Apa itu Margin Call? Penjelasan Sederhana tentang Panggilan Margin
Dalam perdagangan leverage, broker akan meminta Anda menjaga tingkat margin tertentu. Singkatnya, Margin call (panggilan margin) adalah sinyal peringatan dari broker—ketika kerugian akun Anda mencapai tingkat tertentu, dan jumlah margin turun di bawah garis standar yang ditetapkan broker, mereka akan memberi tahu Anda untuk segera menambah dana atau menutup posisi secara aktif.
margin berarti margin, yaitu dana yang Anda bekukan saat membuka posisi. Ketika kerugian floating melebihi margin yang digunakan, margin call akan dipicu, ini adalah cara broker melindungi diri dan menjaga ketertiban pasar.
Bagaimana Menghitung Tingkat Margin? Kapan Akan Terjadi Margin Call?
Tingkat margin dinyatakan dalam persentase, metode perhitungannya sangat sederhana:
Tingkat margin = (Nilai bersih akun ÷ Margin yang digunakan) × 100%
Ada beberapa konsep kunci di sini:
Nilai bersih akun: semua uang tunai di akun Anda ditambah floating profit/loss dari posisi yang belum ditutup
Margin yang digunakan: total margin yang digunakan untuk semua posisi terbuka
Ketika tingkat margin turun ke 100%, nilai bersih akun Anda sudah sama atau lebih rendah dari margin yang digunakan, saat itu broker akan menghentikan Anda membuka posisi baru. Jika terus turun ke garis stop-loss yang ditetapkan broker (biasanya 20%-30%), sistem akan secara otomatis menutup posisi secara paksa.
Misalnya Anda memiliki akun $1000, membeli EUR/USD senilai $10.000, dengan margin requirement 5%, maka transaksi ini memakan margin sebesar $200.
Saat ini tingkat margin = (1000 ÷ 200) × 100% = 500%
Tampak aman. Tapi jika pasar berbalik secara tiba-tiba, floating loss Anda sebesar $800, sehingga nilai bersih akun menjadi $200.
Tingkat margin seketika turun menjadi = (200 ÷ 200) × 100% = 100%
Anda telah memicu peringatan margin call, tidak bisa membuka posisi baru lagi.
Situasi 2: Risiko dari beberapa posisi sekaligus
Dengan akun $1000, Anda membuka 5 posisi masing-masing $200 (total margin $1000). Saat ini tingkat margin hanya 100%, akun tidak punya buffer lagi. Jika salah satu posisi mengalami kerugian kecil, langsung memicu margin call bahkan penutupan posisi secara paksa.
Bagaimana Cara Menghindari Margin Call?
Langkah pertama: Kurangi penggunaan leverage
Jangan gunakan seluruh dana akun untuk margin. Meski bisa pakai leverage 10x, sebaiknya hanya 2-3x. Dengan begitu, Anda menyisakan buffer margin yang besar.
Langkah kedua: Pasang perintah stop-loss
Saat membuka posisi, tetapkan stop-loss terlebih dahulu. Ketika harga mencapai level kerugian yang Anda tentukan, sistem akan otomatis menutup posisi, sehingga bisa mengendalikan kerugian dan menghindari trigger margin call secara pasif.
Langkah ketiga: Diversifikasi posisi trading
Jangan menaruh semua dana di satu pasangan mata uang. Sebarkan margin ke berbagai pasangan mata uang atau aset lain, sehingga jika satu posisi rugi, posisi lain mungkin menguntungkan, secara keseluruhan risiko akun berkurang secara signifikan.
Langkah keempat: Pantau kondisi akun secara rutin
Biasakan untuk memeriksa tingkat margin setiap minggu. Jika tingkat margin turun di bawah 200%, pertimbangkan untuk menambah dana atau menutup sebagian posisi, jangan menunggu broker melakukan eksekusi paksa.
Langkah kelima: Buat rencana trading sesuai toleransi risiko
Sebelum mulai trading, tentukan berapa persen kerugian maksimal yang bisa Anda terima. Jika saldo akun $1000, tetapkan kerugian maksimal per transaksi misalnya $50, agar risiko keseluruhan bisa dikendalikan dengan baik.
Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
Panduan Lengkap Margin Call (Penyitaan Margin): Baca dalam satu menit apa itu penyitaan margin
Apa itu Margin Call? Penjelasan Sederhana tentang Panggilan Margin
Dalam perdagangan leverage, broker akan meminta Anda menjaga tingkat margin tertentu. Singkatnya, Margin call (panggilan margin) adalah sinyal peringatan dari broker—ketika kerugian akun Anda mencapai tingkat tertentu, dan jumlah margin turun di bawah garis standar yang ditetapkan broker, mereka akan memberi tahu Anda untuk segera menambah dana atau menutup posisi secara aktif.
margin berarti margin, yaitu dana yang Anda bekukan saat membuka posisi. Ketika kerugian floating melebihi margin yang digunakan, margin call akan dipicu, ini adalah cara broker melindungi diri dan menjaga ketertiban pasar.
Bagaimana Menghitung Tingkat Margin? Kapan Akan Terjadi Margin Call?
Tingkat margin dinyatakan dalam persentase, metode perhitungannya sangat sederhana:
Tingkat margin = (Nilai bersih akun ÷ Margin yang digunakan) × 100%
Ada beberapa konsep kunci di sini:
Ketika tingkat margin turun ke 100%, nilai bersih akun Anda sudah sama atau lebih rendah dari margin yang digunakan, saat itu broker akan menghentikan Anda membuka posisi baru. Jika terus turun ke garis stop-loss yang ditetapkan broker (biasanya 20%-30%), sistem akan secara otomatis menutup posisi secara paksa.
Contoh Kasus: Bagaimana Langkah demi Langkah Memicu Margin Call
Situasi 1: Risiko dari satu transaksi besar
Misalnya Anda memiliki akun $1000, membeli EUR/USD senilai $10.000, dengan margin requirement 5%, maka transaksi ini memakan margin sebesar $200.
Saat ini tingkat margin = (1000 ÷ 200) × 100% = 500%
Tampak aman. Tapi jika pasar berbalik secara tiba-tiba, floating loss Anda sebesar $800, sehingga nilai bersih akun menjadi $200.
Tingkat margin seketika turun menjadi = (200 ÷ 200) × 100% = 100%
Anda telah memicu peringatan margin call, tidak bisa membuka posisi baru lagi.
Situasi 2: Risiko dari beberapa posisi sekaligus
Dengan akun $1000, Anda membuka 5 posisi masing-masing $200 (total margin $1000). Saat ini tingkat margin hanya 100%, akun tidak punya buffer lagi. Jika salah satu posisi mengalami kerugian kecil, langsung memicu margin call bahkan penutupan posisi secara paksa.
Bagaimana Cara Menghindari Margin Call?
Langkah pertama: Kurangi penggunaan leverage
Jangan gunakan seluruh dana akun untuk margin. Meski bisa pakai leverage 10x, sebaiknya hanya 2-3x. Dengan begitu, Anda menyisakan buffer margin yang besar.
Langkah kedua: Pasang perintah stop-loss
Saat membuka posisi, tetapkan stop-loss terlebih dahulu. Ketika harga mencapai level kerugian yang Anda tentukan, sistem akan otomatis menutup posisi, sehingga bisa mengendalikan kerugian dan menghindari trigger margin call secara pasif.
Langkah ketiga: Diversifikasi posisi trading
Jangan menaruh semua dana di satu pasangan mata uang. Sebarkan margin ke berbagai pasangan mata uang atau aset lain, sehingga jika satu posisi rugi, posisi lain mungkin menguntungkan, secara keseluruhan risiko akun berkurang secara signifikan.
Langkah keempat: Pantau kondisi akun secara rutin
Biasakan untuk memeriksa tingkat margin setiap minggu. Jika tingkat margin turun di bawah 200%, pertimbangkan untuk menambah dana atau menutup sebagian posisi, jangan menunggu broker melakukan eksekusi paksa.
Langkah kelima: Buat rencana trading sesuai toleransi risiko
Sebelum mulai trading, tentukan berapa persen kerugian maksimal yang bisa Anda terima. Jika saldo akun $1000, tetapkan kerugian maksimal per transaksi misalnya $50, agar risiko keseluruhan bisa dikendalikan dengan baik.