbalik tidak dikenai pajak capital gain, sehingga keuntungan bersih lebih tinggi.
Risiko tersembunyi dari perdagangan terbalik: harus diwaspadai
Kerugian tak terbatas
Ini adalah risiko terbesar dari perdagangan terbalik. Kerugian maksimum saat membeli panjang adalah modal sendiri, karena harga saham paling rendah adalah 0; sedangkan saat short, kerugian tak terbatas karena harga bisa naik tanpa batas.
Contoh: investor membeli 100 saham dengan harga 10, total biaya $1000. Jika harga turun ke 0, kerugian maksimal $1000. Tapi, jika short, dengan posisi yang sama, jika harga naik dari 10 ke 100, kerugian adalah $9000. Jika terus naik, kerugian tak terbatas.
Selain itu, dalam sistem margin, jika kerugian melebihi margin yang tersedia, broker akan melakukan likuidasi paksa, dan investor tidak punya pilihan lain.
Risiko salah prediksi
Perdagangan terbalik mengandalkan prediksi yang benar bahwa pasar akan turun. Tapi pasar penuh ketidakpastian, kejadian black swan sering terjadi, dan prediksi siapa pun bisa salah. Jika prediksi salah dan harga berbalik naik, kerugian akan membesar dengan cepat.
Risiko penarikan kembali sekuritas yang dipinjam
Securities yang diperdagangkan secara terbalik bukan milik langsung investor, melainkan milik broker atau pemberi pinjaman. Mereka berhak meminta kembali kapan saja, memaksa posisi ditutup, yang bisa menyebabkan kerugian tak terduga.
Cara menggunakan perdagangan terbalik secara benar
Berdasarkan risiko di atas, investor harus mengikuti prinsip-prinsip berikut:
◆ Fokus pada trading jangka pendek — Jangan jadikan perdagangan terbalik sebagai strategi investasi jangka panjang. Potensi keuntungan short terbatas, dan posisi panjang berisiko dipaksa dilikuidasi, selain risiko broker menarik kembali sekuritas kapan saja.
◆ Ukuran posisi harus proporsional — Perdagangan terbalik bisa digunakan untuk hedging, tetapi jangan jadikan strategi utama. Disarankan tidak lebih dari batas aman dari total aset.
◆ Hindari menambah posisi short saat prediksi salah — Banyak investor menambah posisi short saat salah prediksi, mencoba “rata-rata biaya”. Ini sangat berbahaya. Sebaiknya, jika salah prediksi, segera tutup posisi.
◆ Tingkatkan kesadaran risiko — Leverage dari perdagangan terbalik menimbulkan risiko tinggi. Sebelum menggunakan instrumen apa pun, pahami risiko secara penuh, tetapkan stop loss, dan disiplin.
Kesimpulan
Perdagangan terbalik bukan sekadar “shorting” untuk mencari keuntungan, tetapi juga mekanisme penting menjaga stabilitas pasar di berbagai fase. Inti short selling adalah manajemen risiko, bukan perjudian spekulatif.
Memang ada investor yang meraih keuntungan besar melalui perdagangan terbalik, tetapi semua itu didasarkan pada riset pasar mendalam, pengendalian risiko ketat, dan pengalaman nyata. Jika tidak memahami pasar dan tidak menghormati risiko, perdagangan terbalik hanya akan mempercepat kerugian. Yang terpenting, buat keputusan yang matang dan penuh pertimbangan dalam kerangka imbal hasil yang wajar, bukan ikut-ikutan buta.
Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
Mekanisme inti perdagangan terbalik: Seni investasi untuk mendapatkan keuntungan dari penurunan pasar
“一阴一阳之谓道”, investasi pasar secara esensial adalah keseimbangan kekuatan bullish dan bearish. Ada yang melihat kenaikan harga, pasti ada yang melihat penurunan; ada yang meraih keuntungan dari kenaikan, pasti ada yang meraih dari penurunan. Pola transaksi yang tampaknya bertentangan ini sebenarnya membentuk kerangka dasar pasar keuangan modern. Lalu, bagaimana memahami dan menerapkan mekanisme keuntungan dalam tren penurunan secara sistematis?
