Rekor tertinggi emas spot mingguan 4.247 dolar setelah kembali ke level 4.200 dolar… kekuatan tren kenaikan melemah
FOMC pemangkasan suku bunga positif vs perlawanan teknikal dolar negatif… Ketidakpastian arah pasar
Risiko geopolitik dan dukungan teknikal menjaga pertahanan bawah… di bawah 4.165 dolar adalah sinyal bahaya
Emas(XAU/USD) pasar mengalami fluktuasi tajam dan akhirnya memasuki kisaran sideways. Pada Kamis pagi, harga emas mencapai 4.247 dolar per ons dan mencatat rekor tertinggi, namun kemudian tertahan oleh rebound teknikal dolar dan mengembalikan kenaikan sebelumnya. Sinyal pemangkasan suku bunga dari Federal Reserve adalah faktor positif, tetapi saat dolar mencoba keluar dari level terendah, tekanan koreksi jangka pendek di pasar emas semakin meningkat.
Federal Reserve dan pemangkasan suku bunga, apa yang tersembunyi di baliknya
Federal Reserve memangkas suku bunga acuan sebesar 25bp dalam pertemuan ini, tetapi sinyal ke depan masih samar. Pada dot plot, mereka menunjukkan satu kali pemangkasan di tahun 2026, dan dua peserta rapat memberikan suara menentang kebijakan ketat saat ini.
Chairman Jerome Powell dalam konferensi pers menyebutkan risiko downside di pasar tenaga kerja dan menegaskan perlunya menghindari kebijakan ketat yang berlebihan. Pernyataan ini menjadi faktor utama yang mendorong dolar melemah dan harga emas menguat. Namun, karena tidak ada jadwal pasti untuk pemangkasan berikutnya, terjadi paradoks di mana peluang rebound dolar justru terbuka. Semakin kuat dolar, semakin rentan harga emas.
Sentimen risiko vs ketegangan geopolitik
Kenaikan pasar saham yang mulai nyata kembali menimbulkan sentimen risiko(Risk-on) di kalangan investor. Biasanya, ini akan menarik dana keluar dari aset aman seperti emas. Namun, situasi saat ini tidak sesederhana itu.
Situasi perang Rusia-Ukraina memburuk. Ada laporan bahwa pasukan Ukraina menenggelamkan kapal tanker milik Rusia di Laut Hitam dengan serangan drone, dan Presiden Putin menegaskan kembali niatnya mengendalikan wilayah Donbas, menjaga sikap keras. Ketegangan geopolitik ini menjadi faktor yang menopang harga emas di bawah level 4.200 dolar. Itulah sebabnya harga emas sulit turun di bawah level tersebut.
Outlook teknikal: beli di mana, jual di mana?
Grafik emas menunjukkan pergerakan sideways selama dua minggu terakhir di kisaran resistansi atas 4.245~4.250 dolar.
Skenario kenaikan: Jika harga menembus dan stabil di atas 4.250 dolar secara jelas, maka ada potensi kenaikan lanjutan ke 4.278 dolar dan bahkan ke 4.300 dolar.
Skenario koreksi: Jika harga turun dari level saat ini, maka 4.170~4.165 dolar diperkirakan menjadi peluang pembelian pertama(Area penurunan). Jika level ini pun ditembus, maka 4.125~4.120 dolar akan menjadi garis pertahanan terakhir. Area ini merupakan zona konfluensi(Confluence Zone) dari moving average exponential 200 periode dan tren naik sejak akhir Oktober, yang menjadi support kuat dan berpotensi menjadi titik balik tren jangka menengah.
Pada Kamis malam, data pengajuan klaim pengangguran di AS dan indikator ketenagakerjaan lainnya akan dirilis. Data ini diperkirakan akan menjadi faktor kunci dalam menentukan arah jangka pendek pasar.
Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
[Logam Internasional] Setelah mencapai puncak di $4,247, "masuk ke fase koreksi"... Apakah rebound dolar menjadi penyebabnya?
Emas(XAU/USD) pasar mengalami fluktuasi tajam dan akhirnya memasuki kisaran sideways. Pada Kamis pagi, harga emas mencapai 4.247 dolar per ons dan mencatat rekor tertinggi, namun kemudian tertahan oleh rebound teknikal dolar dan mengembalikan kenaikan sebelumnya. Sinyal pemangkasan suku bunga dari Federal Reserve adalah faktor positif, tetapi saat dolar mencoba keluar dari level terendah, tekanan koreksi jangka pendek di pasar emas semakin meningkat.
Federal Reserve dan pemangkasan suku bunga, apa yang tersembunyi di baliknya
Federal Reserve memangkas suku bunga acuan sebesar 25bp dalam pertemuan ini, tetapi sinyal ke depan masih samar. Pada dot plot, mereka menunjukkan satu kali pemangkasan di tahun 2026, dan dua peserta rapat memberikan suara menentang kebijakan ketat saat ini.
Chairman Jerome Powell dalam konferensi pers menyebutkan risiko downside di pasar tenaga kerja dan menegaskan perlunya menghindari kebijakan ketat yang berlebihan. Pernyataan ini menjadi faktor utama yang mendorong dolar melemah dan harga emas menguat. Namun, karena tidak ada jadwal pasti untuk pemangkasan berikutnya, terjadi paradoks di mana peluang rebound dolar justru terbuka. Semakin kuat dolar, semakin rentan harga emas.
Sentimen risiko vs ketegangan geopolitik
Kenaikan pasar saham yang mulai nyata kembali menimbulkan sentimen risiko(Risk-on) di kalangan investor. Biasanya, ini akan menarik dana keluar dari aset aman seperti emas. Namun, situasi saat ini tidak sesederhana itu.
Situasi perang Rusia-Ukraina memburuk. Ada laporan bahwa pasukan Ukraina menenggelamkan kapal tanker milik Rusia di Laut Hitam dengan serangan drone, dan Presiden Putin menegaskan kembali niatnya mengendalikan wilayah Donbas, menjaga sikap keras. Ketegangan geopolitik ini menjadi faktor yang menopang harga emas di bawah level 4.200 dolar. Itulah sebabnya harga emas sulit turun di bawah level tersebut.
Outlook teknikal: beli di mana, jual di mana?
Grafik emas menunjukkan pergerakan sideways selama dua minggu terakhir di kisaran resistansi atas 4.245~4.250 dolar.
Skenario kenaikan: Jika harga menembus dan stabil di atas 4.250 dolar secara jelas, maka ada potensi kenaikan lanjutan ke 4.278 dolar dan bahkan ke 4.300 dolar.
Skenario koreksi: Jika harga turun dari level saat ini, maka 4.170~4.165 dolar diperkirakan menjadi peluang pembelian pertama(Area penurunan). Jika level ini pun ditembus, maka 4.125~4.120 dolar akan menjadi garis pertahanan terakhir. Area ini merupakan zona konfluensi(Confluence Zone) dari moving average exponential 200 periode dan tren naik sejak akhir Oktober, yang menjadi support kuat dan berpotensi menjadi titik balik tren jangka menengah.
Pada Kamis malam, data pengajuan klaim pengangguran di AS dan indikator ketenagakerjaan lainnya akan dirilis. Data ini diperkirakan akan menjadi faktor kunci dalam menentukan arah jangka pendek pasar.