Zakat adalah kewajiban dasar dalam Islam, dan menerapkannya pada emas merupakan salah satu tanggung jawab keuangan penting bagi setiap pemilik. Dengan menyebarnya investasi emas sebagai sarana menabung dan perlindungan dari inflasi, kebutuhan untuk memahami secara jelas bagaimana menghitung zakat atas logam mulia ini semakin meningkat. Baik emas Anda berupa perhiasan, atau batangan untuk menabung, atau bahkan investasi digital, Anda perlu mengetahui batas minimum di mana zakat mulai wajib dan cara menghitungnya secara akurat.
Apa yang perlu Anda ketahui tentang nisab emas terlebih dahulu?
Nisab emas adalah batas minimum yang harus dimiliki agar zakat menjadi wajib. Para fuqaha menetapkannya berdasarkan hadis Nabi dengan nilai 85 gram emas murni (karat 24). Jumlah ini bukan sembarangan, melainkan berdasarkan teks-teks agama yang jelas dan penerapan praktis yang telah berlangsung stabil selama berabad-abad.
Namun di sini ada poin penting: Jika Anda memiliki emas dari berbagai karat (21 atau 18), maka perhitungannya sedikit berbeda karena kadar emas murni berubah sesuai karat.
Tabel singkat: nisab emas berdasarkan karat
Karat
Kadar kemurnian
Berat nisab
24K
100%
85 gram
21K
87.5%
sekitar 97 gram
18K
75%
sekitar 113 gram
Dengan kata lain: Semakin rendah karat emas, semakin banyak berat yang diperlukan untuk mencapai nisab zakat.
Langkah pertama: Apakah Anda benar-benar memiliki nisab?
Sebelum apa pun, periksa total emas Anda:
Hitung semua emas yang Anda miliki (baik perhiasan, batangan, atau koin emas)
Jika Anda memiliki emas dari berbagai karat, jumlahkan beratnya lalu konversikan ke berat emas murni yang setara
Bandingkan hasilnya dengan 85 gram
Contoh praktis: Jika Anda memiliki 100 gram dari karat 21, maka kandungan emas murninya = 100 × 0.875 = 87.5 gram. Ini melebihi nisab (85 gram), maka zakat wajib Anda keluarkan.
Syarat kedua: Berlalunya satu tahun penuh
Zakat tidak wajib langsung saat Anda memiliki nisab. Anda harus menunggu satu tahun hijriyah penuh sejak Anda memilikinya. Setelah itu, zakat menjadi wajib.
Jika Anda membeli emas hari ini, tunggulah 12 bulan hijriyah (sekitar 354 hari), lalu keluarkan zakat.
Sekarang: Bagaimana cara menghitung nilai zakat?
Rumusnya sangat sederhana:
Zakat emas = 2.5% dari nilai pasar emas murni yang Anda miliki
Persentase ini tetap dalam syariat, tidak berubah sesuai harga pasar.
Contoh praktis 1: emas karat 24
Anda memiliki: 100 gram dari karat 24
Harga per gram emas murni: 400 riyal Saudi
Nilai total: 100 × 400 = 40.000 riyal
Zakat wajib: 40.000 × 2.5% = 1.000 riyal
Contoh praktis 2: emas karat 21
Anda memiliki: 100 gram dari karat 21
Emas murni sebenarnya: 100 × 0.875 = 87.5 gram
Nilai: 87.5 × 400 = 35.000 riyal
Zakat wajib: 35.000 × 2.5% = 875 riyal
Contoh praktis 3: emas karat 18
Anda memiliki: 100 gram dari karat 18
Emas murni sebenarnya: 100 × 0.75 = 75 gram
Nilai: 75 × 400 = 30.000 riyal
Zakat wajib: 30.000 × 2.5% = 750 riyal
Catatan penting: Pada contoh terakhir, 75 gram emas murni belum mencapai nisab (85 gram), jadi tidak wajib zakat.
Bagaimana jika emas Anda adalah investasi?
Jika Anda memiliki emas sebagai investasi jangka panjang (misalnya ETF emas, saham perusahaan pertambangan, koin emas), maka hukumnya sedikit berbeda:
Jika investasi didukung langsung oleh emas (seperti ETF emas):
Dinilai berdasarkan harga pasar saat masuk haul
Hitung zakat dari total nilai + keuntungan dengan 2.5%
Jika saham perusahaan pertambangan:
Zakat berdasarkan niat investasi
Untuk spekulasi (penjualan cepat): zakat dari nilai pasar dengan 2.5%
Untuk investasi jangka panjang: mungkin zakat hanya dari keuntungan sesuai fatwa yang diikuti
Perhiasan dan perhiasan: Apakah ada zakat?