Perdagangan Terbalik Bukan Judi, Melainkan Seni Manajemen Risiko
Perdagangan terbalik (umumnya disebut short selling) dapat dipahami sebagai berikut: Ketika memprediksi pasar akan turun, investor meminjam sekuritas dari broker, menjualnya pada harga saat ini, menunggu harga turun, lalu membeli kembali untuk mendapatkan selisih keuntungan.
Proses ini terlihat sederhana, tetapi logika di baliknya patut dipikirkan secara mendalam:
Pertama, prediksi penurunan adalah prasyarat. Logika membeli panjang adalah “beli murah jual mahal”, sedangkan perdagangan terbalik adalah “jual tinggi beli rendah” — cara berpikir keduanya benar-benar berlawanan. Pembeli panjang percaya harga akan naik di masa depan, sementara trader terbalik mengandalkan penurunan harga untuk meraih keuntungan.
Kedua, cakupan objek transaksi sangat luas. Baik itu saham, pasangan mata uang asing, obligasi, maupun derivatif seperti futures dan opsi, semuanya bisa dilakukan secara terbalik. Kuncinya adalah memilih instrumen yang paling sesuai dengan kemampuan risiko diri sendiri.
Ketiga, tidak perlu memiliki aset terkait sebelumnya. Ini adalah inovasi utama dari perdagangan terbalik. Investor tidak perlu memegang sekuritas, cukup menggunakan layanan pinjam sekuritas dari broker, lalu menjualnya. Dalam ilmu keuangan, ini disebut “securities lending”, bagian penting dari pasar sekuritas modern.
Mengapa pasar membutuhkan mekanisme perdagangan terbalik?
Jika pasar tidak memiliki perdagangan terbalik, apa yang akan terjadi? Jawabannya adalah: Pasar akan menjadi ekstrem dan tidak stabil.
Bayangkan pasar yang hanya bisa membeli panjang, tidak bisa melakukan short — saat suasana optimis, dana mengalir deras, harga saham melonjak tanpa alasan; saat suasana berbalik, akan terjadi kepanikan massal, harga langsung jatuh. Pasar seperti ini penuh gelembung dan risiko, merugikan semua partisipan.
Ketika perdagangan dua arah (long dan short) ada secara bersamaan, setiap langkah pergerakan harga melalui proses pertarungan rasional. Kekuatan bullish dan bearish saling menyeimbangkan, sehingga harga mencerminkan nilai secara lebih rasional, dan pasar berjalan lebih stabil dan tertib.
Tiga fungsi utama pasar dari perdagangan terbalik:
Mengurangi risiko investasi — Ketika investor memegang aset tertentu tetapi khawatir harga akan turun dalam waktu dekat, mereka bisa melakukan perdagangan terbalik untuk hedging risiko. Misalnya, memegang saham secara long, sekaligus menjual kontrak futures saham tersebut, sehingga saat harga turun, keuntungan dari posisi short bisa mengimbangi kerugian posisi long.
Memecah gelembung aset — Ketika sebuah saham atau aset tertentu terlalu tinggi nilainya, lembaga short selling akan masuk dan melakukan short, menyebabkan harga turun. Proses ini meskipun tampak “merusak”, sebenarnya memperbaiki penetapan harga pasar dan mendorong kembali ke rasionalitas. Banyak perusahaan yang kemudian terungkap melakukan kecurangan atau masalah manajemen setelah dilakukan short, melalui mekanisme ini.
Meningkatkan likuiditas pasar — Jika hanya bisa meraih keuntungan dari kenaikan, peluang profit investor sangat terbatas, sehingga partisipasi menurun. Dengan perdagangan terbalik, investor bisa meraih keuntungan baik saat pasar naik maupun turun, menarik lebih banyak dana masuk, dan meningkatkan likuiditas pasar.
Empat jalur realisasi perdagangan terbalik
Short selling dengan pinjam sekuritas: paling langsung tapi paling tinggi hambatannya
Ini adalah metode short selling yang paling tradisional. Investor meminjam saham dari broker, menjualnya pada harga saat ini, lalu membeli kembali saat harga turun untuk dikembalikan ke broker. Proses ini melibatkan sistem margin, dengan persyaratan berbeda-beda antar broker.
