Emas dan perak keduanya melonjak, lonjakan pasar logam mulia terus meningkat
Pasar logam mulia baru-baru ini menunjukkan performa yang mencolok. Harga emas sempat menyentuh 4497 dolar AS/ons, sementara perak naik ke 70 dolar AS/ons, keduanya mencatatkan rekor tertinggi baru. Industri optimistis terhadap masa depan, lembaga riset Yardeni Research bahkan menaikkan target harga emas, diperkirakan akan naik hingga 6000 dolar AS/ons pada akhir 2026, menunjukkan sikap optimisme pasar terhadap logam mulia.
Data ekonomi AS di momen krusial, GDP menjadi fokus pasar
Malam ini pukul 21:30 waktu setempat, AS akan mengumumkan data GDP kuartal ketiga, dengan perkiraan pertumbuhan tahunan sebesar 3.3%, sedikit melambat dari 3.8% di kuartal kedua. Data ekonomi sangat berpengaruh terhadap prospek dolar AS: jika data lebih baik dari perkiraan, dolar akan menguat; sebaliknya, performa dolar bisa tertekan. Hingga berita ini ditulis, indeks dolar turun 0.30%, berada di 97.94, pergerakan selanjutnya patut diikuti.
Saham teknologi memimpin, indeks futures pagi hari umumnya naik
Tiga indeks futures utama pasar saham AS dibuka lebih tinggi, dengan Dow Jones, S&P 500, dan Nasdaq 100 masing-masing naik 0.03%, 0.03%, dan 0.06%. Performa saham teknologi populer beragam, Nvidia naik tipis 0.05%, sementara Tesla memimpin dengan kenaikan 0.29%, harga sahamnya bahkan sempat menembus 498 dolar AS kemarin, mencatat rekor baru.
Nilai tukar Yen berbalik, sinyal intervensi pemerintah jelas
Pemerintah Jepang akhir-akhir ini menunjukkan sikap berbeda terhadap volatilitas pasar valuta asing. Menteri Keuangan Jepang, Shunichi Suzuki, dan Wakil Menteri Keuangan, Masamura Jun, secara berurutan menyatakan bahwa yen menunjukkan volatilitas ekstrem dan pemerintah siap mengambil langkah yang diperlukan. Pasar memperkirakan intervensi sudah dekat, nilai tukar USD/JPY langsung turun lebih dari 0.70%, ditutup di 155.90, turun untuk hari kedua berturut-turut.
Ketegangan geopolitik meningkat, risiko pasokan energi muncul
Tata kelola energi global menghadapi berbagai tantangan. AS menyetop kapal minyak Venezuela, Ukraina menyerang fasilitas energi Rusia, dan Israel merencanakan aksi militer terhadap Iran, semua kejadian ini memicu kekhawatiran akan gangguan pasokan minyak mentah. Akibatnya, harga minyak mentah naik selama dua hari berturut-turut, WTI berada di 58.05 dolar AS/barel, Brent di 62.10 dolar AS/barel, saat ini menunjukkan pergerakan fluktuatif.
Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
Pergerakan pasar global yang sangat fluktuatif! Faktor risiko ganda mendorong perubahan posisi investasi
Emas dan perak keduanya melonjak, lonjakan pasar logam mulia terus meningkat
Pasar logam mulia baru-baru ini menunjukkan performa yang mencolok. Harga emas sempat menyentuh 4497 dolar AS/ons, sementara perak naik ke 70 dolar AS/ons, keduanya mencatatkan rekor tertinggi baru. Industri optimistis terhadap masa depan, lembaga riset Yardeni Research bahkan menaikkan target harga emas, diperkirakan akan naik hingga 6000 dolar AS/ons pada akhir 2026, menunjukkan sikap optimisme pasar terhadap logam mulia.
Data ekonomi AS di momen krusial, GDP menjadi fokus pasar
Malam ini pukul 21:30 waktu setempat, AS akan mengumumkan data GDP kuartal ketiga, dengan perkiraan pertumbuhan tahunan sebesar 3.3%, sedikit melambat dari 3.8% di kuartal kedua. Data ekonomi sangat berpengaruh terhadap prospek dolar AS: jika data lebih baik dari perkiraan, dolar akan menguat; sebaliknya, performa dolar bisa tertekan. Hingga berita ini ditulis, indeks dolar turun 0.30%, berada di 97.94, pergerakan selanjutnya patut diikuti.
Saham teknologi memimpin, indeks futures pagi hari umumnya naik
Tiga indeks futures utama pasar saham AS dibuka lebih tinggi, dengan Dow Jones, S&P 500, dan Nasdaq 100 masing-masing naik 0.03%, 0.03%, dan 0.06%. Performa saham teknologi populer beragam, Nvidia naik tipis 0.05%, sementara Tesla memimpin dengan kenaikan 0.29%, harga sahamnya bahkan sempat menembus 498 dolar AS kemarin, mencatat rekor baru.
Nilai tukar Yen berbalik, sinyal intervensi pemerintah jelas
Pemerintah Jepang akhir-akhir ini menunjukkan sikap berbeda terhadap volatilitas pasar valuta asing. Menteri Keuangan Jepang, Shunichi Suzuki, dan Wakil Menteri Keuangan, Masamura Jun, secara berurutan menyatakan bahwa yen menunjukkan volatilitas ekstrem dan pemerintah siap mengambil langkah yang diperlukan. Pasar memperkirakan intervensi sudah dekat, nilai tukar USD/JPY langsung turun lebih dari 0.70%, ditutup di 155.90, turun untuk hari kedua berturut-turut.
Ketegangan geopolitik meningkat, risiko pasokan energi muncul
Tata kelola energi global menghadapi berbagai tantangan. AS menyetop kapal minyak Venezuela, Ukraina menyerang fasilitas energi Rusia, dan Israel merencanakan aksi militer terhadap Iran, semua kejadian ini memicu kekhawatiran akan gangguan pasokan minyak mentah. Akibatnya, harga minyak mentah naik selama dua hari berturut-turut, WTI berada di 58.05 dolar AS/barel, Brent di 62.10 dolar AS/barel, saat ini menunjukkan pergerakan fluktuatif.