Di sini para fuqaha berbeda pendapat:
**Pendapat pertama (yang paling umum): Perhiasan yang digunakan untuk keperluan sehari-hari (seperti cincin, gelang, kalung) tidak wajib zakat. Diperlakukan seperti pakaian dan perabot pribadi.
Pendapat kedua: Zakat wajib bahkan atas perhiasan yang digunakan untuk berhias.
Yang penting: Jika emas disimpan untuk menabung dan investasi (bahkan jika tidak digunakan), maka zakat wajib tanpa perbedaan.
Siapa yang wajib mengeluarkan zakat?
Zakat wajib bagi yang:
Memiliki nisab emas (85 gram dari emas murni)
Berjalan satu haul hijriyah penuh sejak memilikinya
Memiliki emas secara penuh
Tidak ada pengecualian, baik orang kaya maupun miskin di bidang lain.
Di mana menyalurkan zakat Anda?
Zakat ditujukan kepada delapan golongan yang disebutkan dalam syariat:
Fakir dan miskin
Pengelola zakat dan distribusinya
Muallaf (untuk memperkuat iman mereka)
Membebaskan budak dan orang yang membutuhkan
Dhuafa yang berhutang dan tidak mampu membayar
Pejuang di jalan Allah dan proyek keagamaan
Musafir yang terputus dari hartanya
Keluarga dan individu dalam keadaan darurat dan perang
Yang tidak boleh diberi zakat:
Mereka yang menjadi tanggungan nafkah Anda (anak, istri, orang tua)
Kafir (kecuali dalam kondisi tertentu)
Mereka yang mampu bekerja dan tidak mau bekerja karena malas
Orang kaya yang mampu mencari penghasilan
Tips praktis menghitung zakat emas
1. Pilih hari tertentu dalam setahun:
Tentukan tanggal setiap tahun untuk menghitung dan menyalurkan zakat (misalnya awal Ramadan atau awal Januari).
2. Gunakan harga pasar saat ini:
Hitung nilai emas berdasarkan harga hari ini, bukan harga saat Anda membelinya.
3. Simpan catatan:
Dokumentasikan berat emas Anda, tanggal kepemilikan, dan perhitungan zakat.
4. Anda bisa menyalurkan zakat secara tunai atau emas:
Keluarkan zakat dengan nilai uang yang setara atau emas dengan berat yang sama, sesuai pilihan.
5. Jangan tunda menyalurkan zakat:
Bayarkan zakat segera setelah haul selesai, jangan menundanya tanpa alasan.
Kesimpulan akhir
Nisab emas adalah 85 gram emas murni, dan zakatnya sebesar 2.5% dari nilai pasar setelah satu tahun hijriyah penuh sejak kepemilikan. Perhitungannya jelas dan langsung: ketahui berat emas Anda, konversikan ke emas murni sesuai karat, hitung nilainya berdasarkan harga pasar, lalu keluarkan 2.5%.
Baik emas Anda berupa tabungan, investasi, maupun perhiasan siap jual, kewajiban mengeluarkan zakat adalah ibadah yang membersihkan harta dan menegakkan solidaritas dengan yang membutuhkan. Jangan lupa, zakat bukan hanya beban keuangan, tetapi ibadah besar yang mendekatkan Anda kepada Allah dan memberkahi rezeki Anda.
Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
Panduan praktis Anda: Cara menghitung nisab emas dan zakat yang wajib Anda bayarkan
Zakat adalah kewajiban dasar dalam Islam, dan menerapkannya pada emas merupakan salah satu tanggung jawab keuangan penting bagi setiap pemilik. Dengan menyebarnya investasi emas sebagai sarana menabung dan perlindungan dari inflasi, kebutuhan untuk memahami secara jelas bagaimana menghitung zakat atas logam mulia ini semakin meningkat. Baik emas Anda berupa perhiasan, atau batangan untuk menabung, atau bahkan investasi digital, Anda perlu mengetahui batas minimum di mana zakat mulai wajib dan cara menghitungnya secara akurat.
Apa yang perlu Anda ketahui tentang nisab emas terlebih dahulu?
Nisab emas adalah batas minimum yang harus dimiliki agar zakat menjadi wajib. Para fuqaha menetapkannya berdasarkan hadis Nabi dengan nilai 85 gram emas murni (karat 24). Jumlah ini bukan sembarangan, melainkan berdasarkan teks-teks agama yang jelas dan penerapan praktis yang telah berlangsung stabil selama berabad-abad.