Misalnya, beberapa broker internasional mensyaratkan akun minimal memiliki uang tunai atau sekuritas setara $2000, dan menjaga rasio ekuitas bersih minimal 30% dari total nilai akun. Selain itu, ada biaya bunga bulanan, yang tingkatnya berkurang sesuai jumlah pinjaman.
Kelebihan metode ini adalah legal dan langsung, kekurangannya adalah hambatan tinggi, biaya tinggi, dan proses yang rumit.
Kontrak Perbedaan Harga (CFD): Pilihan leverage baru
CFD adalah derivatif keuangan yang memungkinkan investor meraih keuntungan dari perubahan harga tanpa harus memiliki aset secara fisik. Mirip futures, tetapi lebih fleksibel.
Keunggulan utama CFD dibandingkan perdagangan saham tradisional adalah:
Namun, CFD juga memiliki kekurangan — biaya overnight, dan leverage yang memperbesar kerugian juga berlaku dua arah, sehingga kerugian bisa berlipat ganda.
Perdagangan futures terbalik: kompleks tapi efisien
Futures adalah kontrak standar berdasarkan komoditas atau aset keuangan tertentu. Prinsip short selling futures mirip dengan CFD, yaitu meraih keuntungan dari selisih harga. Tapi, futures memiliki hambatan lebih tinggi dan membutuhkan pengetahuan lebih mendalam.
Karakteristik futures adalah harus menyelesaikan transaksi pada waktu dan harga tertentu, tidak sefleksibel CFD. Jika margin tidak cukup, posisi akan dipaksa dilikuidasi, dan kontrak yang belum ditutup bisa berujung pada pengiriman fisik. Instrumen ini lebih cocok untuk institusi atau trader profesional, tidak disarankan untuk retail.
ETF indeks terbalik: solusi pasif yang praktis
Jika tidak ingin menilai pasar sendiri dan tidak familiar dengan instrumen kompleks di atas, bisa memilih ETF terbalik. ETF ini dirancang untuk melakukan short indeks saham, seperti ETF yang short Dow Jones, Nasdaq, dan lain-lain.
Keuntungannya adalah dikelola profesional, risiko relatif terkendali, dan tidak perlu operasi manual rumit. Kekurangannya adalah biaya lebih tinggi karena melibatkan proses rolling dan pengelolaan.
Contoh nyata: bagaimana menerapkan perdagangan terbalik di saham dan forex
Contoh perdagangan terbalik saham:
Misalnya, sebuah saham mencapai puncak tertinggi sepanjang masa pada November 2021, lalu mulai koreksi. Analisis teknikal menunjukkan bahwa rebound berikutnya sulit menembus level tertinggi sebelumnya. Investor melakukan short saat gagal breakout kedua pada Januari 2022, langkahnya:
Contoh ini menunjukkan logika dasar perdagangan terbalik — jual tinggi, beli rendah.
Contoh perdagangan terbalik forex:
Pasar forex secara alami bersifat dua arah, bisa melihat kenaikan atau penurunan mata uang. Misalnya, prediksi bahwa pasangan mata uang akan turun, membuka posisi jual di harga 1.18, dan saat nilai turun 21 pip ke 1.17, dengan margin $590 (dengan leverage 200x), meraih keuntungan $219, yaitu return 37%.
Perlu diingat, fluktuasi forex dipengaruhi banyak faktor: suku bunga, neraca pembayaran, cadangan devisa, inflasi, kebijakan makro, ekspektasi pasar, dan lain-lain. Jadi, trading forex terbalik membutuhkan analisis komprehensif dan pengalaman.
Perbandingan alat: perdagangan terbalik vs trading saham tradisional
Contoh perbandingan short selling dengan CFD dan short selling saham konvensional:
Dari tabel terlihat, CFD dengan modal lebih kecil bisa meraih profit yang sama, dan return-nya 10 kali lipat, itulah kekuatan leverage.
Mengapa perdagangan terbalik menarik minat investor
➢ Efek leverage modal — hanya perlu 5%-10% dari modal transaksi untuk mengontrol posisi 10-20 kali lipat. Sangat menarik untuk investor dengan modal kecil.