Namun di sini ada poin penting: Jika Anda memiliki emas dari berbagai karat (21 atau 18), maka perhitungannya sedikit berbeda karena kadar emas murni berubah sesuai karat.
Tabel singkat: nisab emas berdasarkan karat
Dengan kata lain: Semakin rendah karat emas, semakin banyak berat yang diperlukan untuk mencapai nisab zakat.
Langkah pertama: Apakah Anda benar-benar memiliki nisab?
Sebelum apa pun, periksa total emas Anda:
Contoh praktis: Jika Anda memiliki 100 gram dari karat 21, maka kandungan emas murninya = 100 × 0.875 = 87.5 gram. Ini melebihi nisab (85 gram), maka zakat wajib Anda keluarkan.
Syarat kedua: Berlalunya satu tahun penuh
Zakat tidak wajib langsung saat Anda memiliki nisab. Anda harus menunggu satu tahun hijriyah penuh sejak Anda memilikinya. Setelah itu, zakat menjadi wajib.
Jika Anda membeli emas hari ini, tunggulah 12 bulan hijriyah (sekitar 354 hari), lalu keluarkan zakat.
Sekarang: Bagaimana cara menghitung nilai zakat?
Rumusnya sangat sederhana:
Zakat emas = 2.5% dari nilai pasar emas murni yang Anda miliki
Persentase ini tetap dalam syariat, tidak berubah sesuai harga pasar.
Contoh praktis 1: emas karat 24
Contoh praktis 2: emas karat 21
Contoh praktis 3: emas karat 18
Catatan penting: Pada contoh terakhir, 75 gram emas murni belum mencapai nisab (85 gram), jadi tidak wajib zakat.
Bagaimana jika emas Anda adalah investasi?
Jika Anda memiliki emas sebagai investasi jangka panjang (misalnya ETF emas, saham perusahaan pertambangan, koin emas), maka hukumnya sedikit berbeda:
Jika investasi didukung langsung oleh emas (seperti ETF emas):
Jika saham perusahaan pertambangan:
Perhiasan dan perhiasan: Apakah ada zakat?
Di sini para fuqaha berbeda pendapat:
**Pendapat pertama (yang paling umum): Perhiasan yang digunakan untuk keperluan sehari-hari (seperti cincin, gelang, kalung) tidak wajib zakat. Diperlakukan seperti pakaian dan perabot pribadi.
Pendapat kedua: Zakat wajib bahkan atas perhiasan yang digunakan untuk berhias.
Yang penting: Jika emas disimpan untuk menabung dan investasi (bahkan jika tidak digunakan), maka zakat wajib tanpa perbedaan.
Siapa yang wajib mengeluarkan zakat?
Zakat wajib bagi yang:
Tidak ada pengecualian, baik orang kaya maupun miskin di bidang lain.
Di mana menyalurkan zakat Anda?
Zakat ditujukan kepada delapan golongan yang disebutkan dalam syariat:
Yang tidak boleh diberi zakat:
Tips praktis menghitung zakat emas
1. Pilih hari tertentu dalam setahun: Tentukan tanggal setiap tahun untuk menghitung dan menyalurkan zakat (misalnya awal Ramadan atau awal Januari).
2. Gunakan harga pasar saat ini: Hitung nilai emas berdasarkan harga hari ini, bukan harga saat Anda membelinya.
3. Simpan catatan: Dokumentasikan berat emas Anda, tanggal kepemilikan, dan perhitungan zakat.
4. Anda bisa menyalurkan zakat secara tunai atau emas: Keluarkan zakat dengan nilai uang yang setara atau emas dengan berat yang sama, sesuai pilihan.
5. Jangan tunda menyalurkan zakat: Bayarkan zakat segera setelah haul selesai, jangan menundanya tanpa alasan.
Kesimpulan akhir
Nisab emas adalah 85 gram emas murni, dan zakatnya sebesar 2.5% dari nilai pasar setelah satu tahun hijriyah penuh sejak kepemilikan. Perhitungannya jelas dan langsung: ketahui berat emas Anda, konversikan ke emas murni sesuai karat, hitung nilainya berdasarkan harga pasar, lalu keluarkan 2.5%.
Baik emas Anda berupa tabungan, investasi, maupun perhiasan siap jual, kewajiban mengeluarkan zakat adalah ibadah yang membersihkan harta dan menegakkan solidaritas dengan yang membutuhkan. Jangan lupa, zakat bukan hanya beban keuangan, tetapi ibadah besar yang mendekatkan Anda kepada Allah dan memberkahi rezeki Anda.