➢ Hedging risiko yang fleksibel — bisa memegang posisi long sekaligus melakukan short untuk melindungi risiko pasar, seperti asuransi.
➢ Hambatan masuk rendah — dibandingkan pinjam sekuritas tradisional yang membutuhkan ribuan dolar, instrumen derivatif tertentu cukup dengan puluhan dolar.
➢ Proses transaksi sederhana — dibandingkan proses pinjam, jual, beli, kembalikan yang rumit, CFD cukup dua langkah.
➢ Keuntungan pajak — di beberapa wilayah, produk perdagangan terbalik tidak dikenai pajak capital gain, sehingga keuntungan bersih lebih tinggi.
Risiko tersembunyi dari perdagangan terbalik: harus diwaspadai
Kerugian tak terbatas
Ini adalah risiko terbesar dari perdagangan terbalik. Kerugian maksimum saat membeli panjang adalah modal sendiri, karena harga saham paling rendah adalah 0; sedangkan saat short, kerugian tak terbatas karena harga bisa naik tanpa batas.
Contoh: investor membeli 100 saham dengan harga 10, total biaya $1000. Jika harga turun ke 0, kerugian maksimal $1000. Tapi, jika short, dengan posisi yang sama, jika harga naik dari 10 ke 100, kerugian adalah $9000. Jika terus naik, kerugian tak terbatas.
Selain itu, dalam sistem margin, jika kerugian melebihi margin yang tersedia, broker akan melakukan likuidasi paksa, dan investor tidak punya pilihan lain.
Risiko salah prediksi
Perdagangan terbalik mengandalkan prediksi yang benar bahwa pasar akan turun. Tapi pasar penuh ketidakpastian, kejadian black swan sering terjadi, dan prediksi siapa pun bisa salah. Jika prediksi salah dan harga berbalik naik, kerugian akan membesar dengan cepat.
Risiko penarikan kembali sekuritas yang dipinjam
Securities yang diperdagangkan secara terbalik bukan milik langsung investor, melainkan milik broker atau pemberi pinjaman. Mereka berhak meminta kembali kapan saja, memaksa posisi ditutup, yang bisa menyebabkan kerugian tak terduga.
Cara menggunakan perdagangan terbalik secara benar
Berdasarkan risiko di atas, investor harus mengikuti prinsip-prinsip berikut:
◆ Fokus pada trading jangka pendek — Jangan jadikan perdagangan terbalik sebagai strategi investasi jangka panjang. Potensi keuntungan short terbatas, dan posisi panjang berisiko dipaksa dilikuidasi, selain risiko broker menarik kembali sekuritas kapan saja.
◆ Ukuran posisi harus proporsional — Perdagangan terbalik bisa digunakan untuk hedging, tetapi jangan jadikan strategi utama. Disarankan tidak lebih dari batas aman dari total aset.
◆ Hindari menambah posisi short saat prediksi salah — Banyak investor menambah posisi short saat salah prediksi, mencoba “rata-rata biaya”. Ini sangat berbahaya. Sebaiknya, jika salah prediksi, segera tutup posisi.
◆ Tingkatkan kesadaran risiko — Leverage dari perdagangan terbalik menimbulkan risiko tinggi. Sebelum menggunakan instrumen apa pun, pahami risiko secara penuh, tetapkan stop loss, dan disiplin.
Kesimpulan
Perdagangan terbalik bukan sekadar “shorting” untuk mencari keuntungan, tetapi juga mekanisme penting menjaga stabilitas pasar di berbagai fase. Inti short selling adalah manajemen risiko, bukan perjudian spekulatif.
Memang ada investor yang meraih keuntungan besar melalui perdagangan terbalik, tetapi semua itu didasarkan pada riset pasar mendalam, pengendalian risiko ketat, dan pengalaman nyata. Jika tidak memahami pasar dan tidak menghormati risiko, perdagangan terbalik hanya akan mempercepat kerugian. Yang terpenting, buat keputusan yang matang dan penuh pertimbangan dalam kerangka imbal hasil yang wajar, bukan ikut-ikutan buta.